Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Kota Palembang (4): Belanda Absen 30 Tahun dalam Penemuan Sriwijaya 1920; Konsentrasi di Jawa dan Abai di Tapanuli

Tempo Doelo by Tempo Doelo
30.08.2019
Reading Time: 19 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN



























































































































































*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Palembang dalam blog ini Klik Disini

Baru-baru ini budayawan Ridwan
Saidi membuat penyataan yang kontroversi: ‘Kerajaan Sriwijaya adalah fiktif’. Ridwan
Saidi bersikukuh kesimpulan itu berdasarkan analisis yang dilakukannya
bertahun-tahun. Tentu saja banyak yang terperanjat, sebab penemuan kerajaan
Sriwijaya sudah paten bahkan sejak era Pemerintahan Hindia Belanda. Budayawan Vebri
Lintani akan melaporkan Ridwan Saidi.
Vebri Lintani membantah keras pernyataan Ridwan Saidi, Vebri
Lintani meminta Ridwan membuktikan pernyataannya.

Petunjuk S Beal (1887) dan candi Padang Lawas (1920)

Banyak kerajaan-kerajaan kuno di
nusanatra (baca: Indonesia).  Namun tidak
semua terdefinisi dan terdata dengan baik. Yang datanya sudah banyak ditemukan
dan telah dianalisis dengan baik paling tidak ada dua buah: Sriwijaya dan
Majapahit. Keberadaan kerajaan Purnawarman yang data awalnya terdapat dalam
prasasti Tugu agak kurang mendapat perhatian, seakan mengalami jalan buntu.
Peninggalan-peninggalan kuno berupa artefak, candi atau bangunan dan
infrastruktur lainnya masih banyak yang terabaikan. Sejumlah candi di Jawa dan
Sumatra telah dipelihara dengan baik (dipugar) seperti Borobudur, Prambanan,
Muara Takus dan Padang Lawas, tetapi tidak sedikit bekas candi yang tersungkur
di tanah atau terbenam di dalam tanah. Semua itu adalah tanda-tanda kejayaan
Indonesia (baca: nusantara) di masa lampau. Seorang pemerhati peradaban Belanda
pernah mengatakan: kita orang Belanda hanya Eropa sentris yang hanya melihat
kejayaan Venesia, padahal di depan mata kita disini (Hindia Belanda) ada
peradaban yang sejajar dengan Venesia.    

.
Apakah Ridwan Saidi dan Vebri
Lintani memiliki kapasitas untuk urusan teliti meneliti? Artikel ini tidak
dalam konteks itu. Akan tetapi lebih pada seluk beluk penemuan awal situs-situs
kuno tersebut oleh para pemerhati dan peneliti. Penemuan awal ini kemudian kita
ketahui menjadi jalan bagi peneliti selanjutnya untuk lebih mendalami,
mendefinisikan, menganalisis dan tentu saja merekonstruksi kembali situs-situs
tersebut.

Sumber utama yang digunakan dalam
artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan
peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena
saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber
primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena
sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang
disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan
kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*
Petunjuk Samuel Biel: Kerajaan Besar
Berlokasi di Moesi

Hingga tahun 1920 tidak
ada sedikit pun tercetus nama Sriwijaya. Memori kolektif warga Palembang kosong
soal adanya Sriwijaya. Pendapat umum di Hindia Belanda, soal kekaisaran di
nusantara selalu menganggap Sumatra berada di belakang Jawa. Penemuan candi
Borobudur oleh Raffles tahun 1814 telah menghipnotis orang-orang Belanda bahwa
peradaban dan kekaisan agung di jaman kuno hanya ada di Jawa: Madjapahit.
Penemuan candi di Padang Lawas,
Tapanoeli tahun 1843 juga tidak digubris. Padahal yang menemukan dan melaporkan
pertama kali adalah seorang geolog terkenal Jung Huhn. Meski, lukisan candi
Padang Lawas sudah dipublikasikan oleh pelukis terkenal Rosenberg (1857) tetap
tidak mendapat perhatian. Konsentrasi orang-orang Belanda hanya tertuju di Jawa
(khususnya Borobudur dan Prambanan).
Seorang peneliti Inggris,
S. Beal menemukan arah suatu kekaisaran besar yang letaknya menuju sungai Moesi
dimana kota Palembang berada. S. Beal adalah Sinoolog yang telah lama melakukan
riset di Tiongkok. Kegundahan S. Beal memberanikan diri untuk menyurati lembaga
ilmu pengetahuan (Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen) di
Batavia pada tahun 1887. Dalam suratnya, Beal menyatakan bahwa ia sampai pada
kesimpulan bahwa sebuah kota Hindu yang besar pastilah berada di lokasi
Palembang yang sekarang. Dalam surat itu juga Beal bertanya apakah Bataviaasch
Genootschap van Kunsten en Wetenschappen tertarik untuk memulai penyelidikan di
ibukota Palembang untuk menyelidiki kemungkinan sisa-sisa pusat yang kekaisaran
yang kuat tersebut.
Wakil Presiden van den Raad van
Indie yang juga anggota Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, WP
Groenevelt menjawab surat dan dalam surat tersebut WP Groenevelt menyangkal dan
menganggap hipotesis Beal tidak masuk akal dan karena itu lembaga ilmu
pengetahuan tertinggi di Batavia tersebut tidak memiliki alasan untuk
mengabulkan permintaannya.
Bataviaasch Genootschap
van Kunsten en Wetenschappen di Batavia telah membuat keputusan yang sangat keliru.
Pada tahun 1920 Mr LC Westenenk, Residen Palembang mengumumkan penemuannnya di
Bukit Sigoentang menemukan puing-puing patung Buddha yang bertarih 684 M (lihat
Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 19-11-1920).

Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 19-11-1920: ‘Residen Westenenk mengumumkan kemarin menemukan
dimana Palembang memiliki inscriptie (tulisan kuno) Hindoe sebanyak tujuh belas
catatan dan tidak rusak. Tulisan kuno ini menunjukkan kemiripan yang sangat
besar dengan tulisan di Kota Kapoar di Banka dan karena itu mungkin sudah
berusia lebih dari sepuluh abad. Ini adalah prasasti Hindoe Melayu pertama yang
ditemukan di Sumatera Selatan’.
Batavia geger. Bataviaasch
Genootschap van Kunsten en Wetenschappen kecolongan. Berbagai media (bahkan
juga media di Belanda) menyindir kita kehilangan waktu 30 tahun studi untuk memperluas
pengetahuan kita tentang Sriwidjaja. 
Disebut kehilangan waktu 30 tahun karena S Beal pada tahun 1887 telah mendorong
peneliti-peneliti untuk melakukan penyelidikan di Palembang. Sindiran ini seakan
mencemooh bahwa kembali Inggris selalu lebih maju selangkah di depan dari
Belanda.
Mr LC Westenenk (Residen Palembang 14
Mei 1920 – 25 Mei 1921), bukanlah seorang peneliti apalagi bukan seorang
arkeolog. Mr LC Westenenk hanyalah pejabat pemerintah yang memiliki perhatian
terhadap perihal kepurbakalan. Media menyindiri mungkin untuk mengolok-olok
dimana berada para peneliti dan para arkelolog Belanda selama ini. Peneliti
terkenal Inggris S Beal telah diabaikan oleh peneliti Belanda dan temuan Mr LC
Westenenk seorang awam justru membuat gempar dunia ilmu pengetahuan Belanda.
Dalam hal ini head to head peneliti Belanda kalah cepat dibandingkan Inggris.
Surat S Beal itu sesungguhnya
telah menjadi isu di Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, namun
entah bagaimana surat S Beal ini kembali masuk laci. Pembicaraan surat S Beal
baru intens setelah Mr LC Westenenk melaporkan penemuannya (1920).
Uniknya, setelah
penemuan Mr LC Westenenk, peneliti-peneliti Belanda tidak hanya memulai langkah
untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut temuan awal Mr LC Westenenk tetapi
juga laporan Jung Huhn tahun 1843 tentang keberadaan candi di Padang Lawas
dibuka kembali dan dibicarakan serius. Area percandian di Padang Lawas sangat luas
yang berpusat di (kampong) Binanga (pertemuan sungau Batang Pane dengan sungai
Baroemoen) dan kampong Pertibie (sungai Batang Pane). Nama-nama Binanga
(Minanga); Pane (Panai), Baroemoen (aroe=sungai) dan Pertibie (Pritivi=dunia)
diduga kuat berasal dari India.
Langkah inilah yang
kemudian memunculkan gagasan pendirian Pusat Kepurbakalan di Palembang (bukan
di Jawa). Pusat kepurbakalaan ini akan menjadi pusat kajian dalam penyelidikan
lebih lanjut situs-situs tua di Palembang, Bangka, Padang Lawas dan berbagai tempat
dimana akan ditemukan situs baru di Sumatra. Orang yang ditempatkan di pusat
kepurbakalaan yang baru ini adalah
 seorang arkeolog bernama FM
Schnitger.
Puluhan titik lokasi candi di Padang Lawas

Menurut NJ Krom dalam bukunya
Hindoe-Javaansche Geschiedenis (1926) hanya tiga kompleks candi di Sumatra
yakni Palembang, Muara Takus (Riau) dan Panai (Padang Lawas). Tiga daerah ini
jauh mendahului dari semua tempat di Sumatra, seperti Lamuri di Aceh, Malaka
dan Pagaruyung. Dari spesimen makara yang terdapat di candi Padang Lawas menurut
Krom, tidak hanya lebih tua (dari candi Melayu di Muara Takus) tetapi juga
menunjukkan Panai (Padang Lawas) lebih makmur pada abad kesebelas. Keberadaan
Panai tercatat dalam prasasti Tanjore, 1030. Urutan keberadaan tempat-tempat
penting di Sumatra (lihat Krom, 1926) adalah sebagai berikut: Sriwijaya di
Palembang, kemudian Panai di muara sungai Baroemoen dan selanjutnya Jambi (dan
dihulunya muncul kemudian Muara Takus).

Simangambat, Pertibi dan Binanga (Peta 1919)

Pelabuhan Panai berkembang setelah
era pelabuhan kuno, Baros memudar. Dengan kata lain pusat-pusat perdagangan
dari pantai barat Sumatra (di Baroes) telah bergeser ke pantai timur Sumatra
dimana Palembang dan Panai menjadi pelabuhan penting. Meski demikian,
keberadaan penduduk Batak dalam mengusahaan produk-produk alamiah (kemenyan,
benzoin dan kamper) tetap sentral. Pelabuhan Panai (di hulu sungai Baroemoen
atau sungai Batang Pane) didukung oleh bandar-bandar kecil di hulu sungai
Baroemoen, tempat dimana pedagang-pedagang India melakukan transaksi dagang
dengan penduduk dari semua punjuru Tanah Batak. Produk perdagangan kuno kemenyan,
benzoin dan kamper sebagaimana diketahui hanya dihasilkan oleh penduduk Batak.
Besar kemungkinan produk ini mengalir ke Palembang melalui pelabuhan Panai.

Pada tahun 1935, Schnitger seorang arkeolog melakukan beberapa minggu
penelitian di Palembang (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 16-02-1935).
Disebutkan Schnitger menemukan artefak dan candi-candi yang berasal dari abad
ke-13 dan 14.
Candi Simangambat

Tidak lama kemudian FM Schnitger, Kepala
Pusat Kepurbakalan Sumatra di Palembang, mendapat laporan adanya candi yang
lebih tua di Simangambat, Siaboe (dekat Padang Lawas). Schnitger kaget luar
biasa dan bergegas dari Palembang datang ke Siaboe untuk mengkonfirmasi
keberadaan candi Simangambat. Tanpa pikir panjang, FM Schnitger dan tim
langsung melakukan ekskavasi terhadap candi Simangambat dan laporannya
dipublikasikan pada bulan Juni 1935 (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 05-06-1935 dan Bataviaasch nieuwsblad 05-06-1935). Berita
tersebuit pada kala itu sangat luar biasa, semua koran besar di Hindia
melaporkan atau melansirnya. Pada intinya, koran-koran tersebut mengabarkan
sebagai berikut: ‘Minggu lalu FM Schnitger dalam laporannya diketahui bahwa
candi Simangambat adalah candi Siwa yang dibangun pada abad kedelapan. Di dekat
Simangambat (sebelah selatan) juga ditemukan candi di Bonan Dolok. Candi
Simangambat adalah candi tertua yang dikenal di Sumatra. Candi ini mengandung
relief teratai dan yang paling mengejutkan ditemukan arca dewa Ganesha.
Bangunan candi ini merupakan lebih awal dari Borobudur dan diharapkan akan
dilakukan perlindungan. Hal yang luar biasa dalam penemuan ini, bahwa ada
relief candi yang melukiskan suatu daerah di Jawa. Sekarang, Mr. Schnitger
sedang mempersiapkan suatu ekspedisi lanjutan untuk eksplorasi ke percandian di
Baroemoen, di mana mereka berharap untuk membuat penemuan menarik di daerah
arkeologi itu. Mr Schnitger dan tim pergi ke daerah itu dan diperkirakan
berlangsung selama dua minggu’. Candi Simangambat

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Laporan FM Schnitger
tersebut kemudian diterbitkan dalam bentuk brosur 38 halaman ‘Oudheidkundige
Vondsten in Palembang’ oleh penerbit EJ Brill, Leiden. 1936. Isi laporan
tersebut hasilnya sangat menggemparkan: ‘Candi (Hindu) Simangambat adalah candi
tertua di Sumatra dan candi yang mendahului pembangunan candi (Budha) Borobudur
di Jawa Tengah’.
Isi laporan Schnitger, 1935: Simangambat abad ke-8

Keberadaan candi di Simangambat
boleh jadi merupakan garis continuum kehadiran orang-orang India selatan di
Sumatra: Baros, Siaboe dan Padang Lawas. Sebagaimana diketahui, kota tertua di
nusantara yang pernah tercatat adalah Baros (konon sudah dikunjungi oleh
orang-orang Mesir kuno, jaman prasejarah). Koloni orang-orang India selatan di
Baros besar kemungkinan adalah orang-orang India selatan yang melakukan migrasi
setelah mengetahui banyak penduduk lokal di sekitar sungai Batang Angkola di
Siaboe mengusahakan tambang emas (pertambangan emas masih ditemukan hingga ini
hari).

Para Ahli Sriwijaya

Samuel Beal adalah orang
pertama yang dapat dimasukkan pada jajaran para peneliti Sriwijaya. Samuel Beal
adalah orang pertama yang meyakini, meski belum menyebut Sriwijaya, ada suatu
kerajaan besar yang (pernah) beribukota di Palembang. Keyakinan itu
diteruskannya dengan mengirim surat ke lembaga ilmu pengetahuai Hindia Belanda
di Batavia tahun 1887.
Samuel Beal bukanlah orang
sembarangan. Samuel Beal adalah seorang sarjana Inggris yang kompeten. Samuel
Beal lahir di Devonport, Devon, Britania pada tanggal 27 November 1825. Samuel
Beal memperoleh gelar sarjana dari Trinity College, Cambridge pada tahun 1847.
Sebelum menjadi kapten kapal laut Inggris, Samuel Beal adalah pejabat perguruan
tinggi. Setelah bertugas di China dan pensiun dari angkatan laut Inggris tahun
1877, Samuel Beal kemudian diangkat sebagai Professor of Chinese di University
College, London. Samuel Beal pernah menjadi rektor di Falstone, Northumberland
1877–80 dan rektor di Wark, Northumberland sejak 1880. Saat menjadi rektor
inilah Samuel Beal mengirim surat tentang kerajaan besar (Sriwijaya) ke lembaga
ilmu pengetahuan di Batavia tahun 1887. Dua tahun sebelum menulis surat ke
Batavia ini tahun 1885i, Samuel Beal telah mendapat penghargaan DCL (Durham) sebagai
pengakuan terhadap hasil penelitiannya tentang Chinese Buddhism. Samueal Beal seorang
yang memiliki reputasi dan telah menghasilkan banyak karya terutama terkait
dengan Chinese Buddhists di India dari abad kelima hingga abad ketujuh. Bukunya
tentang Buddhism telah menjadi buku referensi para ahli. Samuel Beal meninggal
pada tanggal 20 August 1889 di Greens Norton, Northamptonshire, Britania.
Orang kedua yang dapat
dimasukkan sebagai peneliti sejarah Sriwijaya adalah Mr LC Westenenk, sebab
dialah yang kali pertama menemukan bukti-bukti awal tentang keberadaan sejarah
Sriwijaya. Louis Constant Westenenk adalah seorang sarjana Indologi, lulusan
Delf. Sebagai sarjana Indologi yang menjadi pejabat Hindia Belanda, tentu saja
dia telah memhami metologi riset dan sangat tertarik tentang sejarah awal
Hindia Belanda lebih-lebih dirinya adalah putra daerah (Hindia Belanda)
kelahiran Semarang. Setelah penemuan awalnya tahunn 1920 tentang bukti
Sriwijaya di Palembang, Mr LC Westenenk pada tahun 1922 telah menerbitkan
laporan tentang aksara Rencong (Kerinci).
Mr LC Westenenk memiliki keberanian
dan banyak kepandaian. Mr LC Westenenk menguasai sejumlah bahasa nusantara
diantara bahasa Kerinci dan bahasa Minangkabau. Mr LC Westenenk diduga memhami
bahasa Armenia (masih masuk wilayah Turki) karena pernah menjadi perwakilan
Belanda di Armenia sebelum menjadi Residen di Palembang. Mr LC Westenenk,
selain karya aksara Rencong  juga menghasilkan
sejumlah karya lainnya.

Tunggu deskripsi lengkapnya

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar
rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog
hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang
tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetSendShare
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Terjemah Umdatul Ahkam (34)

Terjemah Umdatul Ahkam (34)

Iklan

Recommended Stories

RESEP KREATIF TUMIS LABU SIAM LEZAT

03.03.2018

Belly Dance, Awalnya Bukan Untuk Tontonan

19.04.2011
Donald Trump:  ‘Total and Complete Shutdown’ Bagi Muslim Masuki Amerika

Donald Trump: ‘Total and Complete Shutdown’ Bagi Muslim Masuki Amerika

08.12.2015

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?