Kapan Sin Kim Soen memperoleh lahan ini dari
keluarga de Vries diduga sekitar tahun 1913. Pada tahun itu terjadi penjualan
besar-besar lahan di land Simplicitas. Salah satu land yang dijual kepada
publik dengan nama land Pondok Laboe-Karang Tengah sebanyak lima bidang yang
berisi bangunan, lahan pertanian seluas 415 bau denganverponding senilai
f29.984 (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 04-08-1913).
Dengan diakuisisinya land Kebajoran
Simplicitas ini maka lahan yang berstatus land partikelir secara keseluruhan dari
land Simplicitas tamat sudah. Land Simplicitas termasuk land tertua di District
Kebajoran. Dengan akuisisi ini juga land-land partikelir semakin berkurang. Sebelumnya
land tetangga, land Ragoenan pada tahun 1917 telah diakuisisi oleh pemerintah. Het
nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 16-05-1927 melaporkan dari sidang
Volksraad land-land yang telah diakusisi pemerintah pada tahun-tahun terakhir
ini antara lain land Djatinegara, land Pondok Laboe, land Paser Tangerang Barat,
Djasinga dan Kebajoran.
terjadi misalnya batas residentie dan batas afdeeling. Tidak demikian pada
batas-batas wilayah yang lebih kecil, terutama di dalam batas-batas land.
Perubahan dan pergeseran batas-batas land biasanya disebabkan adanya penjualan
dengan pembentukan land baru atau adanya penggabungan (peleburan) dua land
menjadi satu kepemilikan. Satu lagi yang perlu dicatat adalah nama-nama kampong,
selain muncul nama kampong baru juga
terjadi pergeseran kareana perpindahan penduduk (relokasi) atau wilayah kampong
semakin meluas.
tidak berubah. Land Simplicitas yang berada dalam ‘grey area’ telah ditegaskan oleh
pemerintah pendudukan Inggris pada tahun 1815. Oleh karena itu batas-batas land
yang masuk afdeeling Meester Cornelis dengan land yang berada di afdeeling
Buitenzorg mengacu pada batas afdeeling yang sudah dipetakan. Seperti diketahui,
land Tjinere dan land Ragoenan, land Simplicitas sudah eksis sejak era VOC.
Tiga land ini terbilang land pendahulu. Dalam perkembanganya, masih di era VOC
terbentuk land baru. Pada era Pemerintah Hindia Belanda (setelah tahun 1800)
tidak ada lagi pembentukan land partikelir, tetapi land yang sudah ada
dimungkinkan untuk membentuk land partikelir baru dengan pemekaran. Sementara
itu, sejumlah land partikelir diakuisisi oleh pemerintah dan dijual ke publik.
Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan lahan sisa dengan membentuk land
baru yang kemudian dijual ke publik. Luas lahan land partikelir semakin
menyusut, sebaliknya land pemerintah (verponding) semakin meluas. Meski begitu,
batas-batas wilayah afdeeling tetap adanya (tidak berubah).
land partikelir. Land Tjinere berada di wilayah afdeeling Buitenzorg; land
Ragoenan dan land Simplicitas yang sudah terbentuk di era VOC sebagai land
pendahulu menjadi batas afdeeling Meester Cornelis dengan afdeeling Buitenzorg
yang kemudian dimasukkan menjadi bagian dari wilayah District Kebajoran (Afdeeling
Meester Cornelis). Land Simplicitas sendiri di sisi timur berbatasan dengan
land Ragoenan yang dibatasi oleh sungai Kroekoet, sementara land Simplicitas di
sebelah barat berbatasan langsung dengan sungai Psanggrahan (District
Tengerang), sedangkan land Simplicitas di sebelah utara berbatasan dengan land
Gandaria dan land Pondok Pinang. Di selatan berbatasan dengan Buitenzorg.
.
![]() |
| District Kebajoran (d) |
Dalam
perkembangannya, Residentie Batavia hanya terdiri dari empat afdeeling yakni (A)
Stad Batavia, (B) Meester Cornelis, (C) Tangerang dan (D) Buitenzorg. Afdeeling
Meester Corbnelis terdiri dari tiga district yakni (c) Meester Cornelis, (d) Kebajoran
dan (e) Bekasi. District Kebajoran berbatasan dengan District Weltevreden (b),
District Meester Cornelis, Buitenzoeg dan District Tangerang (f). Secara
geografis, District Kebajoran berada di sisi barat sungai Tjiliwong dan di sisi
timur sungai Angke.
yang kemudian terbentuk land Pondok Laboe, land Lebak Boeloes dan land Trogong.
Oleh karena land Simplicitas, land Pondok Laboe dan land Lebak Boeloes bermula
dari land Simplicitas, maka jika ada penggabungan kepemilikan nama yang muncul
adalah tiga nama land ini. Sebelum adanya penataan sistem administrasi wilayah,
nama yang digunakan adalah nama land. Pernah land Simplicitas digabung dengan
land Lebak Boeloes tetapi secara umum tetap disebut land Simplicitas (mengacu
pada land induknya). Sebagai land induk, keutamaan lain land Simplicitas adalah
tempat dimana landhuis, pabrik penggilingan padi dan tentu saja pasar. Landhuis
Simplicitas sebagai ibukota di wilayah land juga berada di jalur lalu lintas
utama dari Buitenzorg ke Tanah Abang (land Simplicitas diakses dari Tanah Abang
via Kebajoran).
![]() |
| Java-bode, 29-03-1882 |
Nama
pasar Djoemahat lambat-laun menjadi nama kampung sendiri dan kampong ini berada
di land Lebakboeloes, Namun karena land Simplicitas digabung dengan land
Lebakboeloes maka nama wilayah hanya disebut land Simplicitas (lihat misalnya Java-bode
: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 29-03-1882).
Disebutkan ‘kampung-kampung Kadaoeng, Tjempaka Poetie (land Poundok Petong), Trogong,
Lebak Boeloes dan Passer Djoemahat (land Simplicitas) District Kebaijoran’.
Simplicitas en Pondok Laboe, tetapi pada tahun-tahun terakhir nama yang muncul
adalah land Lebakboloes en Simplicitas. Perubahan dan pergeseran nama wilayah
(berdasarkan nama land) disebabkan adanya perubahan kepemilikan atau terjadinya
perkembangan spasial baru (atas dasar lalu lintas jalan utama atau pertumbuhan
ekonomi dan semakin berkembangnya pasar). Oleh karenanya terkesan terdapat
persaingan antara land Pondok Laboe dan land Lebakboeloes. Namuan karena nama
land Simplicitas sebagai land pandahulu dan memiliki banyak keutamaan maka nama
(land) Simplicitas selalu menonjol dan sulit tergantikan.
![]() |
| Pasar lama Simplicitas, pasar baru Djoemahat (Peta 1914) |
Dimana
posisi pasar Simplicitas? Posisinya tidak statis. Pada awalnya, sejak awal
Pemerintah Hindia Belanda (1800), berada di tengah land Simplicitas. Posisi
pasar Simplicitas ini juga tidak jauh dari land Pondok Laboe, karena itu pasar
Simplicitas juga adakalanya disebut pasar Pondok Laboe. Batas land Simplicitas
dan land Pondok Laboe adalah sungai Grogol. Pasar Simplicitas ini berada di
jalur ekonomi awal yakni jalan dari Buitenzorg ke Tanah Abang melalui land
Tjinere (jalan Cinere Raya yang sekarang) dan land Simplicitas (jalan Karang
Tengah Raya yang sekarang). Pasar Simplicitas ini dibuka pada hari Jumat
(vrijdag). Lambat laun nama pasar Simplicitas ini juga disebut Pasar Djoemahat
(Pasar Jumat). Terjadi promosi nama Pasar Djoemahat dan sebaliknya terjadi degradasi
nama Pasar Pondok Laboe yang pada gilirannya nama Pasar Simplicitas juga
terdegrasi dan hanya dikenal Pasar Djoemahat saja.
![]() |
| Land Simplicitas dan land Tjinere pada masa kini |
Dalam
proses perkembangan tersebut, posisi pasar ini bergeser. Ini sehubungan dengan perkebangan
jalur ekonomi di sisi barat land Simplicitas melalui land Pondok Tjabe dan land
Tjireundeu (jalan Cirende Raya/jalan Lebak Bulus Raya yang sekarang). Ketika
terjadi lagi penggabungan land Simplicitas dan land Lebak Boeloes ke dalam satu
kepemilikan land, pada situasi dimana jalan di sisi barat sungai Psanggrahan
telah meningkat maka posisi pasar Simplicitas yang mana sebutan Pasar Djoemahat
mulai populer dipindahkan ke arah utara dimana dua jalan arteri dari selatan
bertemu di land Lebak Boelos. Lalu dengan semakin berkembangnya Pasar Djoemahat di land Lebak Boeloe,
area sekitar menjadi pemukiman yang tumbuh pesat dan terbentuk kampong, yakni
kampong Pasar Djoemahat. Popularitas land Lebak Boeloes juga secara perlahan
telah mengalahkan nama Simplicitas. Karena itu nama wilayah juga berubah dari
Simlplicitas en Lebakboeloes menjadi (rokade) Lebakboeloes en Simplicitas
(lihat Peta 1914). Hal ini tidak hanya terjadi di Simplicitas tetap sudah jamak
sejak lama di berbagai tempat di Jawa dan Sumatra. Itu semua bermuara ke satu
nama yang sesuai situasi dan kondisi (nama tempat adalah penanda navigasi yang
penting).
dan hanya disebut wilayah Lebak Boeloes (lihat Peta 1924). Menghilangnya nama
Simplicitas karena Lebak Boeloes semakin populer lebih-lebih posisi Pasar
Djoemahat berada di land Lebak Boeloes. Dalam nomenklatur penulisan juga sudah
terkesan nama Lebak Boelos lebih penting daripada nama Simplicitas yang ditulis
dengan Lebak Boeloes en Simplicitas (bukan sebaliknya). Nama Simplicitas yang
sudah berumur lebih dari satu abad melemah dan tamat. Kini, land Simplicitas
menjadi bagian dari kelurahan Lebak Bulus.
![]() |
| Pasar Simplicitas (lama); Pasar Djoemahat (baru) |
Dalam
rangka penataan sistem wilayah administratif dengan pembentukan desa-desa yang
dintegrasikan dengan pelaksanaan sensus penduduk tahun 1930, kampong besar
dijadikan satu desa atau beberapa kampong kecil yang berdekatan dijadikan satu
desa, seperti desa Pondok Laboe, desa Pasar Djoemahat dan desa Lebak Boeloes.
Tidak ada nama desa Simplicitas (lihat daftar desa dan wijk sensus penduduk
1930). Nama (land) Simplicitas di dalam Peta 1934 juga tidak diidentifikasi
lagi. Hal ini karena land Simplicitas telah diakuisisi oleh pemerintah. Land-land
partikelir yang ada di Peta 1934 masih diidentifikasi dengan menambah
particulier di depan nama land. Nama Simplicitas sebagai nama land maupun nama
pasar tamat. Nama-nama land (partikelir) di sekitar yang masih eksis seperti
diidentifikasi dalam Peta 1934 adalah land Tjinere en Pondok Tjina; land
Gebroek, land Pondok Pinang; dan land Pondok Tjabe Hilir.
permukaan. Namanya terus dicatat. Orang semakin banyak yang mengetahui Pasar
Djoemat. Jauh sebelum ini juga terjadi di land Tandjong West. Nama pasar
sebelumnya adalah pasar Tandjong West lalu kemudian berganti nama menjadi Pasar
Minggoe. Namun pasar Tandjoeng West masih menyisakan warisan hingga ini hari
sebagai nama kelurahan Tanjung Barat (alih bahasa dari Tandjong West). Lalu
bagaimana warisan nama Simplicitas? Tidak terlihat. Namun sejarah tetaplah
sejarah. Nama-nama Pondok Labu, Lebak Bulus dan Pasar Jumat haruslah tetap dihubungkan
dengan nama Simplicitas jika membicarakan sejarah. Sebelum mengakhiri kisah
nama Simplicitas, satu pertanyaan yang juga penting dijawab adalah dimana
posisi landhuis Simplicitas?
![]() |
| Landhuis Simplicitas dengan halaman luas (1930) |
Sebagaimana
diketahui di masa lampau landhuis dapat dikatakan sebagai ibukota (hoofdplaat)
di suatu land. Pemilik land (landheer) adalah presidennya karena landheer
adalah pemiliki negara (berdaulat) yang disebut tanah partikelir (land). Land
sejatinya adalah negara dalam negara. Land Simplicitas pada masa kini menjadi
bagian dari wilayah kelurahan Lebak Bulus.
.
ini berada di kelurahan Lebak Bulus tepatnya di sebelah kiri jalan Ciputat Raya
selepas persimpangan jalan dari Rempoa/Tjipoetat. Landhuis ini berdasarkan foto
1930 dan Peta 1901 dan Peta 1914 memiliki halaman luas yang di depan bangunan terdapat
jalan setengah lingkaran dari dan ke jalan raya (dapat diakses dari dua arah).
![]() |
| Landhuis Simplicitas (Peta 1914) |
Penanda
navigasinya sebagai berikut: Bayangkan anda dari Buitenzorg via Tjinere melalu
land Simplicitas mau ke Tanah Abang via Kebajoran. Itu berarti pada masa kini
dari jalan Cinere Raya yang sekarang, lanjut jalan Karang Tengah Raya yang
sekarang. Pada pertigaan pertama dari arah barat bertemu dengan jalan Cirende
Raya. Tidak jauh dari pertigaan ini Pasar Djoemahat. Lalu setelah pasar pada
simpang kedua yang mana jalan dari arah timur ketemu (dari kampong Lebak
Boeloes, jalan Adiaksa Raya yang sekarang). Tidak jauh kemudian ketemu simpang
yang ketiga jalan yang dari barat dari Rempoa/Tjipoetat. Setelah simpang ketiga
ini pada posisi dimana jarak terjauh antara sungai Psanggarahan dengan jalan
Lebak Bulus Raya. Itu berati posisi landhuis ini adalah area pusdiklat
kepolisian RI yang sekarang. Peta 1914
![]() |
| Eks landhuis Simplicitas di kelurahan Pondok Pinang (Peta 1995) |
Sementara
dimana posisi penggilingan padi (rijstpelmolen) berada di sebelah bangunan
landhuis dekat sawah sebelah utara kira-kira masih menjadi area bagian
pusdiklat Polri. Pada masa kini area landhuis/rijstpelmolen (area pusdiklat
Polri) sudah masuk kelurahan Pondok Pinang (pemekaran desa/kelurahan Lebak
Bulus?). Sedangkan dimana posisi pasar Pasar Djoemahat (kini Pasar Jumat) berada
di sisi timur jalan Lebak Bulus Raya yang sekarang sebelum pertigaan dari
Rempoa/Tjipoetat (lihat Peta 1995). Pasar Jumat yang sekarang tidak jauh dari
terminal bis Lebak Bulus. Pada peta masa kini, pasar ini masuk wilayah
kelurahan Lebak Bulus.
secara singkat, pasar yang kini dikenal sebagai Pasar Jumat. Mau jumatan? Boleh
juga ke masjid Lebak Bulus di land Simplicitas.















