Penemuan Tanah
Merah di Boven Digoel sebagai tempat yang ditetapkan untuk para tahanan politik
bukan tanpa alasan. Tanah Merah berada sangat jauh di pedalaman Papua yang
harus ditempuh berjam-jam melewati sungai yang berliku-liku. Hanya ada
transportasi kapal uap milik orang Eropa/Belanda di sepanjang sungai. Muara
sungai Digoel di pantai menjadi satu-satunya pintu masuk ke Boven Digoel
melalui sungai. Di Tanah Merah potensi untuk mengolah lahan untuk usaha
pertanian cukup baik. Sebagai area untuk tempat tahanan politik, area baru ini
juga dikembangkan menjadi daerah pertanian. Departemen pertanian juga dilibatkan
dalam program ini. Secara spasial, Tanah Merah di hulu sungai Diegoel boleh
jadi diarahkan pemerintah Hindia Belanda untuk pusat percontohan pertanian di
tengah-tengah pedalaman Papua. Setiap biaya memang harus menghasilkan manfaat.
Tunggu deksripsi
lengkapnya
*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.




