Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Jakarta (19): ‘Gerhana Bulan Total’ 31 Maret 1866 Tempo Dulu Tidak Seheboh ‘Super Blue Blood Moon’ 31 Januari 2018

Tempo Doelo by Tempo Doelo
31.01.2018
Reading Time: 13 mins read
0
ADVERTISEMENT



false
IN



























































































































































Baru
saja kita melewati peristiwa alam yang spektakuler, gerhana bulan total yang
istimewa yang disebut  Super Blue Blood
Moon tepatnya tanggal 31 Januari 2018 yang dimulai pukul 20.00 WIB. Gerhana
bulan total ini disebut istimewa karena hanya terjadi sekali dalam 150 tahun.
Berita-berita resmi (seperti LAPAN) menginformasikan bahwa peristiwa Super Blue Blood Moon ini terjadi pada tanggal
31 Maret 1866.
Gerhana bulan total istimewa (three lunar events collide)

Gerhana
bulan total terjadi saat matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis
lurus. Peristiwa ini sedikitnya terjadi dua kali dalam satu tahun. Gerhana
bulan istimewa ini tidak hanya gerhana total (total lunar eclips) tetapi juga
terjadi fullmoon (a blue moon) dan supermoon. Pada hari ini fullmoon,
supermoon, dan eclips terjadi secara bersama-sama (three lunar events collide).
Inilah yang disebut Super Blue Blood Moon yang hanya terjadi berulang setiap
150 tahun.

Berita-berita
Super Blue Blood Moon yang sekarang begitu heboh. Setiap orang tampaknya
mengetahui akan terjadinya peristiwa. Ini terbantu karena setiap orang di ear IT ini sudah
terhubung satu sama lain (era zaman now) sehingga informasi dari titik manapun di dunia ini menyebar dan beredar ke semua penjuru secara
cepat dan masif. Lantas bagaimana, fenomena alam yang sama ini di masa tempo
doeloe. Sebagaimana diyakini Super Blue Blood Moon terjadi pada tanggal 31
Maret 1866. Apakah berita Super Blue Blood Moon kala itu seheboh sekarang? Mari kita
lacak!

Gerhana Bulan
Total  31 Maret 1866

Berita
gerhana bulan total (totale maansverduistering) yang akan terjadi pada tanggal
31 Maret 1866 hanyalah sepotong berita kecil yang dimuat surat kabar
Provinciale Overijsselsche en Zwolsche courant: staats-, handels-, nieuws- en
advertentieblad, 28-03-1866.  Berita ini
juga diterbitkan kembali oleh surat kabar tersebut pada edisi 30 Maret 1866
(sehari jelang terjadinya peristiwa). Berita yang sama juga dilansir surat
kabar Algemeen Handelsblad, 30-03-1866.
Algemeen Handelsblad, 30-03-1866

Hanya dua surat
kabar tersebut dengan secuil berita yang memberitakan kejadian yang akan
terjadi. Ini sangat kontras dengan berita-berita seantero dunia dalam dua hari
terakhir yang mengupas habis tentang apa yang disebut Super Blue Blood Moon.
Media sosial menyambut antusias berita-berita yang beredar tersebut sehingga
jelang terjadinya Super Blue Blood Moon pada tanggal 31 Janiari 2018 suasana
menjadi heboh dan dibixarakan dimana-mana. Bahkan anak-anak sekolah dasar sudah
paham apa yang akan terjadi. Ini sangat kontras dengan suasana 150 tahun yang
lalu yang sepi sendiri. Generasi zaman now tampak lebih melek gerhana bulan
jika dibandingkan dengan generasi zaman old.  

RELATED POSTS

Karikatur karya Leo Jordaan tentang Mbok Indonesia, 1949

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Gajah dan orang utan

Sejarah Aceh (32): Sejarah Surat Kabar di Kota Radja, Sejarah Pers Aceh; Riwayat Dja Endar Moeda, Makam Pionir di Banda Aceh

Mengapa berita Super Blue
Blood Moon pada saat itu (150 tahun lalu) tidak seheboh sekarang? Padahal di negeri
Belanda sudah ada belasan surat kabar bertiras sampai ke Nederlandsch Indie
(baca: Indonesia). Sementara surat kabar yang terbit di Nederlandsch Indie
sudah ada belasan jumlahnya. Apakah masalah gerhana bulan saat itu dianggap
tidak penting?
Anehnya berita gerhana bulan total (totale maansverduistering) yang akan terjadi
pada tanggal 31 September 1866 justru mendapat liputan berita yang luas dari
puluhan surat kabar. Surat kabar yang terbit di Semarag, De locomotief:
Samarangsch handels- en advertentie-blad, 28-09-1866 melaporkan gerhana bulan
yang akan terjadi telah membuat sensasi (heboh), terutama di kalangan
orang-orang kulit putih. Apakah ada yang salah? Apakah Super Blue Blood Moon terjadi
31 September 1866 dan bukan 31 Maret 1866? Tidak begitu jelas. Sebab
terminologi gerhana bulan total yang digunakan baik pada bulan Maret maupun
bulan September 1866 sama yakni totale maansverduistering. Tidak ada perbedaan
terminilogi yang membedakan hanya luasnya pemberitaan. Pemeberitaan bulan
September lebih luas dan masif jika dibandingkan pada bulan Maret 1866.
Boleh
jadi ilmu astronomi saat itu belum secara spesifik membedakan Super Blue Blood
Moon dengan gerhana bulan total (totale maansverduistering). Tentu saja
peralatan astronomi ini (2018) sudah berkembang jauh jika dibandingkan dengan
saat itu (1866). Lantas apakah statement bahwa Super Blue Blood Moon yang
terjadi di masa lampau (31 Maret 1866) suatu prakiraan saja? Faktanya, peristiwa
totale maansverduistering bulan September lebih heboh jika dibandingkan pada
bulan Maret 1866.
Teknologi
informasi di Batavia (baca: Jakarta) pada saat itu memang belum maju. Yang
sudah ada adalah percetakan dengan teknologi cetak offset sederhana, seperti
percetakan surat kabar  Teknologi
komunikasi baru ada sebatas teknologi telegraf dengan menggunakan sandi morse.
Teknologi foto sederhana baru diintroduksi pada akhir tahun 1850an oleh James
adn Page (membuka studi foto di Batavia). Meski tingkat teknologi masih seperti
itu, tetapi pada dasarnya sudah cukup untuk mendokumentasikan secara baik dan
cepat tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi.   
Jika
memang persitiwa apa yang disebut sekarang ‘Super Blue Blood Moon’ pada
hari-hari sekitar tanggal 31 Maret 1866 di Batavia justru tengah berlangsung
kongres asosiasi ilmuwan (fisikawan) bergengsi di Batavia. Para fisikawan
seperti ahli geologi FW Jung Huhn hadir dalam kongres tersebut.
De locomotief, 30-03-1866

De locomotief :
Samarangsch handels- en advertentie-blad, 30-03-1866: ‘Kongres ke 24 di gedung
Koningsplein di bawah arahan ketua, Mr. P. J. Maier. Ketua menekaknkan pada
laporan-laporan tahun 1865 yang mana investigasi berulang akhirnya memberikan
bukti bahwa tidak hanya di pantai timur Sumatra, di Siak, tapi juga di Jawa di
Residentie Rembang dan Bezuekie, tidak ada lapisan (gambut) yang ditemukan. Hal
lain yang dibicarakan adalah pengetahuan tentang pegunungan, penemuan habitat
tiram baru di Madura, penemuan spesies kamfer di Tapanoeli, investigasi
komposisi bahahan pada racun panah di suku Dayak. Dalam kongres ini juga
teronformasikan bahwa penemuan para ahli telah meningkat sebesar empat persen
dari 411 tahun 1864. Sementara itu, asosiasi telah kehilangan reputasinya
sebagai akibat kematian A. Berust, Dr. Bernstein (Zoolog) Dr. JK van den Broek,
Mr. Steinmetz dan Akkeringa. Dari kongres ini tersimpul bahwa kita menganggap
betapa pentingnya karya Masyarakat Fisika di Hindia Belanda tidak hanya
bersifat ilmiah tapi juga di bidang ekonomi; bagaimana investigasi dan
penyelidikan para anggota berusaha membuka sumber baru di mana saja untuk
pengembangan perdagangan dan industri, dan untuk mengetahui harta karun
Pemerintah, yang menghasilkan kekayaan tanaman dan rempah-rempah yang
kaya….dst’.

Memang
kita tidak terlalu berharap pembicaraan gerhana bulan yang spektakuler akan
terjadi di dalam kongres ini, tetapi setidaknya surat-surat kabar dapat
mengaitkannya. Kongres fisikawan ini diliput surat kabar seaara luas tetapi tak
satu pun surat kabar di Nederlandsch Indie yang memberitakan bahwa gerhana
bulan total akan terjadi besok harinya. Di Belanda sendiri hanya ada dua surat
kabar yang melaporkan akan terjadinya peristiwa gerhana bulan total pada
tanggal 31 Maret 1866. Itu pun hanya satu paragraf berita saja.

Tunggu
deskripsi lengkapnya

*Dikompilasi
oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan
sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber
primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap
penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di
artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
ang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja.
ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Karikatur karya Leo Jordaan tentang Mbok Indonesia, 1949

31.12.2020
Sejarah

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album II: Gajah dan orang utan

30.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (32): Sejarah Surat Kabar di Kota Radja, Sejarah Pers Aceh; Riwayat Dja Endar Moeda, Makam Pionir di Banda Aceh

30.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (31): Societeit ‘Atjeh Club’, Organisasi Sosial Eropa-Belanda di Kota Radja; Organisasi Kebangsaan Indonesia

30.12.2020
Sejarah

Karikatur karya Johan Braakensiek tentang Mbok Indonesia, 1905-1920

29.12.2020
Sejarah

Sejarah Aceh (30): Sejarah Pendidikan di Aceh Bermula di Singkil; Kisah Pendidikan Tinggi Anak-Anak Petinggi Asal Atjeh

29.12.2020
Next Post
Cielo Sky Lounge, Makan Malam Santai Dari Lantai 12 Hotel Harris

Cielo Sky Lounge, Makan Malam Santai Dari Lantai 12 Hotel Harris

DUNIA TAK LAYAK UNTUK DIKEJAR

Iklan

Recommended Stories

Kisah Pengalaman Menuntut Ilmu di Pondok Pesantren

Kisah Pengalaman Menuntut Ilmu di Pondok Pesantren

17.02.2019

ORANG BERIMAN MENGANGGAP DIRINYA MELAKUKAN DOSA BESAR

05.09.2021

Sail Tomini dan Festival Boalemo 2015, Promosi Potensi Kelautan Indonesia

06.05.2015

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?