Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Universitas Indonesia (1): Usianya Setua Sekolah Guru dan Embrionya adalah Kweekshool (1851)

Tempo Doelo by Tempo Doelo
05.03.2015
Reading Time: 12 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
EN-US


























































































































































Universitas Indonesia yang kini berada di Kota Depok sesungguhnya
memiliki sejarah yang panjang. Sebelum pindah ke Depok, konsentrasi
kampus-kampus Universitas Indonesia berada di Salemba, Jakarta. Nama
Universitas Indonesia sendiri diperkenalkan pada tahun 1940 dengan nama
Universiteit van Indonesie untuk memberi nama dan menyatukan semua
lembaga-lembaga pendidikan tinggi yang tersebar di berbagai tempat menjadi satu
universitas dan membentuk fakultas-fakultas. Lembaga-lembaga pendidikan tinggi
itu diantranya STOVIA, sekolah kedokteran yang sebelumnya bernama ‘Dokter Djawa
School’.
***
Bagaimana sejarah
universitas terbentuk? Mari kita lacak. Ini bermula dari suatu Keputusan
Kerajaaan Belanda pada tahun 1848 yang intinya bahwa di setiap keresidenan (residentie) atau kabupaten (afdeeling) dalam suatu provinsi
(province) atau perdagangan atau tempat lain yang dianggap perlu harus
diselenggarakan pendidikan dasar (sekolah dasar negeri). Pemerintah Hindia
Belanda menindaklanjuti keputusan tersebut dengan menyelenggarakan kursus
singkat yang diberi nama normaal cursus yang dipersiapkan untuk menghasilkan
guru yang akan ditempatkan di sejumlah sekolah dasar negeri yang akan
didirikan. Dalam perkembangannya, kebutuhan guru dirasakan semakin meningkat
lalu Gubernur Jenderal mengeluarkan Surat Keputusan (Staatsbald) pada tahun 1851 yang intinya untuk membuka dan
mendirikan ‘sekolah pembibitan guru’ (kweekschool).
Pada tahun 1852 sekolah guru bantu (kweekschool) pertama dibuka di Surakarta.
Sementara itu, pemerintah
juga menganggap perlu mendirikan sekolah pembibitan dokter yang disebut kweekschool van inlandsche geneeskundigen.
Kweekschool bidang kesehatan ini lalu diselenggarakan pada Januari 1851 dengan
kapasitas siswa delapan hingga sepuluh siswa. Pendidikan di sekolah kedokteran
yang direncanakan masa studi dua tahun ini (asisten dokter lulusan Belanda)
yang kemudian disebut ‘Dokter Djawa School’ siswa-siswanya berasal dari
sekolah-sekolah dasar negeri yang sudah ada. Pada tahun 1856 pemerintah
akhirnya secara resmi memutuskan menerima siswa-siswa yang berasal dari luar
Djawa. Keputusan ini dibuat karena kenyataannya sejak 1854 sudah ada dua orang
anak Batak dari Afdeeling Mandheling en Ankola, Residentie Tapanoeli yang
mengikuti sekolah kedokteran ini dan dianggap telah berhasil.
Perubahan keputusan
pemerintah ini berubah cepat karena anak-anak luar Djawa juga mampu mengikuti
kurikulum yang diberikan di  kweekschool
van inlandsche geneeskundigen. Anehnya lagi di Afdeeling Mandheling en Ankola
belum satupun sekolah dasar yang didirikan. Hal ini karena afdeeling Mandheling
en Ankola masih muda dan baru dibentuk tahun 1841. Militer Belanda masuk ke
afdeeling ini tahun 1833 via Natal dalam rangka menggempur Bonjol dari sisi
utara. Setelah Perang Bonjol selesai 1837 pemerintah Hindia Belanda membentuk
afdeeling Mandheling en Ankola dengan ibukota Panjaboengan. Dua siswa dan yang
menjadi alumni ‘Dokter Djawa School’ yang berasal dari Tapanuli merupakan siswa
pertama dari luar Djawa yang diterima di ‘Dokter Djawa School’. Dua anak ini
ternyata kemudian diketahui hanya mengikuti sekolah swadaya yang dibangun
penduduk, Sekolah ini didirikan sebagai inisiatif asisten residen Mandheling en Ankola, A.P. Godon.

Satu anak didik sekolah bentukan AP. Godon
bernama Si Sati (adik kelas Si Asta dan Si Angan) memiliki kemampuan linguistic
yang baik. Setelah lulus Si Sati kemudian mengggantikan peran guru yang ada untuk
mengajar adik-adik kelasnya. Mr. Godon juga merekrut Si Sati menjadi penulis di
kantor Asisten Residen. Ketika, A.P. Godon akan cuti dua tahun ke negeri
Belanda, Si Sati mengusulkan dirinya untuk sekolah guru (kweekschool) ke negeri
Belanda. Permintaan ini diteruskan Godon ke Menteri Pendidikan di Batavia. Di
parlemen, dalam rapat kerja sang menteri yang didampingi Godon ditolak anggota
dewan, tetapi sang menteri meyakinkan anggota dewan bahwa Si Sati telah menjadi
guru sukarela di kampungnya, memiliki kecakapan bahasa Belanda, telah membantu
tugas-tugas pemerintah, di afdeeling Mandheling en Ankola belum satupun guru
pemerintah…dan Afdeeling Mandheling en Ankola sudah mulai surplus kopi.
Akhirnya dengan suara aklamasi anggota dewan menyetujui dan dikabulkan untuk
dibiayai pemerintah hingga tuntas studinya di negeri Belanda. Si Sati bersama
keluarga Godon berangkat dari Batavia ke Negeri Belanda 1857. Singkat cerita,
tahun 1861 studi Si Sati Nasoetion gelar Soetan Iskandar yang kemudian mengubah
namanya Willem Iskander (nama radja Belanda) selesai dan mendapat akte guru
penuh dan kembali ke kampungnya dan berinisiatif mendirikan kweekschool di
Afdeeling Mandheling en Ankola, Residentie Tapanoeli (1862). Kwekschool ini
tiga tahun kemudian diakuisisi pemerintah. Willem Iskander adalah pribumi
pertama yang sekolah ke Negeri Belanda.

***
Sekolah guru (kweekschool)
terus berkembang dan jumlahnya semakin banyak serta lokasinya di berbagai
tempat. Setelah Surakarta menyusul didirikan di Bandung, lalu kemudian di
Bukittinggi serta di Tanobato, Mandheling en Ankola. Secara khusus, sosok
Willem Iskander di Kweekschool Tanobato sebagai alumni Eropa mampu memadukan
konsep pendidikan Eropa dengan pelajaran muatan local dengan pemahaman tiga bahasa
sekaligus: bahasa Batak, bahasa Melayu
dan bahasa Belanda. Poeze et al (2008) menyatakan bahwa Kweekschool Tanobato
kala itu adalah satu-satunya sekolah guru yang berjalan dengan baik di Hindia
Belanda. Untuk
meningkatkan mutu guru di Hindia Belanda, pemerintah
meminta Willem Iskander untuk membawa sejumlah guru bantu dari berbagai daerah
untuk studi ke negeri Belanda. Willem Iskander sebagai mentor guru-guru muda
juga di negeri Belanda diberi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi
untuk mendapatkan akte kepala sekolah (hulpacte) yang nantinya akan
diproyeksikan menjadi kepala sekolah di kweekschool Padang Sidempoean (ibukota
Mandheling en Ankola) yang akan dibuka tahun 1879 sebagai pengganti Kweekschool
Tanobato. Willem Iskander dan anak-anak asuhnya berangkat dari Batavia 1875.
Sekali lagi: Willem Iskander adalah pribumi pertama yang berangkat kuliah ke
Negeri Belanda.
‘Dokter Djawa School’, Batavia, 1902

Sementara itu sekolah dokter
(kweekschool) yang hanya satu-satunya di Batavia, juga terus mengalami
peningkatan kualitas. Porsi dari luar Djawa juga semakin besar dan asalnya
semakin bervariasi. Oleh karena sekolah dokter ini berada di Djawa kemudian kweekschool van inlandsche geneeskundigen berubah nama menjadi ‘Dokter Djawa
School’. Pada tahun 1864 pendidikan di sekolah dokter ini diperpanjang yang
lamanya menjadi tiga tahun. Kemudian pada tahun 1875, lama pendidikan menjadi tujuh
tahun yang mana dua tahun pertama sebagai masa
persiapan (tingkat
persiapan) dan lima tahun pendidikan kedokteran dengan bahasa pengantar bahasa
Belanda. Pada tahun 1881 tingkat persiapan menjadi tiga tahun. Selanjutnya pada
tahun 1890 siswa yang diterima di ‘Dokter Djawa School’ harus lulus sekolah
dasar Eropa (ELS). Pada tahun 1902 satu-satunya sekolah dokter ini dilakukan
revitalisasi, kini giliran masa pendidikan dokter yang ditambah dari lima tahun
menjadi enam tahun. Total waktu yang dibutuhkan oleh seorang siswa untuk
menyelesaikan studinya menjadi sembilan tahun dan nama ‘Dokter Djawa School’
juga berubah menjadi School tot Opleiding
van Inlandshe Artsen
yang disingkat STOVIA. Gelar yang diberikan kepada
lulusan berganti dari gelar ‘Dokter Djawa’ menjadi gelar ‘Inlandshe Artsen’
yang dapat diterjemahkan sebagai Dokter Boemipoetra’ atau disingkat cukup
dengan ‘Dokter’.

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

***
Satu-satunya perguruan
tinggi di Hindia Belanda hingga tahun 1902 hanyalah STOVIA. Sekolah kedokteran
ini bermula dari suatu pelatihan yang dimaksudkan untuk melatih sejumlah
pribumi untuk membantu dokter-dokter Belanda dalam penanganan epidemik.
Pelatihan yang dimulai tahun 1851 disebut kweekschool van inlandsche
geneeskundigen. Tempat pelatihan berada di rumah sakit militer di Weltevreden.
Dalam perjalanannnya, sekolah pelatihan ini berubah nama menjadi ‘Dokter Djawa
School’. Setelah 50 tahun pada tahun 1902 ‘Dokter Djawa School’ kemudian
berubah nama menjadi STOVIA. Pada artikel selanjutnya dapat kita ikuti perjalanan
sekolah kedokteran Indonesia ini berubah menjadi Faculteit Geneeskunde,
Universiteit van Indonesie (1940).
(bersambung)

*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe

ADVERTISEMENT
Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Tantangan Umat Islam: Menyatukan Keimanan dan Ilmu Pengetahuan

Penang World Music Festival 2015 Siap MenggebraK

Resep Serabi Keju (Makanan Enak Sehat & Halal)

Iklan

Recommended Stories

Teori Politik Islam, Rujukan Bagi Pemikir dan Politikus Islam

AMF 2014 Hari Kedua. Have much FUN!

22.10.2014
Santri Entrepreneurship di HAQIN

Santri Entrepreneurship di HAQIN

19.10.2022

Rumah Citayam: Mansion Meester Cornelis di Depok ‘Tempoe Doeloe’

26.07.2013

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?