And this is Day 2, my Journey in Melacca, Malaysia.
–UPDATE– ketika gw nulis ini, gw udah 3 kali mengexplore Melaka.

![]() |
| (kiri) Mangrove di bantaran sungai Melaka, lokasinya di depan The Shore Mall (kanan) Kampung Morten, di seberang the Shore Mall. Perkampungan dengan bangunan bergaya melayu tradisional |
Puas makan dan puas gugling, gw memantabkan hati untuk nengunjungi Mesjid Selat Melaka. Lokasinya ada di pulau reklamasi di selat Malaka. Mandi dulu lah brur, habis keringetan. Lalu packing dan cabcuss… Gw nitip ransel gw di hostel, biar enak gitu explore-nya.
Now, the real question is, how to get there? If you’re hoping some public transportation to save budget, then you’re f***ed! Ga ada transportasi publik ke sana cuy! Lu kudu naxi, Grab, naik becak tea ato sekalian sewa sepeda. Kalau taxi maupun grab, kurang lebih RM18 sekali jalan (naik grab minus proses tawar-menawarnya si). Rental sepeda antara 10-20RM. Karena gw lagi mode cheap ass, gw memutuskan:
JALAN KAKI SAJA!
Yep, you read that alright! Yaah, kurang lebih jaraknya cuma 4 kiloan koq.
—Kuaaat 💪💪💪—
— lebih tepatnya terpaksa menguatkan diri karena gw kudu berhemat tapi nafsu explore-nya lagi high!
Dari hostel, gw jalan menelusuri sungai sampai jonker walk. Thank god kemaren udah puas foto-foto di sini, jadi ga stuck lagi. Gw langsung mengarah ke dataran merdeka, lewatin mallnya, lalu nyeberang ke Mahkota Parade Mall. Gw keluar melewati pintu belakang mall ini, menuju jalan Syed Abdul Aziz, jalan arteri kota ini.
Mulai nih, panas-panasan gw jalan kaki. Salah sendirii! Hahahaha…
Nah, di jalan gede ini, gw bisa menyusuri jalanan ini hingga ke Jalan Raya Melaka 35, di mana ada jembatan menuju Pulau Melaka. Tapi koq viewnya asa biasa weh. Ruko-ruko doang. Jadinya, gw ngambil jalur di belakang ruko-ruko tadi, dengan ekspektasi bakal melihat pemandangan selain toko.
Boy, I was right!
![]() |
| View di belakang ruko. Area pepohonan di ujung sana adalah Pulau Melaka, cuma dipisahkan oleh “sungai” yang lagi surut |
Jadi, pulau Melaka ini ternyata pulau reklamasi loh! Dulunya cuma ada lautan luas di Selat Melaka aja. Entah kenapa tahun 1996 pemerintah daerah Melaka punya ide bikin pulau baru di sana. Dengan segala kendala, akhirnya sekitar 800 meter dari pesisir pantai Melaka terdapat pulau baru seluas 40ha dengan jembatan sepanjang 30 meter untuk menghubungkan pulau ini dengan dataran utama. Dan rencananya bakal ada pulau kembarannya loh. Yang saat itu belum terlihat keberadaannya, entah kapan selesainya.
Nah, jadi kebayang, area yang dulunya laut sekarang ada pulau yang luas. Yang terpisahkan oleh semacam sungai. Gw sebut sungai soalnya lihat di peta, gada namanya, dan bukan laut -meski secara teknis itu dulunya bagian dari laut-. Nah, sungai ini hampir ga ada airnya! Yes, gw cuma ngelihat bebatuan di pesisir daratan dari sisi gua dan pepohonan rindang di sisi sebelah. Di tengahnya cuma ada tanah berwarna coklat dan cuma sedikit air. Gw hampir punya ide gila, jalan aja di tengah situ menuju pulau sebelah biar jalannya ga jauh.
Untung ga jadi!
![]() |
| Area ruko sebelum jembatan ke Pulau Melaka, jalanan sangat lengang dan teriknya bikin keringet langsung kering |
![]() |
| View dari atas jembatan. “Sungai” nya lagi surut, kalau di zoom-in, banyak ikan mudskipper lagi nongkrong di lumpur. Untuung ide gila gw buat nyeberang di area lumpur ini ga jadi gw lakuin, bisa nyungsep gw! Begitu sore, “sungai” ini udah penuh lagi dengan air laut. |
Di sepanjang perjalanan gw ke jembatan Jalan Raya Melaka 35 (namanya panjang amat yak) cuma ada ruko-ruko. Ga begitu menarik sih. Terpaksa ngelewatin ruko-ruko tadi soalnya jalur pesisir ketutup. Sampai di tengah jembatan, viewnya lumayan menarik. Sampai di ujung jembatan kita disuguhkan oleh monumen Melaka Gateway, yang harusnya sih spot foto yang bagus, tapi saat itu di belakangnya banyak bangunan belum jadi dan beberapa poster serta terpal. Ga menarik deh.
![]() |
| Melaka Gateway, sayang baliho di belakangnya ngeganggu! |
Begitu sampai di gerbangnya, sudah mulai kelihatan turis-turis. Kebanyakan bermobil, cuma gw dan ada 2 bule yang jalan kaki. Niat abis! Ada juga beberapa orang lokal buka lapak di parkirannya, jual es buah, cendol dan cemilan. Menggiurkan.
![]() |
| Selamat datang di Mesjid Selat Melaka! |
Kalau kalian datang tanpa sarung, bisa pinjem di dalam. Sebelum masuk, ada ibu-ibu yang bakal ‘nyiramin’ parfum ke badan kalian. Buat yang non-muslim, kalau mau masuk, harap datang dengan pakaian sopan dan sedikit tertutup (jangan pake tanktop, hotpants ato minidress) dan harap menutup kepala pakai scarf. Itu kalau mau masuk di dalam mesjidnya, kalau di luarnya aja gapapa loh. Soalnya bagian parkirannya pun bagus buat foto-foto. Gw lihat banyak turis utamanya yang berwajah oriental, pakaiannya mini-mini, aman-aman aja. Untuk foto-foto instagrammable, di sini tempatnya. Bahkan ada rombongan yang jadiin tempat ini sebagai foto pre-wed mereka.
![]() |
| Jangan lupa pinjem sarung kalau ga pake celana panjang, biar bisa sholat di dalem! |
![]() |
| View dari atas jembatan, dari sisi yang lain. Nampak air laut udah mulai pasang. Pembangunan masif sedang dibuat di sekitar area ini. |
![]() |
| (kiri atas) Melaka Imperial Heritage Hotel (kanan atas) Dataran Pahlawan Megamall (kiri bawah) St. Paul Church (kanan bawah) warga lagi bersiap-siap jualan di Jonker Walk night market |
…KZL ABISSSS…
Terpaksa gw jalan ke arah Jalan Hang Tuah, biar gada turis ngeselin. Untung jaraknya ga jauh dari situ, sekitar 600 meteran doang. Nunggunya juga ga lama, sekitar 10-15 menitan. Begitu naik bus pun, 10 menitan udah nyampe! Horeee. Turun dari bus, gw ke arah terminal bas antar bangsa (maksudnya mah, bus antar kota kalo di Indonesiain). Cari bus yang paling cepet berangkat ke TBS, trus gw lihat ada yang berangkat langsung ke KLIA2! Harganya pun kurang lebih sama! Wah yaudahlah ya, langsung embat bus yang itu!
Dari naik bus, gw langsung tepar! Iyalah, seharian jalan, plus habis makan. Ga nyadar, udah nyampe KLIA2. Pesawat gw berangkat besok pagi, jadinya gw bakal tidur di bandara aja.
What a day!
— つづく
Damage Cost
Total (rate ringgit saat itu) IDR 88.200
If you are a Moslem, cobain sholat dong di sini. Kalau non-muslim, bisa foto-foto di area sekitar mesjid yang instagrammable banget, either dengan background mesjid atau background laut! Kalau mau tau destinasi-destinasi menarik di Melaka, gua udah ngumpulin jadi satu artikel, bisa baca di sini.














































