KeNai, akrab gak dengan cerita rakyat Nusantara seperti Bawang Merah dan
Bawang Putih, Malin Kundang, atau Timun Mas? Bagaimana dengan cerita
rakyat asal Bali yaitu I Ceker Cipak? Cerita rakyat Nusantara sangat
banyak jumlahnya. Ada yang mungkin semua orang tau seperti kisah Bawang
Merah Bawang Putih. Tetapi ada juga yang hanya di area tertentu saja yang
tau.
Sebetulnya, masa kecil saya jarang didongengi oleh orang tua. Ya, mungkin
karena kesibukan mereka. Tapi, bukan berarti saya gak mengenal dongeng.
Alhamdulillah, mamah rajin membelikan saya berbagai buku. Sayapun termasuk
yang kutu buku.😃
Mendengarkan dongeng dengan membaca buku dongeng tentu memiliki rasa yang
berbeda. Dulu, saya mungkin tidak tau perbedaannya. Tetapi, setelah
memiliki anak dan mendongeng adalah aktivitas rutin ketika mereka masih
kecil, saya jadi tau perbedaannya. Manfaat melakukan aktivitas dongeng
memang besar dan berpengaruh positif kepada anak-anak.
Orang tua berperan penting di masa tumbuh kembang anak. Baik dari sisi
pendidikan dan asupan nutrisi. Dongeng sebelum tidur yang rutin dilakukan
juga bisa bermanfaat untuk mengatasi masalah makan pada anak, lho.
[Silakan baca:
Seperti di Negeri Dongeng di Istana Anak TMII]
“Asupan gizi di awal kehidupan hingga anak berusia 2 tahun berperan
penting untuk membantu tumbuh kembang anak bahkan hingga dewasa,” ujar
bapak
Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia pada
acara Press Conference Bintang Nutricia Dukung Festival Dongeng Internasional
Indonesia di Kembang Goela Resto, Jakarta Selatan (26/10)
Lebih lanjut, bapak Arif Mujahidin mengatakan walaupun perekonomian
Indonesia terus bertumbuh tetapi untuk urusan gizi mengalami 2 masalah
besar, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi. Jika tidak segera diatasi,
kelak ketika anak menjadi dewasa beresiko terkena penyakit tidak menular
seperti jantung. Salah satu cara mengatasi permasalahan gizi ini adalah
dengan mendongeng.
“Anak yang biasa didongengi, terutama di periode emas, akan mengingat
kebiasaan baik ini hingga dewasa. Hal inilah yang ingin kami dukung dan
wujudkan melalui partisipasi kami di FDII 2016. Melalui dongeng, orang
tua dapat memberikan edukasi mengenai nutrisi kepada anaknya dengan cara
yang lebih menarik, seperti melalui ilustrasi dan gambar diikuti dengan
suara yang berirama,” ujar Fauziah Syafarina Nasution.
Mbak Najelaa Shihab, M.Psi pun mengatakan bahwa berdongeng tidak
perlu memakan waktu lama. Sehari 3-5 menit saja menjelang tidur pun sudah
cukup. Alat peraga untuk mendongeng pun tidak perlu yang mahal. Bisa
memanfaatkan benda-benda di sekitar.

Tema Festival Dongeng International Indonesia (FDII) 2016 adalah Cerita
Indonesiaku. Selain berujuan untuk mengangkat berbagai dongeng di
Indonesia. Festival yang digagas oleh komunitas Ayo Dongeng Indonesia dan
didukung oleh Bintang Nutricia ini juga ingin menghidupkan kembali tradisi
mendongeng serta menimbulkan rasa cinta terhadap Indonesia dan sadar untuk
pola hidup sehat dalam diri anak. Dalam press conference ini menghadirkan
4 narasumber, yaitu Ariyo Zidni – Ketua Penyelenggara FDII 2016, Fauziah
Syafarina Nasution – Head of External Communication ELN – Indonesia,
Najelaa Shihab, M.Psi, dan Agus PM Toh.
[Silakan baca:
7 Etika Saat Berwisata ke Museum]
Tidak hanya pendongeng lokal, para pendongeng mancanegara pun akan turut
berpartisipasi memeriahkan FDII 2016. Sahabat Jalan-Jalan KeNai tidak
perlu khawatir anak-anak tidak akan mengerti jalan ceritanya bila
pendongeng mancanegara sedang tampil. Akan ada penerjemah yang mengiringi,
kok.
Pak Agus PM Toh juga akan tampil di Festival Dongeng International
Indonesia 2016. Pada conference ini pak Agus mendongeng tentang asal
usul Cianjur
Selain melihat performance para pendongeng lokal dan mancanegara, juga
dibuka berbagai kelas. Ada 8 kelas yang akan dibuka selama event
berlangsung. Sahabat Jalan-Jalan KeNai ingin belajar membuat cerita untuk
anak-anak, mendongeng ala budaya Korea dengan nyanyian ‘Arirang’,
mendongeng dengan permainan jari, belajar teknik pertunjukkan dongeng yang
menyenangkan, atau lainnya? Yuk, datang aja ke Museum Nasional pada
tanggal 5-6 November 2015.
[Silakan baca:
Piknik Lagi di RRREC Fest In The Valley 2017 – Hari Pertama]
Ingat ya, lokasinya di Museum Nasional alias Museum Gajah. JANGAN NYASAR
ke Monas. Karena menurut kak Ario Zidni masih ada aja yang menyangka
Museum Nasional itu Monas. Padahal Monas kan Monumen Nasional. Jadi,
jangan sampe nyasar, ya. Walaupun Museum Nasional dan Monas deketan
jaraknya.
Untuk Sahabat Jalan-Jalan KeNai yang tidak bisa ke Jakarta juga jangan
kecewa. FDII 2016 akan digelar di beberapa kota, yaitu Bogor (12 November
2016 ), Bandung (13 November), Malang (18 November 2016), Surabaya, (20
November 2016), Poso (18-19 November 2016), Yogyakarta (26 November 2016)
dan Maluku (27-28 November 2016). Catat tanggalnya, ya ^_^
Yuk! Ramaikan Festival Dongeng International Indonesia 2016.
Festival Dongeng International Indonesia 2016
Jl. Medan Merdeka Barat No.12
Gambir, Jakarta Pusat
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Sabtu – Minggu, 5-6 November 2016
Pukul 08.30 – 17.00 wib
HTM IDR5K (Tetapi untuk kelas-kelas atau special show, masing-masing
ada harganya)




























