Mongolia adalah salah satu visa yang lumayan sulit didapatkan bagi WNI.Walaupun di Indonesia ada
kedutaannya yaitu di Jakarta dan Surabaya persyaratannya lumayan ribet bin
rempong .Saya pernah membaca pengalaman orang Indonesia yang ditolak visanya
di kedutaan Mongolia di china dan juga bagaimana ribetnya mengurus visa di
Jakarta.Yang bikin ribet sih harus ada invitation letter dari travel agent di
sana dan harus disetujui oleh kementrian luar negri yang menanganinya itu memakan waktu berminggu-minggu belum
termasuk lama proses visanya.Harganya ?wuihh lumayan mahal 55 usd belum termasuk LOI sekitar 40 usd.
persyaratannya aja bikin saya males
pengen kesana,gimana dong ?
browsing sana sini ,visa Mongolia paling gampang didapat di China dan paling
sebentar prosesnya di Erlian(nama lainnya erenhot).Sebuah kota kecil di perbatasan China -Mongolia
di Erlian sekitar pukul 8 malam ,kotanya
sepi sekali hanya ada satu dua
mobil yang lewat,jalanan lengang orang-orang berada dirumah masing-masing,nggak
ada anak muda yang nongkrong di pinggir jalan .Sunyi ,ditambah suara anjing
menyalak menambah kengerian akan kota ini.Mencari hostel dikegelapan malam dan
udara yang super duper dingin bukan perkara yang mudah.
![]() |
| jalanan sepi |
hostel di Erlian sangatlah minim .Dibuku panduan lonely planet, Hotel Kaifeng
lah yang direkomendasikan.saya
menghampiri dua orang resepsionis hotel dan bertanya harga kamar
permalam
! sambil menunjukan kalkulatornya
yang lebih murah lagi kah”?? kata saya
ada.ini udah yang paling murah”
xie
bertuliskan cyrilic .Sepertinya harga hotel perkamarnya terjangkau.
disambut oleh resepsionis laki-laki yang masih sangat muda mungkin masih
pelajar SMA.Saya lihat sedang bermain games online.
have room for one person?” kata saya
dengan bahasa mandarin,
Nggak ngerti !!
ada internet jadi saya pergunakan untuk
mentranslate ,sepertinya bukan google translate .Ketak-ketik ketak-ketik
akhirnya komunikasipun lancar.Hahaha lucu juga berkomunikasi pake internet
padahal orangnya berhadap-hadapan.
seharga 100 yuan menurut saya sudah mewah,apalagi ada computer dan wifi didalam
kamarnya .
![]() |
| Hotel tempat saya menginap |
seperti kota-kota di Cina yang ramai,ternyata
siang hari pun kota ini sepi sekali .Saya hanya lihat beberapa kendaraan
yang lewat.Jalanan lengang ,taman-taman kosong ,stasiun sepi tampaknya cocok untuk kota
persinggahan yang tenang.
![]() |
| Stasiun Erlian |
Mongolia tidak begitu jauh dari hotel tempat saya menginap.Cukup 2 belokan
saja,kanan dan kiri #loh.Masuk ke kedutaannya tidak ada pemeriksaan kartu
identitas dan penjagaan ketat seperti masuk ke sebuah rumah ,santai
melenggang.Saya melihat semua warga china yang sedang melamar visa.
formulir dan membubuhkan foto akhirnya tibalah giliran saya menghadap
petugas kedutaan .Satpam yang tinggi besar memperbolehkan saya masuk kedalam
ruangan .Lalu saya menyodorkan passport dan formulirnya.Bapak –bapak Petugas
visa membolak balik passport saya
invitation letter?” katanya
punya ,Pak” *sambil senyum ,pasang muka
polos*
punya yah,Pak?” *pura-pura nggak tau*
harus ada” katanya lagi
,muka sedikit pucat tapi senyum teteup mengembang*
ke Russia yah?”
,saya kasih visa transit 1 hari”
Cuma 1 hari pak?”
,
ah” *mulai sedkit ngelunjak*
sejenak,improvisasi
kalau seminggu,udah jauh-jauh dateng nih pak”
bisa minta seminggu nih pak,Makasih ya pak”
saya kasih 10 hari”
“Mau single atau double entry?”
“single aja pak”
secara saya kan masih single #eh *yang ini ngarang*
![]() |
| Visa Mongolia |
melonjak kegirangan,masuk ke Negara Mongolia sudah didepan mata.Jam 3 sore saya
harus mengambil paspor beserta visanya dan langsung meninggalkan koto sunyi ini menuju negerinya Gengis Khan
Welcome to Mongolia
Bainaa










































