tempat tertentu sebuah api yang tak pernah padam. Ya, api yang dapat terus
menyala, bahkan air hujan pun tak sanggup untuk memadamkannya. Bukan sembarang
api yang berkorbar karena ada sesuatu yang terbakar, melainkan keluar dan membara karena adanya kekuatan gas bumi
yang membuatnya terus menyala.
pernah melihatnya, ada baiknya jika anda berkunjung ke beberapa tempat wisata
di bawah ini yang menawarkan sesuatu yang bernama api abadi alias api yang tak pernah padam. Tapi
ingat jaga jarak dengan aman
dan jauhkan tangan anda jika tak ingin terbakar.
Bekucuk

artinya sebuah nama, karena sumber api yang diketemukan pada tahun 1993 ini merupakan
api yang berkorbar dari sebuah sumur di
dusun Bekucuk, desa Tempuran, Mojokerto
dengan kerajaan Majapahit. Desa Tempuran, kenapa desa itu dinamakan desa
tempuran? karena menurut cerita penduduk setempat, konon desa itu dulunya
dijadikan tempat untuk bertempur pada zaman Majapahit. Sehingga dinamai sebagai
Desa Tempuran oleh masyarakat setempat.
kerajaan Majapahit, berarti sekitar ratusan tahun lalu. Panasnya api itu digunakan oleh ahli tempa dari kerajan Majapahit untuk pembuatan keris
dan peralatan kerajaan. Selain adanya sumur api, di sekitaran lokasi juga terdapat makam kuno
seorang sepuh yang dikeramatkan oleh masyarakat. Pada hari-hari tertentu makam
itu sering dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai pelosok daerah.
menjelang petang. Pasalnya, keindahan semburan apinya akan menerangi kegelapan
malam dan ini merupakan moment yang sangat mengesankan. Wisata
Sumber Api Abadi Bekucuk terletak di dusun Bekucuk, desa Tempuran, kecamatan
Soko, yaitu sekitar 3 Km dari kota Mojokerto. Akses untuk menuju ke lokasi ini
mudah untuk ditemukan.
di daerah Mojokerto, Api Abadi juga dapat ditemukan di daerah Pemekasan,
Madura, tepatnya di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Keberadaan api
abadi ini tidak terlepas dari cerita ajaib dari legenda yang berkembang
di masyarakat setempat.
![]() |
| sumber foto:www.aditami-yoanta.blogspot.com |
ceritanya, dulu ada seseorang yang bernama Kiai Moko, seorang yang sakti dan
ternama di Madura. Nama Moko sendiri merupakan nama julukan karena sebenarnya
beliau bernama Hadagi. Lantaran kepandaian dan jasanya menyebarkan agama islam di
daerah itu lah dia mendapatkan julukan Ki Moko.
Ki Moko ingin mempersunting seorang putri dari Palembang dengan mas kawinnya
yang berupa mata ikan lele yang ia tangkap dari sungai. Kemudian mata ikan itu
dibawa untuk dipersembahkan kepada calon mempelainya sabagai mas kawin. Tapi,
entah kenapa peristiwa ajaib terjadi secara mata ikan itu berubah menjadi
sebuah mutiara.
dilangsungkan di bawah pohon. Keadaan waktu itu sangat gelap fdan untuk menerangkan tempat perniakahannya, Ki Moko lalu
menancapkan tongkat yang ada di tangannya ke tanah, lalu muncullah api dari
bekas tancapan tongkatnya tadi. Dan titik api itulah yang sampai sekarang masih
terus menyala dan dinamakan api tak kunjung padam.
meski turun hujan. Walapun bisa padam jikalau hujannya berupa badai atau hujan
besar, namun akan kembali menyala kembali setelah reda. Tidak sedikit
pengunjung dan masyarakat sekitar yang memanfaatkan api yang berada di dalam pagar itu untuk kebutuhan sehari-hari seperti
untuk membakar ayam, memasak air, membakar jagung. (Berbagai Sumber)











































