fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan, pikiran dan
perilaku. Setiap manusia memiliki emosi, entah senang dan gembira, marah
ataupun sedih. Tidak ada yang salah dengan emosi, masalahnya banyak
orang yang sangat berlebihan memaknai dan merespons emosi tersebut. Marah adalah salah satu bentuk emosi.
1. Menekan atau memendam emosi marahOrang yang suka menekan kemarahan mungkin akan terlihat tenang, namun emosi yang selalu ditekan tersebut suatu saat akan meledak.
marah dan merasa tersakiti. Dan tanpa disadarinya, emosi yang terpendam
akan tercermin pada sikap yang tidak menyenangkan, sering berkata kasar
dan menyakitkan.
tapi dia suka ngoceh dan suatu saat bisa โmeledakโ. Orang seperti ini
jika lama-lama dibiarkan bisa mengalami gangguan jantung, tenggorokan
dan kanker. Banyak orang yang menderita sakit yang
tidak tersembuhkan disebabkan karena kemarahan dan kecemasan yang
sering ditekan.
Adayang menganggap bahwa orang yang bisa melampiaskan emosi bisa
lebih sehat ketimbang yang suka memendamnya. Namun emosi yang
dilampiaskan secara berlebihan efeknya hanya sesaat. Emosi yang
dikeluarkan dengan spontan marah atau mengamuk masih akan tersimpan dan
tidak hilang begitu saja.
lain dan lingkungan.
Orang tipe ini biasanya akan mengalihkan emosi dan stres pada hal-hal
lain yang dianggap bisa melupakan masalahnya, seperti berbelanja
barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, makan berlebihan,
merokok, tidur, kerja berlebihan atau bahkan becanda sepanjang hari.
Imengalihkan emosi bukanlah yang baik untuk
mengatasi masalah. Masalah masih ada dan tidak pernah selesai andai tidak ada upaya untuk menyelesaikan. Yang ada adalah copping, semacam lari dari masalah. Suatu saat masalah akan terakumulasi dan bisa lebih berbahaya lagi.
bermasalah dengan emosi, cara terbaik untuk merespons emosi khususnya
emosi marah adalah dengan mengeluarkannya dengan cara yang baik dan
santun atau bicara baik-baik dengan orang yang membuat kita kesal.
orang itu bahwa Anda tidak suka dengan tindakan dia, tapi dengan cara
yang halus, santun dan bukan marah-marah. Jangan melemparkan emosi kesal
Anda pada orang lain, karena itu tidak menyelesaikan masalah. Jika
sekiranya Anda tidak mungkin menyampaikannya, misal dia adalah bos atau
orang yang punya jabatan tinggi, maka lakukan sending love. Tetap
bersikap baik pada dia sambil mendoakan dia hal-hal yang baik, semoga
dia berubah dan berkah, atau berdoa untuk diri sendiri semoga
mendapatkan hal-hal baik. Jangan Anda malah mendoakan yang jelek-jelek
karena itu akan jadi emosi yang negatif untuk diri Anda sendiri, demikian anjuran Irma Rahayu.



































