Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Madura (39): Pulau Sapudi, Madura dan Gempa dari Masa ke Masa; Pelabuhan Sapudi di Gayam dan Pertanian Peternakan

Tempo Doelo by Tempo Doelo
16.12.2022
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Madura dalam blog ini Klik Disini 

Bagaimana sejarah (pulau) Sapudi?  Pada masa lampau terjadi gempa terjadi tahun
1891 terbilang gempa yang besar (disebut gempa yang menakutkan). Gempa yang
terjadi lebih satu abad lalu terjadi lagi gempa pada tanggal 11 Oktober 2018.
Apakah ada sejarah pertanian dan sejarah peternakan di pulau Sapudi? Pulau Sapudi
tidak jauh dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep.


Pulau
Sapudi adalah pulau yang terletak di sebelah timur dari Pulau Madura, masuk
kedalam wilayah Kabupaten Sumenep. Di antara gugusan pulau-pulau di sebelah
timur Pulau Madura, Sapudi merupakan pulau dengan penduduk terbanyak. Pulau ini
terbagi atas dua administrasi kecamatan, yakni Nonggunong di bagian utara, dan
Gayam di bagian selatan. Dikisahkan dahulu pulau Sapudi bermakna “Pulau
Sapi” karena jumlah sapi lebih banyak dari jumlah penduduknya. Dahulu
Sapudi dipimpin raja beragama Hindu yang dianut mayoritas masyarakatnya. Sunan
Wirokromo Blingi dan Sunan Wirobroto Nyamplong yang berasal dari Sumenep
kemudian mengadakan perubahan di Pulau Sapudi, kedua Sunan juga mengadakan
dakwah. Dakwah berlangsung memakai metode kesenian ludruk, terasa pada sejumlah
nama desa yang diberi nama alat-alat musik ludruk, serupa desa Gendang, desa
Tukong (dari kata “gong”), dan lain-lain. Instrumen-instrumen musik
itu memberi arti bagi sejarah desa-desa tersebut. Sampai saat ini, makam dua
sunan itu banyak didatangi penziarah. Makam keramat kedua sunan ini terletak di
dua tempat terpisah yaitu, Sunan Wirokromo di desa Belingi, kecamatan Gayam dan
Sunan Wirobroto di desa Nyamplong, kecamatan Gayam. Mayoritas dihuni oleh suku
Madura dengan minoritas suku Bajo, Mandar, Bugis, dan Kangean. Bahasa utama
yang dituturkan bahasa Sapudi dialek bahasa Madura dan juga bahasa Bajo dan Mandar.
Pulau Sapudi terkenal dengan keunggulan “karapan sapi”. Ternak sapi
yang masih secara tradisional di Sapudi menjadi mata pencaharian bagi penduduk
di pedesaan atau pedalaman. Sapi karapan di Pulau Sapudi sering menjuarai
kemenangan dalam lomba karapan se Madura
(Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah pulau Sapudi di wilayah
Madura dan bencana gempa masa ke masa? Seperti disebut di atas, pulau Sapudi
tidak jauh dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Pulau Sapudi tidak hanya padat penduduk
juga terkenal dengan peternakan sapi, Bagaimana dengan pertanian sendiri? Yang
jelas sapi Sapudi unggul dalam karapan. Lalu bagaimana sejarah pulau Sapudi di wilayah
Madura dan bencana gempa masa ke masa? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*. Peta 1883

Pulau Sapudi di Wilayah Madura dan Bencana Gempa Masa
ke Masa; Pelabuhan Sapudi dan Pertanian dan Peternakan

Nama Sapudi diduga nama yang berasal dari zaman kuno
era Hindoe Boedha. Namun tidak teridentifikasi nama Sapudi dalam teks Negarakertgama
(1365). Nama pulau Sapoedi telah disebut dalam pelayaran pertama ekspedisi
Portugis (1511). Selama era VOC/Belanda tidak pernah disebut nama Sapudi, hanya
nama-nama besar seperti Madoera, Soemanap, Sampang dan Pamekasan. Tentu saja
pulau Sapudi sudah dikenal di Soemanap, tetapi karena tidak terlalu penting
maka tidak pernah terlaporkan.


Nama pulau Madura disebut di dalam teks Negarakertagama (1365). Nama
Sumenep baru ditemukan di dalam teks Pararaton (suatu teks yang diduga dibuat
pada akhir Madjapahit/permulaan kehadiran orang Eropa). Nama Madura dan nama
Sapudi diidentifikasi dalam peta Portugis tahun 1513. Bagaimana dengan
ekspedisi pertama Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman pada akhir tahun 1596?
Disebutkan tiga kapal ekspedisi setelah dari Arosbaya melanjutkan ke Maluku,
tetapi satu kapal mengalami kerusakan di pantai utara, kemudian berbelok di
pulau Lombok dan kemudian masuk dari selatan selat Lombok dan berlambuh di
pantai timur pulau Bali (Padang Bai). Dalam laporan Cornelis de Houtman tidak
disebutkan nama Sapoedi.

Nama Sapudi baru dicatat pada awal Pemerintah Hindia
Belanda (lihat Bataviasche koloniale courant, 16-02-1810). Disebutkan tiga
kapal, satu tiang kapal rusak dan kemudian kapal tenggelam. Dua kapal lainnya
dengan 20 orang Eropa mendarat di pulau Sapudi dan melakukan transaksi perdagangan
dengan penduduk pulau. Catatan: pada masa ini Gubernur Jenderal Hindia Belanda
adalah Daendels yang tengah menjalankan program pembangunan jalan trans-Java
anatara Batavia ke Panaroekan. Dalam perkembangannya Pemerintah Hindia Belanda
mendirikan otoritas pemerintah (dalam perdagangan) di pulau Sapudi.


Bataviasche koloniale courant, 21-09-1810; ‘Diangkat Sahbandhar di Sumanap, dan di pulau Talangoe,
Giliang, G
iliginting dan Giliradja, dan pulau-pulau kecil lainnya.
Diangkat

Sabandhar di pulau Sapudie, Raas, Kang
ean, dan
lainnya di bawah
kawasan terakhir, yang dinaungi oleh Sahbandhar Sumana, terkait dengan bea/retribusi beras dan padi yang diekspor kesana, uang kepala Cina,
pekerjaan puncak, perusahaan sabung ayam,
kuda, kerbau, sapi, kambing dan babi termasuk tiga puluh tiga ekor ayam, dan lima anjing sawah’.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pelabuhan Sapudi dan Pertanian dan Peternakan: Bagaimana
Riwayatnya Dulu?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Madura (40): Pulau Kangean di Laut Bali Wilayah Madura dan Penduduk Melting Pot; Pelabuhan Batuguluk dan Gua Arca

Manfaat Menulis Puisi untuk Terapi Kesehatan Mental

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?