*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Saat ekspedisi pertama Belanda yang
dipimpin oleh Cornelis de Houtman (1595-1597) pulau Lombok dan pulau Bali
termasuk yang dikunjungi. Armada tiga kapal singgah di kampong Lombok di pantai
timur pulau orang Sasak. Nama kampong ini kemudian dipetakan menjadi nama
pulau. Lalu dua kapal yang tersisa merapat di pantai timur pulau Bali, di teluk
Padang Bai yang sekarang. Sejak itu, (teluk) Padang di pantai timur Bali
menjadi pos perdagangan Belanda/VOC. Namun orang-orang Eropa/Belanda hanya
mengenal di sekitar (kota-kota) pantai di Bali dan Lombok.

Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda
pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat
tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan
penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga
sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekukuh posisi mereka
di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an
kehadiran Belanda telah menjadi permanen yang awalnya dilakukan dengan
mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama
lain. Pulau Lombok. Kerajaan
Selaparang muncul pada dua periode yakni pada abad ke-13 dan abad ke-16.
Kerajaan Selaparang pertama adalah kerajaan Hindu dan kekuasaannya berakhir
dengan kedatangan ekspedisi Kerajaan Majapahit pada tahun 1357. Kerajaan
Selaparang kedua adalah kerajaan Islam dan kekuasaannya berakhir pada tahun
1744 setelah ditaklukkan oleh gabungan pasukan Kerajaan Karangasem dari Bali
dan Arya Banjar Getas yang merupakan keluarga kerajaan yang berkhianat terhadap
Selaparang karena permasalahan dengan raja Selaparang. Pendudukan Bali ini
memunculkan pengaruh kultur Bali yang kuat di sisi barat Lombok, Baru pada
tahun 1894 Lombok terbebas dari pengaruh Karangasem akibat campur tangan
Batavia (Hindia Belanda) yang masuk karena pemberontakan orang Sasak mengundang
mereka datang. (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah penemuan pedalaman Bali dan Lombok? Seperti disebut di atas, dua
pulau ini sejatinya terbuka dengan dunia luar, lebih-lebih pada awal era Jepara
dan era awal kehadiran Eropa/;Belanda, namun bagian pedalamannya terbilang
tertutup. Lalu bagaimana sejarah penemuan pedalaman Lombok dan Bali? Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan
Penemuan Pedalaman Bali dan Lombok: Ekspedisi Cornelis de Houtman 1597
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Penemuan Pedalaman Bali dan
Lombok: Perang Bali dan Perang Lombok
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




