*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
erada di luar topik sejarah. Namun faktanya, sejarah penemuan wilayah
pedalaman adalah sejarah awal Indonesia di bagian pedalaman (antara dua pantai
melalui jalur sungai). Penemuan wilayah pedalaman ini memiliki sejarah
sendiri-sendiii di pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
yang memiliki sejarah sendiri-sendiri, Untuk mengakses wilayah pedalaman ini
dilakukan melalui dua jalur navigasi sungai dari pantai yang berlawanan. Tujuan
primer penemuan wilayah pedalaman ini
adalah mengukur wilayah secara spasial; dan tujuan sekunder adalah untuk
menghitung volume ekonomi (berdasarakan jumlah penduduak dan potensi sumberdaya
alam. Hal itulah mengapa pemerintah sejaka era VOC/Belanda investas dengan
mengirim ekspedisi-ekspedisi ke wilayah pedalaman yang belum dikenal di dalam
peta geografis. Mereka inilah para pionir. Pionir di wilayah pedalaman Jawa
(Barat, Tengah dan Timur), Sumatra (Tengah, Utara, Selatan), Kalimantan (Utara
dan Selatan), Sulawesi (Tengah) dan Papua (Timur). Peta 1690
Lantas
bagaimana sejarah penemuan wilayah pedalaman? Seperti disebut di atas, wilayah
pedalaman yang dimaksud adalah wilayah pedalaman diantara dua hulu sungai. Lalu
bagaimana sejarah penemuan wilayah pedalaman di bagian barat Jawa? Seperti kata
ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan
Penemuan Pedalaman Jawa Barat: Sungai Tjiliwong vs Tjimandiri
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Sungai Tjiliwong vs Tjimandiri:
Sersan Scipio hingga Abraham van Riebeeck
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



