*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Ada banyak tokoh sejarah yang
memang benar-benar tidak terinformasikan pada hal sang tokoh memiliki peran
yang cukup berarti seperti Ir Abdoel Karim. Bisa jadi keluarganya tidak
mengetahui sepenuhnya kiprahnya. Sayangnya para penulis sejarah mengabaikan
atau kurang memperhatikannya. Tokoh semacam Ir Abdoel Karim ini cukup banyak.
Okelah. Sudah menjadi tugas kita menginformasikan tokoh sejarah yang layak
diinformasikan.
pada masa. Tentu saja di ada entri nama Ir Abdoel Karim di laman Wikipedia,
karena di internet sendiri tidak ditemukan nama Ir Abdoel Karim dalam sistem
pencarian (searching). Nama Ir Abdeol Karim benar-benar tenggelam di dalam
lapisan informasi terdalam. Namun demikian, tersedianya data primer dalam
bentuk surat kabar dan majalah sejaman pada masa kini, kita masih dapat kita apungkan
kembali nama-nama tokoh sejarah seperti Ir Abdoel Karim. Dengan demikian nama
Ir Abdoel Karim dan tokoh-tokoh lainnya akan terinformasikan kembali. Semakin
banyak tokoh sejarah yang dapat diapungkan kembali maka sejarah menjadi
Indonesia akan semakin lengkap.
Lantas
bagaimana sejarah Ir Abdoel Karim? Seperti disebut di atas, Ir Abdoel Karim
tidak terinformasikan pada masa ini, padahal Ir Abdoel Karim adalah tokoh
sejarah Indonesia yang memiliki kiprah sendiri di masa lalu. Ir Abdoel Karim
lahir di Cirebon dan lulus THS Bandoeng tahun 1933 (bersama Ir Djoeanda). Ir
Abdoel Karim pernah menjavat sebagai Menteri Perhubungan pada Kabinet Sjahrir I
dan II (1945-1946). Lalu bagaimana sejarah Ir Abdoel Karim? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Abdoel
Karim: Lulusan THS Bandoeng
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Ir Abdoel Karim: Pejuang
Indonesia Terlupakan
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



