Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (443): Pahlawan Indonesia–Zainuddin Rasad Studi Pertanian di Wageningen; Menteri Pertanian RI 1946

Tempo Doelo by Tempo Doelo
28.02.2022
Reading Time: 19 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Banyak tokoh sejarah awal Indonesia
yang kini kurang terinformasikan. Salah satu diantaranya Zainnoeddin Rasad yang
pernah menjadi Menteri Pertanian RI yang pertama. Sebelumnya sejak kabinet
pertama (presidensial) sudah diangkat Menteri Kemakmuran yang dijabat Ir
Soerachman yang kemudian posisinya digeser menjadi Menteri Keuangan pada
Kabinet Sjahrir I dengan mengangkat Ir Darmawan Mangoenkoesoemo sebagai Menteri
Kemakmuran. Pada Kabinet Sjahrir II diangkat baru Menteri Pertania dan
Persediaan Zainoeddin Rasad yang dibantu Wakil Menteri Saksono. Namun beberapa
bulan fungsi Kementerian Pertanian dan Persediaan dilebur ke Kementerian
Kemakmuran yang mana Saksono menabat Wakil Menteri Kemakmuran. Praktis
Zainoeddin Rasad hanya tiga bulan sebagai Menteri Pertanian. Meski demikian,
Zainoeddin Rasad adalah Menteri Pertanian pertama RI. Menteri Pertanian baru
dibentuk lagi pada era pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda yang dimulai
pada Kabinet RI Halim di Jogjakarta (1950).

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

Ir. Zainuddin Rasad adalah seorang ahli pertanian dan
politisi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Persediaan
Republik Indonesia pada Kabinet Sjahrir II (12 Maret 1946-26 Juni 1946).
Zainuddin tidak manjalani tugasnya sampai masa kabinet berakhir karena pada 26
Juni 1946 ia mengundurkan diri. Ia digantikan oleh Darmawan Mangunkusumo
sebagai Menteri dan Saksono sebagai Menteri Muda dengan perubahan nama
kementerian menjadi Kementerian Kemakmuran. Zainuddin Rasad setelah sekolah
dasar bersama saudaranya, Jamaluddin, Siti Fatimah dan Dahlan Abdullah kemudian
melanjutkan pendidikan ke Fort de Kock sekitar tahun 1908-1913. Bertiga dengan
Jamaluddin dan Dahlan Abdullah ia menempuh pendidikan di Kweekschool, sedangkan
adik perempuannya di Sekolah Keputrian. Selanjutnya, bersama saudaranya,
Jamaluddin, ia menempuh pendidikan di Wagenigen. Ia di sekolah tinggi pertanian
Landbouwhoogeschool, sedangkan Jamaluddin mengambil sekolah menengah pertanian
Middelbare Landbouw School di kota yang sama. Zainuddin kemudian meraih gelar
sarjana (insinyur) pertanian dan Jamaluddin meraih gelar sarjana muda
pertanian. Namun sumber berita lain menyebut, Jamaluddin Rasad-lah sebagai
putra Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar insinyur pertanian di
Belanda. Zainuddin Rasad adalah anak ketiga di antara empat bersaudara dari
pasangan Bagindo Mohamad Rasad dan Sari (Utiah Sarikayo) asal Pariaman. Tidak
didapat data pasti mengenai waktu kelahirannya, tetapi diperkirakan pada tahun
1884, karena kakak sulungnya, Jamaluddin, lahir pada tahun 1880. Kerabatnya,
Bagindo Dahlan Abdullah, di kemudian hari juga dikenal sebagai pejuang
kemerdekaan dan diplomat Indonesia.(Wikipedia)

Lantas
bagaimana sejarah Zainoeddin Rasad? Seperti disebut di atas, Zainoeddin Rasad
studi pertanian di Belanda yang kemudian menjadi Menteri pada kabinet Sjahrir. Lalu
bagaimana sejarah Zaindoeddin Rasad? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan
Zainoeddin Rasad: Studi Pertanian di Wageningen

Zainoeddin
Rasad adalah nama kombinasi antara nama kecil (Zainoeddin) dan nama keluarga
(Rasad). Yang menggunakan nama Rasad nyatanya cukup banyak. Untuk nama Mohamad
Rasad sendiri merujuk pada banyak individu dengan gelar yang berbeda-beda
seperti Maharadja Soetan, Soetan Perpatih dan sebagainya. Namun ada ada satu
nama pengguna nama Rasad yang mendapat perhatian yakni Baginda Djamaloedin bin
Mohamad Rasad (lihat Nederlandsche staatscourant,    30-07-1912). Disebutkan status orang Belanda dengan ini diberikan naturalisasi
kepada Baginda Djamaloedin bin Mohamad Rasad, lahir di Priaman (Pantai Barat
Sumatera) pada tanggal 1 Desember 1881, ahli agronomi, sebelumnya bertempat
tinggal di Den Haag, yang saat ini bertempat tinggal di Pantai Barat Sumatera.

Baginda Djamaloedin bin Mohamad Rasad yang
tahun 1912 diberikan status naturalisasi (warga negara Belanda) diduga kuat
adalah abang dari Zainoeddin Rasad. Hal ini merujuk pada kutipan Wikipedia di
atas yang kedunya berasal dari Pariaman. Hanya saja ada perbedaan tahun lahir Djamaloedin
yang mana di dalam dokumen naturalisasi lahir tahun 1881. Baginda Damaloedin
sendiri diberitakan tahun 1910 yang mana disebutkan Baginda Djamaloedin, yang,
setelah menyelesaikan studinya di Rijkslandbouwschool (Sekolah Pertanian Negara)
di Wageningen, akan belajar beberapa lembaga pertanian di negara itu, untuk
dipekerjakan disana setelah kepulangannya ke tanah air dimana pemerintah kita
bekerja di bidang pertanian (lihat Tubantia, 04-06-1910). Baginda Djamaloedin
sendiri kembali ke tanah air tanggal 21 Desember dengan menumpang kapal St
Grotius dari Amsterdam dengan tujuan akhir Batavia (lihat Het nieuws van den
dag : kleine courant, 23-12-1910). Di dalam menifes kapal tercatat nama Baginda
Djamaloedin sendiri (belum berkeluarga). Dari ratusan penumpang hanya nama
Djamaloedin nama pribumi (semuanya nama Eropa/Belanda).

Baginda
Djamaloedin, ahli agronomi saat ini sudah berada (kembali) di Pantai Barat
Sumatra. Lalu bagaimana dengan Zainoedin Rasad? Yang jelas bahwa kehadiran
Djamaloedin di tanah air merupakan orang pribuni pertama yang studi pertanian
di Belanda. Besar kemungkinan Djamaloedin adalah orang pribumi yang studi di
Belanda yang pertama kembali ke tanah air.

Sekolah pertanian (landbouwschhol) sudah ada
di Buitenzorg. Diantara siswa sekolah pertanian di Buitenzorg adalah JA Kaligis
dan Abdoel Azis Nasoetion gelar Soetan Kanaikan. Pada tahun 1907 sekolah
kedokteran hewan (veeartsenschool) di Buitenzorg. Salah satu siswa yang
diterima angkatan pertama ini adalah Sorip Tagor Harahap. Namun beberapa siswa
di Landbouwschool transfer ke Veeartsenschool yang ditempatkan di tingkat dua
antara lain JA Kaligis. Sarip Tagor lulus tahun 1912. Pada tahun 1912 ini
status sekolah pertanian di Buitenzorg ditingkatkan dengan nama baru
Middlebarelandbouwschool (MLS) dimana salah satu siswa pada kelas tertinggi
adalah Abdoel Azis Nasoetion gelar Soetan Kanaikan. Sementara itu, setelah
sempat menjadi asisten setahun, pada tahun 1913 Sorip Tagor berangkat studi kedokteran
ke Belanda di Utrecht (mahasiswa pribumi pertama studi kedokteran hewan ke
Belanda), Pada tahun 1914 Abdoel Azis Nasoetion lulus (lulusan pertama MLS).
Pada tahun 1915 di Soekaboemi dibuka Sekolah Budidaya (Cultuurschhol) dimana
salah satu siswa pertama adalah Alamsjah (kelahiran Air Bangis).

Pada
tahun 1914 sejumlah pribumi yang studi di Belanda yang berasal dari Sumatra
yang terdeteksi adalah Sorip Tagor, Dahlan Abdoellah dan Ibrahim gelar Datoel Tan
Malaka (keduanya tiba di Belanda tahun 1913). Sementara Abdoel Firman Siregar
gelar Mangaradja Soangkoepon tiba tahun 1910 dan Todoeng Harahap gelar Soetan
Goenoeng Moelia tiba tahun 1911. Yang sudah pulang ke tanah air yang berasal
dari Sumatra antara lain Dr Abdoel Rivai, Djamaloedin Rasad (1912) dan Radjioen
Harahap gelar Soetan Casajangan (1913). Soetan Casajangan adalah penggagas dan
ketua pertama Indische Vereeniging (Perhimpoenan Hindia) di Belanda yang
didirikan tahun 1908.

Soetan Casajangan (guru di Padang Sidempoean),
Djamaloedin (lulusan sekolah guru) dan Dr Abdoel Rivai (di Batavia yang bekerja
di dalam jurnalistik) adalah tiga pertama pribumi asal Sumatra yang berangkat
ke Belanda pada tahun 1903 yang dipimpin oleh Saleh Harahap gelar Dja Endar
Moeda (pemilik surat kabar Perja Barat di Padang). Sebelum berangkat ke
Belanda, Djamaloedin adalah asisten editor majalah Insulinde di Padang yang
dipimpin oleh Dja Endar Moeda. Mereka bertiga akan menjadi pengelola majalah
Bintang Hindia di Belanda yang dipimpin oleh Dr AA Fokker (yang menjadi rekanan
Dja Endar Moeda di tanah air). Pada tahunh 1905 Soetan Casajangan melanjutkan
studi di Belanda (hingga mendapat akta guru LO tahun 1909 dan akta guru MO
tahun 1911). Lalu kemudian menyusul Djamaloedin dan Dr Abdoel Rivai melanjutkan
studi di Belanda. Dr Abdoel Rivai, alumni Docter Djawa School lulus dokter di
Belanda tahun 1908 dan Djamaloedin lulus sekolah pertanian pada tahun 1910.
Dahlan Abdoellah sebelum berangkat ke Belanda adalah guru muda di Soeliki dan
Tan Malaka sebagai guru muda di Fort de Kock. Dja Endar Moeda dan Soetan
Casajangan adalah alumni sekolah guru Kwekschool Padang Sidempoean, sementara Mangaradja
Soeangkoepon adalah lulusan sekolah dasar Eropa (ELS) di Medan dan Soetan
Goenoeng Moelia adalah lulusan ELS di Sibolga.

Nama
Zainoedin pertama kali terdeteksi sebagai guru tahun 1911 (lihat Sumatra-bode, 07-04-1911).
Disebutkan guru Zainoedin dipindahkan dari Padang ke Loeboek Basoeng. Besar
dugaan guru Zainoedin ini adalah Zainoedin Rasad yang ingin kita deskripsikan.
Kapan Zainoedin berangkat studi ke Belanda tidak terinformasikan. Namun yang
jelas pada bulan Januari 1917 sudah diketahui Zainoedin sudah berada di
Belanda.

Dalam pembentukan organisasi pribumi asal
Soematra di Belanda yang diberi nama Soematra Sepakat nama Zainoedin termasuk
salah satu pengurus. Secara keseluruhan organisasi Soematra Sepakat (pendahulu
dari Jong Sumatra) pengurusnya adalah sebagai berikut: Sorip Tagor, mahasiswa
kedokteran hewan di Utrecht sebagai ketua; Dahlan Abdoellah, dosen bahasa
Melayu di Leiden sebagai sekretaris; Soetan Goenoeng Meolia, guru sebagai
bendahara. Sebagai komisaris antara lain Zainoedin Rasad mahasiswa di
Landbouwkundig di Wagenigen dan Mohamad Iljas mahasiswa di Hoogere Technische
School.

Kapan
Zainoedin Rasad selesai studi di Wageningen (Landbouwkundige der Landbouw
Hoogeschool te Wapeningen) tidak terinformasikan. Zainoedin Rasad sendiri
pulang ke tanah air pada tahun 1920 (lihat Nieuwe Rotterdamsche Courant, 08-02-1920).
Disebutkan kapal St Insulinde berangkat dari Rotterdam pada tanggal 7 Februari
dengan tujuan akhir Batavia dimana salah satu penumpang adalah Baginda Zainoedin
Rasad. Setiba di tanah air, Zainoedin Rasad berangkat ke kampong halaman dan
bergabung dengan suatu usaha yang telah dirintis di Pariaman.

Dalam perkembangannya perusahaan pedagangan Handelmaatschappij
Priaman mengalami kesulitan dan kemudian dianggap pailit (lihat De locomotief, 22-02-1921).
Disebutkan mengalami kebangkrutan Handelmaatschappij Priaman. Direktur Baginda
Zainoedin melarikan diri, tetapi ditangkap di Fort de Koek. Defisitnya adalah
f23.000. Sementarea itu surat kabar De
Preanger-bode, 22-02-1921 menyebutkan Zainoedin Rassad, direktur NV Indonesia
ditangkap karena penggelapan f12.000. Zainoedin Rassad adalah mahasiswa drop
out dari Belanda. Pemegang saham perusahaan ini sebagian besar adalah orang
Melayu Priaman. Deli courant, 04-07-1921: ‘Wartawan Padang kami melaporkan:
Sehari sebelum kemarin Landraad (pengadilan) menghukum Baginda Zainoeddin
Rasad, mantan direktur Handelsmaatschappij Indonesia, dua tahun penjara karena
penggelapan uang dua puluh ribu gulden’.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Zainoeddn Rasad: Menteri
Pertanian Pertama RI (1946)

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (444): Pahlawan Indonesia - Kwa Tjoan Sioe, Dokter Lulusan Amsterdam 1920; RS Husada Jakarta Utara

Goela Gelato, Restoran Italia Tak Sekedar Gelato dan Pizza

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?