Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

DUA GARIS BIRU (2019) REVIEW: Sebuah Ruang Diskusi Tentang Pendidikan Seksual Untuk Remaja

Ulasan by Ulasan
21.07.2019
Reading Time: 6 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Pieces of a Woman – Netflix Review

Year-End Note: My Top 10 Films of 2020

Josée – Review

Nama Gina S. Noer mungkin sudah sering didengar bagi pecinta film
Indonesia. Sudah banyak sekali naskah film yang dibuat olehnya. Tahun ini pun
sudah ada Keluarga Cemara yang juga naskahnya ditulis olehnya. Serta, masih ada
adaptasi film dari film Korea yang akan dirilis di kuarter terakhir tahun 2019
ini. Yang perlu diantisipasi adalah film selanjutnya dari Gina S. Noer tahun
ini adalah debut dirinya untuk mengarahkan sebuah film.
Dua Garis Biru, film yang
disutradarai serta ditulis sendiri naskahnya oleh Gina S. Noer ini sempat
mendapatkan sorotan dari banyak pihak. Tentu karena secara premis sendiri, film
perdana dari Gina S. Noer ini cukup berani untuk mengangkat isu ini di era yang
apa-apa serba dipetisi. Membahas tentang pernikahan dini dan kehamilan di usia
remaja tentu menjadi sesuatu yang dianggap merusak moral penontonnya. Padahal,
tentu Gina S. Noer memiliki niat baik di balik premisnya yang cukup berani ini.
Dua Garis Biru dibintangi
oleh dua aktor remaja terkenal, Angga Yunanda dan Zara JKT48. Serta, banyak
aktor lainnya yang terlibat. Mulai dari Cut Mini,Dwi Sasono, Arswendy Bening
Swara, dan kembalinya Lulu Tobing di layar lebar. Dengan banyaknya nama-nama
yang terlibat dan kemasan trailer yang menarik, Dua Garis Biru tentu akan dinantikan oleh banyak orang. Hasilnya, Dua Garis Biru berhasil menyajikan
sebuah drama coming of age dengan
kompleksitas dan memiliki banyak tujuan yang baik di dalam filmnya.
Awal mula terjadinya konflik di Dua
Garis Biru
ini dari seorang muda mudi yang sedang jatuh cinta. Mereka
adalah Bima (Angga Yunanda) dan Dara (Zara JKT48). Mereka terlihat sangat
mencintai satu sama lain. Hingga suatu ketika di rumah Dara, mereka memutuskan
melakukan sesuatu yang belum saatnya mereka lakukan. Tentu, kecerobohan mereka
di masa remaja ini akan berdampak dalam hidup mereka nantinya.
Dan yang ditakutkan terjadi, Dara merasa bahwa dirinya sudah tidak
menstruasi. Bima pun menyuruhnya untuk melakukan tes kehamilan dan ternyata
Dara positif hamil. Tentu saja hal ini membuat mereka panik. Terutama Dara yang
sudah menaruh mimpinya pergi ke korea untuk melanjutkan studinya. Mereka berdua
pun akhirnya menyusun rencana agar kehamilan Dara tak menjadi bencana. Meskipun
pada akhirnya, rencana mereka ketahuan juga.
Tentu saja, dengan cerita seperti ini, film Dua Garis Biru sudah mendapatkan kecaman dari banyak pihak yang
hanya lihat dari trailernya saja. Padahal, jika mereka mau untuk menontonnya
secara utuh sepanjang 115 menit, Dua
Garis Biru
ini tentu akan membuka banyak sekali ruang diskusi untuk
penontonnya. Bukan hanya sekedar untuk membahas perilaku remaja, tetapi juga
sebagai medium untuk membahas edukasi seksual yang banyak orang bilang tabu
untuk dibicarakan.
Meski tabu, tetapi juga masih banyak sekali anak-anak remaja yang
ceroboh melakukan hubungan seksual tersebut tanpa mengetahui dampaknya. Inilah
yang berusaha Gina S. Noer tegaskan di dalam Dua Garis Biru. Bima dan Zara tentu menjadi pion karakter yang
menjadi representatif ketidaktahuan remaja tentang penting dan butuhnya
pendidikan seksual dalam hidup mereka. Meskipun mereka telah mendapatkan
pendidikan tentang reproduksi di sekolah mereka.
Tetapi, hal itu tak diindahkan, cenderung dianggap sebagai sesuatu
yang tak serius. Seperti dalam adegan di mana Dara sedang izin menenangkan
dirinya di UKS. Gina S. Noer menempelkan sebuah simbol dalam adegannya. Dara
membelakangi poster tentang reproduksi tersebut. Menunjukkan bahwa banyak
sekali remaja ataupun sekolah yang hanya membahas sistem reproduksi dalam mata
pelajarannya sebatas permukaan saja. Tak lagi membahas demi mendalam demi
mendapatkan sebuah edukasi yang matang dan bisa sangat berdampak baik bagi para
siswa dan siswinya.
Masih banyak sekali pesan-pesan yang secara implisit diberikan oleh
Gina S. Noer di dalam naskah film Dua
Garis Biru
ini. Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana Gina S. Noer menyampaikan
pesan simboliknya yang puitis dan tak kehilangan esensi dari pesan itu sendiri.
Hingga pada akhirnya, pesan itu masih bisa dipahami bagi mereka yang tak terlalu
aktif mencari. Ini dia hal yang membuat performa Gina S. Noer dalam mengarahkan
film debutnya sudah sangat menjanjikan.
Gina S. Noer tak terlalu sibuk menabur banyak simbol di setiap adegan
di film Dua Garis Biru yang membuat
penontonnya berinterpretasi sendiri. Tetapi, Gina S. Noer juga sering kali
menabur banyak hati di dalam filmnya. Banyak sekali adegan di dalam Dua Garis Biru berhasil mengoyak emosi
penontonnya. Tak perlu banyak teriakan dan ledakan emosi, cukup dengan
pengadeganan yang sederhana tetapi diracik dengan pas. Hasilnya, Dua Garis Biru sangat efektif membuat
penontonnya menitihkan air mata di beberapa adegannya yang luar biasa.
Pengarahan Gina S. Noer dalam Dua
Garis Biru
ini benar-benar diperhatikan. Kuliminasi emosi di adegan dengan
tata teknis yang luar biasa hati-hati dalam setting UKS yang melibatkan banyak
sekali karakternya ini menjadi salah satu adegan terbaik di perfilman
Indonesia. Tak hanya karena adegan ini menggunakan teknik one shot, tetapi juga diarahkan dengan pas sehingga tragedi yang
ada di dalam adegan itu terasa begitu nyata. Bahkan, bisa menyayat hati
penontonnya.
Tentu, hal ini juga didukung oleh performa ensemble cast Dua Garis Biru
yang luar biasa hebat. Mulai dari Angga, Zara, Cut Mini, hingga Lulu Tobing,
mereka memerankan perannya dengan porsinya yang pas. Mereka mampu berkolaborasi
dengan baik sehingga setiap adegan akan terasa meyakinkan. Apalagi Cut Mini
yang berhasil mengajak penontonnya menyelami kesiapan mental dan batin atas
kesalahan yang dilakukan anaknya. Hingga ada di satu adegan yang melibatkan
interaksinya dengan Bima dan makanan favoritnya yang matanya mampu berbicara
akan konflik yang terjadi di dalam dirinya itu.
Iya, Dua Garis Biru tak
hanya berusaha menjelaskan tentang edukasi masalah seksual saja. Banyak isu-isu
yang berusaha diangkat di dalam film ini. Mulai dari isu tentang kesenjangan
sosial hingga permasalahan gender bahkan tentang agama. Mungkin isu yang
diangkat inilah yang terlalu banyak sehingga dalam epilognya Dua Garis Biru akan terasa begitu cepat
dan tumpang tindih dalam penyampaian pesannya.
Mungkin juga muncul sebuah generalisasi antara dalam isu kelas sosial
yang berusaha diangkat oleh Dua Garis
Biru
. Tetapi, mungkin ini juga cara Gina S. Noer berusaha untuk memberikan
keseimbangan sudut pandang untuk menyelesaikan masalah tentang hamil di luar
nikah secara agama dan logika. Sehingga nantinya bisa memantik banyak ruang
diskusi dari problematika ini yang penyelesaiannya bisa diterima dari dua sudut
pandang tersebut. Bukankah itu tujuan utama kenapa Dua Garis Biru ini ada?
ADVERTISEMENT
Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Review

Pieces of a Woman – Netflix Review

08.01.2021
Review

Year-End Note: My Top 10 Films of 2020

08.01.2021
Review

Josée – Review

07.01.2021
Review

Rabun – Review

06.01.2021
Review

Talentime – Review

05.01.2021
Review

Mukhsin – Review

04.01.2021
Next Post

Jenis-Jenis Kepribadian Salesman | Ciri - Ciri Dan Prospecting Customer

Kisah Mantan Pengungsi Somalia Jadi Anggota Dewan Muslimah Pertama di Amerika

Perjalanan Menyenangkan dengan Kereta Api

Iklan

Recommended Stories

Sinopsis Novel Tanah Para Bandit

Sejarah Madura (18):Sungai-Sungai di Pulau Madura; Gunung-Gunung Rendah di Pulau Madura dan Geomorfologi Wilayah Madura

05.12.2022
Bromo Kembali Dibuka, Ini 11 Ragam Daya Pikatnya

Kuliner Bogor – Es Bubur Buah, Rahat Cafe

01.06.2011
100 Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Feri di Sungai Tigris Irak

100 Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Feri di Sungai Tigris Irak

21.03.2019

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?