Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Review

[Movie] Tampan Tailor (2013)

Ulasan by Ulasan
02.04.2013
Reading Time: 4 mins read
0
ADVERTISEMENT

Tampan Tailor
(2013 – Maxima Pictures)

RELATED POSTS

[Wrapped Up] Biao Mei Wan Fu – 表妹万福 (2026) Part III

Shi Ri Zhong Yan – 十日终焉 (2026)

[OST] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part III

Directed by Guntur Soeharjanto
Written by Alim Sudio, Cassandra Massardi
Produced by Ody Mulya Hidayat
Cast: Vino G. Bastian, Marsha Timothy, Ringgo Agus Rahman, Jefan Nathanio, Lisye Herliman, Epi Kusnandar

Judul Tampan Tailor dan rumah produksi Maxima memang sekilas bikin ilfil. Reputasi Maxima, sekalipun desain posternya bagus-bagus (ada yang banget), cukup notorious di kalangan pemerhati film Indonesia karena ia pula yang bertanggung jawab atas Tali Pocong Perawan, Paku Kuntilanak, Tiren, Tiran, Suster Keramas, Air Terjun Pengantin, Pocong Keliling, hingga Bukan Bintang Biasa, Menculik Miyabi, dan masih banyak lagi sejenisnya. Tetapi bisa saja Maxima memproduksi film-film semacam itu supaya bisa punya modal cukup untuk bikin film-film “bener”. And you know what, dengan Tampan Tailor, I can actually buy that excuse. Honest. Saudara-saudara, bahwa sesungguhnya Tampan Tailor adalah film yang “bener”, dan saya tidak keberatan kalau film ini akan laku keras atau dapat penghargaan film nasional (nasional lho ya). Serius.
Nama Tampan Tailor mungkin terdengar nggilani, tetapi sejarah di balik nama itu tidak demikian. “Tampan” adalah perpaduan nama suami-istri pengusaha jasa jahit pakaian, Tami dan Topan (Vino G. Bastian), dan menjadikannya nama usaha tailor mereka. Diceritakan di awal, Tami meninggal akibat kanker, meninggalkan Topan dan putra mereka, Bintang (Jefan Nathanio). Tak hanya itu, keuangan Topan juga mengalami resesi sehingga terpaksa menutup usahanya, menjual dan menggadaikan barang-barang miliknya (termasuk mesin jahit Singer-nya), dan terpaksa menumpang di rumah saudaranya, Darman (Ringgo Agus Rahman). Maka dimulailah usaha Topan untuk bertahan hidup dan menghidupi putra semata wayangnya. Apa pun mau dilakukan Topan asal dapat sedikit nafkah, mulai dari jadi calo tiket kereta hingga peran pengganti di produksi film. Apakah Topan akhirnya bisa kembali bangkit dari keterpurukan? Apakah passion dalam bidang jahitnya akan terkubur begitu saja karena kejamnya ibukota?
Jika mau menggambarkan bagaimana film Tampan Tailor itu, bayangkan saja sebuah episode acara televisi tentang profil wirausahawan atau riwayat sukses orang terkenal yang direka ulang secara dramatis. Itu bukan hal yang buruk, karena Tampan Tailor yang katanya terinspirasi dari kisah nyata ini bercerita dengan baik dan lancar. Menurut gw sebenarnya film ini kesukaan orang Indonesia banget. Kisah Topan yang pantang menyerah di tengah kesulitan hidup, hubungan sang ayah dan putra kecilnya yang mengingatkan pada Life is Beautiful atau The Pursuit of Happyness, intrik dunia kerja dan usaha, dan di tengah-tengahnya ada benih-benih asmara dengan Prita (Marsha Timothy), wanita pemilik penitipan anak di stasiun yang akrab dengan Bintang dan juga memikat hati Topan. Zero to hero, dengan berbagai bumbu yang mengharukan dan menggembirakan. Sasaran empuk sinetron, tetapi untungnya treatment dalam film ini tetap sinematik, dan tidak cengeng.
Satu hal yang paling menarik perhatian gw adalah betapa apiknya tata teknis film ini. Desain produksi dan pemilihan lokasi setiap adegannya kelihatan otentik, Jakarta yang riil tapi nyaman dipandang walaupun tanpa hiasan menor. Bidang ini pun diperkuat oleh sinematografi yang sengaja dibuat agak “goyah” seakan menggambarkan hiruk pikuk Jakarta, komposisi gambarnya dan warnanya juga enak dipandang tanpa poles-polesan pascaproduksi berlebihan. Malah gw berani bilang film ini salah satu yang terbaik dalam penggunaan kamera digital high-definition/high-frame-rate/apalah. Mungkin bagi sebagian orang jadi kayak nonton TV, tapi buat gw tetep terasa “film”-nya kok. Dan satu lagi bidang yang cukup pantas diberi pujian adalah penyuntingan gambar yang sukses membuat film ini laju-nya enak, lincah tetapi tidak terasa terburu-buru, nggak bosenin deh.
Kendati demikian, film ini memang tidak sesempurna jahitan jas Topan. Ada beberapa titik cerita yang hampir nggak bisa gw maafkan. Salah satunya keberadaan Prita yang di mana-mana banget. Menurut gw dengan segala set-up dan believability yang sudah ditampilkan film ini, ke-mahaada-an Prita yang tanpa penjelasan bikin jadi agak gimanaaa gitu. Dia punya kios di luar stasiun, tiba-tiba beberapa kali ada di dalam stasiun baik siang maupun malam, padahal kiosnya nggak ada yang jaga selain dirinya seorang. Untung saja akting Marsha Timothy yang begitu natural tanpa beban lumayan bisa membuat gw melupakan bug itu. Tapiii, mungkin unsur satunya lagi memang tak termaafkan: tata musik. Huff…Ini nonton film atau dengerin kaset 30 Nonstop Hits? Maeennn mulu kagak berhenti-berhenti. Film bisu juga bukan. Ayolah, seperlunya aja. Nggak perlu setiap pelukan harus dikasih “jreng jrengggg!!” kan? Bahwa penata musiknya adalah orang yang sama dengan yang mengurus Ayat-Ayat Cinta, Di Bawah Lindungan Ka’bah, dan Habibie & Ainun mungkin explains it all, tapi masak udah 2013 gayanya masih begitu terus. Dan sutradara/produsernya ngebiarin pula. Bingung saya.
Tetapi kembali lagi, Tampan Tailor bukanlah film yang buruk, malah termasuk jajaran film drama melankolis yang berkualitas baik. Baiklah, ada keanehan di satu-dua titik, ada beberapa adegan dramatis yang (harus banget ya?) slow-motion, dan tata musiknya menjengkelkan, tetapi aspek-aspek lainnya cukup berhasil menutupinya. Jalan ceritanya dijalin logis dan tidak terlalu terkesan mengada-ada. Pengarahan adegannya memang film banget, tapi tidak terlalu berlebihan. Akting pemainnya nggak ada yang tercela, ya termasuk Vino G. Bastian yang membuat gw sejenak lupa dengan perannya yang berbeda di film Madre yang gw tonton sehari sebelumnya. Dan saking menghayati dan konsistennya mas Vino, gw juga berhasil mengabaikan logika bahwa mas Vino ini terlalu pretty untuk kerja jadi calo atau kuli atau dipekerjakan jadi stuntman bukannya aktor. 
Apapun itu, Tampan Tailor adalah film yang nyaman sekaligus enak disaksikan dan dinikmati, malah bukan tak mungkin sebagian orang akan merasa tersentuh dan terharu (gw sih belum segitunya, hehe, mungkin gara-gara musiknya ^_^!). Keselarasan cerita, dialog, penceritaan, presentasi visual dan juga akting mantap pemainnya adalah sebabnya, juga dihiasi humor membumi yang menambah nilai hiburannya. Dibilang adikarya memang bukan, tetapi setidaknya sukses masuk jajaran film nasional yang pantas diapresiasi sekaligus disukai. Ini seperti sinetron/FTV yang wonderfully enhanced, atau bagaikan film produksi Demi Gisela versi less pretentious. It’s pretty good. Dan setidaknya di sini ada sedikit pengetahuan tentang profesi penjahit, bahwa yang namanya “lem kodok” itu bukan lem =P.

My score: 7,5/10

ADVERTISEMENT
Tags: FilmInformasiMengulasMovieReviewSinopsiSpoilerUlasanUlasan Film
ShareTweetSendShare
Ulasan

Ulasan

Related Posts

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Makassar
Review

[Wrapped Up] Biao Mei Wan Fu – 表妹万福 (2026) Part III

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Ambon
Review

Shi Ri Zhong Yan – 十日终焉 (2026)

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Ternate
Review

[OST] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part III

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Sorong
Review

[Wrapped Up] When I Meet the Moon / Zhe Yue Liang – 折月亮 (2026) Part IV

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Jayapura
Review

[Release Date] Love and Crown / Feng Huang Tai Shang – 凤凰台上 (2025) Part II

01.01.2026
Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Jasindo di Jakarta Pusat
Review

[First Impression] Love in the Clouds / Ru Qing Yun – 入青云 (2025) Part X

01.01.2026
Next Post
al-Mankhul min Ta’liqat al-Ushul

al-Mankhul min Ta'liqat al-Ushul

Enam Obyek Wisata Bikin Cinta Langgeng

Enam Obyek Wisata Bikin Cinta Langgeng

Iklan

Recommended Stories

#1 Sawahlunto Doeloo dan Kini

16.12.2023

Cerpen Mencintaimu (Kabar Cirebon, 24 Oktober 2020)

28.10.2020
Kegiatan Santri HAQIN Selain Menghafal Qur’an

Kegiatan Santri HAQIN Selain Menghafal Qur’an

17.11.2022

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Review
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?