*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini
Orang
Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang mencapai Jepang, mendahului
Belanda sekitar lebih dari setengah abad. Orang Portugis pertama kali tiba di
Jepang pada tahun 1543 ketika sebuah kapal yang membawa pedagang (termasuk
António Mota dan Francisco Zeimoto) terhempas badai dan terdampar di Pulau
Tanegashima.

Sejarah Portugis di Jepang dimulai pada tahun 1543,
ketika para penjelajah Portugis menjadi orang Eropa pertama yang tiba di sana.
Kedatangan mereka membawa pengaruh signifikan dalam perdagangan, persenjataan,
dan agama Kristen, meskipun interaksi ini akhirnya berakhir dengan pengusiran
mereka dari negara tersebut. Para penjelajah Portugis mendarat di pulau selatan
Jepang, Tanegashima, secara tidak sengaja setelah kapal jung mereka terdampar. Pedagang
dan saudagar Portugis segera menyadari peluang perdagangan yang menguntungkan
di Jepang dan mulai menjalin hubungan. Sejak tahun 1571, Portugis mendirikan
pos dagang permanen di Nagasaki dan menikmati monopoli perdagangan tanpa
saingan selama sekitar 68 tahun. Dampak terbesar awal adalah pengenalan senjata
api (senapan lontak) ke dalam peperangan Jepang, yang secara signifikan
mengubah taktik militer di era Sengoku (periode perang sipil). Misionaris
Spanyol Fransiskus Xaverius, yang terkait dengan upaya Portugis, tiba di Jepang
pada tahun 1550 dan mulai menyebarkan agama Katolik, yang didukung oleh
beberapa penguasa daerah untuk keuntungan politik dan ekonomi (AI Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang? Seperti
disebut du atas, orang Eropa pertama mencapai (wilayah) Jepang adalah orang
Portugis. Itu semua bermula dengan Orang Portugis di Indonesia, Hindia Timur. Lalu
bagaimana sejarah Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang? Seperti kata
ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan
dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan
tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.
Orang Portugis,
Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Mula Orang Portugis di Indonesia, Hindia
Timur
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Awal Mula Orang
Portugis di Indonesia, Hindia Timur: Awal Mula Orang Spanyol di Hindia Timur
dan Kehadiran Orang Belanda
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang
warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis
artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli
sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi
dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan
pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah
dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers
di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah
Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia.
Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah
Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com






