Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Tata Kota Indonesia (18): Tata Kota Malang Wilayah Pegunungan; Kali Brantas, Kampong Pasar Godang – Alun-Alun Kota

Tempo Doelo by Tempo Doelo
09.07.2023
Reading Time: 12 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tata Kota di Indonesia di blog ini Klik Disini

Banyak kota-kota di Indonesia pada masa lalu
yang bermula di kampong lama tetapi memulai baru di area baru. Artinya kota
yang sekarang secara tata kota bermula dari area baru kota yang baru. Hal
itulah yang terjadi dengan kota Malang yang sekarang. Bermula tumbuh di kampong
Pasar Godang tetapi perkembangannya dimulai dari area yang baru (kota baru)
dimana alun-alun kota dibangun.


Menilik
Tata Kota Malang yang Terbaik di Hindia Belanda. Republika. Jumat 07 Aug 2020. Perencanaan
Kota Malang masa Hindia Belanda sempat dipuji. Tata kota menghabiskan waktu
bertahun-tahun. “Kota Malang bersama Semarang diajukan ke Paris sebagai
kota yang perencanaan sangat bagus” kata Pengajar Jurusan Arsitektur,
Universitas Kristen Petra Surabaya, Handinoto. Perencanaan tata Kota Malang
peranan arsitek Herman Thomas Karsten. Sebagian besar tata kota di Hindia
Belanda merupakan hasil dari jerih payahnya. Karsten selalu pergi dari kota ke
kota lain untuk komandai hampir seluruh kota termasuk Kota Malang,” jelas
penulis buku Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Malang. Karsten
mengembangkan Malang dari wilayah Klojen Lor (sekarang area RS Saiful Anwar), sebelumnya
terdapat benteng sejak zaman VOC. Kemudian daerah ini berkembang menjadi
pemukiman Belanda Tahapan selanjutnya, Karsten fokus mengembangkan pembangunan
di alun-alun Kota Malang dan sekitarnya. Setelah abad 20, banyak warga Eropa
berpindah di Kota Malang. Karsten mengubah tata kota Malang lebih baru lagi. Ia
ingin mendirikan pusat kota baru yang kemudian dibangun alun-alun bundar di
dekat gedung Balai Kota Malang. Karsten meletakan perumahan modern khusus
masyarakat Eropa dengan gaya arsitektur tinggi di jalan utama, Ijen Boulevard.
Saat ini wilayah tersebut masih menjadi kawasan elit di Kota Malang.
Perkembangan perencanaan kota Malang dari tahap satu sampai delapan sudah
lengkap 1937. Semuanya telah direncanakan dengan standarisasi yang tinggi.
Bahkan, peraturan tata Kota Malang disebut menjadi yang terbaik di Hindia
Belanda.
(https://news.republika.co.id/)

Lantas bagaimana sejarah tata kota di Malang wilayah
pegunungan? Seperti disebut di atas, kota Malang yang sekarang bermula di suatu
area baru untuk menggantikan lokasi yang lama di kampong Pasar Godang di sisi
barat sungai Brantas. Lalu bagaimana sejarah tata kota di Malang wilayah pegunungan?
Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Tata Kota di Malang Wilayah Pegunungan; Sungai Brantas
di Kampong Pasar Godang dan Alun-Alun Kota

Nama Malang sudah diketahui tahun 1679 (lihat
Daghregister, 29-11-1679). Disebutkan Glisson di Malang dan Troenajaja di Antangh.
Nama Glisson mungkin Kareng Galesong dan Troenajaja adalah Trunojoyo. Nama
tempat Antangh pada masa ini boleh jadi Ngantang.


Dalam teks Negarakertagama (1365) ada nama tempat yang disebut Damalang. Nama
lainnya yang disebut dalam teks tersebut yang diduga sekarang berada di wilayah
Malang dan sekitarnya, yaitu Pasuruhan, Singhasasri, Kidal dan Balitar. Nama yang
mirip dengan Malang pada era VOC adalah Pa-malang (lihat Daghregister,
06-05-1665).

Nama Malang disebut sebagai suatu negorije (negeri)
(lihat Daghregister, 09-03-1724). Disebutkan wilayah Malang di bawah kekuasan
Patrajoeda (lihat Daghregister 28-08-1724). Disebutkan di Malang (di bawah
kekuasaan Patrajoeda) melakukan pemberontakan. Disebutkan menyarankan detasemen
Soeseohoenangs untuk menumpas pemberontak di Malang (lihat Daghregister 07-04-1725).
Soesoehoenan dalam hal ini adalah Raja di Kartosoero.


Dalam terminology lama, negorije/negeri adalah suatu tempat, siatu
kampong. Dalam hal ini nama Malang adalah suatu nama kampong di wilayah
pedalaman (suatu wilayah yang disebut di bawah yirisdiksi Soesoehanan do
Kartosoero. Pada peta yang dibuat Francois Valentijn (Peta 1724) nama Malang,
sebagai suatu nama kampong sudah diidentifikasi. Peta ini terkesan sudah
menggambarkan situasi dan kondisi masa kini. Nama kampong terdekat dari Malang
adalah kampong Bato (kini Batu). Meski secara geografis cukup dekat dengan
(kota) Pasuruan, tetapi akses jalan dari Batu dan Malang adalah menuju kota
Soerabaja. Dalam peta tersebut juga diidentifikasi nama Antang dan Blitar.

Meski nama Malang masih terbilang baru, tetapi
wilayah Malang sendiri tampaknya sudah lama memiliki peradaban sendiri. Jika
data Prasasti Pamotoh (1198) valid dan bahwa nama Malang sudah disebut, maka
ada satu masa peradaban yang mendahuluinya di wilayah Malang yakni era
(kerajaan) Kanjuruhan
pada abad ke-8 yang mana di dalam prasasti Dinoyo
(760), rajanya adalah Gajayana.


Soal nama Kanjuruhan ada perbedaan pembacaan prasasti yang dilakukan oleh
FDK Bosch (lihat “De Sanskrit-Inscriptie op den Steen van Dinaya” sebagai “tâte
puram kâñjuruhan mahat” dengan pembacaan yang dilakukan oleh R Ng
Poerbatjaraka (lihat “Agastya in den Archipel”) sebagai “tate
sutān puruṣān mahatah”. Lepas dari soal apakah ada kerajaan Kanjuruhan,
karena sumber yang menyebutkan hanya prasasti Dinoyo yang dibaca oleh FDK Bosch,
yang jelas sebelum disebut nama Malang sudah ada peradaban awal pada abad ke-8.
Nama Malang yang disebut dalam prasasti abad ke-12 juga masih bisa
dipertanyakan karena yang tertulis adalah Malangakalihan (bukan Malang, dalam
arti kata berdiri sendiri). Yang perlu mendapat perhatian lagi adalah bahwa
prasasti Dinoyo yang berasal dari abad ke-8, seperti prasasti-prasasti Sumatra
yang berasal dari abad ke-7 yang berbahasa Batak dan bahasa Sanskerta, prasasti
Dinoyo juga berbahasa campuran bahasa Jawa dan bahasa Sanskerta.
Prasasti-prasasti Sumatra tersebut antara lain Kedukan Bukit (682), Talang Tuwo
(684) dan Kota Kapur (686). Relasi antara Sumatra dan Jawa disebut di dalam
prasasti Kota Kapur.

Wilayah Malang telah memiliki peradaban yang sudah
tua adalah satu hal. Sedangkan nama Kanjuruhan dan nama Malang adalah hal lain
lagi, dua nama ini belum bisa dipastikan secara tepat kapan bermula. Dalam teks
Negarakertagama (1365) hanya menyebut nama tempat Damalang. Nama yang disebut
dalam teks ini adalah Singhasari (tidak jauh dari nama tempat/kampong Malang). Dalam
catatan Daghregister yang berasal dari abad ke-17 nama Pemalang/Pamalang lebih
tua daripada nama Malang), Akan tetapi jika memperhatikan isi dua prasasti di
wilayah Malang tersebut tentulah masih bisa dikaitkan dengan kejadian-kejadian sejaman
di tempat lain (mulai dari Sumatra, Jawa bagian barat, Jawa bagian tengah,
hingga ke Jawa bagian timur).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sungai Brantas di Kampong Pasar Godang dan Alun-Alun
Kota: Malang Nama Lama, Malang Kota Baru

Nama Malang sudah sejak lama dikenal. Pada era
Pemerintah Hindia Belanda, orang yang pertama mengunjungi Malang adalah Raffles
pada fase pendudukan Inggris (lihat Raffles, The History of Java, 1818).
Disebutkan Raffles mengunjungi Malang pada tahun 1815. Raffles memulai
perjalanan dari Pasuruan melalui Lawang hingga Malang. Raffles juga sempat
mengunjungi area candi Singhasari.


Setelah pendudukan Inggris (1811-1816) dan Pemerintah Hindia Belanda
dipulihkan, wilayah Malang diadministrasikan sebagai suatu district dengan nama
District Malang en Antang (lihat J van den Bosch, 1818). Seperti halnya,
Raffles yang terbilang orang Eropa pertama memahami deskripsi pulau Jawa,
bahkan hingga ke pedalaman, van den Bosch juga sangat memahami detail pulau
Jawa. Saat ini van den Bosch sudah berpangkat Letnan Kolonel. Sementara van den
Bosch pada masa Gubernur Jenderal Daendels pangkatnya masih kapten, yang
mendapat penugasan untuk memetakan seluruh jalur yang akan dibangun jalur jalan
trans-Java. Sudah barang tentu peta-peta yang dibuat van den Bosch ini menjadi
rujukan bagi Raffles mengunjungi berbagai tempat di Jawa.

Setelah kembalinya Pemerintah Hindia Belanda (pasca
pendudukan Inggris), Residen Pasoeroen diangkat berkedudukan di (kota)
Pasoeroean. Lalu kemudian diangkat Asisten Residen di wilayah Residentie
Pasoeroean yang berkedudukan di (afdeeling) Malang. Asisten Residen (afdeeling)
Malang yang pertama adalah D Monnereau (lihat Bataviasche courant, 04-04-1818).
Sebelum rumah/kantor Asisten Residen di Malang selesai dibangun, bertempat
tinggal di Pasoeroean. Rumah/kantor Asisten Residen dibangun oleh grup zeni
yang dibantu oleh detasemen yang telah lebih dahulu berada di Malang. Rumah/kantor
Asisten Residen dibangun di dekat kampong Godang. Posisi GPS-nya berada di arah
hulu sisi barat sungai Brantas dimana sungai Amprong bermuara di sungai Brantas
(sementara di sebelah barat berada jalan raya). Lalu dalam perkembangannya, pada
tahun 1927 dalam pemerintahan disertakan pemimpin local dengan mengangkat
bupati. Yang diangkat menjadi bupati di Malang adalah Raden Toemenggoeng Noto
Diningrat (lihat Bataviasche courant, 10-01-1827). Rumah bupati Malang dibangun
yang lokasinya tepat berada di arah selatan rumah/kantor Asisten Residen.


Seiring dengan realisasi pembangunan jalur kereta api (pertama) di
Semarang, lalu pada tahun 1865 muncul gagasan pembangunan jalur kereta api dari
Pasoeroean hingga ke Malang (lihat Bataviaasch handelsblad, 03-06-1865). Namun
konsesi yang ditawarkan kepada swasta tidak pernah muncul. Setelah menunggu
lama Pemerintaha Hindia Belanda mulai berinisiatif membangun jalur kereta api
dari Soerabaja ke Pasoeroen terus ke Malang. Akhirnya dapat direalisasikan
(lihat Bataviaasch handelsblad, 06-09-1880). Ujung dari jalur kereta api ini di
Malang berada di utara kantor Asisten Residen (sisi utara sungai Brantas).
 

Dalam Almanak `1867 Afdeeling Malang terdiri dari
tujuh distrik: Kota [Malang] terdiri dari 33 desa; Gondang Legi (95 desa);
Sengoro (85); Pakis (123); Penanggungan (121); Karangloo (135) dan Ngantang (63
desa). Semua nama-nama district tersebut sudah teridentifikasi pada Peta 1817.
Wilayah district (kota) Malang mulai dari sungai Brantas ke arah barat hingga
lereng gunung.


Di luar area urban (kota) Malang, beberapa desa yang masuk district
adalah Boering (sisi timur sungai Brantas), Tjilaket, Katjoek, Wagir (ibu kota
onderdistrict), Peniwen, Kamoelan, Djamoeran, Bedali, Blimbing dan Pretjet.
Dalam Almanak 1912, populasi penduduk urban di (kota) Malang terdiri dari:
pribumi sebanyak 24.274 jiwa, irang Cina 3.587 jiwa, orang Eropa/Belanda 1.383
jiwa, orang Arab 342 jiwa orang timur asing lainnya 13 jiwa. Total populasi
penduduk sebanyak 29.544 jiwa.

Pada tahun 1887 kota Malang mulai ditata. Ini
sehubungan dengan terbitnya peraturan batas ibu kota (hoofdplaats) dari
(afdeeling) Malang Stbls 1887 No. 194. Lalu dengan telah ditetapkan batas
wilayah ibu kota Malang, maka tata kota dimulai dimana yang pertama dilakukan
meneatpkan dimana pusat kota yakni tempat dimana kantor Asisren Residen berada.
Dalam hal ini area kantor asisten residen yang selama ini dianggap tidak sesuai
lagi dengan upaya pengembangan kota. Untuk itu kantor asisten residen
direlokasi dengan membangun baru.

 

Area pembangunan kantor Asisten Residen dipilih di sebelah barat stasion
kereta api, di sisi barat sungai Brantas. Setelah rumah/kantor Asisten Residen
yang baru ditempati, lalu kantor asisten residen yang lama dijadikan sebagai
rumah/kantor Controleur. Ini mengindikasikan bahwa area kota baru sudah
terbentuk, area eks kantor Asisten Residen yang lama (kini Controleur) akan
segera pula menjadi kota lama. Dalam perkembangannya, di depan kantor Asisten
Residen yang baru dibanngun alun-alun kota. Alun-alun dalam hal ini dalam
bahasa Inggris sebagai esplanade dan bahasa Belanda sebagai plein. Sebelum
alun-alun kota Malang ini dibangun, di Buitenzorg sudah lama dibangun alun-alun
tepat berada di depan kantor Residen/Asisten Residen (sisi utara kini menjadi
jalan Gedong, sisi barat kini menjadi jalan Dewi Sartika, sisi selatan menjadi
jalan Muslihat dan sisi timur menjadi jalan Juanda). Sementara itu di Medan
pada tahun 1879 dibangun alun-alun yang disebut esplanade (seperti Buitenzoeg,
di empat sisi esplanade di Medan menjadi jalan. Pada sisi luar empat jalan ini
kemudian berdiri berbagai bangunan seperti hotel, kantor pos, bangunan
societeit.
 

Alun-alun Kota Malang yang dibangun ini hingga ini
hari masih eksis. Posisi alun-alun ini berada di arah utara knaroe asisten
residen yang dipisahkan oleh jalan raya (kini menjadi jalan Merdeka Selatan). Pada
sisi sebelah barat alun-alun kemudian dibangun masjid (kini Masjid Agung) dan
gereja (kini gereja Emanuel). Pada sisi utara alun-alun antara lain dibangun
pastoral; di sisi timur alun-alun dibangun sekolah pemerintah. Sementara itu di
sebelah timur area kantor residen menjadi area orang Cina (pecinan) dan sebelah
barat area kantor asisten residen menjadi area orang haji/orang Arab yang
menyatu dengan area masjid di sebelah utaranya (kemudian dikenal Kauman).

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Mesquita da Luz atau Masjid El Nur Rio de Jeneiro

Israel Ajak Google dan Youtube Sensor Video Palestina

Belanja Baju Bekas di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat

Iklan

Recommended Stories

Harga, Alamat Dan Menu Kuliner Sate Ayam Ponorogo Tukri Sobikun Legendaris, Langganan Jokowi Dan SBY

15.03.2018
Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank OCBC NISP di Tegal

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Bank OCBC NISP di Tegal

18.02.2021

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Prudential Indonesia di Lubuk Linggau

28.01.2022

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?