Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Pendidikan (9): Sekolah Militer di Hindia Belanda,Siapa Saja Perwira Pribumi? Sekolah Militer Semarang dan Perang Jawa

Tempo Doelo by Tempo Doelo
25.05.2023
Reading Time: 13 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Pendidikan dalam blog ini Klik Disini

Sejarah
adalah narasi fakta dan data. Namun narasi sejarah acap kali sesuai pengetahuan
penulis, untuk menambahkan diperkaya dengan karangan sendiri (her/his story).
Dalam hal ini, sejarah sekolah militer di Indonesia nyaris tidak tersentuh dan
jarang diperhatikan. Meski lebih awal kehadiran sekolah meltier di Indonesia
(baca: Hindia Belanda), namun dapat dikatakan juga sebagai bagian dari
perluasan pendidikan (sebagaimana sekolah guru dan sekolah kedokteran). Sekolah
militer (di Meester Cornelis) inilah yang kemudian bertransformasi yang
kemudian cikal bakal pendirian Akademi Militer di Bandoeng dimana tiga kadetnya
TB Simatoepang, A Kawilarang dan Abdoel Haris Nasoetion. 

Oerip
Soemohardjo: Bapak Tentara Yang Dilupakan. Tim Majalah Historia. Deskripsi Buku:
Oerip lahir 22 Februari 1893, nama Muhammad Sidik. Tidak ada menyangka, ini
kelak menentukan jalannya sejarah militer Indonesia. Ketertarikan dunia militer
mendorongnya masuk Sekolah Militer Meester Cornelis (kini Jakarta). Kariernya
di KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger) moncer. Dia menjadi mayor,
pangkat tertinggi di antara tentara bumiputera. Karirnya tamat setelah Jepang.
Proklamasi 17 Agustus 1945 Oerip kembali ke dunia militer. Oktober 1945, Oerip
sebagai Kepala Staf Oemoem (KSO) TKR. Pada 12 November 1945, Oerip membuat konferensi
dihadiri eks KNIL dan eks PETA di Yogyakarta. Dari konferensi ini muncul nama
Soedirman sebagai Panglima Besar TKR, sementara Oerip tetap menjabat KSO. Oerip
Soemohardjo wafat 17 November 1948. Sebagai tentara profesional, Oerip kecewa
sikap politik pemerintah, baik terhadap militer Indonesia maupun dalam
menghadapi Belanda. Kendati berhasil membangun tentara Indonesia, tetapi Oerip
seakan dilupakan. Kita lebih mengenal Jenderal Soedirman yang mengalahkan Oerip
dalam pemilihan sebagai Panglima Besar. Sebagaimana dwitunggal Soekarno-Hatta,
Soedirman-Oerip merupakan dwitunggal memimpin tentara. Mereka seperti “abang
dan adik”. Oerip memanggil Soedirman, “Dimas”; dan Soedirman memanggilnya,
“Kang Mas atau Pak Oerip”.
Buku 154 halaman, penerbit Penerbit Buku Kompas:
2020 (https://www.gramedia.com/)

Lantas bagaimana sejarah Sekolah Militer di Hindia Belanda, siapa perwira
pribumi? Seperti disebut di atas, dalam perluasan pendidikan di Hindia Belanda,
sekolah militer juga pada akhirnya merekrut siswa pribumi. Lalu bagaimana
sejarah Sekolah Militer di Hindia Belanda, siapa perwira pribumi? Seperti kata
ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan
dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber
tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis)
dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber
disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Sekolah Militer di Hindia Belanda, Siapa Perwira
Pribumi? Sekolah Militer Semarang dan Perang Jawa (1825-1830)

Pada permulaan Pemerintah
Hindia Belanda, tidak ada sekolah militer. Yang ada adalah sekolah taruna laut,
Mariene School (lihat Bataviasche courant, 05-10-1816). Sekolah taruna laut
suatu sekolah yang pendiriannya di mulai pada masa pendudukan Inggris
(1811-1816). Mariene School dipusatkan di Semarang. Bagaimana nasib sekolah ini
setelah Pemerintah Hindia Belanda dipulihkan? 


Pada era VOC/Belanda tidak ada sekolah militer. Pemerintah VOC merekrut tantara
professional dari berbagai tempat, terutama dari Prancis dan Jerman. Mereka
yang direkrut adalah tantara-tentara yang sudah habis masa kontraknya. Para
komanda militer yang tidak terlalu banyak mendatangkan prajurit dari berbagai
tempat di Eropa. Lalu para komandan tersebut merekrut individu atau pasukan
dari berbagai wilayah nusantara dimana pemerintah VOC memiliki ikatan kerjasama
(kontrak) dengan para pemimpin local (radja/soeltan) seperti dari Amboina,
Banda, Ternate dan sebagainya. Para psukan pribumi ini dipimpin oleh komandannya
sendiri-sendiri. Beberapa diantara yang terkenal Kapiten Aroe Palaka (Bone),
Kapiten Jonker (Maluku), Kapiten Bintang (Maluku). Para prajurit professional dari
Eropa ini (terutama para sersan) melatih pasukan pribumi pendukung militer VOC
tersebut. Prajurit Eropa dan pasukan pribumi didistribusikan untuk kebutuhan
pengamanan di Batavia, di tempatkan di banyak benteng-benteng VOC di berbagai
tenmpat dan juga pasukan cadangan yang siap bergerak jika ada kebutuhan pengamanan
di berbagai daera, termasuk perang. Para komandan militer VOC dengan pangkat
tertinggi Majoor, lalu di bawahnya Kaptein, Luitenant dan Sersan plus prajurit.
Komandan militer terkenal semasa VOC antara lain Majoor Saint Martin (Prancis),
Majoor J Winkler (Jerman) dan Majoor Poolman (Belanda). Para pasukan pribumi
pendukung militer VOC, setelah selsai masa kontrak (pendiun) banyak yang tidak
kembali ke kampong halaman, yang lalu kemudian ditempatkan di seputar Batavia
untuk berusaha sendiri (pertanian) yang berfungsi sebagai barrier pertahanan di
Batavia. Mereka inilah yang membangun kampong-kampong sendiri yang kini dikenal
di Jakarta adanya kampong Bandan, kampong Ambon, kampong Bali, kampong Bugis,
kampong Makassar, kampong Tambora, kampong Bangka, kampong Jawa, kampong
Manggarai dan kampong Melayu. Lalu pada permulaan Pemerintah Hindia Belanda,
para militer dan prajurit banyak didatangkan dari Eropa, yang mana pada masa
Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811), tradisi benteng mulai memperkuat pasukan
dengan mentransformasikan kekuatan pada pembangunan garnisun-garnisun militer
(jumlah personel dan peralatan senjata). Semua yang baru dibangun Daendels
menjadi tidak artinya ketika militer Inggris (yang diperkuat pasukan pribumi
dari India) menduduki Batavia tahun 1811. Semua militer Pemerintah Hindia Belanda)
menjadi tawanan militer Inggris. Namun itu tidak lama, dari proses politik di
Eropa, pendudukan Inggris berakhir pada tahun 1816, lalu Pemerintah Hindia
Belanda dipulihkan kembali. Para tantara yang jadi tahanan dibebaskan dan
dipulihkan kembali dan militer Pemerintah Hindia Belanda dibangun kembali
(dengan mendatangkan banyak militer dari Belanda).

Untra.Untuk terus mermperkuat militer Belanda di Hindia,
Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1818 mengeluarkan beslit pendirian sekolah
militer di Semarang (Militaire-School op het Eiland Java). Sebagaimana pada
artikel sebelumnya, sekolah dasar Eropa/Belanda di Hindia setahun sebelumnya oleh
pemerintah dibuka di Batavia dan Weltevreden (yang kemudian diperluas ke
Semarang dan Soerabaja).


Di Belanda ada dua sekolah militer, yakni Militaaire Kweekschool di Delft
dan Militaire Kweekschool di Leuven. Lulusan dua sekolah militer ini berpangkat
sersan. Jenis sekolah militer di Delft dan di Leuven inilah yang dibuka di
Semarang. Untuk sekolah militer tertinggi di Belanda adalah Akademi Militer di
Breda. Lulusan akademi militer di Breda diberi pangkat 2nd luitenat.

Orang-orang Belanda sudah
banyak di Hindia terutama di Jawa. Bahkan pada masa pendudukan Inggris orang-orang
Belanda tetap berada di Hindia/Jawa (plus para militer Belanda yang diinternir
di kamp-kamp militer). Target sekolah militer yang didirikan dalam hal ini
adalah anak-anak orang Belanda/Indo Belanda yang direkrut untuk dilatih di
sekolah militer. Sekolah militer di Semarang ini di bawah Militair Department.

Pada bulan Agustus 1818 dikeluarkan peraturan (reglegment) tentang
sekolah militer di Batavia (lihat Bataviasche courant, 22-08-1818). Reglegment/ordonansi
ini berisi 36 pasal, yang terdiri dari perihal persyaratan pendaftaran/penerimaan,
pendidikan/pelatihan, personil sekolah, makanan dan logistic, peralatan dan
perlengkapan sekolah, pakaian dan senjata. Diantara pasal yang dinyatakan antara
lain mata pelajaran/pelatihan seperti bahasa (Belanda, Inggris, Jerman dan
Melayu), sejarah, arirmatika, aljabar, geometri, trigonometri dan kalkulus, mekanika,
geologi, ilmu alam, astronomi, biologi, sipil dan lainnya termasuk soal ujian
dan penjaminan mutu (curator); struktur manajemen, termasuk gaji para personel
dimana disebut direktur dengan gaji f1200 per bulan, para personel hingga ke
juru masak, tukan pakaian dan tukang sepatu.

Bagaimana proses penerimaan dan pelaksanaan pendidikan
tidak terinformasikan. Pada bulan Juli 1820 di sekolah militer di Semarang dilakukan
ujian kepada kadet secara terbuka (lihat Bataviasche courant, 15-07-1820). Disebut
terbuka karena dihadiri para pihak termasuk para pejabat. Materi ujian antara
lain ilmu bahari, pengetahuan praktis termasuk arsitektur, menggambar termasuk
pumbuatan peta, teori dan praktek dalam seni bela diri, pelajaran tentang
internal, garnisun, dan dinas lapangan, persiapan dan uji coba bubuk mesiu, senjata
dan artileri menembakkan senapan dan meriam, ujian aritmatika serta bahasa
Prancis. Para instruktur diatur oleh Militair Department.


Pada tahun 1821 kurator sekolah militer mengumumkan kepublik bahwa
sebelum mendaftar ke sekolah militer di Semarang harus terlebih dahulu
melakukan ujian di sekolah dimana berada (lihat Bataviasche courant, 24-11-1821).
Disebutkan setiap pendaftar “harus” mengikuti ujian dengan guru di
sekolah dasar, di tempat mereka tinggal dalam prinsip membaca dan menulis, bahasa
Jerman dan bahasa Belanda serta prinsip-prinsip aritmatika. Hasil ujian itu
diberikan sertifikat yang akan diserahkan oleh guru tersebut yang kemudian
digunakan pada penerimaan mereka ke sekolah militer.

Lulusan sekolah militer (Militaire School) di
Semarang diberi pangkat sersan. Untuk para instruktur di sekolah ini yang
terkait teknis militer paling rendah adalah letnan. Untuk perwira militer di
Militair Department adalah lulusan Akademi Militer di Belanda (lulus dengan
pangkat letnan dua). Untuk para instruktur yang bukan berlatar belakang akademi
militer, seperti guru bahasa Prancis diberi pangkat setingkat letnan. Sekolah
militer di Semarang dipimpin oleh seorang militer pangkat Luitenant Colonel.


Direktur sekolah militer di Semarang mendapat kenaikan pangkat (lihat Bataviasche
courant, 27-04-1822). Disebutkan dinaikkan pangkatnya menjadi Tweede Kolonel,
Luitenant Kolonel direktur Militaire School DF Cornelius. Dalam perkembangannya
direktur sekolah militer di Semarang mendapat cuti ke Eropa (lihat Bataviasche
courant, 22-11-1823). Disebutkan untuk pejabat sementara di sekolah militer di
Semarang, karena direktur cuti ke Eropa, Majoor J de Brauw, komandan militer di
Semarang.

Berapa jumlah kadet setiap tahun (setiap angkatan)
tidak terinformasikan. Sudah berapa lulusan sekolah Militaire School di
Semarang hingga tahun 1824 juga tidak terinformasikan. Namun yang jelas, di
Midden Java di wilayah Vortenlanden pada awal tahun 1825 tengah meningkatkan eskalasi
politik dimana mulai muncul perlawanan terhadap otoritas Pemerintah Hindia
Belanda.


Apa ada pengaruh adanya perlawanan yang digalang oleh Pangeran Mangkoeboemi
dan Pangeran Diponegoro di Vorstenlanden terhadap sekolah di Semarang? Semarang
tidak jauh dari Djogjakarta. Yang jelas dalam hubungannya dengan perang,
mobilisasi militer ke Vorstenlanden semakin deras, tidak hanya kekuatan militer
yang ada di Hindia Belanda (termasuk pengurangan dari pantai barat Sumatra),
juga mobilisasi tantara dari Belanda.

Akhirnya setelah beberapa tahun sekolah militer di
Semarang terpaksa harus ditutup (lihat Nederlandsche staatscourant, 18-01-1827).
Disebutkan mulai 1 September, sekolah militer di Samarang akan dihapuskan sama
sekali. Namun apakah penutupan tersebut dikaitkan dengan perang Jawa tidak
rterinformasikan.


Dalam hubungan penutupan sekolah militer di Semarang, sementara perang
Jawa tengah berlangsung, direktur sekolah militer di Semarang memasuki usia
pensiun (lihat Bataviasche courant, 07-03-1827). Disebutkan Kolonel direktur
sekolah militer HC Cornelius pensiun. Kapan Kolonel Cornelius benar-benar
pensiun tidak terinformasikan. Mungkin bersamaan dengan waktu penutupan sekolah
militer di Semarang.  Yang jelas dalam
perkembangannya diketahui, sebagai pejabat direktur untuk mengisi posisi yang
ditinggalkan Cornelius diisi oleh JF Busscher (lihat Bataviasche courant,
15-12-1827). Boleh jadi tugas Busscher hanya sekadar untuk merampungkan
penutupan sekolah milter di Semarang.
 

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sekolah Militer Semarang dan Perang Jawa (1825-1830): Sekolah
Militer di Meester Cornelis

Di Meester Cornelis paling tidak tahun 1849 paling
tidak sudah diketahui adanya sekolah pembuatan senjata (Javasche courant, 03-10-1849).
Surat kabar Javasche courant, 12-10-1850 melaporkan diangkat menjadi directeur sekolah
pembuatan senjata (geweermakers-school) di Meester Cornelis, 1ste luitenant der
artillerie FG Riesz. Sekolah ini juga adakalnya disebut Normaal Schiet School Di
Meester Cornelis kemudian juga diselenggarakan Onder-Officieren School.


Sekolah militer (Militaire Schoool) di Meester Cornelis paling tidak
sudah terinformasikan pada tahun 1957 (lihat Residentie-blad, 09-07-1857). Sudah
ada siswanya (eleves). Sekolah militer di Meester Cornelis ini tampaknya kurang
lebih serupa dengan sekolah militer yang dulu pernah eksis di Semarang. Namun
sejak kapan sekolah militer (Militaire Schoool) di Meester Cornelis didirikan
kurang terinformasikan.

Dalam perkembangannya sekolah-sekolah yang berkaitan
dengan militer di Meester Cornelis di dalam sidang Tweede Kamer di Belanda diusulkan
menjadi satu kesatuan Militaire School (lihat Opregte Haarlemsche Courant, 19-02-1858).
Yang menjadi direktur di sekolah militer (Militaire School) di Meester-Cornelis
adalah Kapten J Rappard (lihat Samarangsch advertentie-blad, 28-10-1859).
Disebutkan di sekolah militer (Militaire School) di Meester-Cornelis adalah Kapten
J Rappard dengan ketentuan bahwa dia akan melanjutkan posisinya sebagai
direktur sekolah untuk sementara waktu. Dalam konteks inilah, sekolah militer
(Militaire School) di Meester Cornelis terbentuk.


Meester Cornelis, suatu kawasan pertanian sudah dikenal pada era
VOC/Belanda. Sehubungan dengan perubahan kebijakan Pemerintah VOC untuk
menjadikan penduduk sebagai subjek (1665). Wilayah hulu sungai Tjiliwong baru
mulai terealisikan sejak wilayah Jawa bagian barat diserahkan Soesoehoenan
kepada Pemerintah VOC. Ekspedisi pertama militer VOC ke wilayah hulu dimulai
pada tahun 1687. Sejak inilah dua benteng di Riswijk dan di Noordwijk diperluas
ke wilayah hulu di Meester Cornelis. Setelah dibubarkannya VOC (1799), dan pada
saat permulaan Pemerintah Hindia Belanda, terjadi invasi Inggris tahun 1811 di
Batavia. Daendels yang telah mengubah konsep pertahanan dari benteng ke garnisun
(membangun garnisun di Weltevreden) pasukan Inggris dengan menguasai garnisun,
tetapi tidak dalam pertempuran yang bergeser ke Meester Cornelis. Benteng
menjadi pertahanan yang baik, namun militer Pemerintah Hindia Belanda akhirnya
kalah. Setelah Pemerintah Hindia Belanda dipulihkan (pasca pendudukan Inggris,
1816), Pemerintah Hindia Belanda mulai merenovasi benteng-benteng. Benteng
Meester Cornelis sejak era VOC ditinggalkan, tetapi membangun baru benteng baru
di arah hulu sungai di Meester Cornelis. Area benteng lama ini kini berada di
ujung jalan Berlan di sisi sungai Tjiliwong. Benteng baru kini tepat berada di
sisi jembatan Jatinegara (ke arah Bukit Duri/Manggarai). Benteng baru ini
kemudian menjadi pusat altileri. Kawasan antara dua benteng di Meester Cornelis
inilah kemudian, seperti disebut di atas, sekolah-sekolah terkait militer tersebut
di selenggarakan. Sekolah Militaire School dibangun baru di seberang jalan dari
gang/jalan ke benteng lama (lihat Peta 1866; sekitar jalan Pal Meriam yang
sekarang).

Sekolah Militer di Meester Cornelis, meski ada jeda
waktu, dapat dikatakan adalah suksesi Militaire Sechool di Semarang. Seperti
dideskripsikan di atas, mengapa begitu lama sekolah militer absen, pendirian
sekolah militer di Meester Cornelis diduga kuat karena untuk memenuhi kebutuhan
militer untuk memperkuat militer di barisan Eropa/Belanda. Sementara pasukan ‘militer’
di barisan pribumi (Barisan Madoeran dan Barisan Mangkoenegaraan) sudah cukup berkembang.
Sekolah militer di Meester Cornelis ini juga akan dimungkinkan untuk menerima
kadet dari pasukan pribumi.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang
(publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih

Mendidik Anak Unik

Mendidik Anak Unik

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?