Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Banyumas (28): Ajibarang, di Jalur Pegunungan Antara Pantai Utara dan Pantai Selatan; Ajibarang di Residentie Banjoemas

Tempo Doelo by Tempo Doelo
07.04.2023
Reading Time: 7 mins read
0
Ramuan Rapi Dari Erti Surah al-Kahfi
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyumas dalam blog ini Klik Disini

Ajibarang
konon merupakan sebuah kadipaten (kabupaten) yang didirikan oleh seorang
pendatang dari wilayah kerajaan Galuh Pakuan yang bernama Jaka Mruyung. Negeri
Galuh Pakuan merupakan sebuah negeri yang masuk dalam wilayah Kerajaan
Pajajaran. Kisah bermula Adipati Galuh Pakuan bernama Munding Wilisberangkat memiliki
putra bernama Jaka Maruyung yang dikabarkan hilang. Munding mencari lalu
bertemu seorang bernama Ki Maranggi. Sementara itu dalam perjalanan mencari
orangtua Maruyung tiba di suatu tempat kawasan pakis aji. Maruyung akhirnya
menjadi raja di kadipaten Kutanegara. Lalu ibu kota kadipaten dipindahkan ke
hutan pakis aji yang pernah disinggahinya. Hutan pakis aji itu diberi nama
Ajibarang. Jaka Mruyung adalah adipati Ajibarang yang pertama (lihat https://www.mikirbae.com/2022).


Ajibarang
adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyumas. Kecamatan Ajibarang terletak di
bagian barat Kabupaten Banyumas, sekitar 18 km dari pusat kabupaten yaitu kota
Purwokerto. Jumlah penduduk Kecamatan Ajibarang pada 2014 adalah 93.415 jiwa. Luas
wilayah Kecamatan Ajibarang mencapai 66,50 km² yang terdiri dari 15 desa. Pusat
pemerintahan dan ekonominya berada di wilayah desa Ajibarang Wetan dan
Ajibarang Kulon atau biasa kenal dengan nama Kota Ajibarang. Nama-nama desa di
kevamatan Ajibarang: Ajibarang Kulon, Ajibarang Wetan, Banjarsari, Ciberung, Darmakradenan,
Jingkang, Kalibenda, Karangbawang, Kracak, Lesmana, Pancasan, Pancurendang, Pandansari,
Sawangan, Tipar Kidul, Parakan. Batas wilayah di utara kabupaten Brebes dan kabupaten
Tegal; di timur kecamatan Cilongok; di barat kecamatan Pekuncen dan kecamatan
Gumelar; di selatan kecamatan Wangon. Kota Ajibarang dilintasi persimpangan
jalan nasional tengah pulau Jawa. Jalan Nasional menghubungkan Tegal di utara
dengan Cilacap.
(Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah Ajibarang, jalur pegunungan
antara pantai utara dan pantai selatan? Seperti disebut di atas, wilayah
Ajibarang adalah wilayah strategis yang menghubungkan ke tiga kota: Cirebob,
Purwokerto dan Cilacap. Pada awal era Pemerintah Hindia Belanda Ajibarang menjadi
salah satu afdeeling di Residentie Banjoemas. Lalu bagaimana sejarah Ajibarang,
jalur pegunungan antara Cirebon dan Purwokerto? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Ajibarang, Jalur Pegunungan Antara Pantai Utara dan Pantai
Selatan; Ajibarang di Residentie Banjoemas

Fakta bahwa masa kini Ajibarang begitu penting,
karena Ajibarang menjadi salah satu penghubung antara wilayah pantai utara dan
wilayah pantai selatan Jawa. Awalnya dijadikan penghubung jalan darat, lalu
kemudian diikuti penghubung jalur kereta api (Tegal/Brebes/Chirebon ke Purwokerto/Banyumas).
Wilayah Ajibarang dalam hal ini adalah suatu celah terbuka jalan akses dari
wilayah pantai utara dan wilayah pantai selatan Jawa.


Dalam peta-peta VOC nama Adjibarang belum/tidak diidentifikasi. Hanya
nama Banjoemas yang sudah diidentifikasi. Pada Peta 1817 di wilayah (district)
Banjoemas, nama-nama tempat yang diidentifikasi antara lain: Banjoemas, Bandjar
Negara, Poerbalingga, Poerwokerto, Adibarang dan Tjilatjap. Nama Adjibarang
sendiri kali pertama dilaporkan oleh Raffles. Ini dapat dibaca dalam suratnya
bertanggal 17 April 1815 dimana Raffles melakukan pejalanan dinas dari Bandoeng
ke Soeracarta via Bandoeng, Soekapoera, Banjoemas dan Kedoe. Dalam laporan ini
juga disebut Raffles dari Chirebon menuju ke padalaman di selatan di Dayuluhur,
lalu Maganang dan kemudian sampai ke Adji Barang. Kampong/desa Adjibarang
menurut Raffles adalah bagian dari (district) Dayuluhur. Apa yang menarik dalam
pejalanan Raffles dari Dayuluhur ke Adjibarang, jalannya yang sulit melalui
hutan belantara, lembah dan sungai serta di perjalanan mereka dihadang oleh
harimau dan menemukan banyak tapir. Sayang sekali mereka tidak menemukan jejak
gajah di kawasan tersebut. Bolej jadi sudah punah. Pada Peta 1753 kawasan
sebelah timur Dajeuhloehoer ini diidentifikasi sebagai habitat gajah. Catatan:
Dalam laporabn Raffles tidak terinformasikan district Dajeuhloehoer masuk wilayah
residentie mana? Pada era pendudukan Inggris (1811-1816) empat diantara 16 residentie
di Djawa adalah Chirebon, Tegal, Preanger dan Kedoe (seperti kita lihat nanti,
residentie baru dibentuk: Bagelen dan Banjoemas).

Pada awal pembentukan cabang Pemerintah Hindia
Belanda di wilayah district Banjoemas (pasca Perang Jawa 1925-1830) dimana
dibentuk Residentie Banjoemas dengan ibu kota di Banjoemas pada tahun 1831,
wilayah Ajibarang dijadikan sebagai satu regentschap dengan mengangkat bupati
di Adjibarang. Dalam Almanak 1832 diangkat empat bupati, salah satunya di
Adjibarang (Raden Adipati Merto Di Redjo). Tiga bupati lainnya di Banjoemas,
Bandjarnegara dan Poerbalingga. Ini mengindikasikan nama Ajibarang saat itu
begitu penting, tentu saja karena wilayahnya juga penting. Di Residentie
Banjoemas, residen berkedudukan di Banjoemas, yang dibantu tiga Asisten Residen
di Bandjarnegara, Poerbalingga dan Adjibarang.


Pada tahun 1835 Residen Banjoemas pertama JE de Sturler mengakhiri
jabatannnya. Sebagai poenggantinya telah diangkat G de Sriere (lihat Javasche
courant, 15-07-1835). Sejak 1834 nama Poerwokerto menjadi penting karena gudang
dan pakhuis berada di Poerwokerto. Pangkat bupati di Banjoemas dan di Adjibarang
setingkat, sama-sama dengan gelar Raden Adipati (sedangkan di Bandjarnegara dan
Poerbalingga sama-sama Raden Toemenggoeng).

Pada tahun 1835 pemerintah mengangkat asisten
residen F van Olden yang ditempatkan di Poerwokerto, residentie Banjoemas
(lihat Javasche courant, 06-07-1836). Ini mengindikasikan bahwa ibu kota
afdeeling (regentschap) direlokasi dari Adjibarang ke Poerwokerto. Dalam
Almanak 1836 Residen Banjoemas adalah G de Sriere. Sementara asisten residen di
Poerwoikerto masih dijabat pejabat lama DA Varkevisser. Bupati Raden Adipati
Merto Di Redjo sudah disebutkan berkedudukan di Poerwokerto.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Ajibarang di Residentie Banjoemas: Pembangunan Jalan
Darat dan Jalur Kereta Api Pegunungan

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 



















*Akhir Matua
Harahap
, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak
1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta
Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun
di seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis
artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur.
Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (3)

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi AJB Bumiputera 1912 di Bone

Alamat dan Nomor Telepon Kantor Asuransi AJB Bumiputera 1912 di Bone

Iklan

Recommended Stories

Keteladanan Rasulullah SAW Sebagai Suami

22.06.2011
Hukum Mencukur Jenggot Karena Pekerjaan

Hukum Mencukur Jenggot Karena Pekerjaan

25.02.2019
7 Perbuatan Jika Ada Pada Diri Anda, Berarti Termasuk Sombong

Kota Sungai Tabuk

15.10.2014

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?