Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Malang (57): Pecinan Chinatown di Malang, Berada Dimana? Orang Tionghoa dan Sejarah Orang Cina di Wilayah Malang

Tempo Doelo by Tempo Doelo
22.03.2023
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini

Apakah ada kota Cina atau Pecinan (Chinatown)
di Kota Malang? Adalah. Dimana itu berada? Nah, itu dia. Pecinan sejajatinya
terdapat di berbagai wilayah di Indonesia terutama di kota-kota. Bahkan di kota
Padang Sidempuan di pedalaman Sumatra ada pecinan. Kota Cina atau Pecinan mulai
terbentuk sejak dahulu, bentuknya semakin nyata pada era Pemerintah Hindia
Belanda. Jika begitu, sejak kapan kota Cina atau Pecinan di Kota Malang terbentuk?


Kampung
Pecinan Lahir dari Kebijakan Belanda. Radar Malang. 7 December 2022. Warga
keturunan Tionghoa sudah berada di Malang sejak zaman Kerajaan Singhasari, jauh
sebelum Pemerintah Kolonial Belanda menguasai Indonesia. Permukiman mereka
sempat berpindah-pindah. Hingga akhirnya terpusat di kawasan Pecinan, di
Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen. Jawaban sama terlontar dari delapan
warga keturunan Tionghoa yang ditemui Jawa Pos Radar Malang, beberapa waktu
lalu. Ketika ditanya kenapa kampung mereka disebut Pecinan, mereka sama-sama
menjawab dengan kalimat ini: karena banyak warga Cina-nya. Dari analisis koran
ini, istilah Pecinan awalnya lahir dari kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda.
Yakni kebijakan Passenstelsel dan Wijkenstelsel. Itu disampaikan Suryadinata
dalam bukunya yang berjudul ’Peranakan’. Passenstensel adalah kebijakan yang
melarang warga Tionghoa keluar dari Ghetto (dalam Bahasa Inggris disebut
Chinatown). Kebijakan itu awalnya berlaku di tahun 1816. Lalu, di tahun 1843
ada kebijakan Wijkenstelsel, yang juga memaksa orang keturunan Tionghoa agar
tinggal di Ghetto.
(https://radarmalang.jawapos.com/) 

Lantas bagaimana sejarah Pecinan Chinatown di
Malang, berada diimana? Seperti disebut di atas kota Cina atau Pecinan masih
eksis hingga ini hari, tetapi itu bermula sejak masa lampau terutam pada era
Pemerintah Hindia Belanda. Bagaimana orang Tionghoa dan sejarah orang Cina di wilayah
Malang. Lalu bagaimana sejarah Pecinan Chinatown di Malang, berada diimana?  Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pecinan Chinatown di Malang, Berada Dimana? Orang
Tionghoa dan Sejarah Orang Cina di Wilayah Malang

Dimana perkampongan orang Tionghoa pada masa ini di Kota
Malang? Ada yang berpendapat p
ecinan, kota Cina atau Chinatown di Kota Malang berada di kelurahan Sukoharjo, kecamatan Klojen. Apakah itu benar? Iya betul, dari sudut pandang masa kini. Lalu apakah
tempo doeloe berbeda? Iya betul juga. Jadi dimana tempo doeloe sebelum di area
yang sekarang? Tempo doeloe semasa Pemerintah Hindia Belanda kampong Cina
berada di Kota Lama.


Pada era Pemerintah Hindia Belanda ada kecenderungan populasi warga kota
terfragmentasi ke dalam area-area yang terpisah satu sama lain. Itu bermula
sejak awal terbentuknya kota, bahkan sejak era VOC. Namun area yang didiidentifikasi
secara tegas awalnya perkampongan orang Cina (Chineezen kampement). Hal itu
karena orang Cina sendiri membedakan diri dari yang lain karena mereka adalah
orang asing di Hindia sejak era VOC (masih menganut kewargaan Tiongkok).
Sementara orang-orang Arab lebih melebur dan tidak berorientasi negara seperti
orang Cina. Perkampongan orang Arab atau peranakan lebih cenderung ke seputaran
masjid yang diidentifikasi sebagai area Kauman. Sementara area orang Eropa/Belanda
terbentuk dengan sendirinya di seputar kantor/rumah Controleur/Asisten Residen/Residen.
Mengapa begitu? Begitulah adanya. Pola pemukiman/perkampongan ini terus
berkembang hingga era Pemerintah Hindia Belanda. Pada era Pemerintah Hindia
Belanda, terutama sejak dibentuknya Kota (gemeente), batas-batas area orang
Eropa/Belanda ini semakin tegas dan juga dituangkan dalam beslit pemerintah.
Perluasan area orang Eropa/Belanda, tentu saja dengan sendirinya, area/perkampongan
pribumi dan Cina adakalanya dikorbankan (digusur dengan ganti rugi).

Lantas mengapa perkampongan Cina di kota Malang
bermula di Kota Lama? Hal itu karena sejak awal kota Malang bermula di kampong
Gadang di sisi barat sungai Brantas dimana kantor/rumah Asisten Residen dibangun
yang ditempati pada tahun 1817. Di area pusat pemerintahan (Hindia Belanda) ini
juga dibangun rumah bupati Malang. Dalam konteks inilah kemudian orang-orang
Cina yang awalnya bermukim di Pasoeroean dan Bangil memperluas usahanya hingga
jauh ke pedalaman di Malang. Lalu terbentuklah perkampongan orang Cina di
Malang di dekat kantor Asisten Residen Malang.


Sejak 1892 area kota Malang diperluas dengan beslit pemerintah. Seiring
dengan perluasan kota ini kantor/rumah Asisten Residen direlokasi ke area baru di
arah utara kota (lama) Malang. Kantor bupati juga turu direlokasi ke dekat
kantor Asisten Residen. Dalam perkembangannya di area baru ini dibangun alun-alun
kota. Dengan terbangunnya alun-alun kota, kantor Asisten Residen berada di sisi
timur dan rumah bupati di sisi selatan alun-alun. Seputar alun-alun inilah kemudian
dengan sendirinya menjadi kota baru Malang. Sementara area eks pemerintahan di
selatan kemudian dikenal menjadi Kota Lama (kini wilayah Mergosono).

Perkampongan Cina di Kota Lama tidak ikut bedol desa
ke kota baru Malang. Populasi orang Cina di Kota Lama justru semakin meningkat.
Bahkan rumah-rumah permanen dan rumah mewah banyak yang dijual dan jatuh ke
tangan orang-orang Cina di Kota Lama. Dalam hal pusat perdagangan eceran di
Kota Lama tetap eksis. Sementara toko-toko Eropa/Belanda mulai bermunculan di
sekitar alun-alun di sisi utara dan sisi timur. Keberadaan masjid di sisi barat
alun-alun kemudian terbentuk perkampongan orang Arab (yang dikenal Kauman). Lalu
dengan semakin ramainya di kota baru di alun-alun, apakah komunitas orang Cina
di Kota Lama berpindah? Tampaknya tidak. Hanya orang-orang Cina yang kaya yang
membangun rumah di kota baru seperti kapten Cina. Perkampongan Cina tetap
berada di Kota Lama. Mengapa?


Pecinan atau Chinatown di kota Soerabaja tidak pernah berubah sepanjang
masa. Perkampongan orang Cina diketahui di daerah aliran sungai Soerabaja.
Demikian juga rumah bupati Soerabaja. Posisi rumah bupati Soerabaja berada di
sisi utara sungai Soerabaja, sementara perkampong orang Cina agak di hilir di
sisi selatan sungai Soerabaja. Di arah hilir dari perkampongan Cina sudah ada
benteng sejak era VOC. Pada permulaan Pemerintah Hindia Belanda (semasa dengan
di Malang), Residen masih bertempat tinggal di dekat benteng. Pada tahun 1830
kantor/rumah Residen relokasi ke arah hulu sungai di sisi utara sungai
Soerabaja tepat berada berseberangan dengan perkampong orang Cina (di arah
selatan rumah bupati Soerabaja). Dalam perkembangannya di depan rumah Residen
Soerabaja dibangun jembatan di atas sungai Soerabaja. Seperti jembatan di
Amsterdam, oleh karena cat jembatan berwarna merah maka disebut Jembatan Merah
(hingga begitu adanya ke hari ini). Adanya jembatan ini maka perkampongan orang
Cina menjadi terhubung dengan sisi utara dimana terbentuk pemukiman orang-orang
Eropa/Belanda. Jalan darat juga sudah dibangun dari rumah Bupati Soerabaja ke
kantor Residen di sisi utara sungai. Area inilah yang kemudian menjadi cikal
bakal kota Soerabaja, dimana terdapat perkampongan Cina (Chinatown). Catatan:
jarang perkampongan Cina di era Pemerintah Hindia Belanda berpindah. Di Batavia
Chinatown tidak pernah berpindah sejak era VOC, demikian juga dengan di
Semarang dan Soerabaja. Pecinan di Buitenzorg, Medan, Padang, Bandoeng,
Jogjakarta juga tetap berada di tempat awalnya. Lalu bagaimana dengan di
Malang?

Tunggu deskripsi lengkapnya

Orang Tionghoa dan Sejarah Orang Cina di Wilayah
Malang: Populasi Orang Cina di Malang Masa ke Masa

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Malang (58): Republik Indonesia di Negara Jawa Timur era Republik Indonesia Serikat; Belanda di Mata Orang Jawa Timur

Kumpulan foto hasil jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (4)

Iklan

Recommended Stories

Doa Rasulullah SAW

01.03.2017
Alamat Lengkap Bank BNI Di Seluruh Yogyakarta

Alamat Lengkap Bank BNI Di Seluruh Yogyakarta

18.05.2017
Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

05.01.2026

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?