Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Malang (41): Indrokilo Pasuruan di Prigen Dekat Malang;Pertapaan Peninggalan Masa Majapahit di Lereng Gunung Ringgit

Tempo Doelo by Tempo Doelo
14.03.2023
Reading Time: 10 mins read
0
Penulisan Fiqh al-Shafi’i
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini

Apa itu Indrokilo? Tempo doeloe adakalanya
dieja Endrokilo. Ap aitu Indrokilo? Nama tempat, tidak hanya di Pasuruan dekat
Malang. Juga ada di wilayah lain. Indrokilo di Pasuruan menjadi tempat
pertapaan, dimana juga terdapat candi dan arca-arca yang lokasinya di Prigen di
lereng gunung Ringgit. Apa keutamaannya? Kerap dikunjungi wisatawan
Eropa/Belanda. Bagaimana dengan orang pribumi?


Cerita
Pertapaan Indrokilo, Peninggalan Majapahit di Lereng Ringgit. Radar Bromo.
26 March 2022. Kabupaten Pasuruan dikenal memiliki banyak candi. Salah satunya
di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Tepatnya di pertapaan Indrokilo yang dipercaya
menjadi tempat bertapa para dewa dan penggawa. Indrokilo selama ini lebih
dikenal sebagai tempat pertapaan. Tidak heran, tempat ini jadi jujukan warga
yang ingin tirakat Lokasinya di lahan Perhutani. Berada di lereng Gunung
Ringgit dengan ketinggian 1.424 meter di atas permukaan air laut (dpl). Masuk
Dusun Talungnongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Dengan lokasi itu, hawa di
Indrokilo selalu sejuk. Pagi dan siang hari suhunya sekitar 21-25 derajat
Celsius. Sementara malam hari lebih dingin lagi, 17-19 derajat Celsius. Tidak
sekadar tempat pertapaan. Sejumlah candi bisa ditemui di Indrokilo. Ada Candi
Satrio Panggung, Mintorogo, Celeng Srenggi, Mundi Sari, Panji Saputra, dan Dewi
Suprobowati. Juga terdapat banyak arca di sana. Termasuk petilasan Batu Kursi
yang konon merupakan tempat Presiden RI Pertama Soekarno bertapa. “Kami dan
warga sekitar menyebutnya Pertapaan Indrokilo. Satu kawasan di dalamnya banyak
terdapat candi, petilasan dan juga arca,” ungkap Rasid, juru pelihara sekaligus
ketua Pokdarwis Panji Laras Dayurejo. Indrokilo sendiri dipercaya tempat para
dewa dan punggawa-punggawanya untuk bertapa. Mengheningkan cipta, menghadap
Ilahi.
(https://radarbromo.jawapos.com/)

Lantas bagaimana sejarah Indrokilo di Prigen,
kabupaten Pasuruan dekat (kabupaten) Malang? Seperti disebut di atas Indrokilo
adalah nama tempat, nama kampong, tetapi di Pasuruan cukup dikenal bahkan
hingga ini hari. Ada yang menyebut, suatu (tempat) pertapaan, peninggalan
Majapahit di lereng gunung Ringgit. Lalu bagaimana sejarah Indrokilo di Prigen,
kabupaten Pasuruan dekat (kabupaten) Malang? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Indrokilo di Prigen Pasuruan Dekat Malang; Pertapaan,
Peninggalan Majapahit di Lereng Gunung Ringgit

Penemuan Indrokilo sebenarnya tidak sengaja. Tentu
saja penduduk setempat sudah sejak lama mengenal tempat itu. Namun menjadi penting,
Ketika seorang pelancong berencana untuk mendaki gunung Arjoena pada tahun 1830,
warga yang menemaninya ikut naik memandu ke puncak Arjuno melalui Indrokilo.
Sejak inilah tempat Indrokilo mulai dikenal secara luas. Apa yang ada di Indrokilo?
Dapat dibaca dalam tulisan palancong tersebut yang dimuat surat kabar yang
terbit di Batavia ((lihat Javasche courant, 05-02-1831).


Meski orang-orang Eropa/Belanda sudah melakukan perdagangan dari Pasoeroean
hingga Malang pada decade terakhir masa VOC, tetapi penemuan benda-benda
purbakala di wilayah Pasoeroean/Malang baru diketahui awal Pemerintah Hindia
Belanda. Penemu pertama adalah N Engelhard, yang pada tahun 1803 menjadi Inspektur
Pribumi, yakni situs candi Singosari. Pada masa pendudukan Inggris (1811-1816)
penemuan situs-situs kuno di khususnya di Malang semakin banyak. Bahkan Raffles
sendri telah mendokumentasikannya (lihat The History of Java, 1818). Pada Peta
1817 di wilayah Malang sudah ditandai sejumlah candi, termasuk reruntuhan candi
di selatan kampong Pakis (kelak area candi itu disebut Toempang).  Sejak pejabat pemerintah setingkat Asisten Residen
ditempatkan di Malang tahun 1817 semakin lengkap deskripsi candi-candi yang ada
dan benda-benda kuno yang ditemukan. Namun sejauh ini tidak ada laporan yang
mengindikasikan Indrokilo hingga seorang pelancong Eropa/Belanda menulis apa
yang diperhatikannya di Indrokilo.

Untuk melakukan pendakian tersebut mereka berangkat
dari Pasoeroean pada tanggal 21 Oktober 1830 dengan kereta hingga ke perkebunan
milik Alkmaar di jalan menuju Malang dan kemudian dilanjutkan dengan naik kuda
hingga tiba di desa Kotjor. Pada pukul 4 sore tiba di desa Daijoe (masuk afdeeling
Bangil), suatu desa yang cukup besar dan banyak ditanam kopi. Pada pagi hari
pukul 7 mereka meninggalkan desa Daijoe.
Di dekat Endrokilo atau
puncaknya, kami pukul 10 menemukan gerbang yang dijaga dua orang.


Mereka menaiki beberapa anak tangga sampai di gerbang kedua, dimana
lagi-lagi dua penjaga berdiri. Naik lagi tiba di gerbang ketiga seperti yang juga
ada penjaga seperti sebelumnya. Gerbang keempat juga memiliki dua penjaga;
tetapi sebelum gerbang kelima, menemukan situs di sebelah kiri, dan di kanan
dua situs, dan di belakangnya dua penjaga. Memasuki gerbang, melihat di dataran
di latar belakang sebuah kuil besar yang hancur, dengan beberapa patung kecil,
semuanya tersebar di atasnya, berdiri sendiri-sendiri atau di atas potongan
batu atau di relung, saat menaiki kuil itu sendiri dengan tangga dimana kami dapat
memanjat bangunan yang sebagian besar runtuh. Patung di gapura kelima yang
terawat dengan merepresentasikan Mentorogo, memiliki dua bidadari dalam posisi
memohon, sedangkan yang lainnya merepresentasikan bidadari (Widedaries). Disamping
gerbang keempat ada dua batu besar, tempat Mentorogo biasa melewatkan hari,
duduk di sisi timur batu di pagi hari, dan di di barat di malam hari untuk
menyaksikan matahari. Di sekeliling candi terdapat 60 buah bejana batu besar
berisi air sebanyak 36 buah, serta 53 buah arca kecil yang sulit dibedakan
sosoknya, namun ada yang tampak seperti pembantu, dan ada pula yang berpakaian
pandita. Mentorogo sendiri memiliki sorban di kepalanya, dan keseluruhannya
terbuat dari batu biasa seperti yang ditemukan di Singo Sarie. Pendapo yang
dulu berdiri di pintu gerbang pertama dan kedua, sudah hancur seluruhnya, dan
hanya diketahui pondasinya saja; tanaman bernama Andong Andong tumbuh
dimana-mana disana. Semuanya sudah sangat tua, dalam keadaan hancur dimakan
waktu. Tempat ini konon dtetap dirawat sebagai tempat pertapaan oleh salah satu
leluhur pangeran.

Malam harinya kami datang
kembali ke Da
ijoe. Pada tanggal 23
Oktober
kami berangkat ke Modjo setelah
mengunjungi Soemoor Gemoeling,
yang menjadi
hulu sungai Jonpienang. Pagi tanggal 24 kami
melanjutkan pendakian dan pada pukul 12 berada di Tompowono. Di Kawasan banyak bamboo
kami menemukan pondok. Pada tanggal 25 kami pagi memulai perjalanan, setelah
melewati punggung gunung Poernoek Lemboe. Setelah istirahat jam 10 kami melewati
area yang disebut Tjomoro Sewoe pukul 1. Orang Jawa yang menemani kami sudah
mulai tidak sabar dan ingin kembali; tetapi Patih menyemangati mereka, dan
dengan langkah lambat kami melanjutkan perjalanan kami, yang jalannya menjadi
semakin sempit lalu tiba-tiba kami menemukan lembah yang mengerikan dan
menuruninya dengan merangkak karena ditumbuhi lumut. Dinginnya meningkat dengan
hebat, dan sebelum kami mencapai puncak, suhunya mencapai 38 derajat pada jam 3
sore dan pada jam 4 sore mencapai puncak Arjoeno yang sempit, suhunya 36
derajat.
Kami melihat dengan mata Gunung Lawoe, sementara Tengger, Kawie, Keloed,
Kembaar, Endrokilo sendiri tampak seperti bukit di depan kami, dan satu yang
kami lihat di sisi lain adalah Welirang yang tampak asap naik. Gunung Smeroe
masih di atas kami awan berlalu. dan segera dia kembali diselimuti kabut tebal,
sehingga kami tidak bisa melihat apa-apa lagi. Dengan kesedihan kami kemudian
melihat diri kami dikelilingi seolah-olah lautan luas, dimana hanya udara dan
air yang dapat dibedakan. Titik kecil tampaknya memperlambat kami sendirian di
dataran itu, dan perasaan yang selalu sunyi menyergapku.


Kami kemudian turun dengan jalur lain dan menemukan lapangan luas yang
disebut Pesanggarahan Arjoeno yang tempat kami harus bermalam. Dalam perjalan
pulan sempat kami dihadang harimau di Poenoek Lemboe. Pada pukula 6 sore kami
kembali di Tompowono. Singkatnya kami sampai di Modjo dan menginap, Pada
tanggal 27 kami melanjutkan pwerjalanan ke Malang tiba pukul 1 malan (sudah memasuki
tanggal 28).

Dari laporan ekspedisi ke puncak Arjoeno ini ada dua
hal yang menjadi penting dalam hal ini. Pertama, tempat pertapaan Indrokilo
adalah tempat yang kali pertama terinformasikan. Namun yang menjadi pertanyaan
mengapa si penulis mentebut ada penjaga pada setipa gerbang? Kedua, gunung Arjoeno
untuk kali pertama didaki oleh orang Eropa. Lalu bagaimana dengan gunung-gunung
tinggi lainnya di sekitar seperti Kawi dan Semeru?


Hingga sejauh ini pendakian gunung tinggi di Jawa hingga ke puncak yang
dilakukan oleh Eropa/Belanda belum banyak. Yang pertama didaki pertama pada era
VOC adalah gunung Salak. Lalu kemudian gunung Pangrango dan gunung Gede. Pada
tahu 1820 Resident Nahujs di Soerakarta mendaki hungga puncak gunung Merapi. Beberapa
tahun kemudian gunung Lawoe baru sampai ke candi Petok (di atas cabdi Suko).
Lalu kemudian, seperti disebut di atas gunung Arjoeno. Di Sumatra sendiri,
pendakian gunung tinggi hingga ke puncak baru dilakukan pada tahun 1838 di
gunung Pasaman (gunung Ophir) oleh dua pendaki professional dari Jerman.
Selanjutnya di Jawa, pendakian gunung hingga ke puncak banyak dilakukan oleh Ir
Jung Huhn.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pertapaan, Peninggalan Majapahit di Lereng Gunung
Ringgit: Dimana Lagi?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Cenderahatiku

Sejarah Malang (42): Gunung Meletus di Wilayah Malang,Tidak Perlu Khawatir Akan Tetapi Tetap Waspada; Sejarah Awal BMKG

Perdana Menteri dan Media Israel Tuduh Hamas Pelaku Teror Paris

Internet Provider Semakin Maju, Harusnya Literasi Meningkat

Iklan

Recommended Stories

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah duku

14.01.2026
Presiden Erdogan Desak Hukum Mati Pelaku Teror di Selandia Baru

Presiden Erdogan Desak Hukum Mati Pelaku Teror di Selandia Baru

19.03.2019
Komik Strip Muslim Show #1

Komik Strip Muslim Show #1

03.03.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?