Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Malang (33): Lumajang di Sebelah Timur Wilayah Malang; Lumajang Malang di Pegunungan Selatan, Pantai Selatan Jawa

Tempo Doelo by Tempo Doelo
10.03.2023
Reading Time: 14 mins read
0
al-Halal wa al-Haram fi al-Islam
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini

Wilayah Malang, dari masa ke masa, sejatinya
tidak hanya terhubung dengan pantai timur Jawa di Pasoeroean dan Soerabaja,
tetapi juga ke arah di pantai selatan Jawa. Wilayah selatan Malang ini lebih
dikenal wilayah Pegunungan Selatan. Di wilayah selatan Jawa di Pegunungan
Selatan (Pegunungan Kenden) tidak hanya Malang, juga Blitar dan Lumajang.


Lumajang
(Jawa: Lumajang; Madura: Lomajhâng) adalah sebuah kabupaten di Jawa Timur, ibu
kotanya kecamatan Lumajang Kota. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten
Probolinggo di utara, Kabupaten Jember di timur, Samudra Hindia di selatan,
serta Kabupaten Malang di barat. Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang
rawan bencana, khususnya letusan Gunung Semeru. Kabupaten Lumajang terdiri dari
dataran yang subur karena diapit oleh tiga gunung berapi yaitu: Gunung Semeru
(3.676 M); Gunung Bromo (2.329); Gunung Lemongan (1.651 M). Ketinggian daerah
kabupaten Lumajang bervariasi dari 0-3.676 M dpl., ketinggian 100–500 M (35,40
% wilayah); ketinggian 0–25 M dpl 11,01 %. Penduduk asli atau suku yang
mendiami kabupaten Lumajang adalah suku Jawa, demikian juga di kecamatan
Lumajang. Meski demikian, penduduk dari suku lain juga ada yang tinggal di
kecamatan ini, termasuk suku Madura, kemudian suku Bawean, Tengger, Osing,
Samin. Bahasa Jawa yang digunakan di Jawa Timur, bukan bahasa Jawa baku umumnya
menggunakan bahasa Jawa kasar (Ngoko). Sementara bahasa Madura terbagi menjadi
dialek Kangean, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Probolinggo, Bondowoso, dan
Situbondo. Dalam pemakaiannya, bahasa Madura juga mengenal tiga tingkatan yaitu
Enja’iya (bahasa halus), Enghi-enten (bahasa tengahan), dan Enghi-bhunten
(bahasa kasar)
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Lumajang di sebelah timur
wilayah Malang? Seperti disebut di atas, wilayah Lumajang tidak hanya berbicara
di timur Malang, tetapi juga wilayah Malang dan wilayah Lumajang di Pegunungan
Selatan, pantai selatan Jawa. Lalu bagaimana sejarah Lumajang di sebelah timur wilayah
Malang? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Lumajang di Sebelah Timur Wilayah Malang; Lumajang dan
Malang di Pegunungan Selatan, Pantai Selatan Jawa

Seberapa tua nama Lumajang? Itu satu hal. Hal lain
adalah apa hubungan Lumajang dan Malang dan demikian sebaliknya? Yang jelas
Malang berada di tengah pedalaman Jawa diantara gunung Arjuna dan gunung
Semeru; sementara Lumajang berada di wilayah Pegunungan Selatan (antara gunung
Semeru dan gunung Argapuro) di Pantai Selatan Jawa. Dalam hal ini Malang terhubung
dengan pantai selatan Jawa dan juga terhubung dengan pantai timur Jawa.
Bagaimana dengan Lumajang? Apakah hanya terhubung dengan pantai selatan Jawa?


Ada perbedaan antara laut Jawa di pantai utara Jawa dengan lautan India
di pantai selatan Jawa. Perbedaannya adalah laut Jawa lebih tenang di atas
permukaan dasar laut dangkal, sedangkan lautan India lebih bergelombang di atas
laut dalam. Hal itulah yang membedakan intensitas navigasi pelayaran perdagangan
di zaman kuno.  Jalur navigasi pelayaran
perdagangan zaman kuno di pantai selatan Jawa tertolong karena ada dua hal:
adanya pulau-pulau karang di dekat pantai dan adanya teluk yang masuk ke dalam
daratan. Jika di pantai utara dan timur Jawa kota-kota perdagangan di pantai,
di pantai selatan Jawa justru berkembang kora perdagangan di pedalaman. Pulau-pulau
karang teluk hanya menjadi gate saja. Kota-kota perdagangan di belakang pantai
selatan Jawa yang diduga terbentuk sejak zaman kuno antara lain Sengoro dan
Gondang di selatan (afdeeling) Malang dan Lumajang. Dalam hal ini kita sedang
membicaran perdagangan selatan-selatan di (pulau) Jawa. Gate masuk ke Sengoro
dan Gondang dari pulau Sompoe, sementara gate ke Lumajang dari pulau Noesa
Barung. Sedangkan teluk-teluk kecil di pantai selatan menjadi gate jalur
perdagangan ke pedalaman: teluk sagara ke Trenggalek dan Tulungagung dan teluk
Patjitan ke Wonogiri. Dalam konteks inilah kita berbicara sejarah Lumajang dan
hubungannya dengan selatan Malang di Gondang dan Sengoro.

Wilayah Lumajang awalnya hanya terhubung dengan
pantai selatan Jawa, Dalam perkembangannya, terutama sejak awal Pemerintah
Hindia Belanda, wilayah Lumajang secara perlahan terintegrasi secara kuat
dengan kota-kota di pantai timur Jawa (seperti Pasoeroean, Probolinggo dan
Bezoeki. Apakah kemudian peradaban awal di pantai selatan Jawa seperti di
Lumajang akan tergerus dengan terbentuknya peradaban baru dari arah utara di
pantai timur Jawa? Yang jelas wilayah Lumajang memiliki dua fase sejarah yang
berbeda (masa lampau dan masa kini).


Dalam Peta 1724 dan Peta 1750 pantai selatan Jawa teridentifikasi
menggambarkan navigasi pelayaran perdagangan yang juga ramai. Hanya saja
berbeda dengan di pantai utara Jawa dimana jalur perdagangan terhubung antara
kota-kota pantai saja. Di wilayah navigasi pelayaran perdagangan pantai
selatan, kota-kota pantai tidak berkembang, tetapi yang terbentuk adalah jalur-jalur
perdagangan ke pedalaman melalui pulau dan teluk (Peta 1724). Jalur perdagangan
di pedalaman di Lumajang terhubung dengan pulau Noesa Barung sebagai hub perdagangan
(Peta 1750). Dalam beberapa titik di wilayah pantai selatan Jawa pada Peta 1750
juga diidentifikasi tentang keberadaan gajah. Artinya apa? Tampaknya ada juga
perdagangan gading. Wilayah selatan Jawa juga menggambarkan tanah pegunungan
(berbukit-bukit) yang berhutan lebat, selain pertambangan emas juga diduga ada
produksi hasil-hasil hutan seperti kayu dan getah damar. .Gunung Semeru menjadi penting, tidak hanya di Lumajang, Gondang dan
Sengoro, akan tetapi posisi GPS gunung Semeru adalah gunung terdekat yang dapat
dicapai dari pesisir pantai selatan Jawa (kebetulan juga pada masa ini gunung
Semeru adalah gunung tertinggi di Jawa). Entahpun ada kaitanya pantai dengan
gunung: gunung-gunung tertinggi dan cukup dekat ke garis pantai di (pulau)
Sumatra adalah gunung Kerintji di Djambi gunung Leuser di Atjeh dan gunung
Dempo di Bengkulu. Tampaknya pantai dan gunung-gunung tinggi memiliki kaitan
dalam navigasi pelayaran zaman kuno yang turut membentuk peradaban zaman kuno
yang bertumpu pada navigasi pelayaran perdagangan produk-produk alami seperti
kamper, kemenyan gading dan emas. Peta 1724.

Pada Peta 1817 diidentifikasi sejumlah kota-kota
penting di pedalaman di belakang pantai selatan Jawa. Empat kota yang
berdekatan secara geografis dalam garis horizontal adalah Sengoro (kini
Sengguruh), Gondang (kini Gondang Legi), Lamajang (kini Lumajang) dan Jamber
(kini Jember). Kota Lamajang dan kota Jamber terhubung di pantai selatan Jawa
di (pelabuhan laut) di pulau Noesa Baroeng. Tampaknya pulau Noesa Barung dalam
hal ini menjadi hub perdagangan dalam navigasi pelayaran di pantai selatan
Jawa. Tampaknya kota-kota pedalaman di selatan Jawa ini (Jamber. Lamajanhg,
Gondang) tidak terhubung dengan pantai timur Jawa (seperti Pasoeroean dan Bezoeki).
Mengapa? Tidak terindikasi apakah ada jalur transportasi, hanya terkesan
dibatasi oleh gunung-gunung tinggi seperti gunung Raung, gunung Argopuro dan
gunung Semeru. Kota-kota di selatan Jawa seakan terbentuk peradaban sendiri,
peradaban yang terpisah dengan kota-kota pelabuhan di pantai timur Jawa.


Pusat transaksi perdagangan yang ada di pantai selatan Jawa yang terdapat
di pulau Noesa Baroeng, menjadi pintu masuk peradaban baru di kota-kota
Gondang, Lamajang dan Jamber sejak masa lampau di zaman kuno. Berdasarkan Peta
1817 dari pelabuhan di pulau Noesa Baroeng terhubung ke Lamajang dan ke Jamber.
Garis navigasi perjalanan darat ke Lamajang melalui sungai Pangkur, sementara
ke Jamber melalui arah navigasi transportasi sungai Pagar. Di muara sungai
diidentifikasi nama (kampong) Pagar yang menjadi nama sungai. Sedangkan menuju
Gondang yang bermula di pulau Sompoe melalaui jalan darat dari kampong-kampong
Kubu, Gondang Mapat, Bantur dan Luli. Tampaknya di wilayah Gondang lebih berkembang,
relative terhadap Lamajang dan Jamber. Boleh jadi jalur perdagangan dari
Gondang melalui pulau Sompoe berakhir ke pelabuhan laut di pulau Noesa Baroeng.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Lumajang dan Malang di Pegunungan Selatan, Pantai
Selatan Jawa:
Kerjasama Selatan-Selatan di Wilayah Malang Masa ke Masa

Pada masa ini, wilayah Malang, wilayah Lumajang dan
wilayah Jember daru sudut pendang pantai selatan Jawa, pada awalnya tidak/belum
terhubung satu sama lain. Hubungan ke tiga wilayah ini di masa lampau diperankan
oleh pelabuhan laut yang berada di pulau Noesa Baroeng. Peradaban awal di tiga
wilayah pantai selatan Jawa ini diduga berbeda dengan wilayah di sebelah
utaranya.


Wilayah pantai selatan Jawa sebagian besar dibatasi oleh pegunungan
rendah. Namun ada sejuumlah wilayah yang cukup rendah. Wilayah yang rendah
diduga awalnya adalah teluk zaman kuno. Patjitan pada masa ini masih memiliki
ciri wilayah berupa teluk. Demikian juga wilayah Tjilatjap. Bagaimana dengan
wilayah Lumajang. Tampaknya wilayah Lumajang diduga di zaman kuno adalah teluk
besar, dimana saat itu pantai berada tidak jauh dari Kota Lumajang yang
sekarang. Semua sungai di wilayah Lumajang yang berhulu di gunung Semeru dan
gunung Argopuro bermuara ke pantai selatan Jawa (ke arah teluk zaman kuno
tersebut). Proses sedimentasi jangka panjang telah terjadi di teluk sehingga
pantai Lumajang kini seakan jauh berada di pedalaman. Pemicu utama proses sedimentasi
akibat dampak letusan gunung Semeru dan gunung Argopuro.

Dari pelabuhan laut di
pantai selatan Jawa (pulau Noesa Baroeng) ini terbentuk jalur perdagangan ke
wilayah pedalaman di belakang pantai selatan Jawa ke Lumajang, Gondanglegi, dan
Jember. Sejak terbentuknya Pemerintah Hindia Belanda (yang berpusat di Batavia)
situasi dan kondisi di wilayah Lumajang berubah (demikian juga di Gondanglegi
dan Jember).


Diantara tiga wilayah selatan pantai selatan Jaw aini tampaknya yang mengalami
lebih awal perkembangan adalah wilayah Gondang di afdeeling Malang di
Residentie Pasoeroean. Sejak 1817 di Malang sudah ditempatkan pejabat setingkat
Asisten Residen. Dalam pembentukan cabang Pemerintah Hindia Belanda di
afdeeling Malang dibentuk district-district dua diantaranya mewakili tanah
selatan adalah district Sengoro dan district Gondanglegi. Bagaimana dengan di
Lumajang (maupun di Jember)? Yang jelas dengan semakin berkembangnya ibu kota
(afdeeling) Malang, secara social ekonomi wilayah selatan di district Sengoro
dan district Gondang Legi semakin terintegrasi dan dayan tarik diantaranya
semakin kuat. Tarikan pantai sselatan di Sengoro dan Gondanglegi sebaliknya
semakin melemah. Pantai selatan Jawa akan menjadi masa lalu, dan wilayah
pedalaman di afdeeling Malang akan memulai masa baru yang arahnya ke Malang
yang dengan sendirinya ke arah pantai timur Jawa (di Pasoeroeran dan
Soerabaja). Sementara itu, di Lumajang dan juga di Jember masih mengalami
permasalahan sendiri-sendiri. Namun seperti kita lihat nanti, sisa-sisa masa
lampau di pantai selatan masih tampak pada era Pemerintah Hindia Belanda seperti
yang dapat diiidentifikasi pada Peta 1882.

Lumajang berada di afdeeling yang terpisah dengan afdeeling
Malang. Lamadjang adalah salah satu district di afdeeling Probolinggi residentie
Bezoeki. Pada tahun 1838 nama Loemadjang di pantai selatan Jawa diberitakan (lihat
Javasche courant, 23-05-1838). Disebutkan sebuah sekoci berukuran panjang 14
kaki 8 inci dan lebar 5 kaki terdampar di pantai selatan Jawa di district
Loemadjang afdeeling Probolinggo. Bagi yang berhak dipersilhkan mengklaim
kepada pemerintah di dewan kehakiman di Soerabaja.


Dalam Almanak 1827 Residentie Bezoeki beribukota di Bezoeki dimana
residen berkedudukan. Salah satu afdeeling di Bezoeki, selain Bezoeki sendiri
adalah afdeeling Probolinggo dan afdeeling Banjoewangi dimana masing-masing Asisten
Residen berkedudukan di Probolinggi dan di Banjoewangi. Sehubungan dengan
terbentuknya pemerintahan Pemerintah Hindia Belanda di Bezoeki sejak 1817
dibentuk sejumlah afdeeling yang mana di afdeeling Probolinggo salah satu
adalah district Loemadjang.  Seperti kita
lihat nanti Afdeeling Probolinggo dipisahkan dari Residentie Bezoeki dan
kemudian dimasukkan ke Residentie Pasoeroean (sehingga menjadi empat afdeeling:
Pasoeroean. Bangil, Malang dan Probolinggo). Sementara itu di residentie Bezoeki
dibentuk afdeeling baru yakni afdeeling Panaroekan dan Bondowoso.

Seperti halnya di afdeeling Malang termasuk di
district Gondanglegi dan Sengoro, di afdeeling Probolinggo juga sudah diintroduksi
penanaman kopi, bahkan hingga ke district Loemadjang. Pada tahun 1840 tanaman
kopi di district Loemadjang sudah menghasilkan (lihat Javasche courant, 05-02-1840).
Disebutkan Asisten Residen di Probolingo, Residence Besoekie menawarkan kepada public
untuk pengangkutan kopi ke gudang di Probolinggo dari afdeeling Kraksan,
Loemadjang en Tengger. Kopi-kopi itu diangkut dari gudang pakhuis di Padjarakan,
gudang di Loemadjang dan gudang di Patalen. Dalam hal ini di residentie Bezoeki
sudah terbentuk afdeeling baru (afdeeling Kraksan, Loemadjang en Tengger).


Seperti kita lihat nanti di residentie Bezoeki dimekarkan dengan
membentuk dua residentie yakni Bezoeki dan Banjoewangi; sementara Residentie
Pasoeroean dimekarkan dengan membentuk residentie Probolinggo. Di Residentie
Probolinggo sendiri terdiri dari empat afdeeling: Probolinggi, Gending, Kraksan
dan Loemadjang plus satu regentschap. Secara keseluruhan di Residentie
Probolinggo terdiri dari 13 distrik, yakni: Proholingo (55 desa), Soembarkareng
(36 desa), Tongas (42), Tengger (22), Gending (40), Padjarakan (47), Dringoe
(38), Kraksan (61), Djabong (21), Phaiton (49), Loemadjang (71), Ranoe-Lemongan
(52) en Kandangan (23 desa). Sedangkan di resident Bezoeki terdiri dari 3
afdeeling (Bezoeki, Panaroekan dan Bondowoso); Lantas dimana district Djember
berada? Berada di afdeeling Bondowoso (residentie Bezoeki).

Pada tahun 1850 di Loemadjang sudah tersedia gudang
garam (lihat Javasche courant, 11-09-1850). Ini mengindikasikan bahwa kota
Loemadjang sudah menjadi penting, tidak hanya ada gudang kopi juga ada gudang
garam, gudang yang mendistribusikan garam di berbagai afdeeling dan district
yang berdekatan dengan Loemadjang. Pada tahun yang relative yang sama di
wilayah afdeeling Malang juga sudah dibangun gudang garam di Kepandjen di
district Sengoro (untuk pendistrubusian di wilayah district Sengoro dan
district Gondang Legi).


Dimana kebun-kebun di wilayah (district) Loemadjang? Tentulah pertanian
kopi tidak berada di dataran rendah apalagi dekat ke laut. Tanaman kopi hanya
sesuai di Kawasan yang lebih tinggi yang memiliki perlindungan dan tanah-tanah
humus yang subur. Perkebunan kopi rakyat cenderung mendekati atau di
lereng-lereng gunung. Di wilayah district Loemadjang, kawasan itu berada di
lereng gunung Bromo/Tengger dan lereng gunung Semeru serta di lereng gunung
Argopuro. Seperti kita lihat nanti bagian selatan Loemadjang cenderung rendah
mendekati pantai selatan Jawa. Ada kemungkinan di masa lampau wilayah selatan
Loemadjang adalah perairan/lautan, suatu teluk besar yang menjorok ke dalam
mendekati kota Lumajang yang sekarang. Dengan kata lain kota Lumajang di zaman
kuno diduga berada dekat atau tepat berada di garis pantai/teluk. Hal ini dapat diperhatikan pasa Peta 1700 dan Peta 1724. Sebagai
pembanding dalam Peta 1700 teluk Patjitan dan teluk Lumadjang jelas
diidentifikasi sebagai teluk-teluk besar. Di selatan teluk Lumajang diidentifikasi
kemungkinan pulau Nusa Bsrung.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
5 Kelebihan Berwisata di Perkotaan

Sejarah Malang (34): Sengguruh, Kota Kuno di Daerah Aliran "Gemuruh" Sungai Metro? Pegunungan Selatan di Pantai Selatan Jawa

Datang Ke Masjid dengan Bersih Tanpa Bau yang Mengganggu

Datang Ke Masjid dengan Bersih Tanpa Bau yang Mengganggu

Iklan

Recommended Stories

Segarnya Es Krim dan Es Puter Persembahan dari Kitchen Pastry Graha Tristar Surabaya

29.06.2019

Hukum Perempuan Haid Masuk Masjid

17.06.2021
Meniti Rendah Hati

Perempuan Belanda dan kebaya (1): Willy Charls

22.05.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?