Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Malang (8): Nama-Nama Kampong Tua di Malang; Ada Nama Berasal Zaman Kuno,Ada Nama Baru Masa Hindia Belanda

Tempo Doelo by Tempo Doelo
25.02.2023
Reading Time: 13 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini

Apalah arti sebuah nama bagi William,
Shakespeare. Namun untuk nama suatu kampong dapat memiliki arti apakah sudah
tua atau baru. Nama tempat, dalam hal ini nama kampong bersifat diwariskan.
Diantara nama-nama tempat, khususnya suatu kampong tempo doeloe ada yang
berasal dari zaman kuno. Nama-nama kampong mana di kota Malang yang berasal
dari masa lampau tentu saja menjadi menarik perhatian.


Menguak
Kisah Desa Gadang Berusia 638 Tahun di Kota Malang. Travel.detik.com. 29 Januari
2023. Jakarta – Penelitian mengungkap riwayat desa Gadang di Kota Malang. Desa
ini rupanya sudah eksis sejak zaman kerajaan. Desa Gadang bagian kecamatan
Sukun. Sebelum 1987, wilayah Gadang merupakan ‘kelurahan’ dari kecamatan Kedung
Kandang. Dalam Staatblad No. 120 April 1883, desa Gadang masuk district Malang
Afdeeling Malang, Residenti Pasuruan. Tahun 1911, desa Gadang tercatat sebagai
onderdistrict di district Malang. Nama Gadang sendiri tertulis dalam Prasasti
Pamotoh (1198). Pada waktu itu desa Gadang masuk dalam ‘wisaya’ (wilayah
semacam kadipaten) Kanuruhan. Menurut Suwardono, desa Gadang dari prasasti
Gadang tahun 1307 Saka. Isi Prasasti Gadang berkenaan dengan penganugerahan
tanah sīma di desa Gadang. Anugerah tanah sīma di Gadang diberikan kepada tokoh
bernama Dhapunta Bulanawijaya guna kelangsungan bangunan suci candi. Peristiwa
itu dinyatakan dalam prasasti Gadang bertarih 3 kresnapaksa hari Was Kaliwuan
Soma wuku Wuyai bintang yoga Wrdhi tahun 1307 Śaka (Senin Kliwon 24 Juli 1385).
Bukti ini didukung laporan Maurenbrecher yang dimuat dalam Oudheidkundig
Verslag tahun 1923 dan laporan Crucq dalam Oudheidkundig Verslag tahun 1929
tentang batu-batu candi di punden makam ‘Mbah Djosari’ yang kini terdapat di makam
lama Jl Gadang Gg VI
(https://travel.detik.com/travel-news/)

Lantas bagaimana sejarah nama-nama kampong tua
di Malang? Seperti disebut di atas, sebagaimana di tempat lain, di kota Malang
sudah tentu ada nama kampong lama. Hanya saja seberapa tua. Dalam hal ini nama
kmpong tua di Malang boleh jadi ada yang memiliki hubungan dengan nama-nama
kampong tua di tempat lain, tidak hanya di Jawa, tetapi juga di pulau lain nun
jauh di Sumatra. Lalu bagaimana sejarah nama-nama kampong tua di Malang? Seperti
kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Nama-Nama Kampong Tua di Malang; Ada Nama Kampong Berasal
dari Zaman Kuno, Ada Nama Baru Semasa Hindia Belanda

Nama tempat di (wilayah) hari ini, haruslah
dibedakan, yang mana terbilang muda dan yang mana yang tua. Untuk menentukan
nama yang tua harus bermula di masa lampau, dan nama tempat tersebut masih
eksis hingga ini hari (apakah nama kampong, desa, kecamatan). Nama Malang yang
kini menjadi nama kota dan kabupaten, di masa lampau Malang adalah nama kampong
(negeri) yang kali pertama dilaporkan pada tahun 1665. Dalam hal ini, Malang
adalah nama lama, nama kampong tempo doeloe.


Dalam teks Negarakertagama (1365) tidak ditemukan nama tempat yang dapat
dihubungkan dengan nama yang eksis sekarang, apakah memiliki kemiripan nama
atau nama tempat yang disebutkan berada in situ. Dalam tek tersebut nama Malang
tidak disebut. Yang disebut adalah Damalang (apakah nama itu di Malang yang
sekarang atau di tempat lain tidaj begitu jelas). Sumber tertulis lainnya
tentang nama tempat di Malang hanya ditemukan dalam peta yang dibuat Francois
Valentijn pada tahun 1724. Dalam peta tersebut nama Malang diidentifikasi
sebagai nama suatu kampong, suatu kampong dimana kini Kota Malang berada.
Sekali lagi, nama Malang adalah nama lama. Satu nama lainnya yang diidentifikasi
dalam peta ini adalah Antang, yang tidak lain Ngantang pada masa ini sebagai nama
kecamatan di kabupaten Malang. Nama dua kampong inilah kemudian pada permulaan
Pemerintah Hindia Belanda dijadikan sebagai nama district, yakni District
Malang en Antang. Satu nama lagi yang disebut Bato (kini Batu).    

Nama tempat yang diidentifikasi dalam peta, atau
yang diberitakan tentu saja harus dianggap tidak hanya itu, namun masih banyak
nama-nama tempat yang ada, hanya saja kurang terinformasikan. Dengan kata lain
nama yang terinformasikan belum tentu yang pertama atau yang lebih tua dari
yang lainnya. Satu yang jelas, nama Malang, Antang dan Batu masih eksis pada
permulaan Pemerintah Hindia Belanda.


Pada peta pulau Jawa (Peta 1817), selain Malang, Antang dan Batu juga
diidentifikasi nama-nama Pananggungan, Gondang, Pakis, Bantur, Singosari, Karanglo
dan lainnya. Dalam hal nama Pananggungan, selain nama tempat juga nama gunung.
Nama Singosari, meski baru terindetifikasi dalam peta, sejatinya nama ini sudah
disebut dalam teks Negarakertagama (1365).

Dalam perkembangannya, wilayah administrai
pemerintahan semakin dipertegas, tidak hanya menarik batas-batas wilayah, juga
menetapkan dimana ibu kota berada untuk tingkat afdeeling dan district. Dalam
Almanak 1827 Residentie Pasoeroean (terdiri dari tiga afdeeling: Pasoeroean,
Bangil dan Malang), di wilayah (afdeeling) Malang, struktur pemerintahan dimana
Asisten Residen berkedudukan di Malang, yang juga didampingi pemimpin local,
bupati di Malang dan seorang pakhuis di Lawang.


Sementara fungsi-fungsi pemerintahan, dari waktu ke waktu terus
berkembang (Belanda maupun local), dalam Almanak `1867 Afdeeling Malang terdiri
dari tujuh distrik: Kota [Malang] terdiri dari 33 desa; Gondang Legi (95 desa);
Sengoro (85); Pakis (123); Penanggungan (121); Karangloo (135) dan Ngantang (63
desa). Semua nama-nama district tersebut sudah teridentifikasi pada Peta 1817.

Dalam Almanak 1912 nama-nama tempat terpenting di
afdeeling Malang adalah Singosari, Sisir (nama lain dari Batoe), Ngantang, Poedjon,
Kepandjen, Soember Poetjoeng, Pakisadji, Kedali Pajak, Boeloelawang, Gondanglegi,
Toeren, Wadjak, Pamotan, Toempang dan Pakis. Asisten Residen, Bupati dan Patih
berkedudukan di Malang (Kota), sedangkan wedana berkedudukan di Karanglo,
Penanggungan, Ngantang, Senggoeroh, Toeren, Gondang Legi dan Pakis. Di (district)
Malang Kota terdiri-dari empat wijk (kelurahan).


Berdasarkan Peta 1911, ibu kota district berada di Malang (juka ibu kota
afdeeeling), Singosari, Sisir/Batoe, Toempang, Boeloelawang, Kepandjen, Toeren
dan Ngantang.  Ini mengindikasikan jumlah
district telah bertambah (jika dibandingkan pada tahun 1867). Sementara itu
pada peta tersebut ibu kota onderdistrict antara lain di Gadang, Pakis, Djaboeng,
Gondang Legi, Soember Poetjoeng, Wadjak, Lawang, Poedjon dan Kedali.

Dari nama-nama desa yang diidentifikasi pada Peta
1911, terkesan ada nama-nama yang sudah tua, tidak hanya Malang, Antang dan
Bato dan Singosari, juga Pamotan, Kedali, Beoloe Lawang, Gondang, Pamotan, Djaboeng,
Penanggungan, Manggis, Soemboel, Singkil, Taloen, Lawang, Djoengkal, Gading dan Dahoe. Nama-nama
tersebut diduga nama asing atau nama kuno berasal dari era Hindoe Beodha. Mengapa?
Yang jelas karena perubahan lafal, pengaruh dialek ada juga nama lama berubah
bergeser namanya seperti Antang menjadi Ngantang, Bato menjadi Batu, Dahoe
menjadi Dau, Godang menjadi Gadang dan sebagainya.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Ada Nama Kampong Berasal dari Zaman Kuno, Ada Nama
Baru Semasa Hindia Belanda: Peta Kampong-Kampong Tua di Malang

Sebagaimana di artikel sebelum ini, wilayah Malang
adalah suatu cekungan di pegunungan (seperti cekungan Bandoeng), namun ada
perbedaan. Cekungan Bandoeng dilalui sungai Tjitaroem yang bermuara ke pantai
utara Jawa di Taruma (Nagara) (sekitar Batujaya, Karawang yang sekarang).
Sementara cekungan Malang dilalui sungai Brantas yang bermuara di pantai timur
Jawa melalui arah barat di Kediri. Dalam hal ini sungai Kediri atau sungai Brantas
seakan memutar, tiga perempat lingkaran, Artinya apa? Secara geomorfologis Malang
berada di hulu sungai (ekor) sedangkan kepala sungai di hilir berada di
Mojokerto/Bangil).


Dalam sejarah kerajaan-kerajaan, jika kerajaan Kediri sudah eksis, lalu
muncul kerajaan di Malang, pertanyaannya: Siapa yang membentuk kerajaan, apakah
garis keturunan dari Kediri (di sebelah barat, hilir sungai) atau para
pendatang melalu laut/pantai? Dalam hal ini (wilayah) Malang begitu dekat
dengan pantai di Bangil dan Pasoeroean. Tipologi ini terdapat di berbagai
tempat antara pedalaman vs pesisir. Jika diperhatikan secara spasial: Kediri
memiliki garis sentrupugal ke arah barat (katakanlah ke arah Mataram); sedangkan
Malang memiliki garis sentripugal ke pantai/pesisir. Dengan kata lain, di satu
sisi dapat diartikan bahwa (wilayah) Malang adalah wilayah pheri-pheri dari
Kediri; dan di sisi lain menjadi pertanyaan mengapa Kediri tetap menjadi
wilayah kerajaan agraris, sedangkan kerajaan-kerajaan di arah timurnya, dalam
hal ini kerajaan-kerajaan di wilayah Malang sebagai kerajaan-kerajan maritim.
Dalam konteks inilah kita berbicara kerajaan Kediri di masa lampau, kerajaan
Singhasari, kerajaan Majapahit di masa depan. Kerajaan Kediri satu hal,
kerajaan Singhasari hal lain, kerajaan Majapahit hal yang lain lagi.

Nama-nama kampong tua di (wilayah) Malang haruslah
dimulai dengan melakukan tracing dari era kerajaan-kerajaan kuno era Hindoe Boedha
(dari sudut pandang dari luar/maritim). Satu nama penting di Malang adalah nama
Singosari. Nama ini diduga kuat terhubung dengan kerajaan Singhasari di masa
lampau. Nama Singhasari juga dicatat dalam teks Negarakertagama (1365). Nama
kampong Singosari pada masa Pemerintah Hindia Belanda (kini nama kecamatan)
dihubungkan dengan keberadaan candi yang disebut candi Singosari. Disebutkan
candi ini dibangun pada abad ke-13 (sebelum era Majapahit).


Dalam tradisi lisan yang sekarang, di wilayah Malang, disebutkan
nama-nama kampong lama, yang mungkin lebih tua dari kampong Singhasari. Dalam
Prasasti Pamotoh (1198) disebutkan nama desa Gadang bagian ‘wisaya’ Kanuruhan (Kanjuruhan?). Isi prasasti berkenaan dengan penganugerahan tanah
sīma di desa Gadang. Anugerah tanah sīma di Gadang diberikan kepada tokoh
bernama Dhapunta Bulanawijaya guna kelangsungan bangunan suci candi.
Sementara itu Sri Digjaya Resi memberi
anugerah kepada Dyah Limpa berupa rumah dan tanah
. Prasasti ini ditulis oleh Mpu Dawaman di Talun. Lalu disebutkan Sri
Dingkas Resi memberi anugerah kepada Dyah Limpa, Dyah Mgat, Dyah Duhet dan Dyah
Rinami, masing-masing diberi tanah sima disertai hak-hak istimewa. Dyah Duhet
mendapatkan sima di Gonggang. Selain itu ada pemberian hadiah kepada rakyat
Pamotoh. Prasasti ditutup dengan kutukan bagi mereka yang melanggarnya. Disebutkan
bahwa salah seorang Rakryan Patang Juru yang bernama Dyah Limpa dan tinggal di
Gasek (kini sebuah dukuh di Desa Karangbesuki, Kota Malang) wilayah Pamotoh
mendapat hadiah tanah dari Sri Maharaja. Penyerahan ini diwakili oleh Rakryan
Pamotoh dan Rakryan Kanuruhan. Tanah yang dihadiahkan itu diantaranya tanah di
sebelah timur tempat berburu yang bernama Malang.

Ada satu fase peradaban di wilayah Malang, dimana
kerajaan Singhasari terhubung dengan (pantai timur) Sumatra. Schnitger (1936)
yang melakukan eskavasi candi-candi di Tapanuli Selatan, menyebutkan bahwa ada
hubungan yang erat antara kerajaan Singhasari dengan kerajaan-kerajaan di Tapanuli
Selatan di daerah aliran sungai Barumun (pantai timur Sumatra). Schnitger
menunjukkan ada persamaan satu candi di Singhasari dengan candi-candi di Padang
Lawas (Tapanuli Selatan). Candi apakah? Schnitger juga menyimpulkan bahwa raja
Singhasasri, Kertanegara adalah salah satu pendukung fanatik agama Boedha Batak
(Boedha sekte Birawa).


Jika kesimpulan-kesimpulan Schnitger, seorang arkeolog terkenal di Eropa,
dapat diterima maka nama-nama tempat di wilayah Malang, seperti Gadang, Talun,
Patang Juru, Pamotoh dan Gonggang memiliki kemiripan nama-nama yang ditemukan
di wilayah kawasan percandian Padang Lawas. Nama-nama gelar seperti Dhapunta (Bulanawijaya)
dan
Mpu (Dawaman) juga ditemukan dalam prasasti-prasasti yang terhubung dengan wilayah
Padang Lawas (ibu kerajaan kuno di Minanga/Binanga). Sejatinya gelar
Dhapunta/Mpu berasal dari Sumatra (besar dugaan Tapanuli Selatan). Tentu saja
nama-nama yang ditemukan lagi yang mirip dengan nama tempat di wilayah Tapanuli
Selatan, seperti yang disebut di atas antara lain tidak hanya nama Malang,
Antang dan Bato dan Singosari, juga Pamotan, Kedali, Beoloe Lawang, Gondang, Djaboeng,
Penanggungan, Manggis, Soemboel, Singkil, Taloen, Lawang, Djoengkal, Gading dan
Dahoe/Dau. Apakah nama-nama tempat yang begitu banyak di dua wilayah yang
berjauhan ini hanya serba kebetulan?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Propaganda Jepang dalam bentuk kisah dengan lukisan (2)

Detik-Detik Dramatis Gubernur Anies Bantu Evakuasi Warga Jakarta yang Kecelakaan di Tol

10+ objek wisata terkenal di yogyakarta

Iklan

Recommended Stories

Kota Mamasa

09.06.2014

Apa Makna Mulazamah dengan Guru?

22.12.2021

MENGGANGGU TETANGGA DOSANYA BESAR DAN BERLIPAT GANDA

26.09.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?