Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Surakarta (32): Sekolah Menengah AMS di Surakarta dan Armijn Pane; Sekolah Menengah HBS dan AMS di Hindia Belanda

Tempo Doelo by Tempo Doelo
12.01.2023
Reading Time: 13 mins read
0
Sejarah Surakarta (32): Sekolah Menengah AMS di Surakarta dan Armijn Pane; Sekolah Menengah HBS dan AMS di Hindia Belanda
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surakarta/Solo dalam blog ini Klik Disini  

Jauh di masa lampau, pada era Pemerintah
Hindia Belanda sudah terbentuk sekolah menengah Eropa (HBS) seiring dengan kemajuan
yang dicapai sekolah-sekolah dasar Eropa (ELS). Paralel dengan itu dilakukan
perluasan dengan membentuk sekolah dasar Belanda-Pribumi (HIS) yang kemudian
dibentuk sekolah menengah umum (AMS). Lulusan sekolah HBS dan sekolah AMS dapat
melanjutkan Pendidikan ke tingkat perguruan tinggi (universitas). Di Soerakarta
tidak ada HBS, tetapi kemudian didirikan AMS. Salah satu siswanya yang terkenal
adalah Armijn Pane.


Algemene
Middelbare School Solo 1925-1932: Portrait of the First Multicultiral Education
in Indonesia. Heri Priyatmoko (Paramita: Historical Studies Journal (Vol 32,
Number 2, 2022). Enam dekade silam, Muhammad Yamin bersama kaum cerdik
pandai lainnya mewujudkan impian pribumisasi historiografi Indonesia dalam
forum Seminar Sejarah Nasional Indonesia I. Pengetahuan tentang sejarah
Nusantara diperoleh Yamin tatkala duduk di Algemmene Middelbare School (AMS)
Solo. Di sini pula, perspektif siswa diperluas dengan pandang–an dari sudut
Islam, Hindu, dan Buddha lantaran mereka dicekoki kebudayaan Indonesia yang
terbentuk dari percampuran antara unsur budaya Islam, Hindu, dan Buddha. Tidak
lupa mempelajari juga kesusasteraan Jawa dan Melayu dengan guru Raden
Tumenggung Yasawidagda. Pada era 1926, tercatat sekolahan ini sudah memperoleh
murid lebih dari 100 orang. Mereka berasal dari Ambon, Batak, Padang, Aceh,
Betawi, Priyangan, Madura, Sumatra, Bali, dan Jawa bagian tengah, serta
kelompok Tionghoa dan Belanda. Fakta historis tersebut menujukkan bahwa AMS
Solo merupakan sekolah favorit kala itu, setidaknya terdengar sampai ke luar
Jawa. Sekolah pertama di Indonesia yang mengajarkan pendidikan multikultural
ini melahirkan banyak tokoh terkemuka di kemudian hari seperti Dr. Prijono, Dr
Tjan Tjoe Siem, Armijn Pane, Amir Hamzah, Ahdiat K. Mihardja, Prof. Mr.
Kusumadi, Prof. Ali Afandi dan lainnya. Makalah ini bertujuan untuk
mendiskusikan model pembelajaran di AMS Solo yang berbasis keragaman budaya,
profil para guru hebat di AMS yang berhasil menelurkan sederet tokoh bangsa,
serta respon pemerintah kolonial Belanda dan kerajaan pribumi
(https://journal.unnes.ac.id/)

Lantas bagaimana sejarah sekolah menengah AMS
di Soerakarta dan Armijn Pane? Seperti disebut di atas di Soerakarta tidak ada
sekolah HBS (hanya ada terdekat di Semarang), lalu dalam perkembangannya
didirikan AMS dimana salah satu siswanya adalah Armijn Pane. Dalam hal inilah
kita berbicara sekolah HBS dan AMS pada era Pemerintah Hindia Belanda. Lalu
bagaimana sejarah sekolah menengah AMS di Soerakarta dan Armijn Pane? Seperti
kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Sekolah Menengah AMS di Soerakarta dan Armijn Pane;
Sekolah HBS dan AMS era Pemerintah Hindia Belanda

Sekolah menengah AMS di Soerakarta dibuka pada tahun
1925 (lihat De nieuwe vorstenlanden, 05-07-1926). Disebutkan pagi ini sekolah
AMS di Soerakarta dibuka dengan jumlah terdaftar sebanyak 90 siswa. Sekolah ini
dimulai dalam bentuk studi bahasa Jawa, sastra menurut hasil dan metode ilmiah
terkini (A1, Departemen Sastra Oriental).


Persiapan pembukaan sekolah baru AMS di Jogja sudah dimulai (De
locomotief,   04-01-1919). AMS Jogja akan
dibuka tanggal 2 Juli `1919 (
De locomotief, 18-03-1919). AMS di Jogjakarta sudah dibuka (De locomotief, 22-08-1919). Lulusan pertama tahun
1922 (lihat De expres, 11-05-1922). Disebutkan dari 32 siswa yang mengikuti
ujian sebanyak 31 lulus. Lulusan memiliki hak sama dengan HBS. Mereka itu diterima
di AMS melalui MULO dari sekolah dasar HIS, HCS dan ELS. Mereka berasal dari
keluarga diantaranya orang Jawa, Sunda, Sumatera, Minahasber, Amboiner, Cina
dan Eropa. 21 dari 31 lulusan akan melanjutkan studinya; n.1. 12 untuk insinyur
sipil, 2 untuk insinyur pertanian di Wageningen, 2 untuk studi Indologi di
Leiden, 1 untuk bahasa Oriental, juga m Leideji, 2 untuk doktor di Utrecht, 2
untuk filsafat di Amsterdam dan 2 untuk surveyor tanah. Untuk kursus baru
A.M.S. 73 siswa telah mendaftar

Tunggu deskripsi lengkapnya

Sekolah HBS dan AMS era Pemerintah Hindia Belanda: AMS
Solo 1925-1932

Setelah menyelesaikan sekolah
dasar HIS (berbahasa Belanda) di Padang Sidempoean tahun 1920, Sanoesi Pane
melanjutkan ke sekolah MULO di Batavia. Lalu pada tahun 1923 Armijn Pane
menyelesaikan sekolah dasar ELS di Sibolga melanjutkan studi ke STOVIA di
Batavia. Pada tahun 1926 Arm
ijn Pane
lulus ujian transisi di STOVIA naik dari kelas dua ke kelas tiga tingkat
persiapan (lihat De Indische courant, 14-05-1926).
Catatan: Sanoesi Pane dan Armijn Pane lahir di
Afdeeling Padang Sidempoean, Residentie Tapanoeli.


Satu kelas dengan Armijn Pane antara lain Mas Samadikoen, R Mohamad Roem,
Tjan Joe Hok, nona RR Siti Kamsiah. Sementara di bawah mereka satu tahun antara
lain Soleiman Siregar, Mas Santoso dan Pang Siregar. Sedangkan di atas mereka
satu tahun antara lain Abdoel Abbas Siregar. Assaat, Abdoel Moerad dan Djaidin
Poerba. Armijn Pane dan teman satu kelas yang disebut di atas, pada tahun 1927
lulus ujian transisi (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 12-05-1927.
Demikian juga kakak mereka yang disebut di atas.

Pada tahun 1927 ini  Armijn Pane, Mohamad Roem serta kakak kelas mereka Abdoel Abbas
Siregar dan Assaat tidak melanjutkan studi di STOVIA. Armijn Pane melanjutkan
studi  (transfer) ke NIAS di Soerabaja.
Sementara Mohamad Roem, Abdoel Abbas Siregar dan Assaat transfer ke AMS
Afdeeling B (MIPA) di Weltevreden 
(Batavia).


Mohamad Roem di kelas empat sedangkan Abdoel Abbas Siregar dan Assaat di
kelas lima. Pada tahun 1928 ketiganya lulus ujian transisi, Mohamad Roem naik
kelas ke kelas empat sedangkan Abdoel Abbas Siregar dan Assaat naik kelas enam
(lihat Bataviaasch nieuwsblad, 05-05-1928).

Armijn Pane naik kelas dua di
NIAS (lihat De Sumatra post, 22-08-1928). Armijn Pane tidak melanjutkan studi
di NIAS, tetapi diterima di AMS Solo Afdeeling Letter. Pada tahun 1929 Armijn
Pane lulus ujian transisi di AMS Solo naik dari kelas empat ke kelas lima
(lihat De nieuwe vorstenlanden, 04-05-1929).


AMS Soerakarta yang dibuka pada tahun 1925, pada tahun 1928, saat Armijn
Pane diterima, usia sekolah baru tiga tahun. Sementara itu sekolah AMS sudah
ada di berbagai tempat seperti di Jogjakarta, Batavia, Bandoeng, Malang dan di
Soerakarta. Ada perbedaan antara AMS Soerakarta dan AMS Jogjakarta. Di AMS
Soerakarta secara khusus bidang bahasa dan sastra. Armijn Pane di Solo pada
tahun 1930 menjadi pengurus Indonesia Moeda cabang Solo.

Pada tahun 1930 Armijn Pane lulus ujian naik dari
kelas lima ke kelas enam di AMS Soerakarta (lihat
De locomotief, 06-05-1930). Akhirnya Armijn Pane
lulus ujian akhir di AMS Soerakarta (lihat De locomotief, 22-05-1931). Disebutkan
ujian akhir di AMS Soerakarta lulus 11 siswa dari 12 siswa yang mengikuti
ujian.


Pada tahun 1931 ini, salah satu majalah budaya, Timboel yang diterbitkan
Soerakarta redakatunya adalah Mr M Singgih dan Sanoesi Pane (abang dari Armijn
Pane). Majalah Timboel terbit pertama pada tahun 1927 (lihat De Indische
courant, 12-01-1927). Sanoesi Pane juga adalah guru di sekolah guru di Lembang
(Preanger). Sanoesi Pane pernah studi ke India tahun 1928-1929. Sanoesi Pane
berangkat ke India segera setelah Kongres Pemuda 1928. Sanoesi Pane adalah
seorang nasionalis yang juga menjadi penasehat kebudayaan Ir Soekarno. Pada
tahun 1931 ini Sanoesi Pane diundang berbicara dalam Kongres Boedi Oetomo di Gedung
PPPKI di Batavia (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 07-04-1931).
Disebutkan pada hari Minggu pagi pertemuan umum kedua berlangsung. Sanoesi Pane
berbicara selama tiga jam. Inti yang dibicarakan Sanoesi Pane berkisar tentang
kebebasan yang hanya dapat dilakukan melalui perjuangan nasional untuk mencapai
cita-cita kemerdekaan. Dalam kongres ini disebutkan telah terpilih pengurus
baru sebagai berikut: Ketua RMAA Koesoemo Oetoyo (anggota Volksraad), Wakil
Ketua RM Woerjaningrat; sekretaris pertama Mr. Singgih, Sekretaris II RM
Soetedjo; Bendahara Pinandjojo, dan Komisaris: Wongsonegoro, Mr.
Sastromoeljono, Soekardjo, dan RM Margono (kakek Prabowo Soebianto). Catatan:
Boedi Oetomo saat ini belum memiliki visi nasional (masih bersifat kedaerahan, sesuai
statute hanya ruang lingkup Jawa, Madoera, Bali dan Lombok).

Seperti kita lihat nanti Armijn Pane termasuk salah
satu lulusan AMS Soerakarta yang memiliki karir sesuai studinya di AMS
Soerakarta sebagai sastrawan terkenal.
Pada tahun 1933 Soetan Takdir
Alisjahbana (redaktur di Balai Poestaka) dan Armijn Pane (redaktur surat kabar Soeara
Oemoem Soerabaja) mendirikan majalah kesusastraan Poedjangga Baroe. Satu yang
penting hasil terjemahan Armjin Pane adalah menerjemahkan buku tentang RA
Kartini dari bahasa Belanda ke bahasa Melayu.


Bagaimana dengan Sanoesi Pane? Satu yang jelas ada permasalahan di tubuh
administrasi mejalah Timboel di Solo. Hal itu telah menyebabkan Mr Singgih dan
Sanoesi Pane tidak nyaman. De locomotief, 04-04-1932 memberitakan bahwa di
jajaran redaksi majalah Timboel karena ada masalah, jajaran redaksi yang dulu
dilakukan oleh bapak Singgih dan Sanoesi Pane, kini hanya tinggal sendiri dilakukan
oleh Sanoesi Pane saja. Tampaknya Sanoesi Pane juga akhirnya hengkang. Surat
kabar De koerier pada edisi hari yang sama nama mereka berdua sudah diklaim
oleh majalah yang akan diterbitkan kembali di Bandoeng, Soeloeh Indonesia
Moeda. Pemimpin redaksi majalah gerakan kemedekaan Indonesia ini adalah Ir Soekarno.
Dalam jajaran redaksi termasuk Sanoesi Pane dan Mr Singgih. Juga dalam daftar
tersebut antara lain MH Thamrin, Mr Ali Sastroamidjojo, Dr Soetomo, Ir Anwari,
Mr Sartono, Dr Sjamsi Widagda, Ph.D, Ki Hadjar Dewantara, Drs Mohamad Hatta, Soewandi
dan Soetan Sjahrir. Catatan: Ir Anwari adalah lulusan AMS Jogjakarta yang
melanjutkan studi ke THS Bandoeng; Soetan Sjahrir lulusan AMS Bandoeng;
sementara Ir Soekarno lulusan HBS Soerabaja, Mohamad Hatta lulusan HBS di PHS
Batavia dan Soewandi lulusan HBS di KW III S di Batavia dan Ali lulusan HBS
Semarang.

Armijn Pane, lulusan AMS Soerakarta yang juga pernah
menjabat sebagai pengurus organisasi pemuda Indonesia Moeda di Solo mulai
terjun ke bidang perjuangan. Tidak seperti abangnya Sanoesi Pane yang berada di
jalur perjuangan politik, Armijn Pane berjuang dengan bidang kesusastraan
Indonesia. Hal itulah yang kemudian menarik perhatiannya menerjemahkan buku RA
Kartini dengan judul Habis Gelap, Terbitlah Terang. Para pemuda sebayanya dan
adik-adik kelas sekampongnya dari Tapanoeli yang studi di Batavia juga mulai
tersiar berita dimana mereka yang tergabung dalam klub catur telah mampu
mengalahkan klub catur terkuat di Batavia, Schaakmat (yang hampir semua anggotanya
pemuda-pemuda Belanda). Singkat kata: dalam semua bidang para pemuda terpelajar
Indonesia bangkit.


Koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 04-04-1932,
melaporkan bahwa pada hari Kamis pukul 20:00 di klub Mr. Cornelis di Batavia
telah dilangsungkan pertandingan persahabatan antara klub catur “Satoer
Batak.” dengan tim dari “Mr Cornelis”, Tim dari klub Mr.
Cornelis juga diperkuat beberapa pemain dari Schackmat, Kramat. Dalam
pertandingan beregu ini terdapat sebanyak 20 partai (20 vs 20 pecatur).
Berikutnya, koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 05-04-1932,
melaporkan pertandingan persahabatan beregu antara klub De Pion dengan klub
‘Satoer Batak’ yang terbagi dua kelompok. Kelompok pertama berakhir imbang, dan
kelompok kedua dimenangkan oleh ‘Satoer Batak’. Selanjutnya, koran Het nieuws
van den dag voor Nederlandsch-Indië, 12-04-1932 juga kembali melaporkan
pertandingan yang dilakoni tim ‘Satoer Batak’. Pertandingan pertama antara
Schaakmat melawan ‘Satoer Batak’. Tim Satoer Batak memiliki tiga kali dalam
kemenangan gemilang. Pertandingan kedua ‘Satoer Batak’ melawan tim De Pion,
yang mana tim ‘Satoer Batak’ menang dengan skor 15-7. Koran Soerabaijasch
handelsblad, 29-04-1932 yang terbit di Surabaya, melaporkan pertandingan yang
dilangsungkan pada 19 April antara dua klub terkuat di Batavia, yakni Schaakmat
vs ‘Satoer Batak’. Pertandingan yang diselenggarakan di KSB itu dipadati oleh
penonton yang datang berbondong-bondong, yang ingin mengikuti permainan dua
klub itu. Pada partai-partai awal banyak pemain Schaakmat ‘dibantai’ yang mana
tim ‘Satoer Batak’ leading dengan memimpin 6-0. Urutan pertandingan dimulai
dari jagoan sampai yang lemah (seperti beregu dalam bulutangkis).

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Tujuh Jalan di Jakarta Ini Berdaya Tarik Wisata, 2 di Antaranya Pernah Berjaya

Gempuran Jepang atas armada Sekutu di Selat Gaspar, 15 Februari 1942

Iklan

Recommended Stories

Kota Pariaman

04.09.2013

Fiqh Su’ur & Awani

08.12.2013

Hanung Bramantyo Sabet Sutradara Terbaik JAFF – Indonesian Screen Awards 2018

05.12.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?