Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Surakarta (29): Awal Surat Kabar di Soerakarta dan Surat Kabar Bromartani; Pers Berbahasa Belanda, Berbahasa Melayu

Tempo Doelo by Tempo Doelo
11.01.2023
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surakarta/Solo dalam blog ini Klik Disini  

Surat kabar sudah ada sejak era VOC, tetapi kesinambungannya
baru terjadi pada era Pemerintah Hindia Belanda. Sejak era Gubernur Jenderal
Daendels (1809-1811) surat kabar berbahasa Belanda terus eksis, hanya disela
beberapa tahun pada era pendudukan Inggris (1811-1816) dengan surat kabar
berbahasa Inggris. Artikel-artikel dalam blog ini banyak menggunakan data dan
informasi yang berasal dari surat kabar berbahasa Belanda/Inggris tersebut. Tentu
saja kemudian surat kabar berbahasa Melayu. Bagaimana dengan surat kabar
berbahasa daerah seperti bahasa Jawa? 


Terbit
1855 dan Beraksara Jawa, Inilah Surat Kabar Pertama di Kota Solo
. Solopos.com, SOLO — Solo
menjadi salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam sejarah pers
nasional. Kota Solo disebut sebagai kota pertama yang memunculkan koran lokal
modern. Hal tersebut disampaikan penulis buku Sarekat Islam Surakarta
1912-1923, Adityawan Suharto. Dia mengatakan sekitar 1849, sudah muncul surat
kabar Bromartani. Ada pula yang menyebutkan, surat kabar berbahasa dan
beraksara Jawa tersebut terbit kali pertama di Solo pada 1855. “Tapi masih ada
campur tangan Belanda. Kemudian di Batavia ada Bintang Timoer, Bintang Barat.
Kemudian mulai tumbuh subur sejak kemunculan Djawi Kando pada sekitar 1895.
Pertama milik orang Belanda tapi sudah mulai berbahasa Melayu”. “Kalau koran
pribumi asli, ya semenjak Sarekat Islam itu, yang pertama adalah [surat kabar]
Sarotomo milik SI [Sarekat Islam] yang kantornya di Purwosari,” kata dia, Sabtu
(16/10/2021). Dia mengatakan untuk menunjukkan eksistensi SI saat itu, munculah
koran Sarotomo. “Itu adalah koran pertama kali SI sekitar April 1912, sayangnya
saya tidak menemukan bukti [terbitan] perdana yang asli dari Sarotomo. Saya
hanya menemukan di 1914,” lanjut dia. Baru setelah itu muncul surat kabar lain
seperti Doenia Bergerak, Islam Bergerak dan sebagainya. Bukan hanya itu,
menurut Adityawan, Solo menjadi kota yang memunculkan koran Islam modern, yakni
Medan Moeslimin. Menurut Adityawan, koran atau surat kabar saat itu memiliki
dua bentuk. Ada yang bentuknya sebagai opini, bukan seperti berita pada
umumnya. Kemudian kedua koran dengan sasaran pembaca adalah para tokoh di zaman
itu. Saat itu koran merupakan bentuk identitas kelompok. Bahkan saat itu di
Solo juga ada kelompok wartawan Indlandsche Journalisten Bond (IJB) yang
berkantor di daerah Purwosari. Kelompok tersebut mengumpulkan wartawan-wartawan
dari berbagai surat kabar untuk mengkritisi pemerintah dengan nama anonym
(https://www.solopos.com/)

Lantas bagaimana sejarah surat kabar di
Soerakarta dan surat kabar Bromartani? Seperti disebut di atas, kehadiran surat
kabar di Indonesia (baca: Hindia Belanda) sudah ada sejak era VOC. Seperti kita
lihat nanti, pada tahun 1897 seorang jurnalis pribumi Saleh Harahap gelar Dja
Endar Moeda menyatakan bahwa pendidikan dan jurnalistik sama pentingnya,
sama-sama mencerdaskan bangsa. Lalu bagaimana sejarah surat kabar di Soerakarta
dan surat kabar Bromartani? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Surat Kabar di Soerakarta dan Surat Kabar Bromartani;
Pers Berbahasa Belanda, Pers Berbahasa Melayu

Pada tahun 1855 terbit pertama surat kabar
(mingguan) berbahasa Jawa di Soerakarta dengan edisi pertama pada tanggal 25
Januari 1855 (lihat Javasche courant, 10-02-1855). Disebutkan mingguan tersebut
diterbitkan Hartevelt en Co atas izin surat kabar (harian) Javaansche Courant.
Launching surat kabar mingguan ini sudah diberitakan surat kabar Javaansche
Courant edisi 20 Desember 1854.


Surat kabar berbahasa Melayu pertama kali terbit di kota Surabaya. Surat
kabar ini terbit kali pertama tahun 1856 bernama Soerat Kabar Bahasa Melaijoe
(lihat Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie,
15-03-1856). Pada tahun yang sama (1856) juga terbit surat kabar berbahasa Melayu
bernama Bintang Oetara (lihat Nieuwe Rotterdamsche courant: staats-, handels-,
nieuws- en advertentieblad, 18-02-1856). Surat kabar Bintang Oetara diduga
diterbitkan di Kota Padang. Pada masa ini surat kabar berbahasa Belanda antara
lain, selain Javaansche Courant (sejak 1828), Samarangsch advertentie-blad (sejak
Januari 1950, dan Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor
Nederlandsch-Indie (sejak 1852).

Dalam terbitan percobaan di Soerakarta 18| Januari 1855 disebutkan bahwa penerbitan didasarkan atas
dorongan berbagai pihak terutama pemerintah, lalu percetakan
Hartevelt en Co di Soerakarta, memutuskan, dengan bekerjasama dengan CH Winter Sr dan GW Winter dengan lisensi dari
penerbit
Javaansche Courant dan meminta kepada Soesoehoenan untuk memberikan nama surat kabar mingguan
tersebut (Bromartani, artinya reporter). Selanjutnya diketahui bahwa harga
berlangganan selama setahun sebesar f12.


Bromartani adalah surat kabar berbahasa dan beraksara Jawa yang terbit
pertama kali di Surakarta pada 29 Maret 1855. Surat kabar ini adalah surat kabar
pertama yang berbahasa Jawa dan merupakan satu surat kabar terawal yang terbit
dalam bahasa selain bahasa Belanda di Hindia Belanda. Bromartani terbit
mingguan setiap hari Kamis dan dicetak oleh perusahaan Harteveldt & Co.
Adanya surat kabar Bromartani ini kemudian memicu penerbitan surat kabar dan
buku-buku berbahasa selain Belanda setelahnya. Bromartani menggunakan bahasa
krama inggil dan menjadi bahan pegangan untuk para siswa yang sedang belajar di
Institut Bahasa Jawa. Surat kabar ini ditopang oleh Pakubuwana VII dan
berisikan berita-berita, ilmu alam, pengumuman pemerintahan, pertanian, cerita,
jadwal kereta api, dan kejadian-kejadian mancanegara. Surat kabar ini juga
pernah meliput secara terperinci acara pengangkatan Sultan Ngayogjakarta
Hadiningrat, Hamengkubawana VI (Wikipedia)

Edisi pertama Bromartani pada tanggal 28 Maret 1855.
Tidak diketahui apakah ada kendala dalam penerbitan selanjutnya, tetapi
diinformasikan surat kabar mingguan Brotomartani berhenti pada tahun 1856 (tidak
terinformasikan bulan apa). Seperti kita lihat nanti, surat kabar mingguan Bromartani
diterbitkan kembali.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pers Berbahasa Belanda, Pers Berbahasa Melayu: Pers
Berbahasa Daerah

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Surakarta (30): Sejarawan Surakarta dan Ahli Sejarah Berbasis Data;Perang Jawa 1746-1755 dan Perang Jawa 1825-1830

Punya Rencana Jelajah Papua 2023? Ini Pilihan Wisata dan Aktivitasnya

Iklan

Recommended Stories

Bank Mandiri KCP Pademangan Jakarta

30.12.2015

Resep Ayam Kecap Wijen Masak Bumbu Jahe

28.07.2016

Peta Jakarta dari abad ke-17/18: Satu basis tiga versi (2)

10.03.2025

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?