Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Surakarta (2): Geomorfologi Kota Surakarta, Suatu Danau Besar Zaman Kuno? Bengawan Solo, Air Mangalir Sampai Jauh

Tempo Doelo by Tempo Doelo
28.12.2022
Reading Time: 8 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surakarta/Solo dalam blog ini Klik Disini

Beberapa kota pedalaman di Indonesia memiliki
persamaan seperti Bandung dan Surakarta. Sepintas mirip kota-kota di pantai.
Yang membedakan kedua kota wilayah Bandoeng berada di ketinggian (dingin) dan
wilayah Surakarta di kerendahan (hangat). Sungai yang mengalir di tengah kota
Bandoeng, sungai Citarum mengalir ke pantai utara Jawa; sungai yang mengalir di
tengah kota Soerakarta, sungai Solo mengalir ke pantai timur Jawa. 


Surakarta
terletak di dataran rendah di ketinggian 105 m dpl dan di pusat kota 95 m dpl,
Surakarta 65 km timur laut Yogyakarta, 100 km tenggara Semarang dan 260 km
barat daya Surabaya, dikelilingi gunung Merbabu (tinggi 3145 m) dan Merapi
(tinggi 2930 m) di bagian barat, dan gunung Lawu (tinggi 3265 m) di bagian
timur. Tanah di sekitar kota subur karena dikelilingi oleh Bengawan Solo,
sungai terpanjang di Jawa, serta dilewati oleh Kali Anyar, Kali Pepe, dan Kali
Jenes. Mata air bersumber dari lereng gunung Merapi. Ketinggian rata-rata mata
air adalah 800-1.200 m dpl. Tanah di Solo bersifat pasiran dengan komposisi
mineral muda yang tinggi sebagai akibat aktivitas vulkanik Merapi dan Lawu.
Komposisi ini, ditambah dengan ketersediaan air yang cukup melimpah,
menyebabkan dataran rendah subur. Dermaga sungai Bengawan Solo di Mojo/Silir.
Wilayah kota berbatasan di utara dan timur kabupaten Karanganyar, di selatan
kabupaten Sukoharjo; di barat Colomadu, Karanganyar dan kabupaten Boyolali
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah geomorfologi kota
Surakarta, suatu danau besar zaman kuno? Seperti disebut di atas, wilayah
Surakarta berada di dataran rendah yang datar diantara gunung Merapi dan gunung
Lawu dimana sungai besar mengalir. Bagaimana kisah sungai bengawan Solo? Yang
jelas air mangalir sampai jauh. Lalu bagaimana sejarah geomorfologi kota
Surakarta, suatu danau besar zaman kuno? Seperti kata ahli sejarah tempo
doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan
wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti
catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Geomorfologi Kota Surakarta, Suatu Danau Besar Zaman
Kuno? Bengawan Solo, Air Mangalir Sampai Jauh

Tunggu deskripsi Sungai (Bengawan) Solo, airnya mengalir sampai jauh.
Begitu jauhnya menjadi semacam kiasan untuk menyatakan sungainya terpanjang di
(pulau) Jawa. Namun sungai Bengawan Solo pada zaman kuno tidak sejauh yang
sekarang. Konon, muara sungai Bengawan Solo masih di Bojonegoro atau di Cepu. Boleh
jadi di Ngawi. Mengapa?


Manusia tertua di Jawa ditemukan di Trinil, Ngawi dengan penemuan fosil yang
disebut Pithecanthropus erectus. Oleh karena itu peradaban awal (mirip) manusia
yang ditemukan tidak terlalu jauh di pantai. Manusia tertua lainnya, masih di
Jawa, fosil yang ditemukan sebelah utara Kota Solo (Sangiran).

Kita tidak sedang membicarakan manusia purba, tetapi
tentang wilayah Surakarta sejak zaman purba hingga era Pemerintah Hindia Belanda.
Dalam hal ini sungai Bengawan Solo bermula di wilayah Surakarta dimana hulunya
berada di lereng gunung Lawu dan lereng gunung Merapi. Dua sumber air yang
bertemu di wilayah Surakarta yang ke arah hilir membentu sungai (bengawan)
Solo. Diantara dua cabang sungai Bengawan Solo inilah Kota Surakarta yang
sekarang (secara geomorfologi di suatu tanjong).


Sungai (bengawan) Solo yang sekarang sebenarnya tidak alamiah lagi. Sudah
dirusak pada era Pemerintah Hindia Belanda. Begian hulu sungai bengawan Solo di
Surakarta telah dibangun kanal sehingga ada beberapa ruas sungai di wilayah
Surakarta menjadi sungai mati. Kanal-kanal ini dibangun untuk mengendalikan
banjir, drainase dan pembentukan kanal-kanal cabang untuk kebutuhan perkebunan
tebu. Sementara itu pada tahun 1881 muara sungai bengawan Solo di Sidajoe
dirusak dengan membangun kanal, membelokkan arah sungai bengawan Solo ke Selat
Madura menjadi kea rah Laut Jawa. Pembangunan kanal hilir (muara) sungai bengawan
Solo ini selain untuk mengendalikan banjir dan drainasi (pembentukan lahan
pertanian baru) juga untuk meminimalkan dampaknya bagi navigasi pelayaran di
selat Madura (sedimentasi dan penyempitan selat). Dengan pembangunan kanal di muara
ini sungai bengawan Solo menjadi semakin panjang lagi. Oleh karena itu secara
alamiah, sungai bengawan Solo mengalir sampai jauh tidak sepenuhnya benar.

Gunung Merapi jelas gunung berapi aktif, gunung Lawu
juga adalah gunung api yang aktif di masa lampau. Letusan dua gunung ini di
masa lampau telah memberi pengaruh pada permukaan tanah (topografi) di wilayah
Surakarta. Dua cabang sungai yang bertemu di wilayah Surakarta menjadi sebab
kawasa Surakarta di masa lampau kerap banjir (tergenang).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Bengawan Solo, Air Mangalir Sampai Jauh: Gunung Merapi
dan Gunung Lawu

Sungai (bengawan) Solo dari masa ke masa semakin
memanjang ke arah timur adalah satu hal. Suatu hal yang disebabkan karena ada kejadian-kejadian
besar di bagian hulu sungai di wilayah pedalaman. Hal lain yang menjadi
perhatian adalah bagaimana situasi dan kondisi di wilayah pedalaman sendiri di
sekitar pertemuan dua sungai besar (di wulayah Surakarta) yang berhulu di gunung
Merapi dan gunung Lawu.


Secara geomorfologis diduga kuat sangat signifikan karena dampak yang
ditimbulkan oleh gunung Merapi dan gunung Lawu. Awalnya dampak letusan gunung Merapi
mengarah ke wilayah Surakarta. Ini dapat diperhatikan dari bentuk lereng-lereng
gunung Merapi yang membentuk celah-celah besar di sebelah timur (Boyolali/Sukoharjo/Surakarta).
Kurang lebih serupa dari dampak gunung Lawu yang mana arah dampak letusan
mengarah ke utara (wilayah Surakarta). Hal itu boleh jadi wilayah Surakarta pada
awalnya tidak aman (gunung api) dan tidak nyaman (banjir) sehingga tidak
menjadi wilayah hunian popopulasi pendduduk. Ini juga dapat diperhatikan dalam
sebaran candi-candi tua di seputran gunung Merapi berada di barat (Borobudur
dan lainnya di wilayah Magelang) dan di tenggara (Prambanan dan lainnya di
wilayah Klaten). Adanya candi di wilayah Surakarta diduga terbilang baru (setelah
aman; arah letusan gunung Merapi ke barat dan gunung Lawu menjadi tertidur) seperti
candi Sukuh di Karanganyar.

Wilayah Surakarta diduga kuat suatu wilayah yang
telah berkembang di masa lampau, tetapi kemudian ditingggalkan (karena sebab
alam dan kondisi alam yang tidak kondusif), tetapi dalam perkembangan
berikutnya sebagai wilayah perluasan (kerajaan Mataram) mulai berkembang.
Perkemmbangan yang nyata diduga baru dimulai pada era VOC/Belanda..

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Pura Mangkunegaran – Menikmati Bangunan dengan Perpaduan Nuansa Arsitektur Istana Jawa dan Eropa

Bolehkah Merayakan Hari Ibu ? Buya Yahya Menjawab

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (5)

Iklan

Recommended Stories

Keteladanan Rasulullah SAW Sebagai Suami

22.06.2011
Hukum Mencukur Jenggot Karena Pekerjaan

Hukum Mencukur Jenggot Karena Pekerjaan

25.02.2019
7 Perbuatan Jika Ada Pada Diri Anda, Berarti Termasuk Sombong

Kota Sungai Tabuk

15.10.2014

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?