Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Madura (27): Pasukan Madura Era Pemerintah HindiaBelanda;Pasukan Pribumi Pendukung Militer pada Era VOC/Belanda

Tempo Doelo by Tempo Doelo
10.12.2022
Reading Time: 7 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Madura dalam blog ini Klik Disini  

Jauh sebelum terbentuk pasukan Madura, sudah
sejak era VOC/Belanda ada pasukan pribumi pendukung militer VOC. Pasukan
pribumi ini antara lain berasal dari Ambonia, Ternate, Banda, Boeton, Makssar/Boegis.
Sementara itu militer VOC didatangkan dari berbagai negara yang terikat kontrak
seperti dari Belanda sendiri, Prancis dan Jerman. Pasukan pribumi yang berasal
dari berbagai wilayah atas dasar inisiatif para pemimpin local atau didukung
oleh para raja-raja. Pasukan Madura mulai muncul pada awal Pemerintah Hindia
Belanda.


Korps Barisan Madura adalah satu kesatuan militer
pada era Pemeirntah Hindia Belanda antara tahun 1831 dan 1929. Kesatuan ini
terdiri dari orang suku Madura. Bangkalan adalah basis utama pasukan. Pada awalnya
kesatuan ini di bentuk sebagai pembebasan pembayaran pajak oleh penguasa Madura
kepada pemerintah kolonial. Perannya cukup dominan dalam setiap peperangan yang
terjadi di Hindia. Ketika pemerintah kolonial Belanda berhasil mereorganisasi
berbagai kerajaan di wilayah Madura, barisan ini tetap dipertahankan. Pada
tahun 1891 ditetapkan sebagai Korps Barisan Madura di bawah kontrol langsung Pemerintah
Hindia Belanda. Pada strata sosial militer pada saat itu, prajurit barisan
dianggap sebagai abdi. Sedangkan jabatan perwira sampai letnan disebut
mantri-mantri barisan. Untuk mantri akan mendapat imbalan desa percaton dengan
tambahan keuntungan-keuntungan dari berbagai pelayanan tetap. Abdi barisan akan
mendapat sawah percaton dan upah. Orang Madura meskipun agresif, tapi tidak
senang berdinas militer seperti yang diharapkan Belanda. Perekrutan tentara
kolonial banyak yang menemui jalan buntu meskipun telah diiming-imingi berbagai
janji dan harta benda. Perbedaan yang mencolok antara barisan dan prajurit lain
adalah boleh tinggal di rumah bersama keluarga dan kegiatan latihan pun tidak
akan mengganggu kegiatan sehari-hari untuk bertani. Setelah barisan dibentuk
pada tahun 1831, barisan menjadi tradisi mengakar pada tiga kerajaan dan dapat
dijadikan sarana untuk melanggengkan kekuasaan bangsawan. Dalam barisan
terdapat tiga korps atau kesatuan, yaitu korps barisan Sumenep, korps barisan Pamekasan,
dan korps barisan Bangkalan. Ketiga barisan ini berada pada pengawasan langsung
Gubernur Jawa Timur. Setiap korps terdiri dari infanteris yang dipimpin
langsung oleh perwira Madura sendiri
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah pasukan Madura era Pemerintah
Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, itu baru muncul pada awal era
Pemerintah Hindia Belanda sebagai kelanjutan yang pernah ada sejak era
VOC/Belanda. Semua itu muncul karena bersifat situasional. Lalu bagaimana sejarah
pasukan Madura era Pemerintah Hindia Belanda? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pasukan Madura Era Pemerintah Hindia Belanda; Pasukan
Pribumi Pendukung Militer Era VOC/Belanda

Belum tuntas perang di Zuid Celebes antara
Pemerintah Hindia Belanda dan orang-orang Bone (Bonier), riak-riak penentangan
otoritas Pemerintah Hindia Belanda di (residentie) Jogjakarta muncul. Sementara
itu perang di pantai barat Sumatra juga masih berlanjut antara otoritas
Pemerintah Hindia Belanda dengan kaum Padri. Dalam Perang Bone pasukan pribumi
asal Madura (Soemanap) ikut berpartisipasi dengan pasukan pribumi setempat (pasukan
pribumi Makassar) untuk membantu militer Pemerintah Hindia Belanda (lihat Bataviasche
courant, 01-01-1825)


Setelah ekspedisi selesai, pasukan (termasuk pasukan Soemanap) di bawah
komandan Gen Maj. Van Geen berangkat ke Soerabaja (lihat Bataviasche courant, 13-05-1825).
Pasukan van Geen dengan kekuatan 1.100 infantri dan artileri serta 5.000 pasukan
pribumi asal Soemanap dan Makassar (lihat Bataviasche courant, 06-07-1825).

Situasi dan kondisi di Soerakarta dan Jogjakarta
menjadi semakin krisis.
  Pangeran
Diponegoro dan Pangeran Mangkoeboemi telah nyata menentang otoritas Pemerintah
Hindia Belanda dan telah meninggalkan ibu kota dan membujuk penduduk dimana-mana,
dengan hasutan-kekerasan, untuk mengadakan pemberontakan umum dengan perampokan
dan penjarahan. Pemerintah Hindia Belanda kemudian berkonsultasi dengan Soesoehan
Soerkarta. Kemudian Pemerintah Hindia Belanda membuat proklamasi atas
persetujuan Soesoehoenan Soerakarta dan Soeltan Jogjakarta untuk memulihkan
situasi dan kondisi yang menjadi subjek Diponegoro dan Mangkoeboemi. Proklamasi
ini ditandatangani oleh Hendrik Mercus de Kock, Kommandeur der Militaire Willems
Orde, Luitenant Generaal, Luitenant Gouverneur van Nederlansch Indie (lihat Bataviasche
courant, 03-08-1825).
 


Bataviasche courant, 24-08-1825: ‘Di Soerakarta berita baru saja diterima
tentang kedatangan korps pembantu Madura, yang tawarannya dibuat oleh Sultan
Madura, dan yang sampai saat itu berada di bawah perintah putra sulung Sultan
dan kerabat dekatnya akan menyeberang ke Jawa; sebaliknya, menurut laporan
terbaru dari berbagai warga, semua distrik pemerintahan masih sepi’.

Sepulang dari ekspedisi Bone, kemudian Maj General
van Geen dijamu oleh Gubernur Jenderal sebagai wujud penghormatan (lihat Bataviasche
courant, 07-12-1825). Dalam jamuan ini Pemerintah Hindia Belanda, memuji
Panembahan Soemenep karena pasukannya atas biaya sendiri dan menganugerahkan
bawahan yang setia, atas jasanya, suatu tanda pengakuan dan penghargaan khusus,
dan juga secara khusus menganugerahkan kepada penghargaan apa yang belum pernah
dilakukan sebelumnya kepada Panumbahan Madura dengan gelar Sultan. Sebelumnya
diketahui tentang Sultan Soemanap. Catatan: di pulau Madura (residentie Madura
en Soemanap) menjadi terdapat dua Sultan.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pasukan Pribumi Pendukung Militer Era VOC/Belanda:
Apakah Ada Berasal dari Madura?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Madura (28): Zending di Madura, Apa Orang Madura Harus Islam? Zending di Tapanuli, Tidak Semua Orang Batak Islam

Pengalaman Mampir di Rest Area SPBU Ngantang Kabupaten Malang

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?