Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Madura (16): Pelabuhan Kamal di Pantai Barat di Selat Madura Tempo Doeloe; Jarak Terpendek Bangkalan dan Surabaya

Tempo Doelo by Tempo Doelo
04.12.2022
Reading Time: 11 mins read
0
Ini Rahasia Hafalan Al-Qur’an Santri Krapyak di Luar Kepala
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Madura dalam blog ini Klik Disini  

Kamal bukanlah nama asli. Nama Kamaloedin
adalah nama asing. Nama (pelabuhan) Kamal diduga kuat berasal dari nama asing.
Ada nama (pelabuhan Kamal) di Batavia dan juga ada nama (pelabuhan) Kamal di (pulau)
Madura. Pelabuhan Kamal tempo doeloe di pulau Madura dirintis karena
kedekatannnya dengan pulau Jawa (jarak terpendek antara Bangkalan di pulau Madura
dan Sorabaja di pulau Jawa). Pelabuhan ini berkembang pesat pada era Pemerintah
Hindia Belanda. Namun kini, pelabuhan Kamal seakan mati suri. Mengapa? Jembatan
Suramadu telah memperpendek waktu perjalanan dari Bangkalan ke Surabaya (atau
sebaliknya). 


Pelabuah
Kamal adalah pelabuhan penyeberangan di kecamatan Kamal, kabupaten Bangkalan.
Pelabuhan ini menghubungkan pulau Madura dan pulau Jawa, yakni di Pelabuhan
Ujung di Kota Surabaya. Pelabuhan ini dikelola oleh PT ASDP. Sebelum
beroperasinya Jembatan Suramadu pada tahun 2009, pelabuhan Kamal merupakan
pintu gerbang utama keluar masuk ke pulau Madura. Pelayaran dari Pelabuhan
Kamal ke Pelabuhan Ujung Surabaya ditempuh sekitar 30 menit dengan kapal ferry
melintasi selat Madura. Sejak beroperasinya Jembatan Suramadu, pengguna
pelabuhan ini mengalami penurunan, hingga menyebabkan PT ASDP Ujung-Kamal di
ambang kehancuran. Pelabuhan ini mempunyai beberapa kapal, namun tidak sebesar
kapal-kapal feri Merak – Bakahueni atau Ketapang – Gilimanuk. Kapal yang
beroperasi namanya terkait dengan tokoh terkenal di Madura masa lampau seperti Jokotole,
Trunojoyo, Potre Koneng
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah pelabuhan Kamal di pantai
barat pulau Madura di selat Madura tempo doeloe? Seperti disebut di atas,
pelabuhan Kamal di Batavia adalah pelabuhan tua di pulau Madura. Suatu pelabuhan
di ujung barat pulau Madura yang memiliki jarak terpendek dengan pelabuhan
Oedjoeng di Soerabaja. Lalu bagaimana sejarah pelabuhan Kamal di pantai barat pulau
Madura di selat Madura tempo doeloe? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pelabuhan Kamal di Pantai Barat di Selat Madura Tempo
Doeloe; Jarak Terpendek Bangkalan dan Surabaya

Pada tahun 1837 Gubernur Jenderal Hindia Belanda berkunjung
ke (pulau) Madura (lihat
Leydse courant, 03-11-1837). Perjalanan ini dari Soerabaja ke Bangkalan melalui
(pelabuhan) Kamal. Jarak dari Kamal ke Bangkalan lima paal. Ini mengiudikasikan
bahwa Kamal adalah (salah satu) pelabuhan resmi di pulau Madura (yang cukup
dekat dengan kota Soerabaja).


Pada permulaan Pemerintah Hindia Belanda (pasca pendudukan Inggris),
berdasarkan Peta 1817 Kamal sudah mengindikasikan suatu jalur pelayaran
(pelabuhan). Namun dalam peta itu tidak diidentifikasi dengan nama Kamal.
Demikian juga belum ada indikasi dimana pelabuhan berada di (wilayah)
Soerabaja. Pada tahun 1830, pelabuhan di Soerabaja berada di dekat kantor
Resident Soerabaja (di sisi timur sungai Soerabaja, sekitar Jembatan Merah yang
sekarang). Besar dugaan perjalanan Gubernur Jenderal dari Soerabaja ke Madura
via pelabuhan Kamal, perlabuhan masih berada di dekat kantor Resident Soerabaja.
Catatan: Kanal Soerabaja belum terbentuk (kanal ini kini disebut Kali Maas).
Jalur pelayaran dari Soerabaja di Kantor Residen ke luar masih melalui sungai
Soerabaja (yang asli).

Pada tahun 1843 Pemerintah Hindia Belanda
menerbitkan ordonansi tentang jalur (pengembangan) transportasi di seluruh
Hindia (lihat Staatsblad van Nederlandsch-Indië voor …, 1844). Di dalam ordonansi
ini dinyatakan dari Bangkalan dan Soemanap ke Soerabaja melalui Kamal


Situasi dan kondisi di kota Bangkalan pada tahun 1815 dapat dibaca dalam Memoir
of the conquest of Java; with the subsequent operations of the British forces,
in the Oriental Archipelago to which is subjoined, a statistical and historical
sketch of Java; being the result of observations made in a tour through the
country; with an account of its dependencies, 1815. Disebutkan kota Bancallan
besar dan padat penduduk. Benteng berada di dekat istana Sultan, dan
lingkungannya menyenangkan dengan jalan-jalan yang bagus, dimana diselingi
tempat-tempat rekreasi dan beberapa kampong pedesaan. Jalan yang membentang di
sepanjang pantai di sebelah barat kota. dan berlawanan dengan fort Lodewijk,
sangat baik. Dari Soemanap ke Bancallan, bergantian melewati bukit dan lembah,
juga sangat bagus; pemandangannya indah, dan di seluruh wilayah subur dan
dibudidayakan dengan lumayan.
Kamal, tepat di seberang Sourabaya, jaraknya sekitar
sepuluh mil dari Bancallan, dan jalan baru di antara kedua tempat ini sangat
indah. Kami menyeberangi selat dengan tongkang Sultan dalam dua jam. Pelabuhan
Kamal tampaknya sudah menjadi pelabuhan penting di panatai barat Madura (lihat Bataviasche
courant, 13-12-1817). Disebutkan tanggal 26 Oktober kapal Kim Some Po dari
Kamal ke Soerabaja.

Dalam perkembangannya, nama Kamal semakin penting
dan semakin dikenal luas. Sementara itu nama Bangka (yang kemudian disebut
dengan nama Bangkalan) semakin penting. Hal ini karena kraton Sultan (Madura) dari
Maduretna telah relokasi ke (kampong) Bangka/Bangkalan di pantai barat. Dalam
hal ini Kamal menjadi pelabuhan dari Bangkalan. Di (kampong) Kamal sendiri
diperkirakan jumlah rumah paling tidak sebanyak 200 buah (rumah-rumah yang terbuat
dari bamboo). Penduduk di Kamal juga mengusahakan sawah. Antara kota Bangkalan
dan (pelabuhan) Kamal jalan sudah dibangun baru.


Indisch archief, 1849: ‘Kamal, tepat di seberang Sourabaya, jaraknya
sekitar sepuluh mil dari Bancallan, dan jalan baru diantara kedua tempat ini
sangat indah. Kami menyeberangi selat dengan tongkang Sultan/Radja dalam dua
jam dengan jarak lima paal. Di Bangkalan, Gubernur Jenderal diterima Raja
Bangkalan dan membawanya ke kraton. Algemeen Handelsblad, 02-10-1855: ‘Pada
tanggal 2 bulan ini terjadi kebakaran di Kamal (Afdeeling Madura/Bangkalan),
dimana 200 rumah bambu, sejumlah barang pedagang dan padi dalam jumlah besar
menjadi korban kobaran api; tidak ada korban jiwa’.

Pada tahun 1859 Gubernur Jenderal Hindia Belanda kembali
berkunjung ke pulau Madura. Perjalanan dari Soerabaja dan melalui pelabuhan
Kamal ke Bangkalan dimana Gubernur Jenderal diterima oleh raja. Gubernur
Jenderal kemudian melakukan lanjutan perjalanan dari Bangkalan ke Pamekasan
melalui perjalanan darat. Ini mengindikasikan pelabuhan Kamas semakin penting
seiring dengan keutamaan kota Bangkalan sebagai ibu kota wilayah barat pulau
Madura (Afdeeling Madura). Catatan; Afdeeling Madura ibu kota di Bangkalan,
yang dalam perkembangannya nama afdeeling menjadi Afdeeling Madoera (dua
afdeeling lainnya adalah Pamekasan dan Soemenep).


Nieuw Amsterdamsch handels- en effectenblad, 18-10-1859: ‘Batavia, 24
Agustus. Sehubungan dengan perjalanan Gubernur Jenderal di sebagian Jawa dan
Madura, dapat kami sampaikan sebagai berikut: Setelah memberikan audiensi umum
kepada pegawai pemerintah, militer dan warga lainnya di Soerabaya pada tanggal
29 Juli yang mulioa GG. keesokan harinya dari kota itu dilanjutkan dengan kapal
uap pribadi Oristee ke Kamal, dimana GG turun di pagi hari dan langsung
melanjutkan perjalanan ke Bangkalang. Ada keraton Panumbahan untuk menerima GG
disiapka. Keesokan paginya Gubernur Jenderal berangkat ke Pamakasan dan
mengadakan audiensi umum disana pada tanggal 1 Agustus’. Peta 1883

Setelah lebih dari satu abad Kamal dikenal sebagai
pelabuhan (terdekat) di Madoera ke pulau Jawa (di wilayah Soeranaya). Pelabuhan
kota Soerabaja telah terbentuk di wilayah pantai yang disebut pelabuhan ujung
(Pelabuhan Oedjoeng). Pelabuhan Oedjeng ini tampak garis lurus dengan pelabuhan
Kamal pada posisi jarak terpendek di selat Sunda. Catatan: Sebagaimana
diketahui dengan dibentuknya kanal Soerabaja pada tahun 1970an, pelabuhan
Soerabaja terbagi dua titik, yang mana pelabuhan pangkal di dekat kota
Soerabaja di kantor Residen, dan pelabuhan ujung di pantai, ujung dari kanal.
Kanal ini kemudian disebut Kalimaas.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Jarak Terpendek Bangkalan dan Surabaya: Terbentuknya
Pelabuhan Kamal di Ujung Baray Madura dengan Pelabuhan Ujung di Surabaya (Ujung
ke Ujung)

Kampong Kamal di pulau Madura menjadi penting
sejak lama. Kampong ini berada di ujung barat daya pulau Madura yang jaraknya
cukup dekat dengan daratan pulau Jawa di (wilayah) Soerabaja. Keberadaan nama
(kampng) Kamal terdapat dalam deskrisi geografis yang ditulis oleh Francois
Valentijn yang diterbitkan pada tahun 1726. Pada saat itu, nama Bangkalan masih
diidentifikasi dengan nama Bangka. Dalam peta Francois Valentijn (Peta 1724)
Gresik dan Soerabaja diidentifikasi sebagai suatu ibu kota (stad) kerajaan. Ibu
kota kerajaan di pulau Madura diidentifikasi sebagai Maduretna.


Pada
Peta 1724 ada jalan dari (kampong) Kamal di pantai barat ke kota Maduretna di
pedalaman. Jalan ini juga terhubungan ke (wilayah) Quanjer (kini Kwanyar), Dalam
peta tidak ada jalan ke (kampong) Bangka (dimana kampong Bangka diidentifikasi
sebagai suatu kampong di pantai barat). Kota Maduretna tempat terjauh di
pedalaman di bagian barat pulau Madura. Tidak ada jalan penhubung ke tempat lain
dari kota Maduretna keculi hanya ke kampong (Pelabuhan) Kamal dan wilayah
Quanjar. Dalam hal ini di Kawasan Selat Madura tiga kerajaan yang berdekatan
terhubung secara transportasi (darat dan air). Peta 1724 

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Dari sebuah album foto tentang Jawa dan Bali di sekitar tahun 1920 (11)

Tour De Kepri 2018 Bakal Bikin Pesona Barelang Kian Berkilau

Sayyidul Istighfar Penyertu Hati

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?