Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Lampung (7): Tradisi di Lampung; Bahasa Aksara Pangan Pakaian Arsitektur Peralatan Musik Tari Keluarga Pemerintahan

Tempo Doelo by Tempo Doelo
21.10.2022
Reading Time: 10 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Lampung di dalam blog ini Klik Disini  

Setiap wilayah adat di Indonesia memiliki
tradisi yang diwariskan dan terus dilestarikan. Bahasa adalah unsur kebudayaan
yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun dalam perjalanannya bahasa
dapat berubah karena ada pengaruh kebudayaan lain. Adanya aksara adalah bentuk
lebih lanjut dari tradisi berbahasa. Di Lampung, rumah plus sesat menjadi ruang
kehidupan yang diperkaya dengan pakaian peralatan. Pada lingkungan komunal
terdapat music tradisi dan tarian tradisi. Lebih luas dari itu, pada basis komunal
terbentuk sistem pemerintahan tradisi.


Suku
Lampung yang biasa disebut dalam bahasa Lampung Api ‘Ulun Lappung, bahasa
Lampung Nyo ‘Jamma Lappung’ adalah suku bangsa pribumi yang berasal dari Provinsi
Lampung yang berada pada bagian ujung selatan pulau Sumatra. Pada awal mulanya,
suku Lampung berdiam di tengkuk Gunung Pesagi. Wilayah suku Lampung selain di
provinsi Lampung juga tersebar di wilayah lainnya seperti: di sebagian provinsi
Sumatra Selatan tepatnya di sekitar Danau Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu
Selatan yang juga berdekatan bahkan berbatasan dengan provinsi Lampung. Suku
Lampung juga tersebar di desa-desa di perbatasan antara Bengkulu dan Lampung,
tersebar di desa Merpas, Nasal, Kaur di Bengkulu serta dapat juga ditemukan
komunitas masyarakat Lampung di provinsi Banten tepatnya di desa Cikoneng
kecamatan Anyar, kabupaten Serang. Masyarakat Adat Lampung terdiri atas dua
sistem Pemerintahan Adat yakni Masyarakat Komunitas Adat Budaya Lampung
Saibatin (Peminggir/Pesisir) dan Masyarakat Komunitas Budaya Lampung Penyimbang
(Pepadun/Pedalaman). Masyarakat Lampung terdiri atas 4 Kepaksian dan 83
kemargaan yang terhimpun dalam kemargaan dan kebuwayan, tersebut antara lain: Bandar
Lima Way Lima; Marga Teluk Peminggir; Marga Pemanggilan Peminggir; Marga Abung
(Federasi Abung Siwo Migo); Marga Rebang Semendo; Masyarakat /Marga Way Kanan
(Federasi Buay Lima Way Kanan); Masyarakat Marga Melinting; Masyarakat Marga
Tulang Bawang (Federasi Mego Pak Tulang Bawang); Kepaksian Pernong Sekala Brak;
Paksi Buay Belunguh; Paksi Buay Bejalan Diway; Kepaksian Nyerupa
(Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah tradisi di Lampung?
Seperti disebut tradisi adalah akar budaya dan budaya yang lestari sepanjang
masa (kebudayaan). Unsurnya tidak terbatas, tetapi umumnya, dan secara khusus
di Lampung diidentifikasi bahasa dan aksara, rumah dan sesat, pakaian dan
peralatan, musik dan tarian, keluarga dan pemerintahan dan sebagainya. Lalu bagaimana
sejarah tradisi di Lampung? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Tradisi di Lampung; Bahasa Aksara Pangan Pakaian
Peralatan Musik Tari Arsitektur Keluarga Pemerintahan

Bahasa adalah unsur budaya terpenting, tidak
hanya diwariskan (secara alamiah), bahasa juga dalam penyelidikan sejarah dapat
dijadikan sebagai data (membandingkan kosa kata masa kini dengan masa lampau). H
Zollinger (1846) mengatakan bahasa Lampung adalah perpaduan bahasa Melayu, Jawa
dan Sunda serta Bugis.


Lebih
lanjut Zollinger menyatakan: ‘bahasanya Lampung tidak asli, tidak ada dialek
eksklusif dari salah satu tetangganya bahasa, tapi bahasa Lampung adalah
campuran independen dari hampir semua bahasa yang digunakan. Kebanyakan kata
berhubungan dengan bahasa Melayu, sementara ada juga banyak dengan bahasa Sunda,
Jawa, Bugis dan Redjang. Oleh karena itu, ketika semua bagian asing dipisahkan pasti
angka yang sangat kecil bahasa asli atau kata-kata aneh tetap ada, jadi sangat kecil
bahkan itu hanya bagian dari sebuah bahasa atau dialek. Berkenaan dengan
sintaksis, bahasa Lampung tampaknya sepenuhnya bergabung dengan Melayu. Terdapat
penyimpangan dari sudut pandang fonetik. Bahasa Lampung sangat kaya diftong dan
bisa ditemukan ei, ai, oi, oei, terutama di akhir kata-kata, sebagai ganti api
— apoi. Bahasa Lampung memiliki a dan o murni serta campuran oh, itu berdiri di
antara keduanya dan dalam bahasa Jawa sering terjadi’.

Boleh jadi pendapat Zollinger ada benarnya,
karena Zollinger dalam surveinya di Lampung hanya terbatas di kota-kota utama
dan berada diantara orang-orang yang mudah ditemukan. Zollinger tidak berkesempatan
ke kampong-kampong yang jauh apalagi di pedalaman, yang mungkin bahasa asli Lampung
masih tersimpan dan lestasri dengan baik. Dalam daftar/kamus bahasa Lampung
pada masa ini, kosa kata yang dapat dibedakan dengan pengaruh asing, kecuali
bahasa Melayu, terbilang dominan. Dengan kata lain pengaruh bahasa Jawa, Sunda
dan Bugis sebenarnya secara keseluruhan tidak sebanyak yang dibayangkan oleh
Zollinger. Tentu saja dalam bahasa Lampung dapat ditemukan bahasa yang mirip dengan
bahasa Batak.


Ada
sejumlah bahasa elementer, kosa kata yang bersifat alamiah yang mirip bahasa
Batak yang akan diuraikan lebih lanjut nanti. Ibu dalam bahasa Lampung adalah ‘ina’
yang juga sama dengan bahasa Batak. Beberapa kosa kata spesifik yang mirip bahasa
Batak dengan bahasa Lampung adalah ‘agas’=nyamuk, ‘abik’=kain, ‘balak’=besar/luas,
‘bettong’=kenyang, ‘bulung’=daun, ‘hanipi’=mimpi, ‘hagong’=arang, ‘ipon=-gigi, ‘ipos’=kecoak,
‘lading’=belati, ‘piga’=berapa. Beberapa kosa-kata tersebut berbeda dengan
bahasa lain, tidak terdapat dalam bahasa Melayu, bahasa Jawa, bahasa Sunda dan
bahasa Bugis. Dalam penelitian Zollinger membedakan dialek Tarabangi berbeda
dengan yang ada di Telok Betong (selatan) dan di Menggala (timur).

Padanan bahasa adalah aksara. Aksara di
Nusantara pada dasarnya hanya terbagi dua golongan besar yakni aksara Batak dan
aksara Jawa. Aksara tradisi di Lampung lebih mirip aksara Batak daripada aksara
Jawa. Sebaran aksara mirip aksara Batak di nusantara tidak hanya di Sumatra,
juga di Borneo utara, Filipina dan Sulawesi. Sementara aksara mirip aksara Jawa,
selain di pulau Jawa juga ditemukan di Bali dan Lombok.


Dalam
penelitian H Zollinger (1846) menemukan penggunan aksara Lampung di antara
muda-mudi Lampung dalam pergaulan. Tulisan tersebut banyak terjadi dalam
interaksi mereka dengan saling mengirim pantun yang ditulis dalam lontar.
Sementara itu, dalam buku William Marsden dengan judul History of Sumatra yang
terbit pertama 1781 menyatakan lebih dari separuh orang Batak bisa menulis dan
membaca (tentu saja dengan aksara Batak), suatu angka yang tinggi, melibihi semua
bangsa-bangsa di Eropa. Marsden menyebut orang Batak menulis di kulit kayu yang
tipis dengan menggunakan tinta yang terbuat dari arang damar yang dicampur
dengan air aren dengan menggunakan pena dari lidi enau. Hal ini berbeda dengan
di Jawa, penggunaan aksara umumnya di lingkungan atas (kraton). Hal serupa ini
juga ditemukan Zollinger di wilayah Lombok yang biasa menulis adalah orang di
lingkungan kerajaan. Dalam hal ini, penggunaan aksara Batak dan juga aksara di
Lampung lebih umum berlaku.

Tradisi yang dicatat Zollinger yang menjadi unsur
budaya orang Lampung dan menarik perhatiannya adalah arsitektur bangunan rumah
di Lampung. Rumah-rumah di Kawasan pantai dengan pedalaman berbeda. Di wilayah
pedalaman, orang Lampung sangat peduli tentang bangunan rumah yang terbuat dari
bahan kayu pilihan. Dalam beberapa hal ukiran dalam bangunan rumah bahkan lebih
maju dan artistik dibanding di Jawa. Atap rumah orang Lampong terbuat dari lembar
kayu tipis yang disebut sirap. Pada bagian ujung atap dibuat semacam tanduk (v)
yang mirip dengan banguna rumah di Angkola Mandaling, Tapanuli. Bangunan rumah
dibuat di atas tanah dengan tiang yang kuat, yang di bagian bawah (kolong
rumah) digunakan untuk perawatan ungags dan ternah termasuk kerbau. Pada bagian
belakang rumah di sebelah samping ditemukan pavilium yang biasa digunakan para Wanita
untuk menenun dan menyulam serta bersenda gurau.


Satu
yang menjadi perhatian khusus Zollinger adalah bangunan mini, biasanya di
tengah kampong yang disebut sesat. Bangunan ini hanya terdiri dari atap dan
lantai dimana digunakan sebagai tempat berkumpul dan juga bagi orang asing
dijadikan sebagai tempat menginap. Dalam perjalanan Zollinger ke berbagai
kampong selalu tidur di sesat tersebut. Di Tanah Batak, bangunan dan fungsi
serupa di Lampung itu juga berlaku yang biasa disebut jambur. Satu yang unik
dengan lantai jambur atau bale-bale di Tanah Batak umumnya digoret dengan pisau
dengan kotak delapan kali delapan yang menjadi alas dalam permainan catur (lihat
Het nieuws van den dag: kleine courant, 16-07-1910). Buah caturnya sendiri dibuat
dari potongan kayu atau bamboo.   

Dalam hubungan perkawinan, H Zollinger
menunjukkan arti djoejoer dalam tradisi penduduk Lampong. Praktek ini juga kurang
lebih sama dengan di Tanah Batak, djoedjoer menjadi semacam mas kawin yang di
satu sisi sungguh berat bagi pria, lebih-lebih gadis yang akan dinikahi dari
lapisan sosial yang lebih tinggi. Praktek djoejoer ini Zollinger mengangap di
sisi lain sebagai factor yang menyebabkan pertambahan penduduk orang Lampung
lambat relative terhadap orang Melayu, Jawa dan Bugis di Lampung. Meski
demikian, djoedjoer yang lebih tinggi justru menjadi kebanggaan diantara para
muda mudi. Zollinger juga menemukan alternatif jika tidak terpenuhi jujur
dengan kawin lari.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Bahasa Aksara Pangan Pakaian Peralatan Musik Tari
Arsitektur Keluarga Pemerintahan: Doeloe dan Kini

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Hotel Santika Resmi Beroperasi di Batam

Hotel Santika Resmi Beroperasi di Batam

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (1), 1874-1878

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?