Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Jambi (35): Pertanian di Jambi; Produk Alam Zaman Kuno Tempo Doeloe – Produk Industri Perkebunan Modern Kini

Tempo Doelo by Tempo Doelo
13.09.2022
Reading Time: 8 mins read
0
Menuju Alor, Pulau Terdepan di Timur Indonesia
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jambi dalam blog ini Klik Disini  

Jauh sebelum terbentuk pertanian di wilayah
Jambi, navigasi perdagangan sungai hanya terbatas pada produk-produk hasil hutan
(termasuk gading dan kulit). Produk kuno antara lain damar, kamper, kayu dan
rotan. Wilayah daerah aliran sungai Batanghari kurang kondisuf untuk pertanian
tanaman pangan karena kerap mengalami banjir (produk sagu mulai ditinggalkan).
Penduduk di wilayah utama daerah aliran sungai Batanghari sangat tergantung
beras dari impor, seperti dari Padang Lawas. Tapanoeli dan Jawa. Beras pada
zaman kuno termasuk salah satu komoditi perdagangan domestic.


Pada
tahun 1906 cabang Pemerintah Hindia Belanda di wilayah Jambi dimulai. Hingga
saat itu ketersediaan beras sangat rentan di wilayah Jambi. Pertanian sawah
yang ada hanya bersifat subsisten (adakalanya untuk kebutuhan sekampung tidak
mencukupi). Dua sentra beras yang terbilang masuk wilayah (kesultanan Jambi)
hanya ditemukan di Kerinci dan di Merangin. Dua wilayah hulu sungai Batanghari
ini surplus beras yang dapat diekspor ke wilayah hilir termasuk kota Jambi.
Namun itu tidak mencukupi untuk wilayah Jambi sangat luas. Sejak zaman kuno,
pertanian sawah/padi sudah dikenal. Sentra utama berada di Jawa. Namun ada
perbedaan di Sumatra antara di wilayah pantai barat dan pantai timur Sumatra.
Pantai barat yang berpusat di pegunungan Bukit Barisan surplus beras, sementara
pantai timur selalu kekurangan persediaan beras. Pertanian sawah/padi di
wilayah Merangin dan Kerinci pada dasarnya bagian dari system perdagangan beras
di pantai barat Sumatra.

Lantas bagaimana sejarah pertanian di Jambi? Seperti yang disebut di atas, sejarahnya dimulai
sejak zaman kuno, dimana produk zaman kuno tempo doeloe bertumbu pada hasil
hutan dan pertanian sawah/padi yang terbatas. Pergeseran poduk alam menjadi
produk perdagangan mulai dikembangkan perkebunan-perkebunan lada (termasuk
gambir dan pinang), perkebunan kopi rakyat hingga munculnya produk industri
pertanian seperti karet yang dimulai di hilir sungai Batanghari (kini era
kelapa sawit). Lalu
bagaimana
sejarah pertanian di Jambi?
Seperti
kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Pertanian di Jambi; Produk Zaman Kuno Tempo Doeloe
hingga Produk Perkebunan Zaman Modern Masa Kini

Sejak Pemerintah Hindia Belanda membentuk cabang
pemerintahan di Jambi, dimana setingkat Controleur ditempatkan di Moeara
Kompeh, 1836, pertanian tanaman pangan mulai dikembangkan khususnya pencetakan
sawah baru. Sudah barang tentu tujuannya untuk mengatasi pangan (pokok)
penduduk, agar tergantung dari impor dan peenduduk dapat diarahkan dalam
perkebunan komoditi ekspor seperti kopi (koffiestelsel mulai diterapkan di Jawa
tahun 1830). Tampaknya dalam tempo singkat, secara perlahan sudah membuahkan
hasil dimana impor mulai dapat diminimalisasi. Namun segera pula muncul persoalan
deisit beras di Jambi.


Populasi penduduk yang terus meningkat dan beralihkan di beberapa wilayah
yang mensubstitusi sagu, beralih ke beras, mulai ada tekanan pada produksi.
Situasi tidak menguntukan pada tahun 1856, pemerintah di Jambi harus terpaksa
mengimpor beras (lihat De Noord-Brabanter: staat- en letterkundig dagblad, 26-06-1855).
Disebutkan dalam sidang ini telah diterima salinan terbitan Gubernur Jenderal
Hindia Belanda, yang memuat ketentuan bahwa padi dan beras dari mana saja di
Moearah Kompeh dan Djambi, selama tahun 1855, dapat diimpor dengan bebas bea.
Lalu pada tahun berikutnya dikeluarkan beslit/stbls (lihat Nederlandsche
staatscourant, 03-04-1856). Disebutkan tanggal 19 Februari, dengan keputusan
tanggal 1 Februari, Gubernur Jenderal, setelah mempertimbangkan prospek yang
tidak menguntungkan produksi padi di wilayah Djambi, dan ingin mengambil
tindakan untuk menyediakan kurangnya beras, selama tahun 1856, padi dan beras,
dari mana saja, di Muara Kompeh, di wilayah Djambi dapat diimpor dengan bebas. Seperti
biasa di wilayah lain, pengumuman ini akan segera direspon cepat oleh para
pedagang domestic (terutama pedagang-pedagang Cina baik di Jawa maupun di
Sumatra). Keputusan ini mengindikasikan bahwa persediaan beras di Jambi samakin
sulit di Jambi sehingga harus dituangkan dalam undang-undang hal yang mengatur
impor besar dan padi dengan bebas bea. Undang-undang ini merupakan salah satu
turunan dari undang-undang yang telah ditetapkan untuk Jambi tentang bea masuk
dan ekspor dan pembebasannya, tanggal 23 April 1847 (Stbl No 19).

Wilayah Jambi, dimana populasi penduduk sebagai
besar berada di daerah aliran sungai, dalam hubungannya dengan pengembangan
pertanian sawah menjadi persoalan sendiri. Bagaimanapun pengembangan pertanian
sawah di wilayah hulu seperti di Merangin, tidak akan terpenuhi untuk seluruh
wilayah Jambi yang luas dan populasi penduduk yang semakin banyak.
Ketergantungan beras dari wilayah lain (impor) menjadi permasalahan akut yang
sangat sulit diatasi di wilayah Jambi.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Produk Zaman Kuno Tempo Doeloe hingga Produk
Perkebunan Zaman Modern Masa Kini: Wilayah Jambi Masa ke Masa

Penduduk asli di Jambi sudah sejak lama aktif
menanam karet. Para pedagang Cina telah memperdagangkannya ke pelabuhan utama
di Jambi. Namun rencana konsensi perkebunan karena baru muncul pada tahun 1910
(lihat
De
Preanger-bode
, 05-05-1910). Era baru perkembunan karet
di Jambi akan dimulai. Sebelumnya perkebunanan karena sudah berkembang di Pantai
Timur Sumatra di Deli hingga Asahan (termasuk di Siak)..


Sebagaimana diketahui sejak 1905 wilayah Jambi, sepenuhnya sudah mulai
dikontrol oleh Pemerintah Hindia Belanda, dimana dibentuk Residentie Djambi yang
dipimpin oleh setingkat residen (guburnur) dengan ibu kota di Jambi. Pembentukan
cabang pemerintahan setingkat residentie di Jambi, menjadi perhatian di Eropa
khususnya Belanda dimana para pengusaha merespon dengan positif. Pada tahun
1910 sudah ada pengusaha Belanda yang telah mendapa hak konsesi pertambangan
minyak.

Setelah konsesi perkebunan karet di Jambi dibuka,
dengan segera pula berkembang dan semakin meluas di daerah aliran sungai
Batanghari.
Pionir perkebunan karet di Jambi adalah Cumming (lihat Het nieuws van den
dag voor Nederlandsch-Indie, 18-04-1925). Perusahaan R v E Batanghari yang
dipimpin Cumming. Pada tahun 1918 Jambi mengekspor sebanyak 2.532 ton dan pada
tahun 1924 (sampai November) sudah mencapau 20.164 ton. Hingga 1924 ini baru satu
perkebunan Eropa.

Pada tahun 1930 sudah ada dua perusahaan yang membukan estate perkembunan
karet di wilayah Jambi, yakni R v E Batanghari yang membuka estate di sekitar
kota Jambi dan R v E Timboel Matahari yang membuka estate di perbatasan dengan
Palembang di selatan R v E Batanghari. Persahaan R v E Batanghari adalah
perusahaan pertama dengan luas area yang jauh lebih luas dari Timboel Matahari.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Dari album foto tentang Garut dan sekitarnya karya Thilly Weissenborn, 1922 (3)

Hormati Yang Tua Kasihi Yang Muda

Iklan

Recommended Stories

Misteri Manusia Purba – Benarkah Nabi Adam Tingginya Mencapai 27 Meter?

Sensasi Perjalanan dan Keindahan Alam di Jalur Cangar kota Batu

08.04.2015
Menanti Kedatangan Umar dan Shalahuddin

Milkiyo, Kenikmatan Susu Sapi Segar di Pontianak

14.12.2018
Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

Alamat PT Pegadaian Di Gianyar

18.04.2017

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?