Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (780): Pantai Benua Australia dan Geomorfologi; Pelaut Nusantara, Portugis, Belanda dan Inggris

Tempo Doelo by Tempo Doelo
17.08.2022
Reading Time: 22 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Seperti artikel sebelum ini, navigasi pelayaran Nusantara tidak hanya
mencapai pantai timur Tiongkok tetapi juga pantai-pantai di benua Australia,
bahkan Pasifik di Selandia Baru. Navigasi pelayaran nusantara tersebut sudah
dilakukan jauh sebelum kehadiran orang-orang Eropa. Pada saat pelaut-pelaut
Eropa (Portugis dan Belanda/VOC) mencapai pantai-pantai di Australia sudah
terdapat koloni orang Nusantara (ini luput perhatian dalam narasi sejarah).
Dimana koloni nusantara itu berada, tentulah menarik untuk diperhatikan.
Seperti biasanya pemukiman awal berada di muara-muara sungai besar. Mengapa?


Pelaut Eropa pertama yang mencapai Australia adalah
pelaut-pelaut Portugis. Jalur navigasi pelayaran yang mereka gunakan awalnya
adalah jalur navigasi pelayaran orang nusantara dan perdagang-pedagang Moor
melalui pantau barat dan pantai selatan Papua hingga mencapai pantai timur
Australia. Hal itulah kemudian nama selat yang memisahkan pulau Papua dan
daratan Australia disebut selat Torres (nama seorang pelaut Portugis).
Tampaknya tidak terlalu menarik perhatian para pedagang-pedagang Portugis, yang
lebih memilih konsentrasi di kepulauan Maluku. Pada tahun 1605 pelaut Belanda
mengusir orang Portugis di Amboina (tamat sudah seabad Portugis di Maluku).
Pada tahun 1613 pelaut Belanda mengusir Portugis di Koepang (Portugis bergeser
ke bagian timur pulau Timor/kini Timor Leste). Pada tahun 1641 VOC/Belanda
kembali mengusir Portugis, kini giliran di Malaka, lalu pada tahun 1642
mengusir Portugis di Kamboja dan teluk Tonkin (Hanoi yang sekarang). Praktis
koloni Portugis hanya tersisa di pulau Timor dan di Makao (pantai timur
Tiongkok). Setahun kemudian giliran pelaut Belanda yang mencapai Australia
tahun 1643. Ekspedisi Belanda yang dipimpin Abel Tasman tersebut sangat unik. Ekspedisi
justru dimulai dari pulau Madagaskar (Afrika Selatan) dengan membawa
orang-orang Madagaskar yang berbahasa Melayu untuk melintasi selatan Lautan
India hingga mencapai pantai selatan Australia. Ekspedisi ini kemudian memutari
pantai tenggara Australia melewati pulau-pulau di Selandia Baru terus ke pantai
utara Papua hingga ke Amboina. Selanjutnya dari Amboina ekspedisi menuju
Batavia. Pulau besar di selatan Australia kemudian ditabalkan dengan nama pulau
Tasmania. Lalu giliran pelaut Inggris melakukan ekspedisi ke Australia dan
Pasifik pada tahun 1772 yang dipimpin oleh James Cook yang mengawali ekspedisi
dari Batavia. Orang-orang Inggris sejak tahun 1776 membentuk koloni di pantai
tenggara Australia (kini Sidney). Sejak itu orang-orang Belanda terusir dari
Australia. Putus sudah hubungan navigasi pelayaran orang nusantara ke
Australia.

Lantas bagaimana sejarah geomorfologi pantai benua Australia? Seperti
disebut di atas, benua Australia sudah sejak masa lampau pelaut-pelaut
Nusantara mencapai Australia dan kemudian secara bertahap disusul pelaut-pelaut
Eropa yang dimulai Portugis yang kemudian diikuti pelaut Belanda dan terakhir
oleh pelaut Inggris (yang menjadi pangkal perkara hubungan nusantara dan
Australia terputus).
Lalu bagaimana sejarah geomorfologi
pantai benua Australia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada
permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Geomorfologi Pantai Benua Australia; Pelaut-Pelaut
Nusantara, Portugis, Belanda dan Inggris

Gambaran bentuk benua Australia yang lebih baik pada
dasarnya baru dimulai pada era Belanda (VOC). Ini semua setelah gambaran bentuk
pulau-pulau nusantara (Hindia Timur) telah dipetakan dengan baik. Artinya peta
Indonesia masa kini, di masa lampau lebih awal menjadi sempurna daripada peta
Australia. Namun demikian daratan luas (benua) Australia sudah sejak lama
dikenal.


Sejak kapan daratan luas (benua) yang disebut Australia dikenal? Tidak
ada keterangan yang pasti. Yang jelas pada era Ptolomeus tidak terbayangkan
apakah masih ada benua lain (Amerika dan Australia). Tentang keberadaan benua
Australia hingga pada awal era miritim Eropa (paruh kedua abad ke-15) belum
diketahui. Namun keberadaan benua Amerika sudah dapat diprediksi, yang mana
pada akhirnya ditemukan benua Ameruka pada tahun 1492 oleh Colombus. Tidak lama
kemudian berdasarkan pengetahuan orang-orang Moor beragama Islam menemukan
jalan ke timur hingga mencapau nusantara. Pada tahun 1511 pelaut-pelaur Portugis
menaklukkan (kerajaan) Malaka (di semenanjung Malaya). Meski pada tahun ini
pelaut-pelaut Portugis sudah mencapai Jawa, pulau-pulau Nusa Tenggara dan
Maluku tetapi tidak ada laporan yang mengindikasikan pengetahuan tentang benua
di selatan. Pada tahun 1516 pelaut-pelaut Portugis sudah mencapai pantai timur
Tiongkok (Pasifik bagian barat), bahkan hingga Jepang dan Korea. Pengetahun Portugis
tentang nusantara semakin meningkat hingga pada akhirnya pelaut-pelaut Spanyol
menemukan jalan dari celah di selatan benua Amerika melintasi lautan Pasifik
hingga mencapai pulau-pulau di Filipina. Dari pulau Zebu, pelaut-pelaut Spanyol
mengenal Maluku (yang bersaing dengan Portugis yang sudah lebih dulu eksis di
Maluku). Era awal Portugis/Spanyol ini telah menyempurnakan pengetahuan Eropa tentang
wilayah-wilayah di selatan ekuator. Ekspedisi Spanyol ke selatan Amerika
menemukan indikasi adanya benua lain di selatan. Namun sejauh itu pelaut-pelaut
Spanyol/Portugis belum memiliki pengetahuan tentang benua Australia di selatan
nusantara. Pelaut-pelaut Spanyol yang pada akhirnya menemukan indikasi adanya
benua besar di selatan dari pantai timur pulau Papua dan telah mencapau bagian pantai
timur Australia. Portugis yang telah membuat pos perdagangan di pulau Solor
tahun 1550 menjadi awal pelaut-pelaut Portugis melakukan eksplorasi lebih
intens tentang benua Australia, Pengetahuan tentang Portugis pantai utara
Australia membuka jalan mereka untuk menemukan jalan diantara pulau Papua dan
daratan Australia. Pelaut-pelaut Spanyol sebelumnya dari arah timur hanya membayangkan
bahasa pulau Papua dan pantai timur Australia adalah daratan yang menyatu.
Penemuan celah antara Papua dan Australia sebagai perairan yang memisahkan Papua
dan Australia dipimpin oleh pelaut Portugis Bernama Torres (karena itu selay
itu diberi nama selat Torres).

Pengetahuan para pelaut-pelaut Spanyol/Portugis
tentang benua Australia (yang dalam perkembangannya lebih intens oleh
pelaut-pelaut Portugis) terhambat karena kehadiran pelaut-pelaut Belanda. Meski
peta-peta awal tentang Australia di Eropa, belum menarik bagi pelaut-pelaut
Belanda. Pelaut-pelaut Belanda di Nusantara masih menjadi prioritas dan
membangunan kekuatan diantara Belanda, Portugis dan Spanyol.


Dengan modal peta-peta yang beredar di Eropa (hasil kumulatif seabad
pelaut-pelaut Portugis dan Spanuol), pelaut-pelaut Belanda memulai ekspedisi
pertama ke timur (nusantara) pada tahun 1597. Ekspedisi yang dipimpin Cornelis
de Houtman melalui Afrika selatan (dan pulau Madagaskar) memotong lautan India
dan mencapai pantai barat Sumatra di pulau Enggano. Satu kapal ke arah utara
dan yang lainnya menuju Jawa melalui selat Sunda tiba di pelabuhan Banten pada
bulan Juni 1596. Namun kehadiran Belanda mengalami hambatan (boleh jadi
pelaut-pelaut Portugis yang hamper seabad masih cukup berpengaruh diantara para
pribumi nusantara). Setelah terusir dari Banten, pelaut Belanda dengan empat
kapal menuju Maluku melalui pelabuhan Sunda Kalapa, Jepara dan Tuban namun di
perairan utara pulau Madura satu kapal mengalami kerusakan besar. Tujuan ke
Maluku dibatalkan lalu berbelok di timur pulau Lombok yang akan kembali ke
Belanda. Di selartan pulau Lombok kapal rusak itu dibakar dan ditenggelamkan
yang kemudian berlabuh di pantai timur Bali (diterima dengan baik oelh Radja
Bali). Setelah dua bulan, dan meninggalkan dua pedagangan di Bali, lalu ekspedisi
Cornelis de Houtman Kembali ke Belanda melalui selat Balambangan/Bali terus ke
pantai selatan Jawa hingga menuju Afrika Selatan. Ketika mereka melewati
selatan Jaw aini mereka membayangkan benua Australia tetapi itu bukan prioritas
mereka. Sejak itu susul menyusul ekspedisi Belanda ke nusantara. Pada tahun 1605
ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Admiral van Hagen menyerang Portugis di
benteng Amboina. Dengan semakin menguatnya Belanda pada tahun 1613 menyerang
Portugis di pulau Solor dan di Koepang (Timor). Pada tahun 1619 Belanda dengan
dukungan VOC merelokasi pos utama dari Amboina ke Batavia. Belanda untuk sementara
berkutat dalam masalah internal karena harus berperang dengan Mataram dan
Banten (sejak 1626). Dengan dukungan Bali, Ambon dan Ternate dan lainnyaVOC
kemudian menyerang Portugis di Malaka tahun 1641 dan kemudian mengusir Portugis
di Kammboja dan teluk Tonkin. Praktis Nusantara telah dikuasasi oleh VOC, yang
kemudian dimulai ekspedisi pertama Belanda ke banua Australia yang dipimpin
oleh Abel Tasman. Peta 1664

Pelaut-pelaut Belanda baru melakukan ekspedisi yang
lebih radikal ke (benua) Australia pada tahun 1644 yang dipimpin oleh pelaut tangguh
Abel Tasman. Seperti disebut di atas, Abel Tasman dapat mencapai selatan
Australia (suatu bagian wilayah benua Australia yang dianggap masih gelap
selama kehadiran Portugis/Spanyol di Nusantara). Ekspedisi Abel Tasman yang
dimulai dari Afrika Selatan/Madagaskar telah menyempurnakan sumbangan para pelat
dan ahli kartografi dalam pembuatan peta dunia (minus peta kutub utara dan
kutub selatan).. Bandingkan dengan Peta 1597 di atas, benua Australia begitu
butanya pelaut-pelaut Eropa/ahli kartografi menganggap bahwa benua Australia
menyatu dengan kutub selatan. 
Gambaran Australia menyatu dengan benua es di selatan (Antartika) sudah
dipetakan dalam Peta 1582.


Satu yang penting dan terawal tentang geomorfologis benua Australia
adalah pantai utara benua Australia secara khusus di selat antara Papua dan
Australia. Pada awal era Portugis/Spanyol, pelaut-pelaut Spanyol menggambarkan (pulau)
Papua masih menyatu dengan daratan Australia. Namun dalam perkembangannya
pelaut-pelaut Portugis menemukan celah antara Papua dan Australia yang dipimpin
oleh Torres (kelak nama selat itu disebut selat Torres). Seperti ditampilkan di
atas, Peta 1597 antara Pupua dan Australia adalah benar-benar sebuah selat.
Akan tetapi diduga, bahwa selat ini bukan tanpa diketahui, jauh sebelum
Portugis sudah diketahui oleh pelaut-pelaut nusantara dan para
pedagang-pedagang Moor. Ini terindikasi begitu banyaknya nama tempat di pantai barat
daya dan selatan Papua yang mengindikasikan nama Moor. Ada teluk Morresse (kini
teluk di Kaimana), sungai Mores di perbatasan Pupua dan Papua Nugini (sungai
Patenbach), pulau More tidak jauh dari muara sungai dan nama pelabuhan yang
kemudian disebut Port Moresby (kini ibu kota negara Papua Nugini). Hanya saja
selat itu banyak pulau dan mungkin rawa-rawa yang sulit dilalui oleh
kapal-kapal Spanyol/Portugis yang bertonase besar. Atau bisa jadi di Kawasan itu
kerap terjadi perompakan yang membuat pelaut-pelaut Spanyol/Portugis pada awalnya
menghindar kawasan (ancaman perombakan?). Meski penggambaran Peta 1597 tidak
akurat (teluk besar tidak dipetakan), selat yang digambarkan terkasan sempit
dan panjang antara Papua dan Australia (kemungkinan karena teluk dianggap
bagian daratan Australia), satu yang penting di selat itu diidentifikasi suatu kota/pelabuhan
dengan nama yang diberikan Philippopolis (nama raja Portugis?). Kota ini diduga
dimana awalnya kampong Moor yang pada era Inggris disebut menjadi Port Moresby.
Penggambaran yang kurang akurat juga di arah barat pulau Aru digambarkan
terlalu besar (tentu saja saat itu belum terbentuk tanjung Frederik, bagian
barat Merauke).

Setelah ekspedisi Abel Tasman, bentuk benua
Australia mulai tergambarkan dengan baik tetapi belum sepenuhnya akurat. Pada
Peta 1664 pantai timur tidak tergambarkan. Boleh jadi karena tidak adanya pasokan
hasil navigasi oleh para pelaut sejauh itu. Yang tergambarkan justru pantai
selatan (dan sebagian pulau Tasmania) dan sebagian di pulau-pulau New Zealand
yang sekarang. Yang menjadi pertanyaan mengapa wilayah panati timur belum
terpetakan? Apakah daerah perompakan telah bergeser dari utara ke timur/tenggara?


Dalam peta Peta 1664 di pantai-pantai Ausralia (minus [pantai timur] sudah
diidentifikasi nama-nama sungai. Nama yang digunakan adalah nama-nama Belanda.
Ini seakan benua Asutalia, pulau Tasmania dan pulua di Selandia baru seakan
telah menjadi milik VOC/Belanda. Sebelum nama Tasman ditabalkan pada pulau
Tasmania adalah namanya pulau/tanah Van Diemens (Gubernur Jenderal VOC di
Hindia Timur saat itu). Nama New Zealand pada awalnya adan (Nieuw Zeeland)
dimana nama Zeeland adalah suatu provinsi di bagian pantai Belanda. Dalam peta
1664 tidak ada nama tempat/kampong atau pemukiman yang ditandai. Teluk yang
tidak dikenal pada era Portugis/Spanyol telah digambarkan dengan akurat teluk
besar di utara Australia di jalur selat Torres. Namun dalam selat Torres ini
tidak digambarkan lagi. Boleh jadi pelaut-pelaut Belanda tidak pernah
menelusurinya. Boleh jadi pemukimana Philipopolis telah ditinggalkan (kemungkinan
telah menjadi tempat pelarian para perompak).

Dalam Peta 1664 selat antara Papua dan Australia
tidak berupa perairan tetapi digambarakan pulau Papua menyatu dengan benua
Australia. Peta Australia seabad kemudian tidak banyak berubah. Dalam Peta 1760
gambaraan yang ada pulau Papua dan Australia masih digambarkan sebagai daratan
yang menyatu. Ini mengindikasikan bahwa ekspedisi-ekspedisi ke Australia tidak
banyak dilakukan setelah sekian puluh tahun ditemukan. Boleh jadi hal itu
karena perkembangan politik yang terjadi di Eropa atau tempat-tempat lain.


Fakta yang ada bahwa setelah lama VOC/Belanda menjadi penguasa yang
sangat berkuasa di wilayah Hindia Timur (setelah mengusir Portugis dan
Spanyol), mulai muncul persaingan antara Inggris dan Belanda di India. Pada
tahun 1685 Inggris mendapat celah di Hindia Timur dengan membuka koloni di
pantai barat Sumatra di Bengkulu. Koloni Belanda di India (Malabar dan Coromandel
dan Ceylon) mulai terusik dan akhirnya terusir. Seperti VOC membangun ibu kota
di Batavia, Inggris kemudian membuka ibu kota India di Calcutta dan skuadron
ditempatkan di Madras. Inggris terus merangsek ke Hindia Timur dan lalu pada
tahun 1713 Inggris membangun benteng (kuat) di Bengkulu. Persaingan antara Belanda
dan Inggris di pantai barat Sumatra semakin panas yang kemudian muncul Prancis.
Belanda kemudian terusir oleh Inggris dari Singkil, Barus dan Tapanuli. Meski Prancis
berada di Air Bangis, Belanda mulai terjepit dari utara dan selatan oleh Inggris.
Belanda hanya tersisa di Padang dan Pariaman. Inggris kemudian membangun
benteng di Natal. Pada tahun 1772 seorang ahli botani Inggris Charles Miller dikirim
ke Tapanuli dan pada tahun yang sama seorang pelaut ulung Inggris James Cook dikirim
untuk ekspedisi ke Australia dan Pasifik. Sementara itu, Inggris terus
mengalami tekanan di Amerika Serikat dan akhirnya menyerah dimana kemudian Amerika
Serikat mengumumkan kemerdekaan pada tanggal 4 Juli 1774. Pada tahun 1775
laporan James Cook dipublikasikan dimana didalamnya Cook merekomendasikan agar
Australia dijadikan sebagai koloni baru. Tampaknya direspon pemerintah kerajaan
Inggris. Imigran Inggris tahun 1777 mulai muncul di Australia di pantai tenggara
di sekitar teluk Sidney. Dengan modal kekuatan di India dimana Gubernur
Jenderal berkedudukan di Calcutta, kemudian skuadron Inggris di Madras pada
tahun 1779 direlokasi ke Bengkulu. Boleh jadi ini adalah untuk mengamankan
koloni baru di Australia dan juga untuk mengusir sisa Belanda di pantai barat
Sumatra. Pedagang-pedagang Belanda kemudian terusir habis dari pantai barat
Sumatra dan Inggris pada tahun 1781 membentuk pemerintahan di pantai barat
Sumatra. Peta 1760  

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pelaut-Pelaut dan Peta-Peta Benua Australia: Geomorfologis
dari Koloni ke Koloni di Sidney, Perth, Adeleide, Merbourne, Brisbane dan
Darwin

Hasil ekspedisi James Cook yang dipublikasikan di
Eropa telah memperkaya pengetahuan ahli kartografi di Eropa tentang peta benua
Australia dan peta pulau-pulau di Pasifik. Ekspedisi James Cook ini menjadi sangat
penting karena telah memperbaiki peta Australia yang selama hampir dua abad
gambarannya dalam peta hanya itu ke itu saja. Perbaikan ini telah menyempurnakan
peta Australia.


Berbeda dengan di wilayah lain, seperti di nusantara begitu banyak peta
yang dibuat dan yang dari waktu ke waktu diupdate sehingga antara satu peta
dengan waktu yang berbeda dapat diperbandingkan perubahan geomorfologisnya. Hal
serupa ini nyaris tidak didapatkan dalam peta-peta Australia karena peta yang
ada selama hamper dua abad tidak banyak yang diubah/berubah. Pada Peta 1575
identifikasi yang dilakukan hanya baru sekadar yang berada di pantai utara Papua
dan pulau-pulau di Pasifik. Wilayah di selatan Papua dan wilayah Australia
masih kertas kosong alias tidak diketahui. 
Dengan membandingkan Peta 1597 di atas (dan Peta Dunia 1582/tidak
ditampilkan), dimana benua Australia telah ditemukan dan dipetakan namun masih alakadarnya,
satu indikasi yang ditemukan bahwa penemuan Australia terjadi antara tahun 1575
dan 1582. Yang menemukan adalah pelaut Spanyol. Ini sehubungan dengan telah
dipetakannya pulau-pulau di Pasifik yang merupakan jalur khas pelaut-pelaut Spanyol
dari Amerika Selatan ke Nusantara (Maluku dan Filipina) melalui Lautan
Teduh/Lautan Pasifik. Sejak kehadiran orang Belanda di Nusantara, seorang
Portugis, Fernand de Cuir mendarat tahun 1606 di pantai timur laut Australia (diduga
di Kota Cairns yang sekarang).

Oleh karena peta Australia baru menunjukkan
akurasinya secara keseluruhan (benua) setelah ekspedisi James Cook 1772 dan
setelah ditetapkannya Australia sebagai koloni Inggris, maka perbandingan
antara satu peta dengan peta lain pada dekade-dekade berikutnya tidak terlihat perubahannya
secara geomorfologis.


Sulitnya membandingkan geomorfologis daratan
Australia, lebih-lebih pada era (koloni) Inggris karena berbeda dengan situasi
dan kondisi di wilayah tropis seperti nusantara (Hindia Timur) seperti sebaran
vegetasi, aktivitas manusia yang intens, aktivitas vukanik dan Panjang sungai-sungai
yang ada. Akan tetapi masih ada sejumlah bagian wilayah Australia (secara
mikro) yang dapat dibandingkan antara peta-peta terdahulu khususunyan era  VOC/Belanda dan kondisi masa kini. Peta 1756

Para pelaut-pelaut Belanda/VOC dapat dikatakan
sebagai penemu daratan Australia dalam arti nyata. Kapal
van de Eendracht, yang dipimpin oleh Dirk Hartogs mendarat pada bulan Oktober 1616, lalu kemudian kapal Houtmans Abrolhos, mendarat Juli 1619. Ekspedisi ini diduga tidak dilakukan dari pusat
perdagangan Belanda di Amboina (sebelum pos perdagangan Belanda/VOC relokasi ke
Batavia tahun 1619) tetapi dari (kota) Koepang. Ekspedisi ke Australia pada era
VOC dimulai tahun 1622 dengan menggunakan kapal
Duynich.


Pelaut-pelaut Belanda pertama yang mencapai benua Australia adalah Dirck Hartogs pada tahun 1616. Namun
ekspedisi ini bukan ke pantai utara Australia, tetapi justru ke pantai barat
Australia. Mengapa? Boleh jadi karena sudah ada laporan mengenai daratan pantai
utara Australia dan pantai timur laut Australia (Fernand de Cuir mendarat tahun
1606). Untuk mencapai pantai barat Australia diduga berangkat dari Koepang.
Catatan: Pada tahun 1605 pelaut Belanda yang dipimpin admiral van Hagen
menyerang Portugis di Amboina dan mendudukinya (dijadikan pusat Belanda
pertama). Pada tahun 1612 pelaut-pelaut Belanda mengusir Portugis dari pulau
Solor dan teluk Koepang (orang Portugis melarikan diri ke Timor bagian
timur/kini Timor Leste). Sejak itu Belanda berkoloni di Koepang dan Solor.  Besar dugaan ekspedisi ke pantai barat
Australia dimana nama salah satu pulau diteluk yang dikunjungi diberi nama
pulau Dirk Hartogs. Namun harus dicatat bahwa pelaut-pelaut Eropa ekspedisi ke
suatu wilayah tidak pernah sendiri, tetapi didampingi oleh pemandu navigasi
pelayaran dan pemandu darat (jika dimungkinkan dapat berbahasa setempat). Dalam
hal ini baik di pantai utara, pantai timur laut dan kini di pantai barat diduga
kuat sudah ada penduduk nusantara berada, paling tidak para pemandu tersebut
pernah berlayar ke tempat itu. Dengan kata lain, selain penduduk asli, daratan
Australia (paling tidak di tiga wilayah tersebut). Dirk Hartogs dalam ekspedisi
1616 dengan kapal
Eendracht. Hal itulah
mengapa wiilayah itu kemudian Tanah/Landt Eendracht.

Dengan membandingkan Peta 1756 dengan situasi dan
kondisi sekarang, terjadi perubahan geomorfologis di teluk Dirk Hartogs. Dua
pulau di luar teluk (termasuk pulau Dirk Hartogs) tidak mengalami perubahan,
tetapi di dalam teluk terdapat perluasan semenanjung yang meluas kea rah utara
(sejajar pulau Hartogs). Perubahan ini diduga karena adanya proses sedimentasi
di dalam teluk, dimana beberapa sungai yang bermuara di teluk membawa massa padat
dari pedalaman (lumpur, mungkin aktivitas pertambangan, erosi dan sampah
vegetasi).


Ekspedisi kedua Belanda/VOC ke Australia dipimpin oleh Houtmans Abrolhos
yang mendarat Juli 1619. Kawasan yang didarati oleh Abrolhos berada tidak jauh di
arah (Tanah/Landt) Eendracht (sehingga Kawasan itu disebut Landt Houtmans
Abrolhos). Seperti disebut di atas, pelaut Belabda/VOC kembali ekspedisi tahun
1622 dengan menggunakan kapal Duynich. Pimpinan ekspedisi ini adalah van de
Leuwin. Kawasan yang didarati adalah lebih selatan lagi (hook). Kawasan ini
kemudian disebut  Landt van de Leuwin (lihat
kembali Peta 1664).

Benua Australia semakin lama semakin dikenal sebagai
daratan yang sangat luas. Hal itu boleh jadi Pemerintah VOC yang berpusat di
Batavia semakin tertantang untuk mengenal lebih luas benua Australia. Pada
tahun 1627 ekspedisi VOC Kembali dilakukan yang dipimpin P Nuijts yang medarat
di pantai selatan Australia pada tanggal 16 Januari 1627 (kemudian wilayah
pantai selatan Australia bagian barat/separuh dari pantai selatan Australia
disebut Landt P Nuijts).


Pada tahun 1628 (pada fase serangan Mataram ke Batavia) kembali dilakukan
ekspedisi, tidak ke pantai selatan atau pantai timur, tetapi ke pantai utara
bagian barat yang dipimpin oleh GF de Wit (lihat Peta 1616-1627 dan Peta 1664).
Kawasan ini kemudian disebut Landt de Wit (wilayah Kota Perth yang sekarang).
Pada tahun 1537 kembali dilakukan dipimpin oleh Friderich Outmans Klippe Kryst
dengan kapal Durquesne. Peta 1616-1627

Seperti disebut di atas, ekspedisi Belanda/VOC kembali
dilakukan pada tahun 1642 yang dipimpin oleh Abel Tasman. Sebelum ekspedisi
tersebut, wilayah benua Australia sudah dikunjungi sekitar 2/3 bagian daratan
Australia dan pulau-pulau di sekitar seperti pulau Tasmania dan pulau Auckland.
Sejauh ini secara dejure sebenarnya benua Australia telah menjadi ‘milik’
Belanda/VOC. Lalu apa artinya ekspedisi Abel Tasman? Sudah barang tentu untuk
menyelesaikan secara keseluruhan (secara defacto) ekspedisi di seluruh
pantai-pantai di Ausrralia.


Ekspedisi Abel Tasman berakhir pada tahun 1644
dengan penemuannya yang penting yakni pantai selatan Australia bagian timur,
pulau Tasmania dan pulau di Selandia Baru. Namun yang tersisa, yang belum ada
kunjungan ekspedisi ke pantai timur Australia ( di selatan pantai timur laut).
Lebih dari satu abad kemudian tidak/belum ada laporan yang menunjukkan adanya
ekspedisi ke pantai timur Australia namun dalam peta-peta VOC diklaim sebagai
hak VOC dengan nama Landt van Diemens (GG VOC). Namun sebelum ekspedisi James
Cook tahun 1772, ada satu ekspedisi VOC dari Ambon ke tenggara (dengan kapal Hunt
de Duijfien) dalam penemuan pulau-pulau hingga ke pantai utara Australia bagian
barat di selatan pulau Papua pada tahun 1605 (lihat Peta 1665-1668). Dalam peta-peta
yang ada sebelumnya adalah hasil ekspedisi pada era Portugis. Kawasan yang
dikunjungi pelaut-pelaut Belanda pada tahun 1605 dimana Belanda menyerang
Portugis di Ambon tahun 1605 yang dipimpin oleh Abraham Francken dan Jasper
Jansz. de Jonge dalam perjalanan eksplorasi ke Tanah Selatan yang tidak
diketahui. Hasil ekspedisi ini disalin kembali Johannes Vingboons (1665–1668).
Ujung pelayaran itu mencapai Nova Guinea (Semenanjung Cape York yang sekarang)
(lihat Peta 1665-1668).

Wilayah yang didarati dalam eskpedisi yang dipimpin
oleh Abel Tasman (1642-1644) adalah pantai selatan Australia bagian timur, pulau
Tasmania (yang kemudian merujuk namanya) dan pulau-pulau besar di Selandia Baru
(Peta 1760 ). Ini dengan sendirinya pemetaan (benua) Australia dianggap
menyeluruh (meski belum secara detail). Sebagaimana disebut di atas, palaut
Spanyol dan Portugis yang kali pertama mencapai daratan Australia di pantai
timur laut (semenanjung York) yang kemudian pada awal era Belanda Fernand de
Cuir mendarat tahun 1606 di suatu teluk. Teluk dimana sungai besar bermuara
yang kini diduga berada kota Cairns).


Abel Janszoon Tasman (lahir di Lutjegast, Groningen pada tahun 1603 –
meninggal di Batavia, 10 Oktober 1659) adalah penjelajah dan pedagang
berkebangsaan Belanda yang terkenal dengan perjalanannya pada 1642 dan 1644
untuk Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Ia adalah orang Eropa pertama
yang diketahui mencapai kepulauan Tanah Van Diemen (sekarang Tasmania) dan
Selandia Baru serta melihat kepulauan Fiji pada tahun 1643. Ia dan awak
kapalnya berhasil memetakan cukup banyak bagian Australia, Selandia Baru, dan
Kepulauan Pasifik yang mereka temui. Abel Tasman menghabiskan sisa hidupnya
sebagai tuan tanah di Batavia dan meninggal di sana. (Wikipedia)

Selama era VOC, ekspedisi-ekspedisi yang dilakukan
pelaut Belanda (sebelum ekspedisi Inggris James Cook melakukan ekspiedisi tahun
1772), sudah cukup banyak. Semua kelililn pantai benua Australia telah
dikavling (diberi nama) Belanda, termasuk pulau Tasmania adan pulau-pulau di New
Zealand/Selandia Baru (merujuk pada nama Nieuw Zealandt, dimana Zealand adalah
sutau wilayah provinsi di Belanda). Namun sejak James Cook dan selama koloni
Inggris hingga masa kini, nama-nama Belanda didominasi nama-nama Inggris.
Beberapa nama Belanda yang tetap popular hingga masa ini adalah nama pulau Dirk
Hartogs, nama pulau besar (Tasmania) dan nama negara (Selandia Baru).

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

BANYAK ORANG MERASA TAK RUGI SHALAT FARDHU DI RUMAH

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Konstruksi bambu menghadapi pasukan payung dan bom udara

Iklan

Recommended Stories

Soto Djiancuk, Soto Djiancuk

09.08.2014
Alamat BCA Bandung KCU A. Yani

Alamat BCA Bandung KCU A. Yani

18.06.2013

Resep Sayur Rebung Santan dan Udang Pedas Enak

03.11.2015

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?