Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (744): Sabah dan Perkebunan Besar; Perluasan Perkebunan di Sumatra Timur dan Semenanjung Malaya

Tempo Doelo by Tempo Doelo
30.07.2022
Reading Time: 9 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Tentang sejarah perkebunan di Indonesia di dalam
blog ini sudah ditulis sebelumnya dalam beberapa artikel. Bagaimana dengan
sejarah perkebunan di wilayah Sabah? Tampaknya belum ada yang menulis. Seperti
di Semenanjung Malaya dan Serawak, di wilayah Federasi Malaysia di Sabah juga
kini sudah banyak perkebunan-perkebunan terutama perkebunan kelapa sawit. Namun
persoalan perkebunan di Malaysia dalam hal ini di Sabah hingga ini hari juga
kerap dihubungkan dengan pekerja migran asal Indonesia.


Pada akhir abad ke 18 Belanda mengalihkan fokus
perdagangan kepada tanaman pertanian lain yang bukan tergolong barang mewah,
seperti kopi, tembakau, tebu, diikuti seabad kemudian kina, teh, karet, kelapa
sawit. Kiranya kekalahan persaingan perdagangan antara Belanda dan Inggris
menjadi pemicu­nya. Tanaman-tanaman perkebunan terakhir itu baru menguntungkan
manakala dikerjakan oleh buruh berupah rendah –bahkan tak berupah—dan lahan
berharga murah. Dengan pengelolaan seperti ini, keuntungannya yang diperoleh
begitu besar, bahkan mampu mengangkat Negeri Belanda lepas landas. Inilah
alasan utama yang membuat Belanda mengubah strategi pengelolaan dan penguasaan
tanaman komersial dari yang semula hanya melakukan perdagangan dengan rakyat
yang bertindak se­bagai produsen, menjadi pengelolaan yang ber­basis korporasi.
Pemerintah hindia Belanda dan pengusaha-pengusaha Belanda secara ambisius
membangun secara besarbesaran korporasi yang memproduksi dan meperdagangkan
tanaman komersial. Penguasaan Belanda atas komoditas perkebunan, khususnya yang
di kelola oleh korporasi, berakhir ketika terjadi pengambil ali­han seluruh
korporasi Belanda oleh pemerintah Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Indonesia
17 Agustus 1945 menjadi jembatan emas un­tuk mengurai kabut penjajahan, yang
secara ekonomis lebih berupa penguasaan perkebunan. Untuk memasti­kan manfaat
bagi bangsa Indonesia, nasionalisasi atau pengambilalihan kepemilikan
perkebunan besar dari negara asing kepada pemerintah Indonesia dilakukan
berkali-kali.
(https://ditjenbun.pertanian.go.id/profil/sejarah/)

Lantas bagaimana sejarah perkebunan awal di
Sabah sebagai perluasan perkebunan di Sumatra Timur dan Semenanjung Malaya?
Seperti disebut di atas, dalam sejarah
perkebunan di Sabah relative baru jika dibandingkan di Indonesia khususunya di
Jawa dan Sumatra. Awal perkebunan di Sabah dipicu oleh kebutuhan perluasan
perkebunan di Sumatra Timur dan Semenanjung Malaya.
Lalu bagaimana sejarah perkebunan di Sabah? Seperti
kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Perkebunan Besar di Sabah; Perluasan Perkebunan di
Sumatra Timur dan Semenanjung Malaya

Perusahaan Inggris dibentuk di London dan seiring
dengan itu mewakili
perusahaan Baron
von Overdeck melakukan negosiasi dengan Sultan Brunai dan Sultan Sulu tahun 1878
yang kemudian perusahaan mendapat konsesi di wilayah Sabah. Perusahaan itu
didirikan dengan nama Maskapai Borneo Utara. Perusahaan ini semacam perusahaan
mini sebagaimana pada tahun 1619 Maskapai Hindia Timur (VOC) memulai upayanya
di Batavia (kini Jakarta). Perusahaan Inggris di Sabah Maskapai Borneo Utara
sebagai penguasa tunggal di Sabah dalam perkembangannya membuka kesempatan
kepada para investor. Salah satu perusahaan
 Belanda yang berbasis di Artwep (Belanda) membuka perkebunan tembakau di Lahad Datu dengan
nama Darvel Bay Tobacco Plantations Ltd di Lahad Datu, British North Borneo
(lihat Deli courantm, 17-04-1889). Administraturnya seorang Belanda
yang berpengalaman di Jawa JT Voorwijk (lihat Deli
courant, 09-04-1890).


Kapan perusahaan Darvel Bay Tobacco Plantations Ltd dibentuk dan kapan
mulai melakukan land clearing di Lahad Datu tidak diketahui secara pasti. Yang
jelas pada tahun 1891 plantation Lahad Datu telah menghasil ekspor (lihat De
Maasbode, 01-07-1891). Pada tahun 1896 dilaporkan dari Lahad Datu 530 pikul dan
200 pikul dari dua kebun yang berbeda di Lahad Datu (lihat buku Afloopen Tabak,
1898). Dalam laporan tembakau ini juga perusahaan lagi telah menghasilkan yakni
perusahaan NLBTC (New London Borneo Tobacco Company) yang memiliki kebun di
Ranau dan Bandau (Marudu) serta Marian (Sandakan). Tampaknya hanya dua
perusahaan ini yang beriperasi di Borneo Utara (Sabah) di bidang tembakau.
Perusahaan Lahad Datu cukup lama beroperasi dan
masih eksis hingga tahun 1940 (lihat De Indische mercuur; orgaan gewijd aan den
uitvoerhandel, jrg 63, 1940, no 49, 04-12-1940).

Sebelum kehadiran perusahaan Belanda di Sabah, sudah
eksis perusahaan Inggris, yang yang terawal dan penting adalah New London
Borneo Tobacco Co, Seperti kita lihat nanti perusahaan Inggris lainnya yang penting
adalah Cowie Harbour Ltd di Sandakan yang bergerak di bidang pertambangan
(batubara). Perusahaan Inggris sebelumnya telah ada yang mengusahakan batubara
di (pulau) Laboean (sebelah utara Brunai). Perusahaan Inggris dan perusahaan
Belanda di Sabah dalam bidang tembakau merupakan bentuk perluasan perkebunan
tembakau di Jawa dan di Sumatra Timur (dimana di Sumatra Timur sudah lama
banyak perkebunan tembakau yang diusahakan oleh pengusaha-pengusaha Inggris).


Dalam perkembangannya sehubungan dengan Maskapai Borneo Utara mengintegrasikan
dengan pemerintahan Inggris (The Straitsettlement) di pusat di Laboean, wilayah
Sabah (State of North Borneo) dibagi ke dalam beberapa residentie: Wesr Coast, Kudat,
Interior, Sandakan dan East Coast. New London Borneo Tobacco Co membuka usaha
di Kudat Residency,
Darvel Bay Tobacco Plantations Ltd di Easr Coast Residency dan Cowie Harbour Ltd di
Sandakan Residency. Pada awalnya di West Coast Res, tidak ada lahan yang
ditawarkan kepada investor, selain ditetapkan sebagai pusat pemerintahan (sebelumnya
di Kudat lalu dipindahkan ke Sabah/Kinabalu/Jesselton) oleh jadi dimaksudkan
untuk memberi kesempatan untuk membuka ruang wilayah ekonomi baru pantai timur
(di Kudat, Sandakan dan East Cost Res.). Hal itulah mengapa perusahaan Belanda
yang investasi di Sabah lebih memilih wilayah East Coast Res. (mungkin karena
lebih dekat ke wilayah Hindia Belanda di Boeloengan).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Perluasan Perkebunan di Sumatra Timur dan Semenanjung
Malaya: Pengusaha Perkebunan Belanda di Sabah

Hingga tahun 1919 jumlah perkebunan (estate) di
wilayah negara Borneo Utara (Sabah( sudah puluhan yang berada di bawah sejumlah
perusahaan-perusahaan besar. Nama perusahaan
Darvel Bay Tobacco Plantations
Ltd
 telah diubah menjadi New Darvel Bay Tobacco Co. Di East Coast Res, New Darvel
Bay Tobacco Co. menguasai lahan 3,994 are di Kota Lahad Datu yang sekarang.
Lahan perusahaan ini juga terdapat di sisi utara sungai Segama selauas 26.200
area. Pada tahun 1919 antara Kota Lahad Datu dengan sungai Segama sudah
terbentuk jalur kereta api. Satu perusahaan lain Belanda yang beroperasi di
Lahad Datu adalah Lahad Datu Culture Maatschappij dengan luas lahan 986 are
yang berada di barat kota di daerah aliran sungai Sapagaya. Perkebunan lain
yang dibuka di Lahad Datu yang berada di daerah aliran sungai Silibukan (tidak
diketahui siapa pemiliknya) yakni Borneo Proprietary Kaisha Estate seluas 1.027
are dan Telok Bukan Estate seluas 10.503 are. Borneo Proprietary Kaisha Estate juga
memiliki lahan seluas 16.120 are hilir sungai Segama (yang bertetangga dengan
John Anderson seluas 10.025 are).


Masih di East Coast Residency, di Tawau ada estate/plantation kecil yakni
di utara kota Tawau di sepanjang sungai Tawau yakni Kuhara Estate seluas  2,175 dan di sungai Kinababutta yakni U Kobuta
seluas 1.001 are. Satu yang penting di Kawasan ini adalah perusahaan batubara
di Sandakan telah memiliki tambang batubara di Silimpopon (daerah aliran sungai
Serudong/sungai Silmpopon) dengan lahan konsesi 2.560 are. Tambang ini mulai
berproduksi pada tahun 1891. Depot batubara berada di pantai utara pulau Sebatik
(menghadap ke kota Tawau).

Seperti disebut di atas perusahaan tembakau pertama
di Sabah adalah New London Borneo Tobacco Co yang membuka kebun di Kudat
Residency. Pada tahun 1919 luas lahan konsesi New London Borneo Tobacco Co seluas
25.363 are. Lokasinya di kampong/kota Marudu dan sekitar. Plantation lainnya di
Kudat Res antara lain Pitas Estate seluas11,170 are di Pitas, Taritipan Estate
seluas 2,503 are dan Langkon Estate seluas 10.883 are (keduanya berdampingan
dengan New London Borneo Tobacco Co di Marudu).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Perluasan Perkebunan di Sumatra Timur dan Semenanjung
Malaya: Pengusaha Perkebunan Belanda di Sabah

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Tahun Baru Islam 1444 H, Momentum Jadi Pendaki Gunung yang Lebih Berfaedah

Tahun Baru Islam 1444 H, Momentum Jadi Pendaki Gunung yang Lebih Berfaedah

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Skuadron pesawat pembom (2)

Iklan

Recommended Stories

Kota Mamasa

09.06.2014

Apa Makna Mulazamah dengan Guru?

22.12.2021

MENGGANGGU TETANGGA DOSANYA BESAR DAN BERLIPAT GANDA

26.09.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?