Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (743): Serudong Geomorfologi Kota Kuno di Teluk St Lucia; Tiga Kerajaan Kuno Brunai, Sulu, Serudong

Tempo Doelo by Tempo Doelo
30.07.2022
Reading Time: 12 mins read
0
ADVERTISEMENT

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

ADVERTISEMENT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Dimana itu Seridong? Banyak
orang kurang memperhatikan selama ini. Namun menjadi menarik perhatian Ketika pemerintah
negara Sabah (bagian Federai Malaysia) ingin membangun wilayah Serudong karena
negara Indonesia akan memindahkan ibu kota baru negara di Nusantara, Kalimantan
Timur. Wilayah Serudong kini masuk wilayah Sabah di perbatasan Indonesia di
pedalaman. Namun banyak pula yang tidak mengetahui Serudong adalah salah satu
nama (kerajaan) kuno sebagaimana dicatat dalam teks Negarakertagama 1365.


Bisnis Indonesia (Sabtu – 30 Juli 2022). Sabah
berencana membentuk otoritas pembangunan daerah untuk mengelola kota perbatasan
baru di Serudong, Kalabakan, salah satu dari empat titik masuk ke Kalimantan,
dimana ibu kota baru Indonesia akan berlokasi. Titik masuk lainnya adalah di
Long Pasia, Pagalungan, dan Sebatik. Menteri Utama Sabah Hajiji Noor seperti
dikutip dari www.freemalaysiatoday.com, Selasa (9/11/2021) mengatakan bahwa
proposal untuk pembentukan RDA (Regional Development Authority) Sabah Maju Jaya
Serudong akan diajukan selama rapat Anggaran 2022 yang ditetapkan pada Desember
mendatang. Hajiji mengatakan bahwa pemerintah negara bagian berkomitmen untuk
memastikan bahwa kota perbatasan akan dikembangkan, untuk mengantisipasi
perkembangan besar yang diharapkan ketika Indonesia memindahkan ibu kotanya
dari Jakarta ke Kalimantan. Kota perbatasan akan mencakup kawasan industri dan
komersial, perumahan, dan fasilitas lain yang akan dikembangkan di sekitar
pusat bea cukai, imigrasi, karantina dan keamanan (customs, immigration,
quarantine and security/CIQS). Pembangunan pusat CIQS di perbatasan
Malaysia-Indonesia akan didanai oleh pemerintah federal, seperti yang
disebutkan oleh Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob saat membahas Rencana
Malaysia Ke-12 baru-baru ini. Hajiji mengatakan bahwa pembangunan perbatasan
Sabah-Kalimantan juga akan menjadi salah satu pembicaraan ketika Ismail bertemu
dengan Presiden Indonesia Joko Widodo selama kunjungannya ke RI..

Lantas bagaimana sejarah Serudong suatu kota kuno
di teluk St Lucia dan bagaimana sejarah gemorfologinya? Seperti disebut di
atas, Serudong diduga adalah kota kuno yang kini ingin dibangun Malaysia
sebagai pusat pembangunan baru di batas negara Sabah dengan Indonesia.
Lalu bagaimana sejarah Serudong suatu kota kuno
di teluk St Lucia dan bagaimana sejarah gemorfologinya? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan
bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan
menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama
yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*.

Serudong Kota Kuno di Teluk St Lucia dan Gemorfologi;
Kerajaan Brunai dan Kerajaan Soeloe

Apa yang menarik dari perhatian di Sabah untuk
membangun pusat pertumbuhan baru di perbatasan Sabah, Malaysia dan (Kalimantan
Utara) Indonesia di Serudong adalah satu kebijakan positif. Di Satu sisi Sabah
memerlukan itu penyebaran pembangunan ke wilayah sepi di perbatasan, sedangkan
di sisi lain Sabah dalam hal ini ingin jemput bola seiring dengan pembangunan
ibu kota negara Indonesia (Nusantara) di Kalimantan Timur (namun saying masih
belum terhubung jalan darat dari Tawau ke Malinau). Okelah itu satu hal. Dalam
hal ini yang perlu diingat bahwa hubungan masa ini seakan mengingatkan kembali sejarah
era Nusantara dimana saat itu Serudong sudah dikenal sebagai sebuah kerajaan.


Serudong salah satu kerajaan di Nusantara sebagaimana disebut dalam teks
Negarakertagama (1365). Namun di laman Wikipedia hanya ditulis dalam satu
kalimat: ‘Serudong merupakan sebuah tempat yang terletak di distrik Tawau,
Sabah, di Malaysia. Kawasan ini juga sering diduduki oleh pihak Indonesia
dengan kasus terbaru melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI)
. Radar Tarakan edisi  July 30, 2022 menulis sebagai berikut: Tentara
Nasional Indonesia (TNI) dari Satgas Yonif Raider 631/Raja Alam yang saat ini
bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia melalui wilayah Nunukan,
dihadapkan dengan personel dari Tentara Diraja Malaysia (TDM) Yon ke-20 Rejimen
Askar Melayu Diraja Malaysia. Kedua satuan berbeda negara ini bertemu untuk
melakukan patroli terkoordinasi. Wadankolakaps Rem 091/ASN Kolonel Inf Ruslan
Efendy saat bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan, patroli
terkoordinasi ini dilakukan untuk mengetahui batas-batas wilayah. Selain itu,
patroli patok juga dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit.
“Sekaligus sebagai sarana meningkatkan persahabatan antara kedua negara,” ucap
Wadankolakops, Kolonel Inf. Ruslan Efendy saat membacakan amanat Dankolakops
Rem 091/ASN, Senin (3/9). Lanjutnya, dengan patroli bersama juga dapat
memberikan manfaat bagi kedua negara di perbatasan yuridiksi. Masing-masing
berupaya melakukan pencegahan aktivitas ilegal yang kemungkinan dilakukan oknum
warga. Kemudian, dampak dari patroli terkoordinasi dapat mendorong iklim yang
kondusif di sepanjang perbatasan RI-Malaysia. “Diharapkan ke depannya kegiatan
patroli terkoordinasi ini akan membawa dampak yang positif bagi kedua negara
untuk menopang pilar keamanan bersama masyarakat,” tegasnya. Sementara itu,
Komandan Satgas Yonif Raider 613/Rja, Letkol Inf. Fardin Wardhana mengungkapkan,
patroli terkoordinasi 2018 ini rencananya bakal menempuh perjalanan selama enam
hari dengan sasaran 278 patok perbatasan. “Jarak 24 kilometer (km) mulai sejak
Senin (3/9). Dan upacara penutupan direncanakan pada Sabtu (8/9) mendatang di
Pos Serudong, Malaysia,” bebernya. Sebagai tanda dimulainya kegiatan patroli
terkoordinasi 2018 di wilayah perbatasan darat RI-Malaysia, Kodam VI/Mlw
melalui Korem 091/Asn menggelar upacara pembukaan patkor 2018 Satgas Pamtas
RI-Malaysia. “Yonif Raider 613/Rja dan Yon ke-20 Rejimen Askar Melayu di Raja
Malaysia di Pos Gabma Seimanggaris, Desa Sekaduyan Taka Kecamatan
Seimanggaris,” jelasnya
.

Namun bagaimana kerajaan Serudong eksis era
Nusantara, sementara kini letaknya jauh di pedalaman ‘yang sepi’ di pantai
timur Kalimantan (wilayah perbatasan dengan Indonesia). Sementara kerajaan lain
yang disebut sejaman dengan Serudong adalah kerajaan Brunai dan kerajaan Soeloe
berada di pantai. Tentu saja sejarah tetaplah sejarah, fakta bahwa kini Serudong
jauh di pedalaman (Brunai dan Soeloe di pesisir), juga yang kurang dipahami
bahwa fakta bahwa Serudong juga berada di pantai pada masa lampau. Bagaimana
itu dapat dijelaskan? Okelah, itu hanya dapat dijelaskan dengan pendekatan sejarah
geomorfologis.


Berdasarkan peta Pemerintah Hindia Belanda (1919) perbatasan yurisdiksi Maskapai
Borneo Utara dan Pemerintah Hindia Belanda berada di antara sungai Serudong dan
sungai Simangaris. Kedua sungai ini bermuara ke tel;uk Sr Lucia/Cowie dimana
terdapat dua pulau Sebatik dan Nunukan, Sungai Silimpopon bermuara ke sungai
Serudong. Di hulu sungai  Serodong
setelah muara sungai Silimpopon diidentifikasi kampong Serodong (sisi barat
sungai Serudong). Di hulu sungai Silimpopon terdapat pertambangan batubara. Hingga
ke titik tertentu di Loading Station kapal tongkang dapat mencapainya (lebih ke
hulu harus dengan perahu-perahu atau dengan jalan darat menggunakan kereta lori).
Kapal tongkang mengepul di sisi barat pulau Sebatik. Jika ke stasion batubara
di Silimpopon dapat dicapai tongkang maka ke hulu sungai Seludong juga dapat
dilalui oleh tongkang. Saat ini Seruding dapat dikatakan tidak terasing karena
masih memiliki akses melalui jalan sungai yang dapat dilalui kapal-kapal kecil
atau tongkang. Sungai Serudong adalah sungai besar yang cukup Panjang hingga ke
pedalaman. Dalam hal ini di wilayah teluk St Lucia/Cowie, sungai Serudong
adalah sungai paling besar. Ke dalam teluk ini juga dapat ditambahkan tiga
besar lainnya di selatan yakni sungai Seboekoe dan sungai Sembakoeng serta
sungai Sesajap.

Berdasarkan peta geomorfologis kawasan teluk, dimasa
lampau garis pantai jauh ke pedalaman yang sekarang (garis merah dalam peta).
Sungai-sungai besar yang sekarang, sudah jauh lebih Panjang dari semula. Proses
sedimentasi jangka Panjang telah terjadi di kawasan teluk, tidak hanya daratan
meluas ke perairan juga di lepas pantai teluk terbentuk beberapa pulau besar (cikalnya
adalah pulau karang) seperti pulau Sebatik, dan pulau Nunukan. Dalam
perkembangannya diantara daratabn dengan pulau-pulau besar itu terbentuk lagi
pulau-pulau kecil yang kemudian menyatu dengan daratan. Lambat laun
kampong/kota Serudong seakan semakin jauh berada di pedalaman.


Proses sedimentasi jangka Panjang ini terjadi karena massa padat yang
banyak terbawa arus sungai-sungai besar ke teluk dari jauh di pedalaman. Oleh
karena tidak ada indikasi aktivitas vulkanik, maka massa padat berupa lumpur dan
sampah vegetasi yang terbawa hanyut ke teluk diakibatkan oleh aktivitas manusia
seperti perladangan dan pertambangan. Ini mengindikasikan keberadaan penduduk
di pedalaman sudah ada sejak lama, yang mana para pendatang dating berdagang
dengan membuka pos perdagangan, utamanya di muara sungai Serudong yang kemudian
terbentuk kampong/kota Serudong. Seperti nama Serudong yang dicatat dalam teks
Negarakertagama 1365, itu menunjukkan kota/kerajaan Serudong masih berada di
pantai.

Di bagian mana di teluk terjadi lebih awal proses
sedimentasi diduga berada di tengah di sekitar muara sungai Seboekoe atau
sungai Sembakoeng karena menjadi area tangkapan air dari pengaruh dua tanjong di
utara dan di selatan. Lalu kemudian proses sedimentasi secara terpisah di sekitar
muara sungai Serudong dan sungai Sesayap. Sejatinya, hingga pada masa ini
proses sedimentasi jangkan Panjang itu belum selesai, pada suatu waktu nanti
garis pantai baru akan terbentuk di sisi luar pulau-pulau Sebatik, Nunukan,
Tarakan dan lainnya (garis kuning).


Nama Serudong yang dicatat dalam teks Negarakertagama (1365) sejumlah
peneliti sejak era Pemerintah Hindia Belanda masih belum yakin sepenuhnya
dimana posisi GPSnya. Ada yang berpendapat Serudong yang dicatat Seludong
berada di pulau Luzon (kini di teluk Manila) dan juga ada yang mencatat berada
di ujung timur laut pulau Borneo (Maludu/Marudu). Namun saya lebih yakin
Seludong/Serudong tepat berada di suatu teluk yang di era Portugis ditandai
sebagai teluk St Lucia. Hal ini karena ada kesesuai situasi dan kondisi zaman
kuno di teluk itu merupakan suatu kawasan yang penting dalam perdagangan. Bukti
ini tidak hanya berdasarkan catatan tertulis (teks dan peta) tetapi juga dengan
kesimpulan berdasarkan analisis secara geomorfologis kawasan. 

Tunggu deskripsi lengkapnya

Kerajaan Brunai, Kerajaan Soeloe dan Kerajaan
Serudong: Pembangunan Ibu Kota Negara Indonesia di Nusantara

Seperti disebut di atas, lalu lintas perdagangan di
Nusantara sudah ekesis sejak zaman kuno. Perdagangan di pulau Kalimantan bahkan
sudah eksis pada era Ptolomeus abad ke-2. Bukti fisik ditemukan berupada
prasasti abad ke-5 (prasasti Koetai/Muara Kaman). Catatan pada teks
Negarakertafama (1365) mengindikasikan pantai timur Borneo hingga ke Soeloe
kepulauan dan ke pantai utara di Brunai menjadi jalur perdagangan yang penting.
Meski kurang penting lagi peda era Portugis, tetapi dalam peta-peta Portugis di
wilayah dimana (kerajaan) Serudong diidentifikasi dengan baik.


Pada peta-peta Portugis, khususnya Peta 1657 wilayah teluk St Lucia digambarkan
dengan cukup jelas bahwa teluk itu masih mengindikasikan situasi dan kondisi
awal dimana pulau Sebatik dan pulau Nunukan masih berupa pulau-pulau karang
yang jauh berada di lepas pantai. Tanjung Batu Tinagat di dekat pulau-pulau
tersebut masih menggambarkan kondisi masa ini. Seperti dideskripsikan di atas,
kampong/kota Serudong pada era Poetugis/Belanda (VOC) Kawasan teluk belum terjadi
proses sedimentasi yang signifikan. Pulau Sebatik dan pulau Nunukan masih
berukuran kecil. Dengan demikian, pada masa era Nusamtara (teks Negarakertagama
1365) kota perdagangan Serudong masih mudah dicapai melalui navigasi pelayaran
perdagangan,

Siapa yang menjadi penduduk
Serudong ini pada masa kerajaan tempo doeloe diduga kuat adalah etnik Tidong/Tidoeng
yang sekarang. Untuk membuktikan itu tidak lagi cukup mengandalkan pada toponimi
(teks dan identifikasi peta), tetapi harus dihubungkan dengan situasi dan
kondisi navigasi pelayaran perdagangan di wilayah utara khatulistiwa sejak era
(kerajaan) Sriwijaya) dan era kerajaan Majapahit.


Dalam teks Negarakertagama (1365) selain yang dicatat nama-nama
Serudong/Seludong, Soeloe dan Brunai juga dicatat nama-nama Kalka dan Malano.
Dua nama tempat ini berada di pantai utara Borneo di sebelah barat Brunai. Pada
masa ini yang eksis hanya Malano yang diidentifikasi sebagai etnik Melanau (di
Serawak). Sementara itu Brunai (etnik Melayu) dan Soeloe (etnik Tausug) masih
eksis. Yang menyisakan pertanyaan adalah Serudong/Seludong apakah nama itu
berada di teluk St Lucia atau di teluk Manila (Luzon, Filipina)? Seludong di Manila/Luzon
adalah etnik Tagalog dan Seridong di teluk St Lucia adalah etnik Tidoeng. Kecuali
Brunai (kini bahasa Melayu), satu persamaan yang penting dari etnik-etnik tersebut
(Melanau, Tidoeng, Tagalog dan Tausug) adalah kata bahasa elementer sama yakni ‘ina’=ibu
dan ‘ama’=ayah.

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (744): Sabah dan Perkebunan Besar; Perluasan Perkebunan di Sumatra Timur dan Semenanjung Malaya

Tahun Baru Islam 1444 H, Momentum Jadi Pendaki Gunung yang Lebih Berfaedah

Tahun Baru Islam 1444 H, Momentum Jadi Pendaki Gunung yang Lebih Berfaedah

Iklan

Recommended Stories

Alamat Lengkap Dan Nomor Telepon Kantor KPPN Di Sulawesi Utara

Alamat Lengkap Dan Nomor Telepon Kantor KPPN Di Sulawesi Utara

14.03.2018

BERBURU PENYU HIJAU DI PULAU MARATUA

13.08.2018

Abdul Haris Nasution di acara yang belum teridentifikasi (1950-an?)

15.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?