*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Belum lama ini Kesultanan Johor
melontarkan akan keluar dari Federasi Malaysia. Alasannya sederhana saja, soal
ketidak adilan yang diterima oleh wilayah kesultanan Johor dalam kemajuan
(federasi) Malaysia. Apakah itu dimungkinkan mengingat fakta pembentukan
Federasi Malaysia tahun 1963 kesultanan Johor adalah bagian dari Federasi
Malaya (yang secara bersama-sama negara Singapoera, negara Sabah dan negara
Serawak) digabungkan bersama Federasi Malaysia).

Sejarah Johor dimulai pada masa pemerintahan Kesultanan
Malaka. Sebelumnya daerah Johor merupakan bagian dari Kesultanan Malaka,
kemudian Malaka jatuh akibat penaklukan Portugal pada tahun 1511. Berdasarkan
Sulalatus Salatin, setelah wafatnya Sultan Malaka, Mahmud Syah tahun 1528 di
Kampar, Sultan Alauddin Syah, salah seorang putra raja Malaka, menjadikan Johor
sebagai pusat pemerintahannya dan kemudian dikenal sebagai Kesultanan Johor. Sebagai
pewaris Malaka, Sultan Johor menganggap wilayah Johor, Pahang, Selangor,
sebagai wilayah kedaulatannya. Pengaruh perjanjian London tahun 1824 bekas
wilayah Kesultanan Johor dibagi atas wilayah jajahan Inggris dan Belanda.
Setelah kemerdekaan Malaysia, Johor kemudian menjadi salah satu negara bagian
Malaysia pada tahun 1963. Sesudah Sultan Alauddin Syah membangun pusat
pemerintahan baru pada kawasan muara Sungai Johor, perlawanan terhadap
penaklukan Portugal terus berlanjut. Pada masa yang sama, dari kawasan utara
Pulau Sumatra, muncul kekuatan baru di Aceh yang mulai melakukan ekspansi
wilayah kekuasaan dengan menaklukan beberapa kawasan Melayu dan berusaha
mengontrol jalur pelayaran di Selat Melaka. Kesultanan Aceh selain juga mencoba
menyerang kedudukan Portugal di Malaka, juga menyerang kedudukan Sultan Johor.
Pada tahun 1613, Sultan Iskandar Muda menaklukan Johor, Sultan Johor beserta
seluruh kerabatnya ditawan dan dibawa ke Aceh. Pada tahun 1641, Belanda
berhasil merebut Malaka dari Portugal, dan Belanda mengakui kedaulatan Sultan
Johor atas wilayah kekuasaannya dan pada saat bersamaan kawasan muara Sungai
Johor kembali muncul sebagai salah satu pelabuhan dagang di Semenanjung Malaya. (Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah mengapa
Kesultanan Johor ingin
keluar
Federasi Malaysia? Seperti disebut di atas, kesultanan Johor adalah bagian
Federasi Malaya, suatu
federasi yang bersama-sama dengan negara Singapoera, negara Sabah dan negara
Serawak digabungkan dalam pembentukan (negara) Federasi Malaysia. Lalu
bagaimana sejarah mengapa
Kesultanan Johor ingin
keluar
Federasi Malaysia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada
permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.
Mengapa Kesultanan Johor Ingin
Keluar Federasi Malaysia? Johor Jadi Bagian Federasi Malaya
Tunggu deskripsi lengkapnya
Johor Jadi Bagian Federasi
Malaya: Apakah Mungkin Keluar dari
Federasi Malaysia (minus Singapoera)
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




