*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Warna
khas budaya adalah elemen budaya yang diwariskan. Namun sangat sulit mengetahui
sejak kapan plihan warna muncul pada budaya etnik tertentu. Warna budaya ini
tidak hanya muncul dalam ragam budaya (seperti seni) juga menjadi lambang warna
kerajaan dan (kombinasdi) warna yang digunakan dalam bendera. Bagaimana dengan
warna bendera Indonesia sendiri?

Tiga warna Melayu. Tiga warna yang memaparkan warna
hijau, kuning dan merah, merupakan kombinasi warna yang biasanya terdapat dalam
pelbagai reka bentuk simbol yang digunakan oleh sesetengah organisasi utama
untuk melambangkan orang-orang Melayu. Tiga warna ini diperoleh daripada tiga
nilai penting Kemelayuan; Islam, Majlis Raja-Raja dan Etnik Melayu. Hijau
adalah warna tradisional Islam, iman yang menjadi bahagian penting budaya
Melayu. Warna kuning adalah warna diraja yang biasanya dikaitkan dengan
sultan-sultan Melayu, dan digunakan untuk menegaskan kesetiaan orang Melayu
kepada Raja-raja mereka. Warna ketiga, merah, adalah warna tradisional dalam
budaya Melayu, digunakan untuk menunjukkan keberanian, kepahlawanan dan
kesetiaan. Warna merah jambu yang dikatakan merah kesumba merah yang sama
dengan kain merah dan biasanya dikaitkan dengan darah, adalah warna eksistensi
orang Melayu dan merupakan warna yang paling sering disebut dalam
kesusasteraan. Di seberang Selat Melaka, iaitu di provinsi Riau dan Kepulauan
Riau yang mempunyai ikatan sejarah dan kebudayaan yang kental dengan kawasan
Semenanjung, warna-warna ini memegang falsafah yang sama dengan saudara Melayu
mereka di Tanah Besar Asia. Dikenali dan diwarnakan sebagai Kuning Keemasan,
Hijau Lumut dan Merah Darah Burung, warna-warna ini digunakan secara meluas
sebagai simbol adat dan perayaan di kota-kota dan desa wilayah-wilayah
tersebut, 3 warna ini juga turut menjadi pilihan utama pasangan pengantin
Melayu di daerah-daerah berkenaan bagi meraikan majlis pernikahan mereka.(Wikipedia)ADVERTISEMENT
Lantas
bagaimana sejarah warna budaya etnik di nusantara? Seperti disebut di atas, warna
budaya umumnya diwarisikan dalam berbagai ragam budaya seperti seni dan bahkan
plihan warna bendera. Namun warna khas budaya sulit diketahui sejak kapan
bermula. Lalu bagaimana sejarah warna khas budaya? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.

Sejarah
seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan
tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan
imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang
digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan
majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai
pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi
(analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua
sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya
sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di
artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan
saja*. Warna (khas) tradisi di Nusantara
Warna Khas Budaya Etnik, Merah Putih
Hitam Kuning Hijau; Ragam Budaya hingga Warna Bendera
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Ragam Budaya hingga Warna Bendera: Merah
Putih Hitam Etnik Batak
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog
ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi
warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan
utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas
Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah–agar lingkungan tempat
tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton
sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan
sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam
memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini
hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish).
Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





