Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (619): Daratan Sumatra dan Pulau Jawa Pernah Bersatu? Situs Gunung Padang dan Situs Sangiran

Tempo Doelo by Tempo Doelo
29.05.2022
Reading Time: 19 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Apakah
ada yang berpikir sebelum ini, suatu masa di masa lampau daratan Sumatra
bersatu dengan pulau Jawa? Sejauh ini penjelasannya hanya dihubungkan dengan
Teori Sundaland. Namun bukan itu yang dimaksud, tetapi yang hanya terhubung
antara Sumatra dan Jawa (tidak terhubung dengan Semenanjung dan Borneo). Dalam
hal ini Sumatra disebut daratan, karena pulau Sumatra terhubung dengan daratan
Asia. Dalam konteks daratan (Semenanjung) Sumatra inilah pulau Jawa dan pulau
Sumatra pernah bersatu di masa lampau.

ADVERTISEMENT

Faktor-faktor yang dianggap menjadi alasan pulau Sumatra
dan pulau Jawa pernah bersatu: (1) Berada di garis cincin api dimana ditemukan
gunung aktif; (2) Ditemukan sisa ras negroid di pulau-pulau Andaman dan pulau
Jawa; (3) Populasi ras Melayu yang dominan; (4) flora dan fauna yang sama,
terutama hewan besar seperti badak, dan banteng, gajah dan harimau sudah punah
di Jawa); (5) pengaruh peradaban awal yang merata pada era Hindoe Boedha; (6)
Bersentuhan dengan samudra Hindia; (7) aktivitas penduduk yang sangat intens di
pedalaman. Dalam hubungan ini, pada masa lampau pulau Jawa terhubung daratan
dengan pulau Bali (adanya gajah dan harimau di Bali tempo doeloe).

Lantas
bagaimana sejarah daratan Sumatra dan pulau Jawa pernah bersatu? Seperti
disebut di atas, banyak faktor yang memiliki pengaruh yang sama diantara dua
pulau. Dalam hal ini Sumatra dan Jawa tidak pernah bersatu dengan Semenanjung
dan Borneo. Lalu bagaimana sejarah daratan Sumatra dan pulau Jawa pernah bersatu?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Daratan Sumatra dan Pulau Jawa
Pernah Bersatu? Bagaimana Prosesnya?

Hanya
Teori Sundaland yang menyatakan bahwa pulau Jawa dan pulau Sumatra (serta pulau
Kalimantan dan Semenanjung) pernah bersatu, Tapi kapan itu terjadi? Ada yang
menyebut itu pada 2,6 Juta tahun lampau. Benar atau tidak itu, dalam artikel
ini tidak relevan lagi, terlalu jauh untuk memahami jutaan tahun lalu, yang
mungkin tidak terhubung dengan situasi dan kondisi (pemikiran) masa kini.
Sekarang kita berpikir tentang masa yang masih mungkin dipikirkan.

Pada artikel sebelumnya sudah dideskripsikan
bahwa di satu sisi pulau Bangka dan pulau Belitung pernah bersatu dan di sisi
lain terhubung sebagai darata dengan Semenanjung Malaya yang membentuk
Semenanjung Bangka. Lalu semenanjung yang luas ini terpecah-pecah karena proses
abrasi jangka panjang yang menyebabkan terbentuk pulau-pulau seperti Belitung,
Bangka, Singkep, Lingga, Batam, Bintan dan Singapoera plus Semeanjung Malaya.
Pendapat ini pernah dikemukakan V Obdeijn dalam artikelnya yang dimuat dalam
junal yang terbit tahun 1942. Saya juga meyakini itu pernah terjadi seperti
yang deskripsikan pada artikel sebelumnya berjudul Semenanjung Bangka.

Lantas
bagaimana kita menjelaskan apakah pulau Jawa dan pulau Sumatra pernah bersatu?
Dengan mengikuti Teori Semenanjung Bangka, proses terpisahnya pulau Jawa dan pulau
Sumatra terjadi karena proses abrasi jangka panjang. Bagaimana bisa terjadi
abrasi memecah belah Semenanjung Bangka telah dijelaskan pulau-pulau Bangka dan
Belitung, Singkep dan hingga daratan Semenanjung Malaya rterbentuk dari batuan
granit, suatu batuan yang dapat berguguran karena adanya terjangan arus laut
atau ombak. Dalam hal ini granit adalah batuan berbutir cukup kasar dengan
kandungan kuarsa. Lalu bahan apa yang membentuk pulau Sumatra dan Jawa?

Berbeda
dengan Semenanjung Bangka, daratan Sumatra terbentuk diantaranya karena proses subduksi
tempat bertemunya lempeng samudra Indo-Australia dengan lempeng benua Eurasia. Pulau
Sumatra juga menjadi garis cincin api dimana terdapat banyak gunung api
vulkanik. Dua hal itu terkait. Jenis batuan bagian atas yang membentuk Sumatra
sebelah barat lebih kuat dan sulit berguguran karena abrasi. Sedangkan jenis
batuan di bagian selatan terutama di wilayah Lampung merupakan basement yang
terdiri dari jenis granit. Sebagian daratan tinggi Sumatra terbentuk dari lava
basalt dan lava andesit. Lalu bagaimana dengan batuan yang membentuk pulau
Jawa? Kurang lebih sama dengan Sumatra. Permukaan atas ada yang berumur tua
yang kini banyak kawasan dijadikan geopark dan ada juga yang terdiri dari
batuan andesit dari proses vulkanik. Seperti halnya Sunmatra, secara umum Jawa
terbenyuk dari batuan yang kuat.

Kesamaan
batuan yang membentuk daratan pulau Sumatra (tengara-barat laut) dan pulau Jawa
(barat-timur) diduga awalnya menyatu sama lain. Lalu bagaimana kedua arah daratan
yang pernah terbentuk menjadi terpisah dengan terbentuknya Selat Sunda? Satu
yang pasti di Selat Sunda terdapat kawasan vilkanik yang mana salah satu
gunungnya masih aktif hingga ini hari (gunung Krakatau).

Kawasan Selat Sunda adalah zona transisi
antara Jawa dan Sumatra. Sebagai zona transisi, di kawasan terdapat celah
dimana berawal terbentuk Selat Sunda. Pada permukaan laut tampak celah ini
melebar ke arah barat daya dan menyempit di timur laut (antara Merak dan
Bakauheni).

Selat
Sunda sebagai celah, suatu celas yang melebar di barat daya dan menyempit di
wilayah timur laut. Celah di arah barat data lebih besar mengindikasikan dua
hal yakni pengaruh vilkanik di satu pihak dan pengaruh abrasi (Lautan Hindia)
di lain pihak. Timbul tenggelamnya gunung Krakatau salah satu contoh bukti
adanya pengarug vilkanik di zona transisi ini. Hal itulah mengapa batimetri di
zona transisi kawasan Selat Sunda ini beragam.

Batuan yang membentuk dasar laut Selat Sunda
sebagai proses subduksi yang kemudian di bagian atas terjadi proses pengendapan
vulknik yang semakin dangkal di timur laut antara Anyer dan Bakauheni dengan
kedalaman laut antara 20-30 meter dimana juga terdapat palung sekitar 90 meter.

Kedalaman
laut yang dangkat di arah timur laut antara Merak dan Bakauheni diduga pernah
tertutup karena aktivitas gunung api dan pengendapan sampah dampak vulknik dan
endapan pasir yang hanyut dari arah Lautan Hindia di arah barat daya. Pada masa
inilah diduga terjadi bertemunya daratan Sumatra dan daratan Jawa di masa
lampau. Namun yang membuka kembali daratan ini menjadi perairan (Selat Sunda)
diduga juga terjadi karena dampak vulkanik dan abrasi yang arahnya dari barat
daya (bagian terlebar Selat Sunda).

Tunggu
deskripsi lengkapnya

Daratan Sumatra dan Pulau Jawa
Pernah Bersatu: Situs Gunung Padang dan Situs Sangiran

Salah
satu bukti pernah bersatunya pulau Sumatra dan pulau Jawa adalah ditemukannya
hewan besar yang sama diantara dua pulau dengan daratan Asia yakni harimau,
gajah, badak dan banteng. Sebagaimana dideskripsikan nanti, jenis hewan serupa
juga terdapat di Semenanjung Malaya (yang bersatu dengan daratan Asia).

Bagaimana hewan-hewan besar ini sama diantara
pulau Jawa dan pulau Sumatra dengan daratan Asia, kita harus pula berpikir
bahwa pulau Sumatra pernah bersatu dengan daratan Asia yang menyambung
pulau-pulau yang berada di Andaman hingga ke sisi barat Burma. Bagaimana proses
daratan itu pernah besatu dan kemudian terpecah kurang lebih sama dengan yang
terjadi di wilayah Selat Sunda.  

Bersatunya
pulau Jawa dan pulau Sumatra dengan daratan Asia di Burma tidak hanya menjadi
jalur pergerakan (migrasi) hewan-hewan besar tetapi menjadi jalur pergerakan
(migrasi) manusia di zaman purba. Hal itulah yang menjelaskan mengapa ras
negroid ditemukan di Andaman (hingga ini hari) dan di Jawa (masih ditemukan
jelas pada era Hindia Belanda), yang tentu saja terdapat juga di Sumatra.
Haanya saja ras negroid di Sumatra lebih dahulu punah (mungkin karena percampuran
yang sempurna-perkawinan antara ras pendatang baru).

Ras negroid juga ditemukan di Semenanjung
Malaya (penduduk asli Semang) dan juga di pulau-pulau Filipna. Tampaknya hewan
besar seperti gajah dan harimau hanya sebatas di Semenanjung Malaya. Oleh
karena pernah terbentuk Semenanjung Bangka, hewan-hewan besar di pulau-pulau
kecil ini telah punah lebih awal (mudah diburu). Lalu bagaimana terdapat ras
negroid di pulau-pulau Filipina. Ada dua teori yang menjelaskan. Pertama Semenanjung
Bangka pernah bersatu dengan Borneo melalui jalur kepulauan Karimata. Idem dito
pada jalur ini terjadi pergerakan (migrasi) hewan besar dari daratan Asia
hingga ke Borneo dimana pada masa ini masih ditemukan gajah di Borneo bagian
utara, namun ukuran gajah Borneo relatif lebih kecil. Lalu mengapa tidak
ditemukan harimau di Borneo?

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post

Sejarah Menjadi Indonesia (620): Semenanjung Chersonesus dan Pulau Taprobana Peta Era Ptolomeus Abad ke-2; Daratan Menyempit dan Kemudian Meluas

#34 Pantai Green Bowl

Iklan

Recommended Stories

Bisnis Futsal

20.11.2013
Antara Air Terjun Pengantin Banyumas dan Jodoh Anda

Kode Pos Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan

23.03.2017

Sejarah Menjadi Indonesia (516): Pahlawan Indonesia–Hoesein Djajadiningrat di Leiden ; Indische Vereeniging dan Boedi Oetomo

06.04.2022

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

OPPO Reno15 Pro Max: Flagship Reno dengan Bezel Tertipis dan Kamera 200MP Terbaru

23.01.2026
Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

Mengenal Syariat, Hakikat, dan Ma‘rifat dalam Islam: Pengertian, Perbedaan, dan Tahapannya

23.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?