Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (582): Pahlawan Indonesia-Migrasi Orang Jawa Tempo Dulu; Malaya Deli Suriname Tapanoeli Lampoeng

Tempo Doelo by Tempo Doelo
10.05.2022
Reading Time: 21 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Migrasi
orang Jawa (penduduk berasal dari pulau Jawa) ke Deli dan Lampoeng sudah
menjadi pengetahuan umum. Namun migrasi orang Jawa ke luar negeri (luar Hindia
Belanda) seperti ke Semenanjung dan ke Surinami tentu masih menarik perhatian.
Pertanyaan serupa juga muncul bagaimana orang pantai barat Sumatra dan Sulawesi
bisa sampai ke Afrika Selatan. Tentu saja bagaimana bisa populasi Minangkabau
dan Angkola-Mandailing (Tapanuli Selatan) cukup besar di Semenanjung Malaya
(kini Malaysia).

ADVERTISEMENT

Migrasi orang Sulawesi, khususnya orang Makassar dari Kerajaan Gowa
bermula dari hubungan dagang antara Malaka dan Gowa dan migrasi besar-besaran terjadi
pada pasca kekalahan Kerajaan Gowa melawan VOC (Belanda) tahun 1669. Jauh
sebelum itu orang pantai timur Sumatra, khususnya Minangkabau dan Angkola
Mandailing sudah terjadi migrasi sejak era Portugis. Jumlahnya semakin
meningkat populasi orang Minangkabau dan orang Angkola Mandailing pada era
Perang Padri (1801-1838). Meski sudah ada pemisahan wilayah yurisdiksi hukum
antara wilayah Hindia Belanda (baca: Indonesia) dengan Semenanjung (Inggris)
arus migrasi masih tetap berlangsung hingga pada akhirnya semakin sulit terjadi
sejak kemerdekaan negara Malaysia pada tahun 1957. Lalu sejak kapan orang Jawa
melakukan migrasi (keluar Jawa)?

Lantas
bagaimana sejarah migrasi orang Jawa tempo doeloe? Seperti disebut di atas,
migrasi orang Jawa (penduduk berasal dari pulau Jawa) ke luar bahkan jauh di
luar negara sudah terjadi sejak lama. Lalu bagaimana sejarah migrasi orang Jawa
? Seperti kata ahli sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia-Migrasi
Orang Jawa Tempo Doeloe: Semenanjung Malaya, Suriname, Deli, Tapanoeli, Lampoeng

Dalam
Sensus Penduduk 1920, jumlah orang luar Jawa di Jawa yang teridentifikasi
sebanyak 30.573 jiwa. Jumlah yang terbanyak adalah orang Minahasa hampir 10.000
jiwa. Anehnya, jumlah orang Minangkabau yang dianggap ‘siku perantau’ ternyata
hanya delapan orang di Jawa. Orang Sumatra terbanyak di Jawa adalah orang
Pelembang sebanyak 3.649 jiwa, lalu disusul orang Batak sebanyak 868 jiwa.
Secara keseluruhan orang Sumatra di Jawa sebanyak 5.237 jiwa. Dalam hal ini
lebih dari separuh orang Sumatra di Jawa adalah orang Palembang. Lantas
bagaimana dengan orang Jawa di luar Jawa. Hasil Sensus Penduduk 1920 tercatat
di luar Jawa sebanyak 520.559 jiwa orang Jawa, 85.578 jiwa orang Sunda dan
6.241 jiwa orang Madura.

Angka-angka yang disebut di atas tidak
termasuk yang berada di luar negeri (di luar Hindia Belanda/Indonesia). Uniknya
orang Jawa di luar Jawa berada di Sumatra khususnya di Sumatra Timur, Tapanoeli
dan Lampoeng. Sebagian besar di Sumatra Timur. Sebelum transmigrasi dari Jawa
ke Lampong dilakukan secara masif, jumlah orang Jawa di Tapanoeli lebih banyak
daripada di Lampong. Banyaknya orang Jawa di Sumatra Timur khususnya di Deli
tergambar dari distribusi penduduk kota (gemeente) Medan sebanyak 24.9 persen. Lantar
bagaimana di Tapanoeli? Pada Peta 1904 sudah ada diidentifikasi nama Kampong
Jawa di kota Padang Sidempoean.

Kapan
migrasi orang Jawa ke luar negeri (sejak batas-batas wilayah administrasi
Hindia Belanda telah ditetapkan) tidak diketahui secari pasti. Yang jelas pada
tahun 1863 seorang planter yang memulai usaha perkebunan tembakau di Deli,
Nienhuys sebelum didatangkan tenaga kerja dari Tiongkok, mendapatkan tenaga
kerja bebas orang Jawa di Malaka dan Penang. Ini mengindikasikasikan bahwa
sudah ada migran dari Jawa di Semenanjung.

Namun tidak lama kemudian Nienhuys mengganti
tenaga kerja asal Jawa setelah mendapat pasokan tenaga kerja dari Tiongkok
(yang terus mengalir). Hingga kembali muncul kehadiran tenaga kerja dari Jawa
(Bagelan) di Deli pada tahun 1876. Sejak tahun ini jumlah tenaga kerja dari
Jawa (migrasi di dalam negeri) terus meningkat di Deli.

Isu
migrasi orang Jawa ke luar negeri muncul pada tahun 1889 (lihat Soerabaijasch
handelsblad, 11-05-1889). Ini sehubungan dengan kasus pemberontakan di Banten
tahun 1888 dimana sejumlah pemimpin pemberontakan diusulkan diasingkan ke
Suriname. Namun ditanggapi banyak pihak seshingga urung dilakukan (hanya
diasingkan di dalam negeri di pulau yang berbeda). Pada tahun ini juga muncul
gagasan dari (pemerintah) Suriname untuk menambahkan jumlah tenaga kerja dari
mancanegara. Tenaga kerja yang berasal dari Hindia Inggris sudah ada sebelumnya
di Suriname. Dalam hubungan inilah terjadi interaksi supply en demand.

Pengusaha-pengusaha di Suriname tampanya
melirik Hindia Belanda. Pengusaha pengerah tenaga kerja di Jawa yang selama ini
sudah eksis, terutama ke Deli merespon demand tersebut. Seperti hal isu
pengasingan para pemberontak Banten ke Suriname, isu ketenagakerjaan ini juga
menjadi polemik. Persoalan Pemerintah Hindia Belanda berdiam diri meski ada
yang mengusulkan agar pemerintah memperhatikan isu ini. Berbeda dengan kasus
pengasingan para pembentontak, besar dugaan pemerintah tidak ambil pusing dalam
isu ketenagakerjaan ini karena bukan persoalam G to G tetapi lebih pada B to B
(antar negara).

Polemik
isu ketenagakerjaan di Hindia Belanda dengan sendirinya mereda. Tangan-tangan
tidak kelihatan (invisible hand) tetap bekerja. Seakan tidak ada angin dan
tidak awan, tiba-tiba perusahaan pengerah tenaga kerja di Semarang akan
mengirimkan sejumlah tenaga keraja berasal dari Jawa untuk dikirim ke Suriname.
Tampanya tidak menjadi isu panas lagi. Yang ada di surat kabar hanya sekadar
pemberintaan tentang kebutuhantenaga kerja di Suriname (lihat antara lain Java-bode
: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 13-01-1890). Perusahaan
pengerah tenaga kerja di Semarang tersebut adalah Firma E.’t Sas.

Firma E. ‘t Sas di Semarang ini sudah lama
eksis. Paling tidak perusahaan pengerah tenaga kerja sudah pernah memasang
iklan pada tahun1882 (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en
advertentie-blad, 17-03-1882). Selama ini, perusahaan tampaknya berbisnis
tenaga kerja lebih pada memenuhi permintaan di dalam negreri khususnya ke Deli.
Selain pengerahan tenaga kerja antar daerah/pulau, perusahaan ini juga
memfasilitasi kebutuhan koeli regional di Jawa

Pada
tanggal 27 Juni 1890  surat kabar terbit
di Semarang, De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 27-06-1890
memberitakan kapal ss Koningin Emma berangkat ke Batavia pada tanggal 27 Juni.
Berita lain pada edisi ini juga melaporkan kapal ss Koningin Emma yang
berangkat dari Semarang dengan tjuan Batavia dimana para penumpang, diantaranya
terdapat 33 orang Jawa (Javaan), 15 orang wanita pribumi dan satu anak yang
turut didampingi oleh E. ‘t Sas dengan tujuan akhir Suriname.

Di dalam laman Wikipedia disebutkan sebagai
berikut: Gelombang pertama pengiriman
tenaga kerja itu diberangkatkan dari Batavia (Jakarta) pada tanggal 21 Mei 1890
dengan kapal SS Koningin Emma. Setelah singgah di Negeri Belanda, akhirnya
kapal tiba di Suriname pada tanggal 09 Agustus 1890. Oleh sebagian masyarakat
Indonesia baik yang sekarang masih tinggal di Suriname maupun yang tinggal di
Negeri Belanda, selalu mengenang dan memperingati tanggal 09 Agustus sebagai suatu
tanggal yang sangat bersejarah. Tenaga kerja gelombang pertama sebanyak 94
orang, terdiri dari 61 orang pria, 31 orang wanita dan 2 orang anak dan
ditempatkan di perkebunan tebu dan pabrik gula Marienburg. Tenaga kerja
gelombang kedua sebanyak 582 orang, tiba di Suriname pada tanggal 16 Juni 1894
dengan kapal SS Voorwaarts. Karena muatan kapal kedua ini melebihi kapasitas,
menyebabkan kapal tidak memenuhi syarat sebagai kapal angkut personil. Akibatnya
64 orang penumpang kapal meninggal dunia dan 85 orang harus dirawat di rumah
sakit, setelah kapal tiba di pelabuhan Paramaribo, Suriname. Kejadian yang
menyedihkan ini tidak ada tanggapan dari Pemerintah Belanda, bahkan begitu saja
dilupakan. Mungkin Pemerintah Kerajaan Belanda beranggapan bahwa yang meninggal
itu hanya para pekerja miskin, sehingga tidak perlu ada tindakan apa-apa.
Meskipun demikian, pengiriman tenaga kerja ini berjalan terus sepanjang tahun
sampai dengan pengiriman terakhir sebanyak 990 orang yang tiba di Suriname pada
tanggal 13 Desember 1939. Dari tahun 1890 s.d. 1914 rute pelayaran ke Suriname
selalu singgah di Negeri Belanda, selebihnya tidak. Pengiriman para tenaga
kerja itu menggunakan 77 buah kapal laut, dilaksanakan oleh Perusahaan
Pelayaran Swasta, De Nederlandsche Handel Maatschappij. Tetapi sejak tahun 1897
pengiriman tenaga kerja dilaksanakan sendiri oleh Pemerintah Hindia Belanda
.

Kapal
ss Koningin Emma akan berangkrt dari Batavia tanggal 2 Juli dengan tujuan akhir
Amsterdam (lihat  Bataviaasch handelsblad,
01-07-1890). Penumpang masih terdapat pribumi sebanyak 49 orang. Tidak ada nama
E. ‘t Sas. Tidak diketahui siapa yang mendampingi diantara penumpang lain.
Boleh jadi sudah ada agen yang menunggu di Belanda. Akhirnya kapal ss Koningin
Emma tiba di Amsterdam (lihat  Haagsche
courant, 16-08-1890). Disebutkan kemarin [tanggal 15 Agustus] kapal ss Koningin
Emma tiba di Amsterdam.

Sesampai di Amsterdam, para pribumi yang
berasal dari Jawa segera diberangkatkan ke West Indie dengan menggunakan kapal
ss Prins Willem II dan tiba di Suraname pada awal September. Disebutkan
penumpang sebanyak 42 Javanen dan dua orang mandoer. Disebutkan mereka hari itu
diberangkatkan ke tempat di perkebunan Marienburg. Disebutkan salah satu dari
mereka yang menjadi juru bicara yang bisa sedikit berbahasa Belanda yang pernah
di militer selama lima tahun. Gubernur telah mengunjungi para pekerja di
perkebunan Marienburg. Kapal ss Prins Willem II segera berangkat dari West
Indie ke New York pada tangga 5 September 1890 (lihat Provinciale
Overijsselsche en Zwolsche courant, 09-09-1890). Catatan: saat berangkat dari
Jawa sebanyak 39 orang, tetapi telah bertaambah menjadi 42 plus dua mandoer.
Besar dugaan tambahan lima orang lagi bergabung di Amsterdam dimana dua
diantaranya sebagai mandur yang salah satu menjadi juru bicara.

Dalam
perkembangannya diketahui orang yang bertanggungjawab dalam permintaan
kebutuhan tenaga kerja ditu di Jawa adalah Teves (lihat De locomotief :
Samarangsch handels- en advertentie-blad, 25-09-1890). Disebutkan Teves berasal
dari Suriname yang telah 20 tahun di Suriname. Pemilik perkebunan sendiri
adalah FC Gefken.

Tunggu
deskripsi lengkapny
a

Migrasi Orang Jawa Tempo
Doeloe: Faktor Penarik dan Faktor Pendorong

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Seruan Aa Gym kepada Kaum Muslimin untuk Bantu Buni Yani yang Hadapi Pra Peradilan Hari Ini

Mizusushi, Cafe Sushi dengan Pelayan Robot Kucing Pertama di Kalimantan

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Manulife Indonesia di Bandung

Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Manulife Indonesia di Bandung

Iklan

Recommended Stories

Keteladanan Rasulullah SAW Sebagai Suami

22.06.2011
Hukum Mencukur Jenggot Karena Pekerjaan

Hukum Mencukur Jenggot Karena Pekerjaan

25.02.2019
7 Perbuatan Jika Ada Pada Diri Anda, Berarti Termasuk Sombong

Kota Sungai Tabuk

15.10.2014

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?