*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Dalam sejarah menjadi Indonesia,
terdapat banyak kesalahan (kekeliruan) dalam penulisan narasinya. Hal serupa
juga ditemukan dalam narasi sejarah Kaoem Betawi, suatu organisasi kebangsaan
dimana golongan pemudanya membentuk asosiasi yang diberi nama Pemoeda Kaoem
Betawi. Dalam narasi sejarah Pemoeda Kaoem Betawi nama Roebini terlupakan,
tetapi sebaliknya nama Mohamad Tabrani yang diingat. Okelah itu satu hal. Hal
lainnya adalah siapa Mohamad Masserie di Betawi?

organisasi kepemudaan khususnya untuk para pemuda Betawi yang didirikan pada
awal tahun 1927 yang diketuai oleh Mohamad Tabrani. Hingga akhir tahun 1926
belum ada wadah khusus organisasi kepemudaan Betawi. Sehingga para pemudanya
banyak yang menjadi anggota dari Jong Java dan Sekar Roekoen karena merasa
serumpun. Namun, lama kelamaan mereka merasa perlu untuk memiliki wadah
tersendiri, sehingga dibentuklah organisasi kepemudaan ini. Kendati organisasi
menyandang nama yang menyangkut Betawi, tetapi banyak anggota dan pengurusnya
yang bukan orang Betawi asli. Di antara sedikit orang Betawi asli itu adalah
Mohammad Rochjani Soe’oed, ketua organisasi kepemudaan ini pada tahun 1928 yang
menjadi utusan dalam Kongres Pemuda Indonesia Kedua. Dan organisasi ini
memberikan kesempatan kepada semua pemuda Indonesia untuk bergabung di
dalamnya.
(Wikipedia)
Lantas
bagaimana sejarah Mohamad
Masserie?
Seperti disebut di atas, dalam narasi sejarah pemuda Kaoem Betawi nama Roebini
terlupakan tetapi yang diingat adalah Mohamad Tabrani. Bagaimana bisa keliru. Lalu
bagaimana sejarah Mohamad
Masserie? Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia – Mohamad
Masserie di Betawi: Kaoem Betawi dan Pemoeda Kaoem Betawi
Setelah
menyelesaikan sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS) tahun 1912, Mohamad
Masserie melanjutkan studi ke sekolah menengah (HBS) di Batavia (lihat De expres, 29-04-1912). Pada tahun 1913
Mohamad Masserie lulus ujian transisi naik dari kelas satu ke kelas dua di
Gymanstiek Willem III Afdeeling HBS (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie,
02-05-1913). Yang juga lulus satu kelas antara lain nona J Latuperisa, nona M
Koesoema, Mas Jozef Koesoema, nona JCLopulisa dan Raden Oetja, Wilson
Mononoetoe, Mas Soepono dan Tadjoeddin Hamid. Di atas mereka satu tahun antara
lain Thung Theng Hiang Raden Hilman Djajadiningrat dan Lie Kian Djin.
Pada tahun 1915 Mohamad Masserie lulus ujian
transisi naik dari ke kelas dua ke kelas tiga di Koning Willem III School (lihat
Bataviaasch nieuwsblad, 20-04-1915). Tidak terinformasikan mengapa Masseri
ketinggalan kelas, apakah tinggal kelas atau menunda studi satu tahun. Yang
juga lulus ujian dan menjadi teman sekelas yang baru antara lain A Ph
Matulessija, Mas Sardjono, Raden Soebiakto, Bahaoeddin Radja Sabaroedin, plus
nona M Koesoema dan Mas Soepono.
tahun 1916 Mohamad Masserie seharusnya sudah naik ke kelas empat. Namun dalam
daftar kelulusan ujian di KW III School tidak ada nama Mohamad Masserie (lihat Het
nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 19-04-1916). Dalam daftar kelulusan
tahun 1917 juga tidak terdapat nama Mohamad Masserie (lihat Het nieuws van den
dag voor Nederlandsch-Indie, 24-04-1917). Nama Mohamad Masserie diberitakan
pada bulan Oktober 1917 diditransfer dari Soerabaja ke Batavia pengawas magang
Mohamad Masserie (lihat De Preanger-bode, 11-10-1917).
Besar dugaan bahwa Mohamad Masserie tidak
meneruskan studinya di HBS di KW III School Batavia setelah naik ke kelas tiga
pada tahun 1915. Dalam hal ini Mohamad Masserie pada tahun 1915 mengikuti kursus
bea dan cukai. Setelah lulus kemudian ditempatkan ke Soerabaja dan bulan
Oktober 1917 dipindahkan dari Soerabaja ke Batavia.
Pada
tahun 1919 Mohamad Masserie dipindahkan dari Batavia ke Bima sebagai pengawas
bea dan cukai (lihat De nieuwe vorstenlanden, 13-05-1919). Pada tahun 1920
Mohamad Masserie dipromosikan sebagai Ambtenaar Douane kelas empat (lihat De
locomotief, 30-01-1920). Namun tidak
lama, Mohamad Masserie kemudian dipindahkan dari Bima ke Soerabaja sebagai verificateur
(lihat De nieuwe vorstenlanden, 05-02-1920). Pada tahun 1921 Mohamad Masserie
sebagai verificateur dipindahkan dari Soerabaja ke Batavia (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 30-11-1921). Pada tahun 1922 Mohamad Masseir diangkat sebagai
ambtenaar kelas empat (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 07-08-1922).
Pada tahun 1923 Mohamad Masserie di Batavia
diusulkan sebagai salah satu kandidat anggota dewan kota (gemeenteraad) Batavia
(lihat Bataviaasch nieuwsblad, 27-07-1923). Tidak terinformasikan apakah
usualan itu terwujud. Pada tahun 1924 Moahamad Masserie sebagai verificateur dipindahkan
van Batavia naar Rengat (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 02-07-1924). Akan tetapi
tampaknya dialihkan ytidak jadi ke Rengat tetapi ke Koepang.
Pada
bulan Juli 1924 di Bandoeng dibentuk organisasi (kebangsaan) Kaoem Betawi yang
merupakan cabang dari Batavia (lihat De Preanger-bode, 28-07-1924). Disebutkan
Kaoem Betawi di Bandoeng dipimpin oleh Tholib. Pengukuhan akan dipimpin oleh Mohamad
Masserie yang akan dipindahkan ke Koepang, datang dari Batavia dalam perjalanan
ke Bandoeng,
Organisasi kebangsaan Kaoem Betawi didirikan
pada tahun 1923 dana telah mendapat status badan hukum dari pemerintah pada
akhir tahun 1923. Namun siapa saja yang terdapat dalam struktur kepengurusan
tidak terinformasikan. Yang jelas kehadiran Mohamad Masserie di Bandoeng dalam
pengukuhan pengurus cabang Bandoeng adalah salah satu pengurus. Akan tetapi
tidak terinformasikan apakah sebagai ketua atua tidak. Akan tetapi besar dugaan
adalah ketua Kaoem Betawi mengungat pentingnya acara tersebut dan juga jarak
perjalananan (kereta api) dari Batavia ke Bandoeng tidak terlalu jauh.
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Mohamad Masserie di Betawi: Pejabat
Karir Bea dan Cukai Menjadi Redaktur Surat Kabar Bintang Timoer (Pimpinan Parada Harahap)
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



