*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Musisi Alip Ba Ta belum lama ini
dapat dikatakan telah kembali ke musik di tanah air sebagai duta besar Indonesia dalam
bidang World Music sepertti lagu Leaving On a Jet Plane. Prestasinya yang brilian telah membuat musik Indonesia
menjadi lebih dikenal di muka bumi ini. Karya terakhirnya (lagu) Cinta Tak
Terpisahkan, hanya dalam kurang dari satu hari telah 561 K. Ini adalah salah
satu tingkat pencapaian yang sangat tinggi pada (sistem) Algoritma YouTube.
Setelah kembali ke musik tanah air sudah sepatutnya Alip Ba Ta sebagai musisi
fingerstyle mendapat apresiasi tinggi dengan membangun Galery, yang pada suatu
saat nanti galery tersebut menjadi museum Alip Ba Ta.

Alip Ba Ta telah mendapat apresiasi tinggi diantara para mususi dunia. Channel
You Tube dari Alip Ba Ta hingga ini hari telah mencapai 5.4 Juta subscribers
dan 114 video. Komunitas Alip Ba Ta juga memiliki komunitas yang tinggi dan para
anggota komunitas, yang disebut Aliper, sangat intens mendukung Alip Ba Ta.
Galery dan Museum dalam dunia musik sendiri terbilang lazim. Kita pernah
mengenal museum Elvis Presley. Museum Rolling Stones dan sebagainya.
Lantas
bagaimana sejarah musisi Alip Ba Ta, fingerstyle Indonesia? Seperti disebut di atas, Alip
Ba Ta adalah Duta Besar Indonesia dalam bidang World Music. Lalu bagaimana
sejarah musisi Alip Ba Ta, fingerstyle Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Musisi
Alip Ba Ta: Gagasan Pembentukan Galery hingga Menjadi Museum
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Musisi Alip Ba Ta: Gelery dan
Museum Sebagai Ruang Rekreasi dan Hiburan
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



