*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Apakah benar ada penjajahan di
Indonesia? Tampaknya semua orang hanya berpikir bahwa di Indonesia (baca:
Hindia) telah berlangsung penjajahan sejak masa lampau (sejak era VOC) hingga
kapitulasi Jepang. Namun itu tidak sepenuhnya benar. Memang ada periode
penjajahan, berbeda-beda masa pada setiap daerah, tetapi tidak selama yang
dibayangkan. Sebaliknya, yang juga terjadi, adalah persaingan Belanda terhadap
yang lain (pendatang seperti Arab dab Cina; juga terhadap penduduk pribumi).
Jangan lupa bahwa diantara Belanda sendiri terjadi persaingan. Dalam konteks
persaingan inilah ‘terminologi penjajahan’ ditempatkan.

di Negeri Belanda 1600-1950 oleh Harry A. Poeze yang diterbitkan di Jakarta oleh
KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), 2008. Penerjamahan judul tersebut tampaknya
berlebihan. Sebab judul aslinya tidak demikian ( In Het land van de Overheerser : Indonesiers in Nederland
1600-1950). Dalam hal ini sang penulis sebagai orang Belanda juga sangat
hati-hati menggunakan ‘penjajah’ dalam menginterpretasi sejarah. Faktanya
itulah penafsiran masa kini seolah-olah orang Indonesia dijajah Belanda selama
350 tahun (1600-1950). Sekarang bisa kita perhatikan: apakah pada periode
1942-1945 adalah periode penjajahan Belanda? Okelah, mungkin ada yang menjawab
itu adalah periode penjajahan Jepang. Lantas mngapa disebut penjajahan padahal faktanya
para pemimpin Indonesia dilibatkan dalam pemerintahan. Lalu apakah periode 1945-1950
penjajahan? Jelasd tidak. Yang terjadi adalah persaingan antara orang-orang
Belanda dengan orang-orang Indonesia. Persaingan itu menyebabkan perang (perang
yang berujung pada perundingan). Lantas bagaimana dengan periode 1800-1942
dimana disela oleh Inggris (1812-1816)? Apakah sepenuhnya (segenap wilayah dan
seluruh waktu) terjadi penjajahan? Tentu saja kita harus melihat ada persaingan
(perang) di berbagai wilayah pada periode tertentu yang menyebabkan terjadi
perang. Jika ada yang tetap menyimpulkan demikian, maka orang tersebut tidak
menghargai siapa Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bondjol, Sisingamangaraja dan
Teuku Umar serta lainnya. Last but not least: Lalu apakah selama era
VOC/Belanda (1619-1799) terjadi penjajahan.
Lantas
bagaimana sejarah penjajahan di Indonesia? Memang benar ada penjajahan di
Indonesia? Tapi tidak seperti yang dibayangkan. Lalu bagaimana dengan persaingan
sesama orang Belanda di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia – Apakah
Benar Ada Penjajahan di Indonesia?
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Penjajahan di Indonesia: Persaingan
Sesama Orang Belanda
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



