*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Pemerintah Hindia Belanda sejak
awal sudah mengangkat pemimpin komunitas untuk memudahkan administrasi warga. Komunitas
dalam hal ini satu populasi penduduk pendatang (Cina, Arab, pribumi dari etnik
lain) di dalam suatu kota atau wilayah pribumi. Pada masa lampau di kota
(pelabuhan) Ampenan, Lombok paling tidak ada tiga komunitas pendatang yakni
Cina, Arab dan Bugis (berasal dari Sulawesi). Pemimpin Cina pertama yang
diangkat di kota Ampenan adalah Ong Ka Lok.

berkorespondensi untuk mendapatkan data lebih banyak tentang Ong Ka Lok. Kebetulan
saya juga menyimpan sejumlah data lama tentang Ong Ka Lok, data yang saya
kumpulkan pada saat menulis artikel Sejarah Lombok (10): Sejarah Ampenan dan
Rezim Bali Selaparang di Lombok; Siapa Sesungguhnya GP King dan Hans Lange?
Pembaca yang bertempat tinggal di Zhangzhou City, Fujian Province, Cina saya
respon akan mengirimkan data yang diperlukan. Oleh karena pada bulan-bulan
terakhir saya sedang menulis para tokoh masa lalu, dan sehubungan dengan
kebutuhan data tersebut saya pikir saya harus menganalisis data tersebut dan membuat
artikel sendiri. Dengan demikian, rekan pembaca yang berasal dari Fujian akan
lebih mudah membaca data-data yang dikirimkan dalam konteks (narasi) sejarah.
Lantas
bagaimana sejarah Ong Ka Lok? Seperti disebut di atas, Ong Ka Lok adalah pemimpin
komunitas Cina pertama di kota Ampenan, Lombok. Lalu bagaimana sejarah Ong Ka
Lok? Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia – Ong Ka
Lok, Pemimpin Cina di Ampenan 1901-1917
Nama
Ong Ka Lok pertama kali diberitakan pada tahun 1894 (lihat Soerabaijasch
handelsblad, 27-11-1894). Disebutkan kapal ss Speelman berangkat dari Soerabaja
dengan tujuan Ampenan dimana salah satu penumpang adalah Ong Ka Lok.
Tidak diketahui secara jelas apakah Ong Ka Lok
tinggal di Soerabaja atau tinggal di Ampenan (pulau Lombok). Nama dengan marga
Ong juga diberitakan di Soerabaja sebagai pedagang bernama Ong Djien Lok (lihat
Soerabaijasch handelsblad, 07-11-1892). Tidak begitu jelas apakah ada relasi
Ong Djien Lok dengan Ong Ka Lok. Selain Ong Djien Lok, masih ada orang Cina
bermarga Ong lainnya di Soerabaja. Dalam hal ini dapat dikatakan marga Ong
cukup banyak di Soerabaja (hampir tidak ditemukan di kota-kota lain). Apakah
marga Ong di Soerabaja ini satu sama lain memiliki hubungan kerabat dekat?
Pada
saat Ong Ka Lok berangkat dari Soerabaja ke Ampenan, tengah terjadi perang
(antara Pemerintah Hindia Belanda melawan penguasa Bali di Lombok). Dalam
kapasitas apakah Ong Ka Lok pada saat ini, apakah sebagai pedagang Soerabaja
yang ulang-aling antara Soerabaja dan Ampenan atau sebaliknya Ong Ka Lok adalah
pedagang yang selama ini tinggal di (kota pelabuhan) Ampenan. Yang jelas segera setelah perang berakhir
Pemerintah Hindia Belanda membentuk lembaga pengadilan (Landraad) di Lombok
dimana salah satu anggota dewan adalah Ong Ka Lok, pedagang di Ampenan (lihat Java-bode
: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 01-10-1895).

gabungan pemiumpin komunitas dan para pedagang (yang kuat) di Ampenan. Pemimpin
komunitas yang ada adalah kepala komunitas orang Boegis, sementara yang lainnya
adalah para pedagang. Dalam hal ini Ong Ka Lok adalah pedagang di Ampenan. Lalu
apakah sudah ada komunitas Cina? Tampaknya sudah ada di Ampenan hal itulah
mengapa dalam dewan ada perwakilan orang Cina, Ong Ka Lok yang dalam hal ini
seorang pedagang. Sejak era VOC, hubungan perdagagan antara Soeraabaj dan
Ampenan (serta pelabuhan-pelabuhan lain) yang diantaranya diperankan oleh
pedagang-pedagang Cina, Namun tettap menjadi pertanyaan sejak kapan Ong Ka Lok
sebagai pedagang di Ampenan? Besar dugaan saat Ong Ka Lok datang dari Soerabaja
dengan kapal ss Speelman sudah menjadi warga di Ampenan.
Dalam
perkembangannya, dalam cabang pemerintahan di Limbok dirasa perlu membentuk
kepemimpinan diantara orang-orang Cina di Ampenan, Lombok. Untuk itu di dalam
struktur pemerintahan lokal diangkat seorang pemimpin Cina. Untuk memenuhi
kebutuhan itu, pada tahun 1901 Ong Ka Lol secara definitif (resmi) diangkat Ong
Ka Lok sebagai pemimpin komunitas Cina di Ampenan (Hoofd der Chineezen te
Ampenan) (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 20-02-1901).
Seperti kita lihat nanti pengangkatan ini terhitung tanggal 12 Februari 1901.

diangkat sebagai anggota dewan pengadilan (Landraad) di Ampnenan De locomotief
: Samarangsch handels- en advertentie-blad, 16-04-1901). Dewan pengadilan yang
ditenmpatkan di Ampenan melaiputi seluruh Afdeeling Lombok, Residentie Bali en
Lombok.
Masih
pada tahun 1901, karena alasan serius, diberikan cuti berangkat ke Cina selama
enam bulan dan akan tetap bertugas sebagai Hoofd der Ghlneezen di Ampenan, Ong
Ka Lok hingga keberangkatan dari Ampenan (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 01-11-1901).
Tidak diketahui alasan yang jelas mengapa Ong Ka Lok berangkat ke Cina. Oleh
karena Ong Ka Lok sebagai pejabat (komunitas) yang diangkat digaji pemerintah,
dengan sednirinya Ong Ka Lok adalah warga negara Hindia Belanda. Biasanya
alasan cuti yang diberikan karena ada urusan keluarga seperti kerabat sakit
atau meninggal dan acara tertentu yang mengharuskan untuk dihadiri. Siapa
pengganti Ong Ka Lok selama cuti enam bulan (termasuk perjalanan pulang-pergi)
tidak terinformasikan.
Kapan Ong Ka Lok berangkat tidak
terinformasikan. Keterangan yang ada hanya cuti sebagai pemimpin komunityas selama
enam bulan termasuk waktu perjalanan pulan pergi ke Cina. Demikian juga kapan
Onfg Ka Lok kembali ke Ampenan tidak terinformasikan. Yang jelas berdasarkan
Almanak Pemerintah Hindia Belanda 1902 Ong Ka Lok tetap tercatat sebagai
pemimpin Cina di Ampenan. Nama Ong Ka Lol sebagai pemimpin Cina di Ampenan
tercatat dalam Alamanak 1903 dan 1904.
Pada
tahun 1904 Ong Ka Lok kembali diberikan cuti ke China (lihat Bataviaasch
nieuwsblad, 30-05-1904). Disebutkan Ong Ka Lok diberikan, karena pertimbangan
berat, cuti ke Cina untuk jangka waktu satu tahun tanpa keberatan dari negara,
tetapi dengan retensi kantor dimulai pada hari keberangkatan dari Ampenan, sebagai
pemimpin Cina di Ampenan, Afdeeling Lombok. Juga disebutkan selama cuti luar
negeri pemegang tugas pemimpin Cina di Ampenan (Lombok) diangkat Ang Tek Tjoen,
Wijkmeester di Ampenan.
Wijkmeester adalah kepala kampong (kelurahan) Cina
di Ampenan. Wijkmeester (desa urban) juga adalah pejabat lokal yang diangkat
dan digaji pemerintah, Wijkmeester yang dikepalai oleh Ang Tek Tjoen adalah
salah satu wijk yang ada di Ampenan. Perbedaab antara Wijkmeester der Chineezen
dengan Hoofd der Chineezen adalah wijkmeester hanya terbatas di satu kampong
(kelurahan) di Ampenan, sedangkan Ong Ka Lok sebagai Hoofd der Chineezen yang
berada di Ampenan mencakup seluruh warga Cina di Afdeeling (pulau) Lombok.
Dalam hubungannya cuti Ong Ka Lok tidak terinformasikan kapan berangkat. Yang
jelas adalah cuti selama satu tahun termasuk waktu perjalanan pulang pergi.
Berdasarkan Almanak Pemerintah tahun 1905 nama Ong Ka Lok masih tercatat
sebagai pemimpinan Cina di Ampenan.
Pada
tahun 1906 diberitakan Ong Ka Lok berangkat ke Maluku (lihat De locomotief, 10-10-1906). Disebutkan
dengan kapal ss Both dengan tujuan akhir Maluku termasuk salah satu penumpang Ong
Ka Lok. Besar dugaan kapal ss Both berangkat dari Semarang dengan tujuan Maluku
dimana kapal singgah di Ampenan. Lalu ada apa Ong Ka Lok berkunjung ke Maluku (kota
utama Ambon ). Sebagaimana diketahui di Ambon terkenal dengan pemimpin Cina
yakni Ong Kie Hong. Lantas apakah ada hubungan kekerbatan antara Ong Ka Lok
dengan Ong Kie Hong (Kapitein der Chinezeen di Ambon).
Ong Ka :Lok sebagai Hoofd der Chinzeezen di
Ampenan masih tercatat pada Almanak Pemerintah Hindia Belanda tahun 1906 hingga
Alamank tahun 1916. Ini mengindikasikan
bahwa Ong Ka Lok yang berdinas sejak tahuh 1901 cukup awet hingga belansan
tahun. Ini menunjukkan kesetiaan Ong Ka Lok kepada Pemerintah Hindia Belanda.
Pada tahun 1916 Ong Ka Lok menjadi Komisaris perusahaan persero (NV) yang
dibentuk di Ampenan (lihat De Indische mercuur; orgaan gewijd aan den
uitvoerhandel, jrg 39, 1916, no 32, 11-08-1916). Disebutkan Handel Maatschappij
Hoo Kie di Ampenan didirikan dengan modal f100.000 dimana direktur Lie Tjoan yang
mana salah satu komisaris adalah Ong Ka Lok. Dalam Almanak Pemerintah Hindia
Belanda tahun 1917 Ong Ka Lok masih sebagai pemimpin Cina di Ampenan.
Pada
tahun 1917 Ong Ka Lok sebagai pemeimpin Cina d Ampenan mengundurkan diri
sebagai anggota Landraad di Mataram (lihat De nieuwe vorstenlanden, 07-04-1917).
Disebutkan atas permintaan, dengan hormat sebagai anggota Landraad, Hoofd der
Chineeezen di Ampenan karena keberangkatan. Tidak terinformasikan keberangkatan
kemana. Lalu apakah Ong Ka Lok juga pensiun sebagai pemimpin Cina di Ampenan?

Pemerintah Hindia Belanda tahun 1917 nama Ong Ka Lok masih tercatat sebagai
pemimpin Cina di Ampenan. Namun pada Alamanakhun 1918 nama pemimpin Cina di
Ampenan dicatatat adalah Go Sien Tjong. Ini mengindikasikan bahwa Ong Ka Lok
telah pensiun sebagai pemimpin Cina di Ampenan. Dalam Almanak 1918 dicatat Go
Sien Tjong mulai diangkat tanggal 4 Juni 1917. Tanggal ini juga diduga menjadi
berakhirnya masa tugas Ong Ka Lok (pensiun) selama belasan tahun. Foto: Ong Ka Lok (sumber dari pembaca blog).
Dengan
pensiunya Ong Ka Lok sebagai Hoofd der Chineezen di Ampenan (sejak Juni 1917)
lantas kemana Ong Ka Lok? Apakah masih di Ampenan. Tampaknya iya. Hal ini
karena Ong Ka Lok telah turut mendirikan perusahaan perdagangan Hoo Kie di
Ampenan. Sejak ini tidak terinformasikan lagi nama Ong Ka Lok. Sementara Go
Sien Tjong, berdasarkan Almanak Pemerintah Hindia Belanda masih sebagai Hoofd
der Chineezen di Ampenan hingga tahun 1942.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Keluarga (Marga) Ong di Hindia
(Indonesia): Ong Kie Hong di Ambon hingga Menteri Keuangan RI Dr Ong Eng Die dan
Peneliti Sejarah Ong Hok Ham
Ampenan
di masa lampau adalah pelabuhan terpenting di sebelah timur pulau Jawa di gugus
pulau-pulau dari pulau Bali hingga pulau Timor. Keutamaan Ampenan sejak awal
tidak hanya karena Ampenan lebih penting dari pelabuhan Buleleng (di pantai
utara Bali) dan pelabuhan Koepang (di pantai barat daya) pulau Timor, tetatpi
juga jalur navigasi pelayaran kapal-kapal Inggris dari Singapoera ke Sydney
(Australia) dan sebaliknya. Hal itulah mengapa pedagang Inggris GP King (sejak
1830an) merelokasi usahanya dari pantai barat Sumatra (di Padang) dan Batavia
ke Ampenan. GP King tidak hanya menjadi pengusaha besar di Ampenan, juga telah
memiliki hubungan yang kuat dengan penguasa Bali di Lombok (Tjakranegara).
Keutamaan lain dari pelabuhan Ampenan adalah,
pelabuhan transist antara Batavia/Soerabaja ke Makassar (arah utara) dan ke
Amboina (Maluku( di sebelah timur. Ampenan berada di dalam garis navigasi
pelayaran sejak zaman lampau (era VOC) dari Banten/Batavia ke Maluku (Ambon)
melalui Tjorebon, Semarang, Lasem, Soerabaja, Boeleleng, Ampenan, Koepang,
Banda hingga Ambon/Ternate. Jalur navigasi ini masih eksis pada era
Pemeriuntahan Hindia Belanda dimana pada jalur ini dioperasikan maskapai
pelayaran pemerintah jalur Batavia/Ambon. Seperti disebutkan di atas, Ong Ka
Lok pada tahun 1906 berangkat dari Ampenan ke Maluku (Amboina).
Setelah
Perang Lombok berakhir (1895) dominasi GP King di Ampenan berakhir.
Pedagang-pedagang Arab dan Cinan (yang mendapat porsi kecil) pada era GP King
setelah perang mendapat porsi yang besar dalam perdagangan dan juga pemerintah
Hindia Belanda melibatkan mereka dalam (sistem) pemerintahan yang baru
dibentuk. Seperti disebut di atas, Ong Ka Lok sejak 1895 diangkat sebagai
anggota dewan peradilan di Ampenan dan pada tahun 1901 Ong Ka Lok diangkap
sebagap pemimpin utama Cina di Lombok (Hoofd der Chineezen di Ampenan). Lalu
pada tahun 1906 Ong Ka Lok berkunjung ke Maluku.
Apa yang menjadi tujuan Ong Ka Lok ke Maluku
tidak terinformasikan. Apakah ada hubungan dagangan Ong Ka Lok antara Ampenan
dengan Ambon? Atau apakah kunjungan Ong Ka Lok ke Ambon hanya semata-mata
kunjungan pribadi kepada tokoh Cina terpenting (Kapitein der Chineezen) di
Ambon, Ong Kie Hong. Seperti halnya Ong Ka Lok sebagai pedagang dan juga
pemimpin Cina di Ampenan, Ong Kie Hong juga disebut pedagangan yang sukses dan
pemimpin Cina di Ambon. Pertanyaan tambahanya: apakah ada hubungan kekerabatan
yang dengan antara Ong Ka Lok di Ampenan dan Ong Kie Hong di Ambon. Keduanya
memiliki usia yang relatif sama (kelahiran tahun 1860an).
Salah
satu orang terpenting di Maluku khususnya di Ambon adalah Ong Kie Hong. Nama
Ong Kie Hong pertama kali diberitakan pada tahun 1894 (lihat Java-bode : nieuws, handels- en
advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 20-06-1894). Ini tahun yang sama saat
Ong Ka Lok diberitakan pertama kali. Disebutkan nama-nama yang disetarakan
dengan Eropa/Belanda diantaranya Ong Kie Hong bertempat tinggal di Ambon.
Penyetaraan dilakukan melalui proses naturalisasi. Ini mengindikasikan bahwa
Ong Jie Hong di Ambon telah menjadi warga (negara) Hindia Belanda.
Dalam laman Geni.com, Ong Kie Hong lahir di
Ambon tahun 1861 (meninggal tahun 1914). Ong Kie Hong terbilang kaya. Ong Kie
Hong juga punya anak cukup banyak. Nama-nama anaknya adalah Gretha Helena Ongkiehong;
Selastien Theresia Ongkiehong; Sioe Djien Ongkiehong; Henri Coenrad Ongkiehong;
Kok Seang Ongkiehong; Simon egbert Ongkiehong; Heinrich Frederik Ongkiehong;
Sien Everdien Ongkiehong; Theodorus Leonardus Ongkiehong; Bastiaan Lodewijk
Ongkiehong; Ong Aan Nio/ Anna Lucia ONGKIEHONG; Erna Louisa Ongkiehong;
Theodora Johanna Ongkiehong; Ong Lo Nio/ Laura Charlotte ONGKIEHONG dan Tony
Piet Ongkiehong. Empat diantara anak-anaknya ini dikirim studi ke Belanda pada
tahun1912.
Berdasarkan
Alamanak Pemerintah Hindia Belanda tahun 1897 Ong Kie Hong dicatat sebagai
Wijkmeester Lett, A di Ambon. Pada tahun ini nama Ong di Manado (Ong Tjin Hie) dicatat
sebagai Kapitein der Chineezen. Pada tahun 1900 Ong Kie Hong memiliki
perusahaan Hong Kie Hong en Co. Hingga tahun 1912 Ong Kie Hong masih menjabata
sebagai Wijkmeester Lett.A di Ambon. Lett.A adalah area (kelurahan/urban)
dimana komunitas Cina terkonsentrasi di Ambon.
Tunggu deskripsi
lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com




