Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (522): Pahlawan Indonesia–Loekman Djajadiningrat Studi di Delft;Ketua Indische Vereeniging di Belanda

Tempo Doelo by Tempo Doelo
09.04.2022
Reading Time: 21 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Siapa Loekman Djajadiningrat sudah
diketahui, namun bagaimana narasi sejarah lengkapnya belum ada yang menulis.
Loekman Djajadiningrat adalah salah satu tokoh sejarah, berangkat studi ke
Belanda pada tahun 1911 dan pernah menjadi ketua Indische Vereeniging di
Belanda. Putra Banten yang mengikuti langkah seniornya Hoesein Djajadingrat.

ADVERTISEMENT

The Djajadiningrat family was a
high-ranking priyayi family in colonial Indonesia, whose members often served
as Bupati or Regents (district heads) of Serang in Banten. Noted for their
western outlook and loyalty to the Dutch authorities during the colonial
period, the family nonetheless fought on both sides of the Indonesian National
Revolution (1945–1949).
Raden Bagoes Djajawinata, Regent of
Serang (1854-1899) with his wife Ratoe Salehah had 9 children: Achmad
Djajadiningrat (1877-1943); Mochammad Djajadiningrat (?-?); Hasan
Djajadiningrat (1883-1920); Chadijah Djajadiningrat (?-?);Hoesein
Djajadiningrat (1886-1960); Loekman Djajadiningrat (1894-1944); Soelasmi
Djajadiningrat (?-?); Hilman Djajadiningrat (1896-1963); dan Rifqi
Djajadiningrat (?-?). Loekman Djajadiningrat nicknamed ‘Ujang’, managed to flee
Japanese invasion along with Lieutenant Governor-General van Mook and remnants
of the colonial government to Australia. After some times serving as a
commissioner for Australia and New Zealand, he later appointed to head the
education department of the Dutch East Indies Government-in-Exile. He died in
Sydney in 1944
. (Wikipedia)

Lantas
bagaimana sejarah Loekman Djajadiningrat
? Seperti disebut di atas, Loeman
Djajadiningrat berasal dari keluarga Banten yang melanjutkan studi ke Belanda
dan pernah menjadi ketua Indische Vereeniging di Belanda. Lalu bagaimana
sejarah Loekman Djajadiningrat
? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia –
Perjuangan Segenap Bangsa Menjadi Indonesia: Berdasar Daerah Menurut Masa

Setelah
menyelesaikan sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS) di Serang, Loekman
Djajadiningrat melanjutkan sekolah menengah (HBS) ke Batavia. Pada tahun 1906
Loekman Djajadiningrat lulus ujian masuk di sekolah HBS Gymnasium Willem III
School Batavia (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 07-05-1906). Disebutkan Raden
Loekman lulus ujian di Serang. Yang sama-sama diterima berasal dari Batavia antara
lain RM Garnida Soebrata, JJA Pattiwael, R Soeria Nata Amidjaja dan Djin Tjong
Tjen; Tek Tjoen Tan, nona RA Juda, R Moehamad dan R Prawira di Nata dari
Soekaboemi; HLE Tollens, FD Laurens dan PJ Eman dari Buitenzorg. Hanya mereka
yang bernama non Eropa/Belanda.

Pada tahun 1909 Loekman Djajadiningrat lulus
ujian transisi naik dari kelas tiga ke kelas empat (lihat Het nieuws van den
dag voor Nederlandsch-Indie, 08-05-1909). Yang sama-sama lulus satu kelas
antara lain Pattiwael, Lie Tek Goan dan Soebroto. Di bawah mereka yang lulus
naik ke kelas tiga antara lain nona Juda dan Prawira di Nata.

Loekman
Djajadiningrat lulus ujian akhir pada tahun 1911 (lihat Het nieuws van den dag
voor Nederlandsch-Indie, 07-06-1911). Ini mengindikasikan bahwa Loekman
Djajadiningrat lancar dalam studi. Tampaknya hana Loekman Djajadiningrat yang
lulus ujian akhir yang bernama non Eropa/Belanda. Loekman Djajadiningrat
kemudian berangkat ke Belanda (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 09-08-1911). Disebutkan kapal ss Rembrandt berangkat dari
Batavia tanggal 10 Agustus dengan tujuan akhir Nederland via Singapoera dan
Sabang, diantaranya penumpang bernama Raden Loekman. Penumpang lainnya bernama
non Eropa/Belanda antara lain SA Alatas, SO Alatas, Abdoellah Maboe Effendi,
Oei Hoo Tjoe, Oei Kang Tjoa, Hoo Kang Ing, Lim Kim Gwan, JJA Pattiwael dan J
Pattiwael.

Meski tampaknya sendiri, Loekman
Djajadiningrat tidak menjadi soal dalam pelayaran ke Belanda. Di Belanda sudah
ada saudaranya Hoesein Djajadingrat yang melanjutkan studi ke Belanda tahun
1904 segera setelag lulus HBS di G Willem III School Batavia. Hoesein
Djajadingrat sudah lulus sarjana, sedang studi pada tingkat doktoral di Leiden.
Di Belanda sendiri sudah ada organisasi mahasiswa prubumi yang didirikan. Pada tahun
1908 Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan mahasiswa senior menginisiasi
pembentukan organisasi pribumi yang studi di Belanda dengan mengundang semua
pribumi di Belanda untuk berkumpulkan di kediamannya di Leiden. Pada tanggal 25
Oktober dalam pertemuan disepakati organisasi dengan nama Indische Vereeniging
yang mana secara aklamasi diangkat sebagai ketua Soetan Casajangan dan Raden
Soemitro sebagai sekretaris. Dalam pertemuan yang dihadiri 15 orang ini juga
dibentuk komite untuk menyusun statuta (AD/ART) yang terdiri dari Soetan
Casajangan, Raden Soemitro, Hoesein Djajadiningrat dan Raden Sosro Kartono
(abang dari RA Kartini).

Di
Belanda, setelah lulus ujian masuk perguruan tinggi (semacam UMPTN pada masa
kini), Raden Loekman Djajadiningrat diterima di Technische Hoogeschool di
Delft. Raden Loekman Djajadiningra di Delft beralamat di Hertog Govertkade I van
Hof (lihat  Delftsche courant, 19-12-1914).

Di Delft sudah ada sejumlah pribumi yang
studi. Selain yang di TH Delft juga ada yang di sekolah HBS. Yang kuliah di TH
Delft antara lain Notodiningrat (lulusan HBS Batavia 1908); RM Soerjopoetro, R
Soerjowinoto dan Raden Sarengat (lulusan HBS Semarang 1911) serta KJ Leatemia kelahiran
Saparoea (siswa HBS Batavia yang melanjutkan studi ke HBS di Haarlem tahun 1907
dan diterima di Delft tahun 1910).

Pada
akhir tahun 1915 ini yang terpilih menjadi ketua Indische Vereeniging adalah
Loekman Djajadiningrat dengan sekretaris RM Soedjono. Dalam pertemuan tahunan Indische
Vereeniging tahun 1915 (lihat Het vaderland, 06-12-1915) yang diadakan Sabtu
yang lalu [tanggal 18] Raden Sarengat (pejabat kedua yang lama) membacakan
laporan keuangan dan kemudian disetujui. Sebuah surat dari mantan ketua
dibacakan. Dalam pertemuan ini juga mengusulkan pembuatan nisan atas
meninggalnya rekan Raden Basoeki di Wageningen. RM Ambia menanyakan bagaimana
kemajuan dan hasil yang dicapai pengurus dalam satu tahun terakhir. Dalam rapat
ini Notodiningrat menanyakan kepada pengurus baru bagaimana sikap pengurus
tentang penggunaan bahasa Belanda di sekolah-sekolah menengah, Namun tentang
pertanyaan ini pengurus belum menjawab sepenuhnya.

Salah satu program yang akan dikerjakan oleh
pengurus baru adalah pengurusan badan hukum organisasi. Pengurus baru juga
telah mengagendakan penerbitan organ majalah dengan nama Hindia Poetra. Dalam
edisisi pertama ada sejumlah konten yang menarik (lihat  De nieuwe courant, 07-03-1916). Majalah ini
meski dengan nama Hindia Poetra tetapi bahasa yang digunakan bahasa Belanda
yang isinya ditujukan untuk orang Hindia (lihat Bredasche courant, 03-03-1916).
Nama Hindia Poetra adalah nama yang belum lama ini populer di Hindia pada saat
dimana di Bandoeng dibentuk Komite Boemi Poetra pada akhir tahun 1913 (lihat De
Preanger-bode, 30-07-1913). Komite mi dihubungkan dengan pendirian partai
Indische Partij yang terkenal dengan tiga penggagasnya EF Douwes Dekker, Dr
Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat. Ketiganya kemudian
diasingkan ke Belanda. Pada tahun 1914 atas permohonan Dr Tjipto karena alasan sakit
dikabulkan kembali ke tanah air (lihat Het nieuws van den dag : kleine courant,
29-07-1914). EFE Douwes Dekker telah menetap di Geneva. Paling tidak keterangan
ini diketahui pada pertengah Juni 1914 (lihat De Maasbode, 27-06-1914).
Beberapa
bulan kemudian diberitakan RM Soewardi Soerjaningrat lulus ujian saringan masuk
untuk berpartisipasi untuk mendapatkan akte guru hulp acte (lihat Haagsche
courant, 18-06-1915).

Ketua
Indische Vereeniging telah berganti beberapa kali. Ketua yang pertama adalah
Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan (1908-1911) kemudian dilanjutkan oleh
RM Notosoeroto (1911-1913. Sebelum kepungurusan yang sekarang, Indische
Vereeniging dipimpin oleh Ratoelangi.

Algemeen Handelsblad, 16-04-1916: ‘Indische
Vereeniging mengadakan pertemuan pada hari Jumat tanggal 14 di salah satu
ruangan  Café Riche yang mana Mr.
Lekkerkerk, Inspektur Pendidikan Hindia Belanda yang sedang cuti memberikan
ceramah tentang subjek Hindia untuk Hindia. Pertemuan itu dihadiri banyak
anggota dan pihak luar. Lekkerkerk memulai dengan menyatakan bahwa slogan umum
‘Hindia untuk Orang Hndia’ yang secara umum diterima oleh orang Hindia tidak
lengkap. Menurut pembicara Orang Hindia dipahami dan berarti semua orang di
negara Insulirde tanpa perbedaan dalam agama, warna kulit, jenis kelamin, dll.
Selanjutnya pembicara menjelaskan hal yang berurusan dengan berbagai masalah
sosial di Hindia dengan membandingkan Hindia dengan kondisi yang sesuai di
Eropa dan di negara muda Jepang di Asia sampai pada keyakinan bahwa seharusnya
juga ada persamaan di Hindia, dan oleh karena itu posisi yang lebih tinggi di
Hindia harus menyerahkan banyak hak istimewa dan hak istimewa mereka dan
mendedikasikan upaya terbaik mereka untuk menghapuskan kelas pekerja. Adalah
konyol bahwa orang-orang yang berpendidikan di Hindia menikmati gaji yang lebih
tinggi daripada rekan-rekan mereka di negara lain, di Eropa, di Jepang, dll.,
sementara tani (petani) yang memproduksi dan pengrajin berpenghasilan jauh
lebih sedikit daripada orang yang sesuai dari negara mana pun. Kita harus sudah
mulai mengatur banyak masalah sosial, yang diperlukan untuk keadaan yang baik.
Sehubungan dengan itu, pembicara menunjuk berbagai tugas, yang khususnya harus
dipenuhi oleh intelektual pribumi terhadap negara dan orang-orang mereka,
khususnya tugas untuk melakukan pengorbanan pribadi ketika mereka diberikan
untuk kepentingan negara. Dengan meyakinkan menunjukkan betapa sedikit yang
benar, betapa sementara sifatnya adalah popularitas dan diakhiri dengan
kebangkitan kembali tenaga kerja yang tak kenal lelah dan dedikasi tanpa pamrih
untuk melayani tanah air. Setelah pembicara (utama) beberapa dari mereka yang
hadir secara berturu-turut Baron Van Hogendorp, Soewardi, Soerjo Poetro,
Abendanon, Versteegh, De la Croix dan Loekman Djajadiningra bertukar gagasan
(tanya jawab) dengan Lekkerkerk yang mengarah pada debat yang hidup dan
instruktif, Ketua menutup pertemuan dengan ucapan terima kasih kepada pembicara
malam ini dan kepada mereka yang hadir untuk kepentingan mereka sebelum
melanjutkan ke pertemuan internal Indische Vereeniging

Pengurus
lengkap Indische Vereeniging adalah Loekman Djajadiningrat sebagai ketua, RM
Judjano sebagai sekretaris (lihat Dagblad van Zuid-Holland en ‘s-Gravenhage, 09-08-1916).
Juga disebutkan sebagao bendahara adalah RM Tjokroadisoerjo, Dahlan Abdoellah
sebagao arsiparis dan sebagai komisaris adalah Mohammad Johannis. Pada tahun
1917 kepungurusan Loekman Djajadiningrat berakhir. Sebagai ketua pengurus yang baru
diangkat RM Notodiningrat.

Dalam perkembangannya Raden Loekman
Djajadiningrat tidak lagi studi di Techbische Hoogeschool di Delft. Pada tahun
1918 Loekman Djajadiningrat disebutkan lulus ujian persiapan Nederlandsch Indie
Administrative (lihat Het vaderland, 05-07-1918).

Pada
tahun 1918 ketua baru yang terpilih adalah R Goenawan Mangoenkoeosoemo (lihat Het
vaderland, 26-11-1918).

 

Tunggu deskripsi lengkapnya

Perjuangan Segenap Bangsa Menjadi
Indonesia: Suku-Suku (Bangsa) Indonesia

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Nail al-Raja bi Syarah Safinah al-Naja

5 Destinasi Wisata Syariah di Indonesia

amat Lengkap dan Nomor Telepon Kantor Asuransi Allianz Indonesia di Medan

Iklan

Recommended Stories

Pemkot Surabaya Siapkan Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Nataru 2024

11.12.2023

Lagi Rencanakan Bulan Madu Berkelas? Jelajahi Destinasi Romantis ini Untuk Perjalanan yang Berkesan

28.12.2023
Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

Syeikh Yusuf Qardhawi Serukan Pemerintah Kaum Muslimin Bersatu Selamatkan Masjid Al-Aqsa

08.11.2014

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

Bagaimana Nasihat Guru Mengubah Jalan Hidup Imam Hanafi

21.01.2026
Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

Xiaomi Resmi Luncurkan Kids Watch Dengan pelacakan lokasi canggih

21.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?