Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (494): Pahlawan Indonesia – Putra Putri Angkola Mandailing Studi ke Belanda;Indische Vereeniging 1908

Tempo Doelo by Tempo Doelo
26.03.2022
Reading Time: 14 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Sejarah
awal pendidikan Angkola Mandailing kurang populer pada masa ini, Namun
sesungguhnya pada era Hindia Belanda sejarah pendidikan di Afdeeling Angkola
Mandailing (kini Tapanuli Bagian Selatan) cukup dikenal luas. Hal ini karena
Angkola Mandailing dan siswa-siswanya terbilang pionir dalam bidang pendidikan.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? Pilar pendidikan adalah kesamaan hak diantara
penduduk, penggunaan aksara, angka literasi dan semangat belajar. Pada era
Hindia Belanda siswa-siswa Angkola Mandailing menuntut ilmu meski jauh hingga
ke Jawa dan Belanda.

ADVERTISEMENT

Penggunaan aksara Latin sejatinya terbilang baru di
wilayah Tapanoeli, khususnya afdeeling Angkola Mandailing. Gagasan introduksi
pendidikan modern (aksara Latin) baru muncul tahun 1846 (lihat TJ Willer,
1846). Meski demikian, pendidikan tradisi dengan menggunakan aksara lokal
(aksara Batak) sudah berlangsung sejak zaman kuno (era Hindoe-Boedha).
Prasasti-prasasti pada candi-candi di Padang Lawas sudah menggunakan aksara
Batak. Demikian juga makam-makan tua yang ditemukan menggunakan aksara yang
sama. Willem Marsden, seorang penulis asal Inggris yang pernah berkunjung ke district
Angkola di dalam bukunya (1781) menyebut sesuatu yang fantastik bahwa lebih
dari separuh orang Angkola bisa membaca dan menulis, sesuatu angka literasi
yang tidak ditemukan pada semua bangsa-bangsa di Eropa. Lebih lanjut Marsden
mencatat bahwa mereka menulis di kulit pohon yang halus dengan menggunakan
tinta yang terbuat dari campuran arang dan getah damar. Pada permulaan cabang
Pemerintah Hindia Belanda di afdeeling Angkola Mandailing sudah terdapat enam
sekolah dasar pemerintah (tahun 1862). Jumlah ini terus bertambah, pada tahun
1870 dari 15 buah sekolah dasar pemerintah di Residentie Tapanoeli, sebanyak 12
buah berada di Afdeeling Angkola Mandailing. Lulusan sekolah Angkola Mandailing
pada tahun 1854 sudah ada dua orang yang studi ke Batavia (siswa luar Jawa
pertama studi ke Jawa) dan pada tahun 1857 satu orang studi ke Belanda (pribumi
pertama studi ke Belanda).

Lantas
bagaimana sejarah putra-putri Angkola Mandailing antar generasi studi ke Belanda?
Seperti disebut di atas, tradisi pendidikan modern di Angkola Mandailing adalah
kelanjutan dari tradisi pendidikan sejak jaman lampau. Lalu bagaimana sejarah putra-putri
Angkola Mandailing antar generasi studi ke Belanda? Seperti kata ahli
sejarah
tempo doeloe,
semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Putra-Putri Angkola Mandailing
Antar Generasi Studi ke Belanda: Tuntutlah Ilmu Itu Walaupun Jauh ke Belanda

Ada
dua nama terkenal di Afdeeling Angkola Mandaling (kini Tapanuli Bagian Selatan)
tempo doeloe yang juga nama mereka dikenal secara nasional, Sati Nasution alias
Willem Iskander dan Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan, Keduanya
terhubung karena sama-sama guru. Meski berbeda generasi, kebetulan keduanya
sama-sama studi keguruan ke Belanda. Willem Iskander berangkat ke Belanda tahun
1857 dan Soetan Casajangan berangkat ke Belanda tahun 1903.

Sati Nasution alias Willem Iskander adalah
pribumi pertama studi ke Belanda. Willem Iskander berhasil menyelesaikan
studinya di Belanda tahun 1860. Willlem Iskander (sebagaimana Ki Hadjar
Dewantara dengan nama asli Soewardi Soerjaningrat) kembali ke tanah air tahun
1860. Setelah melapor kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia,
Willem Iskander pulang ke kampong halaman di onderafdeeling Mandailing dan
membuka sekolah guru (kweekschool) di Tanobato tahun 1862. Sekolah guru
Tanobato menjadi sekolah guru ketiga di Hindia (yang pertama dibukan di
Soerakarta tahun 1851 dan kedua di Fort de Kock tahun 1856). Salah satu lulusan
pertama Kweekschool Tanobato adalah Maharadja Soetan (ayah dari Soetan
Casajangan). Pada tahun 1902 Soetan Casajangan berangkat ke Belanda yang
kemudian melanjutkan studi keguruan di Belanda. Mahasiswa pribumi pertama
kuliah di Belanda adalah Raden Kartono (abang dari RA Kartini) yang datang di
Belanada tahun 1896. Dalam hal ini dapat dikatakan Soetan Casajangan adalah
mahasiswa kedua di Belanda. Soetan Casajangan sendiri adalah lulusan sekolah
guru Kweekschool Padang Sidempoean (suksesi Kweekschool Tanobato).

Sebelum
Sati Nasution alias Willem Iskander berangkat studi keguruan ke Belanda, dua
siswa asal Afdeeling Angkola Mandailing berangkat studi ke Batavia untuk studi
kedokteran tahun 1854. Kedua siswa tersebut adalah Si Asta [Nasution] dan Si
Angan [Harahap]. Sekolah kedokteran di Batavia tersebut adalah satu-satunya
sekolah kefokteran di Hindia yang mana namanya kemudian dikenal sebagai Docter
Djawa School. Si Asta dan Si Angan adalah siswa pertama yang diterima di Docter
Djawa School yang berasal dari luar Jawa. Keduanya lulus tahun 1856 dimana Dr
Asta ditempatkan di onderafdeeling Mandailing (Panjaboengan) dan Dr Angan
ditempatkan di onderafdeeling Angkola (Padang Sidempoean).

Tunggu deskripsi lengkapnya

Antar Generasi Studi ke Belanda:
Indische Vereeniging dan Sumatra Sepakat

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post
Kisah : Mengikuti Jejak Sang Komandan

Kisah : Mengikuti Jejak Sang Komandan

CARA MEMBUAT ES CENDOL DURIAN

Iklan

Recommended Stories

Doa Rasulullah SAW

01.03.2017
Alamat Lengkap Bank BNI Di Seluruh Yogyakarta

Alamat Lengkap Bank BNI Di Seluruh Yogyakarta

18.05.2017
Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

Prabowo Bersyukur Indonesia Tetap Damai di Tengah Gejolak Dunia

05.01.2026

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?