Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (487): Pahlawan Indonesia dan Soerjo Poetro Studi di Delft; IndischeVereeniging-Musik Jawa di Belanda

Tempo Doelo by Tempo Doelo
22.03.2022
Reading Time: 24 mins read
0
ADVERTISEMENT

 




false
IN


























































































































































Soerjo Poetro, siapa? Tidak ada
entri nama Soerjo Poetro di laman Wikipedia. Namun ada yang menulis sejarah
Soerjo Poetro internet dengan judul ‘RM Soerjo Poetro, Musikolog Indonesia
Pertama’. Okelah, itu satu hal. Hal yang lainnya adalah apakah RM Soerjo Poetro
benar-benar bergelyt dalam dunia musik? Satu yang pasti Soerjo Poetro lulusan
HBS Semarang melanjutkan studi ke Belanda pada tahun 1911..

RELATED POSTS

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

https://kumparan.com: RM Soerjo Poetro, Musikolog Indonesia Pertama. Seorjo Poetro salah
seorang perintis musikologi dalam musikologi komparatif pada kurunn 1910-an. Gagasan
tentang musik sebagai perlawanan kultural terhadap kolonialisme juga merasuk
dalam dirinya. Anak Paku Alam V ini 1909 dikirim ke Belanda untuk belajar di
Delft. Soerjo mulai minat lebih pada musik, kemudian ia menjadi teoris-komposer
musik Jawa. Sekembalinya ia dari Belanda 1921 menjadi guru musik membantu Ki
Hajar Dewantara di Taman Siswa. Dalam perspektif musik, Seorjo Poetro selain
menciptakan gubahan-gubahan yang memadukan musik Jawa dan musik klasik Eropa,
Ia juga mencoba rebab modern yang dapat menampung gagasan musikalnya (Ki Hajar
Dewantara 1952: 90). Soerjo percaya untuk mengembangkan musik Jawa yang baru
ialah melakukan penelitian tentang aspek-aspek pembentukan melodi, teori
tentang pathet (moda), dan pembuatan instrumen. Dia merasakan dorongan kuat
untuk menemukan suatu sistem notasi yang cocok untuk musik baru ini. ia sadar
akan perlunya keikutsertaan masyarakat. Dalam konteks inilah ia menekankan kebutuhan
mengembangkan pendidikan musik bagi masyarakat Indonesia (Soerjo Poetro 1918:
91). Atas gagasan dan wacananya tersbut Soerjo bisa dikatakan sebagai seorang
musikolog Indonesia pertama dalam pengertian harfiah. Usahanya dalam
mengembangkan teori tentang gamelan Jawa, ia melakukan banyak studi mengenai
musik klasik Barat dan budaya musik Asia. Jika Ki Hajar Dewantara mengubah
Kinanthi Sandoong yang memadukan gamelan dengan musik Barat, maka Soerjo Poetro
telah menggubah karya musik vokal yang bernama Rarjwo Sarojo dan menerbitkannya
dalam Nederlandch Indie Oud en Nieuw (NION). Soerjo mentransliterasikan karya
ini ke dalam gubahan musik seni yang baru untuk biola dan vokal, menggunkan
tafsirnya sendiri dan gagasan-gagasan musikal baru. Teksturnya dirancang secara
heterophonic, mirip gamelan.
Sumber: Notosudirdjo, R. Franki S. 2014.
Modernisme Musik Dalam Abad Kedua Puluh. Jakarta: Yayaysan Obor Indonesia

Lantas
bagaimana sejarah RM Soerjo Poetro? Seperti disebut di atas, Soerjo Poetro
melanjutkan studi ke Belanda dan disebut sebagai ahli musik Lalu bagaimana
sejarah Soerjo Poetro? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

ADVERTISEMENT

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya
sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi,
sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti
surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya
digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga
merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan
artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel
saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah
pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk
lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Soerjo
Poetro Studi di Delft; Indische Vereeniging dan Musik Jawa di Belanda

Setelah
menyelesaikan sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS), Soerjo Poetro melanjutkan
studi ke sekolah menengah (HBS). Pada tahun 1903 Soerjo Poetro lulus ujian
masuk di HBS Semarang (lihat De locomotief, 25-04-1903). Pada tahun 1904 Soerjo
Poetro lulus ujian transisi naik dari kelas satu ke kelas dua (lihat De
locomotief, 26-04-1904).

Yang lulus ujian bersama Soerjo Poetro antara
lain Raden Mas Soegjarto, Raden Simbardjo, Jap Hong Tjoen, Raden Mas Soemitro,
Raden Soebiakto, Raden Mas Soehoed, Be Tiat Tjong dan Raden Mas Notodiningrat.
Hanya mereka berdelapan yang nama non Eropa/Belanda. Di atas mereka satu tahun
antara lain Raden Slamet, Raden Mas Gondowinoto dan Raden Mas Moenaridjo. Di
atas mereka lahi yang naik dari kelas tiga ke kelas empat antara lain Jap Shoei
Tjiong, Raden Mas Notosoeroto, Raden Mas Soedjono dan Raden Mas Ambija Soedibio.
Pada kelas yang tertinggi lulus ujian dari kelas empat ke kelas lima antara
lain Raden Mas Kworo.

Pada
tahun 1905 Raden Mas Soerjopoetro lulus ujian naik ke kelas tiga (lihat De
nieuwe vorstenlanden, 28-04-1905). Pada tahun 1906 tidak ada nama RM
Soerjopoetro. Pada tahun 1907 Raden Mas Soerjopoetro lulus ujian naik dari
kelas tiga ke kelas empat. Nama Soerjopotro tidak ada pada tahun 1908. Pada
tahun 1909 naik dari kelas empat ke kelas lima (lihat De locomotief, 01-05-1909).
Pada tahun 1910 tidak ada nama Soerjo Poetro. Akhirnya Soerjo Poetro lulus
ujian akhir di HBS Semarang pada tahun 1911 (lihat De nieuwe courant, 30-06-1911).
Yang lulus bersamaan dengan Soerjo Poetro antara lain Raden Sarengat dan Raden
Mas Soediarto.

Tampaknya RM Soerjo Poetro harus
melenyelesaikan sekolahnya di HBS Semarang selama delapan tahun terhitung masuk
tahun 1903. Ada apa mengapa sampai tiga kali ketiggalan kelas/menunda studi.
Yang dalam suatu peringata Haye (Haye-feest) yang diselenggarakan oleh Algemeen
Nederlandsch Verbond afdeeling perempuan di Semarang dimana Dr Stokvis
berceramah tentang Haye seorang penyair anak-anak (lihat De locomotief, 15-03-1909).
Dalam perayaan ini beberapa acara tambahan ditampilkan antara lain pembacaan
puisi oleh RM Soerjopoetro dan nyanyiar kor anak-anak perempuan yang dipimpin
oleh Verschuil yang diiringi piano oleh Dr Boenjamin (lulusan Docter Djawa School
ang melanjutkan studi kedokteran ke Belanda).

Setelah
lulus HBS Semarang, RM Soerjo Poetro berangkat ke Belanda (lihat Het nieuws van
den dag voor Nederlandsch-Indie, 01-08-1911). Disebutkan kapal ss Sindoro akan
berangkat dari Batavia tanggal 3 Agustus dengan tujuan akhir Nederland dinmana
dalam menifes kapal terdapat nama RM Soerjopoetro. Penumpang lainnya yang
namanya non Eropa/Belanda adalah Radem Achmat Soeria Atmadja dan Raden Gadjali
Soemanagara.

Beberapa minggu sebelumnya Raden Sarengat
berangkat ke Belanda dengan kapal ss Kawi (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 19-07-1911). Raden Mas Soediarto berangkat dengan kapal ss
Prinses Juliana tanggalo 9 Juli dari Batavia dengan tujuan akhir Nederland
(lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 12-07-1911).

RM
Soerjopoetro diketahui studi di bouwkundig ingenieur (lihat De expres, 23-08-1913).
Disebutkan RMA Soetjopoetro adalah anak dari Pangeran Pakoe Alam V. Yang satu
kampus dengan RM Soejopoetro adalah RM Soemitro. Sedangkan Raden Sarengat
kuliah di Technisch Hoogeschool di Delft (satu kampus dengan R Loekman
Djajadinigrat). Salah satu saudara Soerjopoetro adalah RMA Notowirjo yang
kuliah ingenier di Davos (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 30-04-1915).

Pada tahun 1908 Radjioen Harahap gelar Soetan
Casajangan menginisiasi pembentukan organisasi mahasiswa pribumi di Belanda
yang diberi nama Indische Vereeniging. Soetan Casajangan menjadi ketua pertama
dengan sekretaris RM Soemitro. Pada tahun 1916 ketua Indische Vereeniging
adalah R Loekaman Djajadiningrat. Pada kepengurusan Loekman ini diterbitkan
majalah dengan nama Hindia Poetra.   

Pada
awal kepengurusan R Loekman Djajadiningrat diadakan pertemuan umum Indische
Vereeniging (lihat Het vaderland, 16-04-1916). Dalam pertemuan ini menghadirkan
pembicara utama Lekkerkerker, Inspektur Pendidikan Pribumi di Hindia dengan
topik Indiers voor Indie.

Lekkerkkerker ingin meluruskan bahwa slogan
yang berkembang Indie voor Indiers seharusnya dipandang sebagai Indiers voor
Indie dimana semua warga Insulinde tanpa memandang ras, suku dan agama.
Sejumlah yang hadir memberi tanggapan diantaranya Setelah beberapa yang hadir
berturut-turut Baron van Hogendorp, Soewardi [Soerjaningrat], Soerjo Poetro,
Abendanon dan Loekman Djajadiningrat.

Pada
tahun 1916 di Belanda terbit majalah bulanan Nederlandsch Indie Opud en Nieuw
(lihat Leeuwarder courant, 06-05-1916). Disebutkan majalah ini ditujukan untuk
arsitektur, arkeologi, pertanian dan etnologi, kerajinan, perdagangan dan lalu
lintas, budaya, pertambangan dan kebersihan untuk semua pertanyaan penting tentang
Hindia. Dalam edisi pertama Profesor Nieuwenhuis mendeskripsikan tentang
membuat tenun ikat. Dalam edisi pertama ini juga terdapat tulisan Soerjopoetro
dan Notosoeroto tentang penulisan lagu Jawa yang selama ini dalam teks ditulis
dengan menggunakan notasi (musik) Eropa.

Penulisan lagu (zang) Jawa ke dalam notasi
musik Eropa tampaknya yang pertama dilakukan. Namun intorduksi notasi ini sudah
lama berlangusng di Tapanoeli. Hal ini seiring dengan kampanye gereja yang
berusaha menyaingi musik tradisi Batak dengan memperkenalkan alat-alat musik
modern pertama di Sipirok tahun 1886. Lagu-lagu gereja berbhasa Batak juga
mulai ditulis dalam notasi musik. Dalam satu artikel Meerwaldt menguraikan
tentang musik dan nyanyian ‘Over Muzien en Zang bij de Bataks (lihat Het nieuws
van den dag voor Nederlandsch-Indie, 04-07-1910). Disebutkan Meerwaldt  menyatakan kekristenan telah meningkatkan kekayaan
melodi dan notasi musik dan pengetahuan musik di tanah Batak.
Banyak
guru pribumi yang lebih tua telah meniru ini. Namun Meerwaldt mungkin tidak
memikirkan darimana alat musik itu berasal? Hampir semua alat musik aslinya
berasal dari pagan (penduduk dengan kepercayaan lama), termasuk seruling
melintang menurut sistem Eropa. Dalam satu artikel yang dimuat di De Sumatra
post, 26-01-1915 penulis prihatin dengan permainan gamelan. Tidak ada notasi
musik untuk ini, hanya baru-baru ini. beberapa pangeran mencoba untuk menulis musik
dari gamelan untuk menyelamatkan mereka dari kepunahan total. Dalam hal ini
sebelum musik Jawa ditulis dalam notasi musik oleh Soerjopoetro dan Notosoroto,
sudah ada pengeran lain yang telah melakukannya.

Ini
mengisyaratkan kembalinya perihal Hindia dibicarakan di Belanda melalui dua
terbitan baru Hindia Poetra dan Ned. Indie Oud en Nieuw. Pada masa sebelumnya
sudah ada penerbitan serupa di Belanda tetapi dalam bahasa Melayu seperti
Bintang Hindia dan Bandera Wolanda. Pada edisi Juni terdapat artikel mengenai ornamen
Toradja. Dalam edisi ini juga Notosoeroto dan Soerjopoetro melanjutkan perihal
mengenai musik Jawa. (lihat De avondpost, 18-07-1916),

Soerjo Poetro dan Noto Soeroto berkerabat.
Soerjo Poetro, meski lebih muda dari usia adalah paman dari Noto Soeroto dari
Pakoe Alaman di Djogjakarta. Keduanya adalah dua orang yang aktif dalam seni.
Noto Soeroto adalah seorang yang aktif menulis syair (kesisastraan) dan Soerjo
Poetro aktif di bidang musik. Keduanya juga menulis tentang soal musik Jawa ke
dalam notasi musik di majalah NI Oud en Nieuw. Darah sastra Jawa turun ke Noto
Soeroto dari kakek buyutnya Pakoe Alam II (yang menjadi sahabat dari Letnan
Jenderal Raffles). Noto
Soeroto, belajar di Leiden, calon
ahli hukum, yang dalam mobilisasi ia menjadi letnan cadangan di resimen Hussar
ke-3 di Den Haag. Dari generasi atas Pakoe Alam V adalah peminat musik dan
drama, yang mana dalam hal ini Soerjo Poetro adalah putra dari Pakoe Alam V. Orang
ketiga yang terkait dengan seni Jawa adalah Soewardi Soerjaningrat yang datang
di Belanda pada tahun 1913 sebagai orang pengasingan, Pada tahun 1917 ini
larangan pengasingan Soewardi dicabut (lihat Leeuwarder courant, 20-11-1917).  Sejak pembebasan larangan tersebut Soewardi
Soerjaningrat mulai terlibat di Indische Vereeniging dan melanjutkan studi
keguruan di Belanda. Mereka bertiga tampil bersama pada cara malan seni Hindia
di museum Leeuwarden (lihat De nieuwe courant, 27-11-1917).

Pada
masa yang sama di Indische Vereeniging, tiga aktivis yang menonjol dalam seni
dan sastra Jawa adalah Soerjo Poetro, Noto Soeroto dan Soewardi. Sementara
anak-anak Sumatra yang tergabung dalam Sumatra Sepakat aktivis yang menonjol
adalah Sorip Tagor Harahap, Dahlan Abdoellah, Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng
Moelia dan Ibrahim Datoek Tan Malaka. Sorip Tagor adalah ketua Sumatra Sepakat.
Kelak Soewardi Soerjaningrat menjadi Menteri Pendidikan RI pertama yang
kemudian digantikan oleh Soetan Goenoeng Moelia.

Soerjo Poetro telah mewakili rekan-rekannya
yang berasal dari Jawa sebagai ahli dalam musik Jawa. Setelah beberapa
artikelnya bersama Noto Soeroto tentang musik Jawa dan notasi musik,. Soerjo
Poetro dalam malam seni di Leeuwarden. yang menghadirkan beberapa pembicara, berbicara
tentang musik Jawa. Lalu Soerjo Poetro kembali berbicara tentang musik Jawa
dalam satu pertemuan Indische Vereeniging.(lihat De nieuwe courant, 28-01-1918).
Dalam edisi pertama majalah Het Koloniaal Tijdschrift kembali Soerjo Portro
menulis tentang masik Jawa yang lebih fokus pada tangga nada slendro dan pélog
pada biola dan cello yang dijelaskan secara deskriptif tentang notasi musik
yang sesuai (lihat De avondpost, 20-02-1918).  Dalam peringatan Boedi Oetomo yang ke-10 di
Belanda Soerjo Poetro (bersama Soerjomihardjo dan Tjokro Adi Soerjo) kembali
terlibat dalam aransemen musik gamelan untuk memeriahkan cara (lihat Dagblad
van Zuid-Holland en ‘s-Gravenhage, 06-03-1918). Soerjo Poetro kembali
,berbicara dalam pertmuan Vereeniging Oost en West, afdeeli»g ’s-Gravenhage
dimana Soerjo Poetro menjelaskan pebagian nada slendro dan pelog (lihat Het
vaderland, 06-05-1918). Sebagaimana Todeoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng
Moelia yang menekuni sastra Batak, studi musik Jawa seakan menjadi keseharian
Soerjo Poetro. Lantas bagaimana dengan studinya di Delft?

Setelah
Soerja Poetro berbicara dari satu pertemuan ke pertamuan lain dengan topik
musik Jawa, pada tahun 1920 hadir dalam pertemuan perhimpunan Teosofi di Den
Haag (lihat Haagsche courant, 02-10-1920).

Dalam pertemuan ini juga hadir Dr Tagore.
Penyair India yang berusia 60 tahun berbicara tentang syair dan membaca
sejumlah puisi. Sementara itu dalam pertemuan ini Soerjo Poetro, yang, duduk di
belakang alat musik khas Jawanya, memainkan beberapa suara lembut (ditafsirkan
dan pada saat yang sama sebuah ekstrak dari legenda Jawa kuno) yang tampak dengan
penasaran Dr. Tagore, yang duduk di depan, menyomak dengan perhatian. Dalam hal
ini dapat dikatakan Tagore dan Soerjo Poetro tampil sdalam satu panggung.

Pada
akhir tahun 1921 Soerjo Poetro kembali ke tanah air. Ini berarti Soerjo Poetro
di Belanda selama 10 tahun, sejak kedatangannya pada tahun 1911. Todoeng
Harahap yang juga tiba tahun 1911 telah lebih dulu pulang ke tanah air pada
tahun 1919 setelah menyelesaikan pendidikannya akta guru LO yang diteruskan
dengan mendapat akta guru MO (sarjana pendidikan) dan menjadi direktur sekolah
HIS di Kotanopan. Pada tahun 1921 ini juga Sorip Tagor kembali ke tanah air
setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran hewan di Utrecht dan bekerja
sebagai dokter hewan di lingkungan istana GG Hindia Belanda. Lalu bagaimana
dengan studi Soerjo Poetro sendiri? Tampaknya tidak diteruskan. Yang lulus di
Delft sebagai insinyur antara laian RM Notodiningrat dan Raden Sarengat. RM
Soerjo Poetro sudah menemukan dunianya sendiri, dunia musik (seperti halnya
mahasiswa Moahamad Iljas di Delft yang menemukan dunianya sendiri dunia
(permainan) catur.

Pada tahun 1921 ini juga diketahui Soewardi
Soerjaningrat kemabali ke tanah air. Soewardi Soerjaningrat meski aktif dalam
bidang jurnalistik di Belanda, masih bisa menyelesaikan pendidikannya dengan
mendapat akata guru LO. Noto Soeroto setahun sebelumnya sudah pulang ke tanah
air setelah menikah dengan gadis Belanda di Belanda. Dahlan Abdoellah dan
Sjamsi Sastra Widadga dua asisten dosen bahasa Melayu dan bahasa Jawa di Leiden
masih meneruskan pendidikannya di Belanda. Dahlan Abdoellah mengikuti
pendidikan akta guru MO di Leiden dan Sjamsi Widagda mengikuti program doktor
di bidang persagangan/ekonomi di Amsterdam.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Soerjo Poetro: Sejarah Musik
Indonesia

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Kanker darah tidak boleh makan ini
Sejarah

Peta kuno dari tahun 1724: Jawa dalam tujuh bagian

11.07.2024
Sejarah

Pasukan Inggris meninggalkan Indonesia, 29 November 1946

10.07.2024
Sejarah

Peta kuno berbahasa Jerman dari tahun 1790: Jakarta

09.07.2024
Sejarah

Apel terakhir pasukan Inggris sebelum meninggalkan Indonesia dan menyerahkan kontrol militer kepada tentara Belanda, 28 November 1946

08.07.2024
Sejarah

Peta kuno dari sekitar tahun 1633: Posisi Nusantara di Asia

07.07.2024
Sejarah

Pemindahan warga Belanda/Indo mantan penghuni kamp Jepang ke Australia, 1946

06.07.2024
Next Post
Materi Kultum: Pemerintahan Orang Dungu dan Dampak Buruknya

Materi Kultum: Pemerintahan Orang Dungu dan Dampak Buruknya

Riwayat Kisah Umar bin Khaththab Mencium Hajar Aswad

Riwayat Kisah Umar bin Khaththab Mencium Hajar Aswad

Iklan

Recommended Stories

Resep Beef Cubes dengan Creamy Brown Sauce & The Dog Whisperer

12.12.2020

Resep Sarapan Sehat Tim (Kukus) Tahu Jamur Spesial

06.11.2013

PUJIAN DAN KEMULIAAN DENGAN IBADAH DI MALAM HARI

04.04.2016

Popular Stories

  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Kuliner
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sejarah
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?