Aopok
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
Iklan Gratis
SUBSCRIBE
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis
No Result
View All Result
Aopok
No Result
View All Result
Home Sejarah

Sejarah Menjadi Indonesia (485): Pahlawan Indonesia – R Tumbelaka Studi Kedokteran ke Belanda;Para Perwira Pribumi di Belanda

Tempo Doelo by Tempo Doelo
21.03.2022
Reading Time: 18 mins read
0
ADVERTISEMENT




false
IN


























































































































































 

RELATED POSTS

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Nama R Tumbelaka dalam laman Wikipedia belum ada. R
Tumbelaka adalah seorang dokter lulusan Docter Djawa School/STOVIA yang kemudian
melanjutkan studi kedokteran ke Belanda. Dr Tumbelaka di Belanda, ikut hadir
dalam pembentukan organisasi mahasiswa pribumi yang diberi nama Indische
Vereeniging (Perhimpoenan Hindia). Dr Tumbelaka dalam perkembangannya, sebagaimana
RM Notosoeroto menjadi bagian militer Belanda sebagai perwira cadangan dengan
pangkat letnan. Mereka dapat dikatakan dua diantara generasi pertama pribumi yang
menjadi perwira dalam militer Belanda.

ADVERTISEMENT

Sebelum kepemilikan VOC diambil alih oleh Kerajaan
Belanda, VOC pernah menyewa Resimen Württemberg pada tahun 1790-1808, yang
berjumlah sekitar 2.000 tentara. KNIL secara resmi berdiri pada tanggal 28
Agustus 1814, tidak lama setelah kekuasaan Belanda di Hindia Belanda
dikembalikan. Pada awalnya, KNIL merupakan bagian dari Tentara Kerajaan Belanda
dan dibentuk untuk menumpas pemberontakan di koloni-koloninya. Pada tanggal 4
Desember 1830, Johannes van den Bosch mengeluarkan keputusan yang dinamakan
“Algemeene Orders voor het Nederlandsch-Oost-Indische leger” dimana
ditetapkan pembentukan angkatan tentara tersendiri untuk Hindia Belanda, yaitu
Oost-Indische Leger (Tentara India Timur). Kemudian, pada tahun 1836, Raja
Willem I, memberi predikat “Koninklijk” pada angkatan perang ini.
Tentara-tentara KNIL kadang dijuluki secara kolektif “Jan Fuselier”
dan istri-istrinya dijuluki “Sarinah”. Namun dalam penggunaan
sehari-hari, kata ini tidak pernah digunakan selama sekitar satu abad. Baru
pada tahun 1933, Hendrik Colijn, Perdana Menteri Belanda saat itu, diam-diam
memberitahu Gubernur Jenderal Hindia Belanda bahwa ia akan menghargai kalau
nama angkatan tentaranya diganti dengan Koninklijk Nederlands-Indisch Leger.
(Wikipedia)

Lantas
bagaimana sejarah R Tumbelaka? Seperti disebut di atas, Dr Tumbelaka adalah
seorang dokter yang menjadi bagian dari cadangan tentara Belanda di Belanda. Lalu
bagaimana sejarah R Tumbelaka? Seperti kata ahli
sejarah tempo doeloe, semuanya
ada permulaan.
Untuk
menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah
nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Dr R
Tumbelaka Studi Kedokteran ke Belanda

Setelah
menyelesaikan sekolah dasar berbahasa Belanda (ELS), R Tumbelaka melanjutkan
studi ke sekolah kedokteran Docter Djawa School di Batavia. Pada tahun 1897
Tumbelaka lulus ujian transisi naik dari kelas satu ke kelas dua (lihat  Bataviaasch nieuwsblad, 03-02-1897). Pada
kelas terendah (tingkat persiapan) lulus ujian antara lain JE Tehupelory, WK
Tehupelory dan Mohamad Hamzah Harahap. Pada kelas tertinggi, naik dari kelas
empat ke kelas lima (tingkat medik) antara lain R Soehardjo.

Seperti disebut di atas siswa yang diterima di
Docter Djawa School adalah lulusan sekolah ELS. Lama studi adalah tujuh tahun
dimana tingkat persiapan selama dua tahun dan tiungkat medik selama lima tahun.
Jika Tumbelaka lancar studi, besar kemungkinan diterima di Docter Djawa School
pada tahun 1895.

Pada
tanggal 30 Desember 1899 R Tumbelaka lulus ujian naik dari kelas empat ke kelas
lima. Pada bulan Desember 1900 Tumbelaka lulus ujian akhir (lihat Het nieuws
van den dag voor Nederlandsch-Indie, 16-12-1900). Disebutkan Roland Tumbelaka
berasal dari Minahasa. R Tumbelaka kemudian ditempatkan di Manado (lihat Het
nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 06-12-1900). Pada akhir tahun 1901
Dr Timbelaka dipindahkan dari Menado ke Kakas (lihat De locomotief :
Samarangsch handels- en advertentie-blad, 13-12-1901).

Sekolah kedokteran pribumi didirikan pada
tahun 1851 yang diadakan di rumah sakit militer di Welrevreden (kini RSPAD).
Lama pendidikan dua tahun. Siswa pertama diterima dari luar Jawa ada dua siswa
berasal dari Afd Angkola Mandailing (Res. Tapanoeli) pada tahun 1854 bernama Si
Asta [Nasution] dan Si Angan [Harahap]. Pada tahun 1856 keduanya lulus. Si Asta
ditempatkan di Mandailing dan Si Angan di Angkola. Pada tahun 1856 kembali dua
siswa dari Afd Angkola Mandailibg diterima bernama Dja Boedi dan Dja Napang.
Sekolah kedokteran pribumi kemudian dikenal sebagai Docter Djawa School. Untuk sekadar
menambahka satu siswa dari Afd Angkola Mandailing bernama Si Sati [Nasoetion] pada
tahun 1857 berangkat studi ke Belanda untuk studi keguruan (akta guru).

Sekolah
kedokteran pribumi/Docter Djawa School dapat dikatakan satu-satunya sekolah di
Hindia yang mampu bertahan selama setengah abad. Pada tahun1902 sekolah kedokteran
ini ditingkatkan mutunya (kurikulum) dengan tetap lama studi sama. Nama
sekolahya diubah menjadi STOVIA. Akibatnya gelar yang diberiakan kepada lulusan
yang diterima sejak 1902 tidak lagi dokter pribumi/dokter Djawa tetapi Indisch
Arts. Angkatan pertama kurikulum baru ini adala R Soetomo dkk.

Pada tahun 1902 yang lulus ujian akahir
anatara lain Haroen Al Rasjid [ Nasoetion], Mohamad Hamzah [Harahap] keduanya
dari Padang Sidempoean, JF Tehupelory, WK Tehupelory keduanya dari Ambon dan M
Asmaoen dari Malang (lihat  Het nieuws
van den dag voor Nederlandsch-Indie, 24-11-1902). Yang lulus ujian naik dari
kelas tiga ke kelas empat antara lain Abdoel Hakim dari Padang Sidempoean,
Abdoel Karim dari Padang Sidempoean, H Apituley dari Ambon, A Masako dari Manado
dan Tjipto dari Poerwadadi (lihat Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 27-11-1902).

Pada
tahun 1903 Tumbelaka dipindahkan dari Kakas ke Taroena (lihat  De locomotief, 28-05-1903). Pada tahun 1905
Tumbelaka dipindahkan dari Taroena ke Gorontalo (lihat De locomotief, 13-03-1905).
Pada tahun 1908 Tumbelaka mengundurkan diri dari dinas pemerintah (lihat
 Het nieuws van den dag voor
Nederlandsch-Indie, 14-07-1908). Diseburkan R Tumbelaka dokter di Gorontalo
terhitung sejak 5 Agustus diberhentikan dengan hormat. Apa yang menyebabkan R
Tumbelaka mengundurkan diri belum terinformasikan.

Yang jelas pada bulan Oktober Tumbelaka berangkat
ke Belanda (Bataviaasch nieuwsblad, 09-09-1908). Disebutkan kapal ss Grotius
berangkat dari Batavia 10 September dengan tujuan akhir Nederland dan telah
singgah di Genua pada tanggal 4 Oktober 1908 (lihat Het vaderland,  07-10-1908).. Dalam manifes kapal juga
terdapat nama Raden Soerjowinoto. Hanya mereka berdua dengan nama non
Eropa/Belanda. Besar dugaan keberangkatan kedua pribumi ini ke Belanda untuk
melanjutkan studi. R Soerjowinoto diduga akan melanjutkaan sekolah HBS di
Belanda.

Pada
tahun 1908 jumlah yang sekolah/kuliah di Belanda sudah cukup banyak, Radjioen
Harahap gelar Soetan Casajangan, mahasiswa senior berinisiatif mendirikan
organisasi pribumi. Soetan Casajangan meminta Raden Somitro mengirim undangan
ke semua pribumi asal Hindia di Belanda untuk berkumpul di kediamanannya di
Leiden. Jumlah yang hadir sebanyak 15 orang. Dalam pertemuan yang diadakan pada
tanggal 25 Oktober 1908 sepakat mendirikan organisasi pribumi yang diberi nama
Indische Vereeniging. Lalu secara aklamasi diangkat sebagai ketua Soetan Casajangan
dan R Soemitro sebagai sekretaris.

Dalam daftar anggota yang dapat dilihat pada
tabel, Soetan Casajangan berada di alamat yang sama dengan Sosro Kartono. Tidak
diketahui daftar tahun berapa. Yang jelas keduanya adalah mahasiswa paling
senior. Sosro Kartono, lulusan HBS Semarang tiba di Belanda tahun 1896,
sedangkan Soetan Casajangan tahun 1903 (sempat pulan tahun 1905). Sosro Kartono
adalah abang dari RA Kartini. Sementara Raden Soemitro siswa HBS Batavia
meneruskan sekolahnya di Belanda. Pada tahun 1908 ini R Soemitro diterima di
Inidische Adnmnistrative Dienst.

Pada
tahun 1909 R Tumbelaka lulus ujian teoritis kedokteran di Amsterdam (lihat Het
vaderland, 03-04-1909). Dalam berita ini juga sama-sama lulus dengan HDJ
Apituley.

Tunggu deskripsi lengkapnya

R Tumbelaka, Letnan Cadangan Tentara
Belanda: Para Perwira Pribumi di Belanda

Tunggu
deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi:
akhirmh@yahoo.com

 

Tags: IlmuInformasiPengetahuanPeradabanSejarahZamam Dahulu
ShareTweetPin
Tempo Doelo

Tempo Doelo

Related Posts

Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah ginalun (belimbing Cina)

20.01.2026
Sejarah

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?

20.01.2026
Sejarah

Karel Doorman, Panglima Laut Gabungan Sekutu yang memilih tenggelam bersama kapal perangnya setelah kalah dari Jepang di pertempuran Laut Jawa

19.01.2026
Sejarah

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang buah jambu bol

18.01.2026
Sejarah

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur

18.01.2026
Sejarah

Kepulangan Jenderal Mansergh dari Surabaya ke Inggris setelah konflik pasukannya dengan para pejuang menyulut pertempuran Surabaya

17.01.2026
Next Post

Apa Kabar Bali 2021?

Ikhlas Akan Terwujud dengan Thalabul Ilmi

Iklan

Recommended Stories

Kota Pariaman

04.09.2013

Fiqh Su’ur & Awani

08.12.2013

Hanung Bramantyo Sabet Sutradara Terbaik JAFF – Indonesian Screen Awards 2018

05.12.2018

Popular Stories

  • Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    Video Viral Andini Permata Bersama Bocil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemerintah Masih Buka Peluang Beri Insentif Industri Tekstil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga iPhone 14 Turun di Indonesia Jadi Mulai Rp 8 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Timnas Indonesia Akan Hadapi Bulgaria, Kepulauan Solomon & Saint Kitts & Nevis bersama John Herdman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denada Tolak Ganti Rugi Rp7 Miliar, Ressa Rizky: Saya Cuma Mau Pengakuan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aopok

Aopok merupakan layanan informasi terbaru dan terpercaya yang mengabarkan berita di indonesia dan seluruh dunia.

LEARN MORE »

Terkini

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

Solusi Islam Menurut Hadist untuk Dua Insan yang Saling Jatuh Cinta

22.01.2026
Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

Trofi Asli Piala Dunia Dipamerkan di Jakarta

22.01.2026

Kategori

  • Berita
  • Bisnis
  • Bulutangkis
  • Daerah
  • Dunia
  • Edukasi
  • Entertainment
  • Explore
  • Food & Travel
  • Lainnya
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Otomotif
  • Religi
  • Sepakbola
  • Sports
  • Teknologi & Sains

Navigasi

  • Tentang
  • Kontak
  • Subscription
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Cookies dan IBA
  • Terms

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Filter
    • Terbaru
    • Spesial
    • Istimewa
    • Hot
    • Galeri
  • Berita
    • Daerah
    • Dunia
    • Nasional
  • Bisnis
  • Explore
    • Alamat
    • Food & Travel
      • Kuliner
      • Resep Masakan
    • Kode Pos
    • Masjid
    • Wisata
  • Religi
  • Sports
  • Tekno
  • More
    • Otomotif
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Edukasi
    • Lainnya
  • Network
    • Artikel
      • Biodata Viral
      • Chord Lirik
      • Religi
      • Resep Masakan
      • Ulasan Film
      • Tempo Dulu
    • Iklan Gratis
    • Media Sosial
    • Terviral
    • Seputar Bisnis
    • Pasang Iklan
    • Jok Bangka
    • Ulasan Bisnis
    • Trading
    • Top Bisnis

© 2026 Aopok.com - theme by Iklans.com - Pugur.com.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?