Pada artikel sebelumnya nama Mr
Phoa Liong Gie dapat dihubungkan dengan Ir Phoa Liong Tjauw. Mr Phoa Liong Gie
studi hukum di dalam negeri lalu kemudian dilanjutkan ke Belanda. Di tanah air Phoa
Liong Gie aktif dalam berbagai kegiatan seperti advokasi, organisasi,
jurnalistik dan politik. Secara politik Mr Phoa Liong Gie mendukung perjuangan
nasional dari aktivis perjuangan Indonesia seperti Amir Sjarifoeddin Harahap
dan Mohamad Jamin.
Garoet, Phoa Liong Tjauw ikut ujian Kleine Ambtenaar di Bandorng dan lulus
tahun 1913, namun tidak meneruskan sebagai pegawai pemerintah tetatpi mengikuti
ujian masuk di sekolah menengah HBS KW III School di Batavia dan lulus 1914. Siswa
yang sudah ada kelas tiga naik ke kelas empat anatara Thung Tjeng Hiang, Phoa
Liong Djin, AA Maramis. J Kajadoe, Mas Achmad Soebardjo, Raden Hilman
Djajadiningrat dan Mohamad Nazir. Yang lulus ujian dari kelas empat ke kelas
lima antara lain Raden Mas Soerachman. Satu kelas dengan Phoa Liong Tjauw antara
lain Tan Sik Hok dan Raden Gatot. Phoa Liong Tjauw lulus ujian akhir di KW III
School 1919, Pada tahun 1919 ini di sekolah HBS Prins Hendrik School (PHS)
Batavia Mohamad Hatta diterima dan ditempatkan di kelas empat. KW III S dan PHS
adalah dua sekolah erlit di Batavia. Pada tangga 11 Juli Phoa Liong Tjauw dan
Tan Sin Hok berangkat ke Belanda. Pada tahun 1921 Mohamad Hatta lulus ujian
akhir di PHS Batavia pada bulan ini juga Mohamad Hatta berangkat ke Belanda. Pada
tahun 1921 ini Sorip Tagor Harahap lulus di Utrecht denngan mendapat gelar
dokter hewan (dokter hewan pertama Indonesia). Pada tahun 1923 Phoa Liong Tjauw diketahui
lulus ujian propaedeutisch di Technische Hoogeschool di Delft pada jurusan
elektro. Pada tahun 1923 ini Mohamad Hatta di Rotterdam lulus ujian handels
economie (lihar artikel sebelumnya).
Lantas
bagaimana sejarah Mr Phoa
Liong Gie?
Seperti disebut di atas, Mr Phoa
Liong Gie
seorang Tionghoa yang mendukung perjuangan para revolusioner Indonesia baik
melalui kegiatan organisasi, jurnalistik dan gerakan politik. Lalu bagaimana
sejarah Mr Phoa
Liong Gie?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Phoa
Liong Gie: Lulusan Rechthoogeschool Batavia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Mr Phoa Liong Gie: Pro
Kemerdekaan Indonesia
Tunggu
deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com



