Kapan Sim Kie Ay kembali ke tanah air? Yang jelas hingga tahun 1926 Dr
Sim Kie Aij masih berada di Belanda. Pada acara perayaan lustrum ketiga Chung
Hwa Hui di Belanda yang menjadi ketua panitia adalah Dr Sim Kia Aij (lihat  De avondpost, 20-04-1926). Dalam acara ini
juga turut dihadiri perwakilan dari Perhimpoenan Indonesia (sebelumnya bernama
Indische Vereeniging). Ketua pengurus Chung Hwa Hui sendiri adalah Ir. Tan Sin
Hok Peringatan lustrum ketiga beerati sudah bersusia tiga kali lima tahun
(didirikan tahun 1911). Disebutkan Dr Sim Kia Aij tinggal di Leiden. Dr Sim Kie
Aij belum pulang ke tanah air, masih sibuk dengan penelitian di Univesiteir te
Leiden.
tahun 1927 Dr Sim Kii Aij dipromasikan menjadi doktor dalam bidang kedokteran
di Universiteir te Leiden (lihat  De
Maasbode, 01-07-1927). Disebutkan Dr Sim Kie Aij lahir di Poerbalingga lulus
dengan desertasi berjudul Activeering van vetten en
lipoiden door ultraviolette stralen in verband met de rachitis. Ini berarti Dr
Sim Kie Aij telah menyamai pencapain Dr  Oei Kiauw Pik yang meraih gelar doktor dalam
bidang kedokteran di Wina tahun 1923. Dengan demikian semakin banyak jumlah
doktor asal Indonesia (Hindia) dari golongan orang Cina. Selain Dr Oei Kiauw Pik
sebelumnya sudah ada Ir Dr Han Tiauw Tjong yang meraih gelar doktor di Delft.
pribumi hingga tahun 1927 terdapat sejumlah orang dari berbagai bidang. Orang Indonesia pertama yang meraih gelar
doktor (Ph.D) adalah Husein Djajadiningrat pada tahun 1913 di Universiteit te
Leiden. (2) Dr. Sarwono (medis, 1919); (3) Mr. Gondokoesoemo (hukum 1922); (4)
RM Koesoema Atmadja (hukum 1922); (5) Dr. Sardjito (medis, 1923); (6) Dr.
Mohamad Sjaaf (medis, 1923); (7) JA Latumeten (medis, 1924); (8) Alinoedin
Siregar gelar Radja Enda Boemi (hukum, 1925); (9) R. Soesilo (medis, 1925);
(10) HJD Apituley (medis, 1925); (11) R Soebroto (hukum, 1925); (12) Samsi
Sastrawidagda (ekonomi, 1925); (13) Poerbatjaraka (sastra, 1926); (14) Achmad
Mochtar (medis, 1927) dan (15) Soepomo (hukum, 1927). Â Â
Tunggu deskripsi lengkapnya
Dr Sim Ki Ay: Seorang
Republikan
Tunggu
deskripsi lengkapnya
Â
Â
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com
Â



