*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Seperti halnya Liem Koen Hian pada
tahun 1945, Oey Tiang Tjoei juga menjadi anggota BPUPKI (Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Lepas dari besar kecil kontribusi
setiap anggota, badan ini tentulah badan yang penting dimana Oey Tiang Tjoei
sebagai anggota. Kapasitasnya saat itu memiliki portofolio yang tinggi diantara
orang-orang Tionghoa. Meski begitu, sejarah Oey Tiang Tjoei kurang
terinformasikan. Di laman Wikipedia narasi sejarahnya hanya seadanya.

surat kabar Hong Po yang pro-Jepang dan ketua Hua Ch’iao Chung-hui (HCCH) di
Jakarta pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Pemerintah Jepang melebur
berbagai organisasi dagang Tionghoa zaman Belanda ke dalam badan HCCH ini. Pada
tahun 1945 ia dipilih menjadi anggota BPUPKI. (Wikipedia).
Lantas
bagaimana sejarah Oey Tiang
Tjoei?
Seperti disebut di atas, narasi sejarah Oey Tiang Tjoei masih sangat minim padahal Oey Tiang
Tjoei adalah salah satu anggota BPUPKI. Lalu bagaimana sejarah Oey Tiang Tjoei?
Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan
meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo
doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika
sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh
penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal
itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber
primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber
buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku
juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam
penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut
di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber
yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini
hanya untuk lebih menekankan saja*.
Pahlawan Indonesia dan Oey
Tiang Tjoei Anggota BPUPKI 1945
Bagaimana
sejarah awal Oey Tiang Tjoei tidak terinformasikan. Keberadaan Oey Tiang Tjoei
paling diketahaui pada tahun 1920 di Bandoeng (lihat De Preanger-bode, 14-01-1920).
Di dalam satu iklan dinyatakan Oeij melakukan lelang terhadap perabotan
rumahnya. Oey Tiang Tjoei diduga akan pindah dari Bandoeng. Oey Tiang Tjoei
kemudian diketahui pada tahun 1923 melakukan perjalanan ke Medan (lihat De
Sumatra post, 21-06-1923). Disebutkan dengan kapal ss Hogendorp dari Penang Oei
Tiang Tjoei dari Penang (tiba di Belawan).
Pada saat ini tidak diketahui dimana Oey Tiang
Tjoei berdomisili apakah di Penang, Medan, Batavia atau tempat lain. Pelayaran
reguler ke Medan umumnya dari Penang, Singapoera dan Batavia. Dari Batavia
umumnya rute pelayaran melalui Muntok (Bangka), Tandjoeng Pinang dan Singapoera
baru je Medan.
Keberadaan
Oey Tiang Tjoei baru diketahui kemudian tahun 1927 di Batavia (lihat De Sumatra
post, 29-01-1937). Disebutkan Oei Tiang Tjoei termasuk di dalam kepanitian yang
dibentuk untuk tujuan tertentu (protes terhadap kenaikan tarif listrik?). Oei
Tiang Tjoei sendiri dalam hal ini diketahui sebagai ketua dari Hoo Hap (lihat Algemeen
handelsblad voor Nederlandsch-Indie, 19-02-1937).
Hoo Hap adalah suatu organisasi sosial
diantara orang-orang Cina. Di Batavia, cabang Hoo Hap ini didirikan tahun 1934
(lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 11-04-1939). Disebutkan
resepsi peringatan di Prinsenpark, Pada bulan Januari 1934 cabang Batavia dari
asosiasi Tionghoa Hoo Hap secara resmi didirikan, setelah 32 orang Tionghoa
disatukan dalam komite pada bulan November 1933 untuk memungkinkan hal ini. Hoo
Hap bukan asosiasi politik. Didirikan di Batavia, meniru apa yang telah
dilakukan di Soerabaja dan Bandoeng, terutama untuk mempertahankan budaya
Tionghoa diantara banyak orang yang telah menemukan tanah air kedua di Hindia
Belanda. Tampaknya ada kebutuhan untuk serikat seperti itu dan Hoo Hap, divisi
Batavia, yang terdiri dari distrik Chiandjoer, Tjibeber, Soekaboemi, Bogor,
Serang dan Mauk, sekarang menjadi serikat pekerja dengan 6.223 anggota tetap,
175 perempuan dan 175 anggota pekerja. Dalam acara itu secara khusus, jumlah
tokoh terkemuka dari dunia Tionghoa hadir termasuk banyak dari Bandoeng dan Soerabaja,
sangat banyak, dan ketuanya, Oey Tiang Tjoei, menyambut hadirin yang cukup
banyak
Pada
tahun 1940 Oei Tiang Tjoei ditangkap oleh intelijen Pemerintah Hindia Belanda PID.
Tidak terinformasikan alasannya. Namun bisa diduga karena dikaitkan dengan
Jepang. Sebagaimana diketahui aktivitas intelijen Jepang di Hindia Belanda
mulai terjadi pada tahun 1932. Dalam hal ini penahanan Oei Tiang Tjoei diduga
kuat karena memiliki koneksi dengan intelijen Jepang di Hindia Belanda.
Tunggu deskripsi lengkapnya
Oey Tiang Tjoei: Mempersatukan
Orang Tionghoa dan Mengapa Harus Pro Jepang?
Tunggu deskripsi
lengkapnya
*Akhir Matua Harahap,
penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga
ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat
(1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas
Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di
seputar rumah–agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel
di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya
jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang
memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia.
Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang
sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com





